Pemuda Hebat Seperti Dewa

Pemuda Hebat Seperti Dewa
Permintaan Aden Haruman kepada Azzahra dan Nabil


__ADS_3

"Kriiiiing''........................ Kriiiiing''...................... Kriiiiing''................!!


"Assalamualaikum. Anak Jin Kuya.. Kau sudah bangun.." Kata seorang lelaki paruh baya menelepon di siang itu.


"WaallAikum Salam Warohmatuullahi Wabarakatuh.. Abah udah bangun atuh... Baru saja selesai makan.. Abah bagaimana kok baru nelepon.?" Tandas Awan yang di panggil anak Jin Kuya..


"Uhk... Abah baru bangun anak Jin Kuya.. Remuk ini badan dan menguras tenaga... Urusan di alam ghaib sudah sepenuhnya selesai dan untuk sementara waktu mungkin kondisi kehidupan Nabil dan Azzahra sudah tenang dan penyakit dari Tuan Kentang Dor serta istrinya sudah sembuh mungkin nanti malam dia akan menelepon mu untuk sekedar rasa berterima kasih." Terang Aden Haruman di sebrang telepon.


"Alhamdulillah Hirobbill Allamiin.. Awan cukup bahagia mendengarnya Abah... Apakah ada yang ingin di minta oleh Abah kepada Awan atau pun Azzahra Masika Fatharani..?" Tanya Awan.


"Ada anak Jin Kuya dan kemungkinan Azzahra Masika Fatharani atau pun Nabil Nur Fadillah mampu mewujudkan nya, setelah perusahaan Ismail Group atas namanya.." Kata Aden Haruman.


"Silahkan Abah utarakan biar Awan yang akan mengobrol kepada Bunda Azzahra Masika Fatharani.." Ucap Awan.


"Begini anak Jin Kuya.. Pondok Pesantren Darul Hikmah, yang di kelola oleh sahabat ku Mama Sepuh, sudah usang bantu lah dan Abah sendiri ingin mendirikan yayasan untuk para anak anak jalanan serta orang orang yang kurang mampu agar bisa di didik kehidupan kepada jalan kebenaran.." Terang Aden Haruman.


"Siap Abah Awan akan mengabulkan permintaan dari Abah... Tanpa harus minta dari Nabil Nur Fadillah atau pun Bunda Azzahra Masika Fatharani.." Jawab Awan yakin dengan semua permintaan dari sang guru.


"Ohk tidak Awan... Itu harus dari Nabil Nur Fadillah atau pun Bunda Azzahra Masika Fatharani.. Itu sesuatu yang harus di bayar oleh nya.." Kata Aden Haruman menolak halus.


"Atuh Abah...." Rengek Awan.!


"Hahahahahahahah..... Awan kau sudah mempunyai semuanya dan kau juga tak lupa berbagi ke sesama manusia yang membutuhkan nya.. Abah hanya ingin menguji Azzahra Masika Fatharani dan Nabil Nur Fadillah seandainya dunia sudah berada dalam genggaman tangan mereka berdua, apakah mau seperti dirimu yang menyembunyikan harta nya, atau kah terbuka dengan sipat dan angkuh nya karna mempunyai segalanya.." Kata Aden Haruman memberi nasehat.

__ADS_1


"Baiklah Abah Awan ngerti... Dan kemungkinan Awan akan mencoba mengobrol bersama Bunda Azzahra dan Nabil Nur Fadillah.." Ucap Awan.


"Silahkan anak Jin Kuya... Bicarakan lah pelan pelan saja.. Ingat Nak.. Bila dia menerima dan ikut dalam ucapan mu.. Itu akan menjadi jodohmu dengan Nabil Nur Fadillah.. Tetapi bila dia tidak menerima atau pun sipat nya keluar dari yang mungkin kamu sendiri tidak suka segera putuskan dan pokuslah terhadap perusahaan mu yang akan menjadi besar.." Kata Aden Haruman memberi pesan kepada Muhammad Awan Pratama.


"Siap Abah... Kalau begitu Awan sudahi obrolan siang ini.. Ehk Abah ada satu lagi yang ingin di bicarakan.." Kata Awan mencegah dulu telepon seluler itu.


"Naon deui Anak Jin Kuya..?" Tanya Aden Haruman.


"Alhamdulillah rumah Bunda Awan sudah selesai di bangun... Kira kira malam Jumat ini cocok nggak untuk acara syukuran..?" Tanya Awan..!


"Nanti Abah lihat dulu malam ini... Secepat nya di kasih tau.." Jawab Aden Haruman.


"Ok Abah...... Assalamualaikum Warahmatullahi Wa Barakatuh.." Kata Awan menyudahi obrolan panggilan telepon seraya berjalan kearah sawah yang di tengah-tengah nya terdapat sahung yang begitu luas.


"WaallAikum Salam Warohmatuullahi Wabarakatuh.." Jawab Aden Haruman.


Sesampainya di tengah tengah sahung, Awan pun langsung mempersilahkan mereka untuk naik atau ke sahung itu.


"Nona Muda Tiara dan anda Tuan Safir.. Terima Kasih banyak.." Kata Awan setelah mereka berdua duduk bersama, Aidil, Ahmad, Abdul Nazib dan Nabil Nur Fadillah.


"Anda terlalu sungkan Tuan Muda Awan.. Justru aku Safir yang harus berterimakasih banyak kepada anda atas nama keluarga besar Fatharani.." Jawab Safir Ia bangkit membungkuk hormat kepada Awan..


"Fat.... Fatha.... Fatharani......" Aidil terbata bata dalam berkata... Hal serupa Ahmad dan Abdul Nazib pun tersentak kaget.

__ADS_1


"Iya Tuan Aidil..... Saya Safir di utus oleh Kakek buyut nya Nona Muda Nabil Nur Fadillah, untuk mencari keberadaan Nyonya Azzahra Masika Fatharani yang telah di usir oleh Tuan Ismail, tiga tahun yang lalu.. Setelah di selidiki dan sumber masalahnya ada di keluarga Abanoub.. Maka dengan terpaksa aku dan keluarga harus masuk dalam jajaran perusahaan Duo Holding Company Group dan itu juga Tuan besar Fatharani pun telah mengijinkan.." Terang Safir menjelaskan agar mereka bertiga dan Nona Muda sendiri tidak curiga kepada dirinya yang selama ini menjadi orang kepercayaan dari Moch Rojak.


"Anda Tuan Aidil dan Ahmad serta Abdul Najib, boleh percaya atau pun tidak kepada saya... Tapi ada sesuatu yang ingin aku tunjukkan dan harap bersabar terlebih dahulu menunggu kedatangan Nyonya Azzahra Masika Fatharani yang sedang berjalan kesini.." Kata lagi Safir dengan senyuman menatap kearah hamparan sawah yang begitu luas tampak dua wanita setengah tua sedang berjalan kearah sahung.


"Bunda Azzahra.. Ayo naik dan duduk di sini.." Titah Awan kepada ibunda dari Nabil Nur Fadillah setelah sampai di sahung bersama Lisnawati menenteng termos yang berisi air panas.


"Makasih anakku.. Kopi nya seperti biasa luwak white kopi ya..?" Tandas Azzahra seraya naik ke atas sahung bersama Lisnawati.


"Iya Bunda seperti biasa... Yang lainnya, boleh memilih kopi apa aja, tapi bayar tiga ribu satu gelas hahahahaha.." Canda Awan dengan tertawa membuat suasana bahagia.


"Kak Awan ini bisa aja mencairkan suasana.." Sahut Nabil kagum dengan kepribadian kekasihnya itu.


"Hehehehe biar tidak tegang atuh Yank..." Jawan Awan..!


"Yank.... Yank..... Yank..... Nikah juga belum.." Protes Lisnawati...


"Hehehehehe.." Awan terkekeh.!


"Kopi semua sudah di seduh. Nyonya Besar Azzahra Masika Fatharani sudah berada di sini. Sekarang anda silahkan melanjutkan perkataan yang sempat tertunda.." Titah Awan kepada Safir.. Hal itu membuat Azzahra Masika Fatharani menatap tajam kepada Awan..


"Terima kasih Tuan Muda Awan.." Ucap nya.. Ia pun langsung mengeluarkan tablet Android nya, dan langsung membuka aplikasi panggilan video.


Tablet pun di simpan dalam jendela sahung agar mereka yang ada di sahung dapat melihatnya.. Tampak dalam panggilan berdering itu tertera nama Tuan Besar Fatharani..

__ADS_1


Walaupun angin itu tampak sepoy sepoy, menyusuk ke seluruh tubuh hingga keringat pun tak ada sama sekali di seluruh tubuh mereka yang ada di saung.. Berbeda dengan wanita setengah tua yang duduk di samping Pemuda Hebat Seperti Dewa.


Bersambung..


__ADS_2