Pemuda Hebat Seperti Dewa

Pemuda Hebat Seperti Dewa
Mahluk menyerupai Pipit Pemberi Kepuasan


__ADS_3

"Busyet ini rumah dah tiga hari di tinggalkan sudah menjadi sarang Iblis." Ucap Betmen lalu berdiri dan berjalan masuk ke ruangan tengah untuk melihat istrinya ada atau tidak.


Celingukan kesana kesini tidak ada kehidupan di rumah temannya itu. Tiba Tiba dari arah belakang ada suara wanita yang menegurnya.


"Aa Betmen sedang mencari siapa.?" Tegur seorang wanita dari arah belakang.


Betmen langsung membalikkan badan nya. Dia terpana menatap kearah suara wanita yang menegurnya tanpa berkedip matanya.


"Ehk... Anu,. Itu... Mencari Pipit." Jawab Betmen tergagap.


Pipit langsung menghampiri Betmen dengan langkah yang menggoda dan memakai pakaian super seksi yang mampu membangkitkan gairah kantong celananya.


"Aa......... Ahk......... Bisik Pipit kearah telinga Betmen seraya meniup daun telinga nya. Membuat pusaka warisan leluhur, menggeliat bangun dari tidurnya.


"Ada apa Pit." Jawab Betmen dengan napas yang tidak teratur dan keringat bercucuran, seolah olah dirinya sedang berlari di lapangan yang di suruh oleh pelatihnya.


"Pipit............ Kedinginan. Butuh kehangatan." Bisik nya seraya menjilat daun telinga Betmen. Membuat dirinya bergidik geli.


"Mak...... Maksu...... Maksud....... Pipit." Ucap Betmen terbata bata.


Istri Bob Hidayat itu langsung tersenyum. Tampa Betmen duga, Pipit langsung memeluk nya serta membawa masuk kedalam kamarnya.


Tangan Pipit tampak mengelus ngelus dada Betmen dan lagi dan lagi Pipit mendekat kan bibirnya ke daun telinga Betmen.


Panggil aku sayang. Aku tahu kau selama ini memperhatikan ku dan menyukai seluruh tubuhku. Karena kamu adalah teman suami mu, sehingga kamu tidak berani. Sekarang saatnya ketika suami ku tidak ada. Ayo kita lakukan. Pipit mengusap dada Betmen hingga turun kebawah.


Betmen hanya terdiam dengan meneguk ludahnya sendiri.


Lelaki itu terkesiap, dia merasa heran. Kenapa Pipit bisa mengetahui bahwa aku menyukai bentuk tubuhnya dan selalu memperhatikan nya.


Betmen hanya bisa menatap. Istri dari temannya dengan tatapan tanda tanya.


Dia seperti orang yang di tepuk pundaknya. Dan terlihat linglung karena ternyata sudah terkena Ilmu Gendam.

__ADS_1


"Aa Betmen jangan heran seperti itu.! Aku tahu kau sudah menyukai ku sejak dulu dan saat ini kesempatan kita berdua untuk sama sama menuntaskan gejolak birahi yang ada dalam dirimu." Pipit langsung menggigit daun telinga Betmen.


Betmen langsung bergidik di buatnya. Antara takut dan juga merasakan sensasi yang belum pernah seintim ini dengan istri teman sekaligus sahabatnya.


Luar biasa sekali wanita yang ada di hadapannya saat ini. jadi selama ini dia mengetahui semua isi hati dan pikiran ku. Malahan dia menawarkan sesuatu yang tidak mungkin ini akan terjadi.


"Ma.... Maksu...... Maksud bagaimana.?" Aku tidak mengerti tentang apa yang baru saja kamu sebutkan." Betmen tergagap dan pura pura bodoh.


Pipit pun menyeringai. Pria di hadapannya berpura pura bodoh di hadapannya. Tapi dia suka akan hal itu.


"Hahahahahaha. Aa Betmen bener bener bodoh atau berpura-pura bodoh. Tapi aku menyukainya." Ucap Pipit membuka baju seksi nya di hadapan Betmen.


Membuat Gunung Kembar padat dan besar itu menyembul dari tempatnya. Mata Betmen langsung melotot seakan hampir keluar dari pelupuk nya.


Mahluk yang menyerupai bentuk tubuhnya seperti Istri Bob Hidayat terlihat menyeringai licik.


"Lalu........ Aku harus apa sekarang.?" Tanya Betmen sesekali meneguk ludah nya sendiri.


"Puaskan Aku sekarang aa Betmen. Bukan kah ini yang kamu mau, rasanya kalau hanya melihat dan menatap saja, tidak akan membawamu ke surga. Mungpung kesempatan itu ada, kenapa tidak di lakukan. Pipit langsung membuka kain penutup bawah segitiga itu.


Tiba tiba Pipit langsung menarik baju Betmen keatas dan kini kedua tangannya mulai menurunkan celana lelaki itu sekaligus dengan yang ada di dalam celana nya.


Pipit langsung tersenyum melihat milik Betmen yang seakan tak sabar. Untuk merasakan sesuatu yang sebentar lagi akan membuat Betmen melayang tak menjejak bumi.


Di dorong nya tubuh Betmen hingga dia pun tertidur di atas kasur spring bed empuk yang akan menjadi saksi dimana, Betmen menggagahi istri dari sahabatnya.


Pipit langsung naik ke atas tubuh Betmen dan langsung menyatukan tubuh mereka berdua. Betmen tidak tahu lagi apa yang terjadi setelah itu.


Karena yang di ingat. Hanya suara nyanyian yang begitu merdu dan bergairah. Goyangan pinggulnya pun begitu erotis membuat Betmen di bawa ke alam lain.


Entah malam mana yang ia pihak senja itu. Betmen hanya ingat. Dia suka saat Pipit membawanya terbang ke puncak Nirwana.


Dia bener bener terpuaskan dengan arahan dan permainan yang di berikan oleh istri dari sahabatnya itu.

__ADS_1


Empat jam lamanya dia tertidur saat itu. tiba tiba ponselnya berdering sangat kencang. Betmen langsung menggeliat tubuhnya dan mengucek ngucek matanya agar bisa melihat dengan jelas siapa yang menelepon nya.


"Kriiiiing''................!!


"Kriiiiing''.................!!


"Kriiiiing''.................!!


Betmen langsung beranjak bangun dari tempat tidur nya dengan bertelanjang bulat, dia berjalan menghampiri suara ponsel yang ada di meja ruangan tengah.


Suara deringan telepon masuk pun mati, ketika Betmen sedang berjalan. Lalu dia mengambil dan kaget saat itu setelah melihat beberapa panggilan tak terjawab yang tertera dalam layar ponselnya.


"Waduhhh..........! Empat puluh panggilan tak terjawab dari Bob Hidayat." Kaget Betmen saat itu.


Dengan hati yang penuh ketakutan dan pikiran bimbang, Betmen pun langsung menelepon balik kepada sahabatnya yang tadi sore menuju senja Istri nya ia tiduri.


Suara nada dering yang begitu unik tidak membuat Betmen tersenyum. Saat ini yang Ia takutkan Bob mengetahui perbuatan yang tadi dia lakukan bersama istrinya.


"Betmen........... Sialan kau, ngerjain gue yaa.... Telepon gak di angkat angkat. Maksud loe apa hah." Bentak satu suara di sebrang telepon dengan puncak emosi nya.


"Maa..... Maapk....... Maapkan....... Gue..... Bo.... Bob.. Ketiduran........ !! Betmen ketakutan hingga suaranya terbata bata.


"Bajingan kau....... Gue tadi sudah mewanti-wanti, jam delapan kita mau berangkat. Saya tidak mau tahu sekarang juga kau datang ke gunung batu. Karna Gue bersama bos Haikal dalam perjalanan menuju kearah lokasi tersebut. Bila kau sampai gak nyusul. Loe sendiri tanggung akibatnya." Ancam Bob Hidayat dalam sambungan telepon.


" Berarti Bob tidak mengetahui perbuatan ku bersama istrinya. Tapi kemana dia kok tidak ada. Jangan jangan dia pergi setelah melakukan itu. Ucap Betmen dalam hati.


"Betmen.................... Kau dengar nggak ucapan ku." Teriak Bob dalam telepon. Membuat telinga berdengung kesakitan.


"Ehk.... Iya..... Saya dengar Bob. Saat ini juga saya berangkat menuju Gunung Batu." Ucap Betmen terkejut.


"Cepat jangan di lama lagi, sekarang juga berangkat." Bentak Bob.


"Siap..... Bob. Seraya mematikan ponselnya dan langsung memakai pakaian nya.

__ADS_1


!!Warning!! Wajib like dan komen. Setelah baca. Karna like dan komen itu gratis. Bila suka dengan karya author tambahkan Favorit atau vote nya.


Bersambung.


__ADS_2