Pemuda Hebat Seperti Dewa

Pemuda Hebat Seperti Dewa
Hanya Sebuah Rencana


__ADS_3

Langit yang tampak terlihat berwarna kekuningan itu, telah berubah menjadi gelap waktu senja telah tiba di bumi Pertiwi bagian barat tepat nya di perbatasan antara kabupaten Cianjur dan kabupaten Bandung Barat...


Di salah satu jembatan yang terkenal dengan nama Sasak Rajamandala.......... Tak jauh dari sungai yang begitu panjang dan sungai tersebut terkenal dengan cerita cerita mistik dan angker oleh para warga yang tinggal di sekitar sungai Citarum itu.


Titik lokasi yang di berikan oleh Istri dari Engkos Kosasih mengarah kepada jembatan penghubung antara dua kabupaten di kota kecil tersebut.....


Rimbun nya pohon pohon besar dan jalan menuju ke lokasi dimana Anak Bu Dewi dan keempat para pegawai perusahaan Anugrah Awan Sentosa yang di perintahkan oleh Bu Dewi untuk menjemput Tukiyem dan Cucu nya kini di sekap oleh Titin Kharisma di lokasi yang susah di jangkau oleh kendarai roda empat...


Kanit Subadra langsung melakukan pelacakan dari nomor Titin Kharisma melalui aplikasi Phone Guardian - Proteksi VPN... Apakah lokasi yang di kirim oleh istri dari Engkos Kosasih itu bener mengirim lokasi nya atau hanya sebuah pancingan sesaat.......


Hasil pelacakan yang di lakukan oleh Kanit Reskrim Subadra menandakan titik gospoth dan lokasi yang di kirim oleh Titin Kharisma sesuai sama tidak ada kebohongan sama sekali...... Kini tinggal mengatur rencana bagaimanapun mereka membebaskan sandera yang sedang di sekap oleh pihak tersangka....


"Dreet.............. "Dreet................," Dreet.................!!


Ponsel Bu Dewi bergetar tanda sebuah pesan singkat masuk kedalam wasttap....... Bu Dewi langsung membukanya dan membaca pesan tersebut..


"Selamat malam Bu Dewi.... Saya ingatkan anda jangan macam macam dan berusaha bermain siasat dengan saya. Bila kau bermain curang dan membawa para polisi serta para pengawal untuk membebaskan para sandera.... Maka jangan bilang saya kejam dengan membunuh mereka satu persatu... Sebaiknya anda penuhi permintaan ku dengan membawa Muhammad Awan Pratama dan Nabil Nur Fadillah tepat pukul 23:00 di lokasi yang sudah saya kirim. Pesan dari Titin Kharisma....


"Dreet................... " Dreet.....................!! Pesan pun kembali masuk ke ponsel Bu Dewi setelah membaca pesan pertama dari Titin Kharisma.


Gerak gerik mu sudah di pantai oleh anak buah ku yang tak di ketahui oleh seluruh para pengawal Bu Dewi. Dari anda sedang berkumpul di rumah anaknya Lisnawati dan ketiga anggota kepolisian pun ikut dalam pemantauan ku." Pesan pun sudah di baca oleh Bu Dewi.


"Bagaimana dia bisa tahu semua gerak gerik kita.?" Tanya Subadra setelah membaca pesan yang di kirim oleh Titin Kharisma......!!

__ADS_1


"Itu lah Pak yang bikin saya heran.... Kemungkinan ada seseorang di komplek perumahan ini yang sedang memata matai kita....! Timpal Arianto.


"Bisa jadi komandan." Sahut Kanit Budianto.......!! Yang ikut menangani kasus Engkos Kosasih.!!


"Anakku... Muhammad Awan Pratama.... Apa kau punya rencana. Bunda perhatikan dari tadi kamu terlihat santai seakan akan tidak ada rasa takut dan khawatir.!! Azzahra bertanya kepada pemuda yang tampak tenang dan santai...


"Hehehehe..!! Awan cuma sedang berpikir dalam hati. Akhir nya bisa keluar juga yang tadinya Bunda dan yang lainnya melarang." Kekeh pemuda itu......


"Hmmmmmmm..... Dasar somplak ini anak." Celetuk Lisnawati...!!


"Iya..... Besan.... Tak waras punya calon mantu tuh.... Orang orang pada tegang ehk anak ini malah mempunyai pemikiran kesana." Kesal Azzahra.... Sementara yang lainnya hanya geleng-geleng kepala nya.!!


"Hehehehe......... Santai aja.!! Tidak usah serius kali.... Enjoy rileks di bawa nya..... Aku sudah punya rencana lain.... Yang penting saat ini Bu Dewi ikuti saja alur dari istri Engkos Kosasih..... Apa kemauan dari Titin kita turuti.... Hal yang penting saat ini adalah keselamatan para sandera..!


"Bos Awan kalau boleh tahu rencana seperti apa yang sedang di jalani oleh anda.?" Tanya Subadra penasaran..!!


"Hanya sebuah rencana biasa saja Pak." Jawab Awan seraya mengedipkan sebelah matanya... Subadra pun mengerti arti kode itu..


********************


Sementara kita tinggalkan terlebih dahulu tentang permasalahan antara pemuda tampan nan rupawan dan orang orang nya yang sedang berpikir keras bagaimana menyelamatkan para sandera...!!


Pukul 20:00 Malam..........!! Di sebuah villa besar di kawasan taman wisata Cibodas Cipanas..... Puluhan motor terparkir berjejer di area vila tersebut dan bisa terhitung hanya beberapa mobil saja yang ada dalam area parkir yang cukup luas itu..

__ADS_1


Tak lama kemudian dari arah pintu gerbang vila tersebut dua mobil berbeda merek pun langsung masuk dan melaju pelan ke area parkir vila tersebut.


Tak lama berselang setelah dua mobil yang baru masuk itu berhenti. Dari mobil Mewah Pajero sport pun pengemudi itu pun turun dan berjalan mengelilingi dengan langkah cepat untuk membuka kan pintu mobil sebelah kiri..


Ketika pintu mobil Pajero sport di buka oleh pengemudi yang tak lain supir pribadi nya..... Dari dalam orang orang pun berlarian dan membuat barisan serta membungkuk hormat kepada seorang pemuda yang baru turun dari mobil mewah.


"Selamat datang Tuan Muda." Kata mereka serentak membungkuk hormat.!!


Pemuda yang di panggil dengan sebutan Tuan Muda itu cukup kagum dan puas kepada bawahan nya, yang telah mengumpulkan orang orang untuk membantu menghadapi musuh majikan nya itu. Ia sesaat melihat menyeluruh orang orang yang sedang membungkuk hormat kepada dirinya.


"Terima Kasih banyak atas sambutan ini." Jawab pemuda itu.!!


"Tuan Muda.!! Mari kita masuk untuk segera membahas rencana kita." Ajak lelaki sekitaran usia 38 tahun dengan gaya rambut di belah dua.


"Mari Pak Bob." Jawab Tuan Muda.! Lelaki yang di panggil Bob itu pun langsung melangkah terlebih dahulu masuk ke dalam Vila mewah itu.


Tak lama kemudian mereka pun kini sudah berada di dalam vila mewah itu dan sudah duduk di posisi kursi masing masing.


Bob Hidayat yang menjadi motor dalam pertemuan itu, mulai mensetabilkan duduk nya senyaman mungkin dan pengeras suara pun mulai di atur oleh nya.


"Selamat malam semua nya.!! Yang saya hormati Tuan Muda Firmansyah yang telah Sudi datang dalam pertemuan malam ini untuk membahas rencana rencana untuk menyingkirkan duri dalam daging yang ada di internal perusahaan holding company group. Tak lupa juga salam hormat dan selamat datang kepada pimpinan Organisasi Genk bila di singkat nama nya. PPI yaitu preman pasar induk dengan ketua nya Pak Dayat beserta jajaran dari organisasi tersebut tanpa saya sebutkan satu persatu, tidak mengurangi rasa hormat saya kepada anda semua.


Bersambung.

__ADS_1


__ADS_2