Pemuda Hebat Seperti Dewa

Pemuda Hebat Seperti Dewa
Saat Nya Olahraga


__ADS_3

"Asep dua lelaki yang baru datang dan duduk di meja yang tak jauh dari kita. Itu anak buah Engkos Kosasih. Mungkin malam ini mereka berdua akan membantai ku." Pesan Awan terkirim ke ponsel Asep Sunandar.


"Siap Bos. Aku mengerti. Anda tenang saja, itu sudah menjadi tugas saya menjaga keselamatan majikan ku." Balas Asep.


"Kamu jangan gegabah. Nanti setelah keluar dari restoran kamu dan pacar mu ikut masuk kedalam mobil ku." Kata Awan.


"Baik. Bos.!! Balas Asep Sunandar singkat tersenyum kearah Awan dan di balas senyuman manis.!


Nabil datang setelah selesai dengan urusan nya membayar makanan itu. "Kak sudah selesai. Ayo kita pulang." Ajak gadis itu.


"Ayo. Tapi Kakak. Mau mengambil sesuatu dulu di Vila yang ada di jalan Benying untuk di berikan kepada Bos Asep." Kata Pemuda itu.


"Yaa. Udah kita ke Vila dulu." Sahut Nabil.


"Bagaimana Bos Asep. Apakah kamu mau ikut atau tunggu di sini.?" Tanya Awan berpura pura.


"Aku sih mending ikut saja. Tapi bagaimana dengan kekasihku." Kata Asep Ia lalu pandangan mengarah kepada gadis berkerudung hitam tersebut.


"Aku ikut Aa. Tak Sudi lah aku menunggu di sini sendirian. Lagian aku ingin tahu barang apa yang akan di berikan oleh lelaki miskin itu kepada pacarku." Ketus Alicia mengejek.


"Hehehehehe. Yaa sudah ayo kita berangkat.!! Ajak Awan tersenyum geli.


Dua lelaki yang baru masuk dan sedang meminum kopi yang baru Ia pesan itu, segera buru buru mengirim pesan kepada para preman yang berada di luar untuk segera bersiap siap.!!


Setelah pesan pun di kirim dan balasan pun di terima oleh Cungkring. Kobra pun langsung membayar dua kopi tersebut dengan harga yang sangat mahal.


Awan dan Nabil berjalan ke area parkir restoran menuju mobil Toyota Yaris di ikuti oleh Asep dan Alicia.


"Sayang. Kamu yang bawa mobil ya karna aku tak tahu jalannya." Pinta Nabil berakting.


"Baiklah sayang." Jawab Awan.!!


Lagi dan lagi Alicia di buat takjub oleh pacar nya pemuda miskin itu. Ia takjub dengan segala yang di milik oleh gadis yang memperkenalkan dirinya Nabil Nur Fadillah.


"Dreet...........!! Dreet............!! Dreet.............!!


"Sebentar sayang ada pesan masuk di ponsel Kakak." Kata Awan sebelum mobil itu bergerak.


"Iya." Kata Nabil singkat.!!

__ADS_1


"Bos. Di luar restoran ada beberapa preman yang sangat di curigai. Saya bersama dengan Akang satu dan Enam serta Tujuh mengikuti mereka dari kejauhan." Pesan masuk dari Sutisna.


"Ok. Aku juga sudah menyadari, sebaiknya kita jebak di jalan menuju arah Cikalong." Balas Awan.


"Baik Bos." Jawab Sutisna. Awan pun langsung melajukan mobilnya menuju pintu keluar restoran itu.


"Asep. Kamu hubungi Pak Arianto segera loadspeker aku mau bicara." Titah Awan yang sedang mengemudikan mobil nya secara pelan Ia merencanakan sesuatu.


"Siap.!!


"Hai. Pemuda miskin. Kau punya tatakrama dan sopan santun memanggil kekasih ku dengan sebutan nama. Dasar sampah.!!


Kesabaran Nabil ada batasnya. Ia sudah berusaha sabar dari tadi mendengar hinaan oleh gadis itu kepada Kak Awan. Akhir Nabil pun membuncah mulutnya membalas perkataan dari Alicia.


"Hai. Wanita sombong. Bisa diam nggak.! Kalau kamu tak bisa diam juga, saat ini mulut mu akan saya robek. Saya sudah berusaha bersabar menghadapi wanita sombong seperti mu." Bela Nabil dengan kemarahan yang tertahan.


"Ia membalikkan badannya!! Yang kau sebut lelaki miskin dan sampah itu, Dia adalah majikan pacar mu. Dia pemilik perusahaan tempat pacar mu bekerja. Hah." Teriak Nabil emosi.


"Sayang.!! Sudah redakan emosi mu saat ini juga. Sekarang bagaimana caranya sekarang kita kita menjebak orang orang yang sedang membuntuti kita." Sahut Awan.


Alicia terdiam Ia mencerna ucapan dari Nabil. Apakah bener yang di ucapkan oleh gadis itu.


Telepon tersambung satu suara terucap di sebrang telepon.


"Halo. Asep ada apa menelepon malam malam apakah ada sesuatu yang penting?" Tanya suara yang menjawab telepon masuk itu.


"Pak Arianto. Ini saya Muhammad Awan Pratama. Saya sedang berada di kawasan Cipanas. Situasi saat ini saya bersama Asep dan Nabil serta Alicia sedang di buntuti oleh anak buah Engkos Kosasih dan berniat membantai kita kita." Kata Awan


"Aduh Tuan Muda. Usahakan untuk mengulur waktu. Saya akan segera menghubungi pihak kepolisian dan anda segera mengirim lokasi bila bentrokan itu terjadi." Titah Arianto di sebrang telepon.


"Siap. Pak Arianto. Nanti kiriman serlock terbaru akan di kirim oleh Nabil." Kata Awan.


"Baik. Tuan Muda Awan saya tunggu. Saya akhiri panggilan ini dan segera bergerak untuk menghubungi pihak kepolisian." Kata Pak Arianto.


"Silahkan." Ucap Awan.!!


Setelah panggilan telepon berakhir bersama Pak Arianto.!!


"Nabil coba kamu kirim pesan kepada Sutisna ada berapa orang yang membuntuti kita. Pake ponsel kakak." Titah Awan.

__ADS_1


"Siap. Kak. Nabil pun lalu mengirim pesan! Tak lama balasan pun di terima oleh ponsel Awan.!!


"Kurang lebih ada dua puluh orang.!!


"Kak. Semua nya ada dua puluh orang. Bagaimana ini Kak. Nabil takut." Lirih nya dengan wajah pias.! Awan hanya tersenyum.


"Asep. Loe berapa orang, Di belakang ada empat orang yang membantu kita jadi total kita ada enam orang.?" Tanya Awan dengan senyuman mengarah ke depan.


"Aku lima aja bos.!! Sisa nya mereka berempat." Tawa pemuda itu sambil tangan mengepal erat.


"Baik. Baik.!! Aku melindungi dua gadis cantik saja. Kau bersama yang lainnya yang membereskan nya." Kekeh Awan cekikikan.


"Hmmmmmmm. Kak Awan. Kasian atuh Kak Asep. Nabil bisa bela diri kok. Iya kan Nona Alicia.?" Tanya Nabil. Ia heran gadis itu setelah di bentak sekarang banyak diam.


"Anu. Ehk. Itu. Iya. Non Nabil." Jawab Alicia kata katanya tak beraturan.


"Beneran. Kamu bisa jaga diri.?" Tanya Awan.!!


"Iya. Kak.!! Nabil seraya mengangguk.!!


"Baiklah. Kalau begitu. Asep siap siap sekilo lagi kita akan tepi di tempat yang sangat sepi. Kemungkinan mereka akan menyalip untuk menghadang mobil kita." Kata Awan.


"Siap. Bos.!


"Nabil di saat mobil musuh menghadang mobil kita. Segera kirim lokasi kepada Pak Arianto." Perintah Awan.


"Ok. Kak. Kamu hati hati." Ucap Nabil. Awan pun mengangguk.


"Bismillahirrahmanirrahim.! Awan pun langsung menginjak pedal gas dan kecepatan pun bertambah. Mobil dan beberapa motor yang mengikuti Mobil Toyota Yaris pun langsung memecut laku kendaraan, bersiap siap untuk membelah laju kendaraan dengan paksa agar berhenti, karna situasi jalanan yang sudah mulai memasuki kawasan yang sangat sepi.!!


"Chitttttttt..........................! Terdengar Suara ban mobil yang berdenyit karna di rem paksa.


"Kak........... Awan! Pekik Nabil.


"Asep. Ayo kita Berolahraga malam." Ajak Awan.


"Siap. Bos dengan senang hati." Jawab Asep Sunandar.


Bersambung.

__ADS_1


__ADS_2