
Dua unit mobil mewah berkelas meninggalkan sebuah rumah mewah yang berada di kota Bogor dengan kecepatan yang sangat cepat di malam itu pukul 21:45..
Dalam mobil mewah Toyota Alphard... Tampak dua orang yang usia nya tak berbeda jauh sedang dalam keadaan lemas tak berdaya dengan mulut di lakban dan tangan di ikat...
Tujuan mobil mewah yang membawa dua lelaki yang tak lain adalah pemegang sementara perusahaan Ismail Group itu, yaitu daerah warung kaleng puncak Bogor, tempat dimana para turis asing berwarga negara Arab itu datang ke negara Indonesia.
Sementara di mobil satu nya lagi Pajero Sport seorang lelaki paruh baya berusia lima puluh lima tahun itu, tersenyum bahagia, karna tujuan akhir nya sebentar lagi akan tercapai dengan menyandera Moch Aidil dan Moch Ahmad bahwa Nabil akan di tangkap lalu di bunuh oleh kedua keponakan nya itu.
Bagi Aidil dan Moch Ahmad Asisten dari perusahaan Ismail Group tak menyangka bahwa, akan ada penghianat di dalam perusahaan nya itu.. Dan tak tanggung tanggung penghianat itu adalah kuasa hukum perusahaan yang selama ini dia pegang setelah kematian dari kakak kandungnya yaitu Moch Ismail.. Ayah dari Nabil Nur Fadillah Ismail..!
Sesampainya di warung kaleng... Dua mobil itu berhenti tapi orang orang yang ada dalam mobil mewah tersebut tak keluar, justru melajukan lagi kedua mobil itu setelah orang orang yang keluar dari Vila yang ada di situ dan naik ke mobil nya masing masing.
Iring iringan mobil mewah pun langsung keluar dari jalanan desa yang ada di kawasan puncak menuju jalan provinsi yang menghubungkan dua kabupaten Bogor dan Cianjur.. Tampak jalanan di malam itu terlihat padat merayap ketika iringan mobil itu memasuki kawasan puncak Bogor.
Tampa mereka sadari di barisan mobil yang beriringan itu, orang orang dari sang Asisten perusahaan Future Nugraha Company Group dan Organisasi Macan Tutul ikut dalam rombongan dan menjadi kaki tangan pemuda hebat seperti Dewa.
Satu jam lamanya iringan mobil pun sudah sampai di lokasi Vila mewah yang menjadi markas besar perusahaan Holding Company Group dan kemungkinan malam ini akan menjadi pertumpahan darah antara pihak Muhammad Awan Pratama bersama barisan nya melawan orang orang yang di datangkan oleh Jabar dan Rojak..
Perkiraan dari orang yang di susupkan oleh Tuan Robi dan Organisasi Macan Tutul bahwa orang orang Duo Holding Company Group hanya yang ada dalam rombongan itu saja.. Tapi siapa sangka di dalam Vila mewah berhalaman luas ribuan meter itu, tampak orang orang terlatih dengan memakai pakaian berjas rapi tertata dalam barisan menyambut kedatangan rombongan sang Tuan Muda Rojak.
__ADS_1
Dengan itu... Tuan Asisten bersikukuh untuk tetap membantu Awan di area Vila Cibodas yang tak lain kekuatan musuh nya itu bukan isapan jempol belaka.
Setelah mobil rombongan itu masuk... Puluhan para pengawal yang di datangkan khusus oleh Rojak dan Abu Bakr pun berbaris dan membungkuk hormat ketika sang pemuda berusia dua puluh dua tahun turun dari mobil nya di ikuti oleh Abu Bakr dan Firmansyah..
"Selamat Datang Tuan Muda Rojak.. Semoga misi malam ini berhasil.." Kata mereka serentak membungkuk hormat.
"Terima Kasih Banyak.... Yang lainnya segera berjaga dan siap siap untuk menyambut kedatangan sepasang kekasih yang menjadi target kita.." Kata Rojak memberi perintah kepada pasukannya.
"Siap Tuan Muda..... " Jawab mereka lalu memisahkan diri di posisi masing masing... Rojak dan Firmansyah serta Abu Bakr dan Moch Ishaq langsung berjalan menuju ruangan keluarga Vila mewah itu.
Sementara dua tahanan Moch Ahmad dan Moch Aidil di bawa oleh para anak buah yang ikut dalam rombongan itu ke sebuah gudang di belakang Vila berkumpul dengan keluarga dan anaknya.
Sesampainya di ruangan keluarga Vila mewah itu.. Rojak lalu melihat pergelangan tangannya dan jarum jam di tangan nya menunjukkan pukul 22 : 40. Ia tersenyum kearah Firmansyah dan mengedipkan matanya untuk menunjukkan rasa hormat kepada pihak Muhammad Awan Pratama dengan memulai perang itu melalui Ketua Preman pasar pasar di kota kecil ini dan ke enam warga negara asing yang sudah di datangkan oleh nya.
#######
Kini kita kembali lagi ke posisi dimana Muhammad Awan Pratama dan para anak buahnya yang sedang melumpuhkan orang orang yang telah membawa Friska dan Kiara, yang hanya berjarak beberapa ratus meter saja dari Vila itu.
Setelah selesai dengan melumpuhkan para preman dan menyelamatkan Nona Friska dan sahabat nya Kiara Agusta Indriani... Awan pun langsung menemui Tuan Asisten dan Irsyad Maulana beserta dua Kanit yang berpengaruh di kota kecil itu.
__ADS_1
"Tuan Muda Excel dan Tuan Muda Awan..." Ucap Irsyad Maulana.. Membungkuk hormat kepada mereka berdua di ikuti oleh Tuan Robi dan dua Kanit Reskrim Subadra dan Diki.
"Tuan Robi... Apakah sudah di perintahkan kepada Anggota Singa Putih untuk segera bergerak dan membumi hanguskan orang yang ada di Mansion pondok indah.?" Tanya Sang pemuda hebat seperti dewa.
"Menjawab anda Tuan Muda Awan.!
"Ketua Singa Putih yang di bantu dengan Sule dan Opan Haruman sudah berada di lokasi yang tak jauh dari Mansion itu... Tepat pukul 23:05 yang kemungkinan sekitar sepuluh menit lagi.. Mereka pun langsung menyelusup masuk untuk melawan orang orang yang di komandoi oleh Tuan Jabar..
"Bagus......... Usahakan jangan sampai membunuh Tuan Jabar.. Untuk di jadikan umpan balik terhadap mereka yang ada di vila ini..." Kata Awan.
"Siap Tuan Muda.. Akan saya sampaikan saat ini juga dan tepat pukul 23:05 mulai bergerak." Kata Robi.. Dan Awan pun langsung mengangguk.
"Pak Irsyad Maulana... Bagaimana hasil pemantauan Organisasi anda tentang kekuatan di dalam vila itu.?" Tanya Awan.
"Menjawab anda Tuan Muda Awan...!
Irsyad Maulana pun langsung membeberkan kekuatan musuh yang tidak bisa di anggap sepele malam ini... Penyerangan dari Ketua preman Kang Dayat dan Ke enam warga negara asing itu serta beberapa para preman yang di datangkan oleh Jamil hanya secuil kotoran yang ada di dalam kuku manusia.
"Menurut pemikiran hamba bersama dua Kanit serta Tuan Robi.. Akan sangat mustahil bila kita mampu melawan kekuatan Duo Holding Company Group yang secara khusus mendatangkan para pembela diri serta para pengawal internasional berkekuatan khusus." Terang Irsyad Maulana.. Dalam hatinya tidak yakin akan menang dan berhasil melawan mereka secara terbuka.
__ADS_1
Awan hanya manggut saja mendengarkan penuturan dari Irsyad Maulana sang Ketua Macan Tutul dan juga Brigadir Jenderal di kepolisian pusat..
Bersambung.