
Untuk memperjelas video dalam galeri yang Ia simpan video itu tiga tahun yang lalu... Awan pun langsung menyambungkan nya ke sebuah flashdisk dan langsung terpampang dalam layar lebar yang telah di persiapkan oleh bawahannya itu.
Lalu Nabil pun memencet tombol video itu, hatinya penasaran... Kini bukan Nabil sendiri yang penasaran isi dalam video itu, Ketiga sahabat dan yang lainnya yang ada di ruangan atas itu pun di buat penasaran.
######
Dalam sebuah video yang di simpan selama tiga tahun lebih.
Di ruangan Guru sekolah tampak seorang lelaki berusia 13 tahun sedang bercanda gurau dengan guru nya seorang wanita berusia 37 tahun terlihat sesekali di iringi gelak tawa mereka berdua.
"Anakku..... Ibu perhatikan akhir akhir ini kamu senyum senyum sendiri hehehehe.. Tampak nya sedang bahagia.?" Tanya Wanita yang tak lain guru pembimbing nya.
"Hehehehe....... Entahlah Bu.... Kenapa hati ini selalu terpikirkan ke seorang gadis yang hanya selisih beberapa bulan saja lahir nya dengan ku... Akan tetapi perbedaan aku dan gadis itu sungguh jauh berbeda antara langit dan bumi Bu Dewi.." Jawab Awan di dalam video yang sedang di tonton oleh Nabil dan yang lainnya.
Bahkan pelaku utama dalam video itu Bu Dewi yang sedang melihatnya bersama suami nya hanya tersenyum. Bila mengingat perjalanan hidupnya bersama Muhammad Awan Pratama dari kelas tiga SD sampai sekarang yang sudah mempunyai perusahaan yang sedang berkembang pesat dan menjanjikan.
"Cie cie cie........ Anak ibu tak menyangka dan duga sudah berani berani nya mencintai cewek secara diam diam.. Tapi kalau boleh tahu siapa sih cewek yang bisa meluluhkan hati anakku.. Ibu ingin tahu.?" Tanya Bu Dewi dengan menggoda Muhammad Awan Pratama.
"Ibu Dewi tau kan gadis yang baru enam bulan masuk ke sekolah SMP Negeri Karatsu yang berada di jalan raya Bandung yang semuanya di urus sama ibu sampai dia bisa sekolah..?" Tanya Awan.
__ADS_1
"Apakah yang di maksud anakku.. Nabil Nur Fadillah anak nya dari Bu Zahra langganan kios kita." Jawab Bu Dewi.. Lalu Awan hanya mengangguk saja.
"Apa yang membedakan antara dirimu nak dengan anaknya Bu Zahra..... Apakah karna posisi anak dari Azzahra yang tinggi derajatnya dari kamu... Atau kah kamu sendiri yang derajatnya tinggi di hadapan Nabil Nur Fadillah." Tebak Bu Dewi.
"Apalah Bu.... Arti diriku bila di sandingkan dengan Nona Muda Nabil Nur Fadillah... Pandangan ku.. Tak pernah meleset dia adalah orang yang mempunyai kasta tertinggi di antara para konglomerat di dunia ini... Sedangkan aku sendiri hanya orang yang sedang berjuang untuk memperbaiki kehidupan yang baik... Dari hidup serba kekurangan menuju hidup serba kecukupan..' Terang Awan... Membuat Bu Guru Dewi terdiam sesaat.
"Anakku Muhammad Awan Pratama.. Kalau benar Bu Zahra dan anaknya Nabil Nur Fadillah adalah orang yang mempunyai harta yang melimpah... Kenapa tidak pulang ke rumah nya dan memilih menjalani kehidupan sekarang .?" Tanya Bu Dewi penasaran.
"Hehehehe........ Belum saat nya Bu Dewi tahu tentang posisi Bu Zahra dan Nabil... Dengan seiring nya waktu.... Nanti juga akan tahu.." Kata Awan....
"Hmmmmmmmmm''.... Main rahasia segala nie anak.." Gumam Bu Dewi... Tetapi masih terdengar oleh Awan.
"Bu Dewi....... Suatu saat pas waktunya tiba dan usia ku sudah menginjak 16 tahun... Perasaan ini akan saya ungkapkan kepada Nona Nabil...... Rasa sayang ku dan rasa cintaku dari seorang pemuda yang jauh dari kata sempurna." Kata Awan..
"Aku takut Bu... Bila ungkapan rasa cintaku sekarang.. Dia Nabil Nur Fadillah akan menerima ku karna rasa balas budi, tetapi nanti setelah semuanya terungkap dan dia adalah anak dari orang terkaya di negaranya mengetahui siapa dirinya, baru aku akan mengungkapkan perasaan ini. Apakah dia Nabil Nur Fadillah menerimaku dengan hati yang tulus atau menolak ku karna perbedaan kasta.." Terang Awan.
"Ibu ikut apa kata menurut kamu itu baik...." Jawab wanita beranak dua itu...
#####################
__ADS_1
"Katakan kepadaku apakah Ibu mu dari tiga tahun yang lalu terus menerus meminta ku menjadi menantu nya." Kata Awan dengan wajah serius menatap wajah Nabil.
"TI... Tid... Tidak............" Kata Nabil seraya menggelengkan kepalanya dan exfresi wajah sulit yang di ungkapkan.
"Coba kau lihat dalam video itu tanggal dan bulan serta tahunnya. Sementara aku memperkenalkan dirimu dan Bunda Azzahra baru beberapa bulan saja, kepada Abah Aden Haruman." Terang Awan.
Lama juga Nabil berpikir dan apa yang di lihat dalam video itu memang benar bahwa ibu nya baru sekarang sekarang menunjukkan rasa suka nya kepada Muhammad Awan Pratama dan ingin menjadikan nya menantu. Sementara perkenalan kepada Abah Aden Haruman baru beberapa bulan saja..
Setelah mendengar penjelasan dari Nabil ini, tanpa basa basi lagi Awan, lalu mematikan videonya dan mengambil cincin yang sudah di persiapkan, lalu cincin itu dia pakai kan ke jari manis Nabil sambil berkata.." Aku akan memaksa mu untuk menerima mu.. Ketahuilah bahwa yang ada di hati ini hanya kamu sendiri Nabil Nur Fadillah." Kata Awan sambil menarik Nabil dalam pelukannya.
Nabil tampak menggigil karena tindakan dari Awan. Tapi dia tidak berusaha menolak malahan kini dia membenamkan wajahnya di bidang dada pemuda itu.
"Percayalah Nabil.. Aku akan membahagiakan mu sayang. Selamanya kebahagiaan mu itu adalah hutang bagiku. Tolong beri aku kesempatan!.." Kata Awan sambil terus memeluk Nabil seakan akan tidak mau melepaskan nya.
"Kak...... Aku akan memberikan kesempatan kepada mu kak. Andai kau mengecewakan ku, maka aku akan pergi dan kau tidak akan bisa lagi menemukan keberadaan ku." Jawab Nabil mengancam.
"Yakinkan dirimu bahwa Muhammad Awan Pratama akan baik dan menjaga cinta mu sebatas kemampuan yang aku miliki sebagai manusia. Asalkan kau tidak menuntut melampaui batas kemampuan ku...... Maka aku akan memenuhi segala keinginan mu." Kata Awan berjanji dari lubuk hati yang paling dalam.
"Terima Kasih Kak.... Aku sangat bahagia jika kau menyayangiku. Aku sudah terbiasa hidup susah bersama Bunda.. Aku tidak akan banyak menuntut, asalkan Kakak menyayangi ku dan menjaga kepercayaan dari ku itu sudah lebih dari kata cukup." Jawab Nabil dengan perasaan hati yang begitu bahagia.
__ADS_1
"Ohhhhh.......... Tuhan kuuuuuuu......... Puji syukur kehadirat mu karena telah mempertemukan hamba mu yang hina ini dengan gadis yang telah lama hamba mimpikan." Kata Awan seraya berteriak sekuat tenaga membuat yang lainnya bertepuk tangan, bahagia melihat majikan mereka merasakan kebahagiaan nya.
Bersambung.