Pemuda Hebat Seperti Dewa

Pemuda Hebat Seperti Dewa
Urusan dengan Keluarga Hajah Markonah selesai


__ADS_3

Hai.......... Wanita pecinta batang cepat bangun dan siapkan makanan untuk ku saat ini juga." Bentak Bob Hidayat.


Mau tidak mau saat ini Pipit hanya bisa menuruti apa yang di katakan oleh suaminya, karna bila membantah bukan penjara yang ia takutkan tapi seluruh bukti perselingkuhan nya itu dia sebarkan kepada media sosial atau pun kepada kedua Orang Tua serta kerabatnya.


Pipit pun lalu berdiri dan berjalan menuju dapur untuk menyiapkan makanan untuk suami nya itu.


"Makanan sudah siap, silahkan anda kalau mau makan, aku akan keluar menjemput anak anak yang di titipkan di rumah Ibu." Kata Pipit menundukkan wajahnya.


"Tidak usah di jemput anak anak biarkan mereka berdua tinggal di rumah Nenek nya, dan kau wanita tak tahu di untung segera masuk kedalam kamar dan gunakan pakaian yang seksi aku ingin bercinta dengan mu yang telah lama Goa sigotaka milik mu di masukan rudal si Zaenudin." Titah Bob Hidayat dengan senyuman jahat.


Pipit segera berjalan menuju kamarnya dia melangkah dengan wajah tertunduk tak ada Air mata sedikitpun keluar dari matanya mendapatkan kata kata kotor yang keluar dari mulut suaminya yang sudah sepuluh tahun ia bersama, hanya satu kesalahan yang ia perbuat mencintai lelaki lain dan terjerumus dalam jerat cinta lelaki yang bernama Zaenudin itu, yang jelas jelas ketampanan serta jabatan nya kalah oleh suaminya.


Kita lihat bagaimana aku menyiksamu lahir dan batin mu wanita laknat." Ucap Bob dalam hati melihat istrinya berjalan menunduk kearah kamar tidur nya.


Tak lama kemudian Bob Hidayat setelah mengisi perutnya dengan makanan lalu dia beranjak menuju kamar tidur untuk melampiaskan hasratnya kepada seorang istri yang berada di kamar nya itu.


"Ceklek pintu kamar terbuka sosok lelaki berkulit putih dan tinggi badan 175 cm muncul dan berjalan kearah kamarnya, Pipit sekarang ketakutan melihat tatapan dari suaminya.


Tenang Pipit. Aku tidak akan membunuhmu atau pun menyebarkan perselisihan mu dengan si lelaki bangsat kelamin itu, Aku tak berniat sama sekali menyetubuhi setelah seluruh badanmu di gauli lelaki lain yang bukan hak nya, akan tetapi melihatmu berbaring dengan pakaian yang begitu seksi membuatku semakin bernafsu dan bergairah kepadamu.


Bob lalu mengambil tali dari kolong ranjang dan mengikat kan kepada kaki dan tangan Pipit yang tidak berontak kini dirinya sudah pasrah seandainya suaminya membunuh sekarang juga wanita itu sudah pasrah dan sudah tidak ada gairah untuk hidup.


Setelah selesai dengan mengikat tali ke tangan dan kaki Istrinya, Bob pun langsungkan membuka seluruh pakaiannya hingga dia telanjang bulat di depan istrinya yang telah terikat.


Bob mendekat ke ranjang. Pipit menjerit dalam hati, menyesal dengan semua yang telah dia lakukan. Percuma kata itu terlontar dari hatinya. Pipit bagaimana seorang wanita yang di perkosa. Akibat penghianatan yang di lakukan oleh istrinya kini dia bernafsu melihat istrinya bila terbaring dengan ikatan di kedua kaki dan tangannya.

__ADS_1


Pipit merasa tersiksa dengan semua perlakuan suaminya. Apa daya, ikatan tali pada tangan dan kakinya sangat kuat. Kini dia merasakan ketakutan dan kesakitan yang bertubi. Bahkan Pipit tak pernah menyangka suami yang sehalus dan Seramah ini kini telah berubah seperti seorang Raja yang kejam.


"Cih, tak seperti yang kubayangkan. Namun tak apa. Sabar sayang. Ini baru permulaan.


Ucapan suaminya membuat tubuh Pipit merinding. Bob mengambil ikat pinggang nya. Lalu mengarahkan ke tubuh istrinya beberapa kali cambukan. Pakaian istrinya sudah di koyak oleh suaminya. Hanya tubuh menggigil yang terikat di hadapannya.


Pipit menggeliat kesakitan. Bob semakin bernafsu. Darah segar mengalir karena luka cambukan itu. Bob menjilati nya dengan ganas. Sakit. Perih. Takut. Semua Pipit rasakan hingga wanita itu pingsan.


Selang beberapa jam kemudian. Pipit mencoba membuka matanya. Sekujur tubuh nya merasakan perih dan sakit Bob tidur di samping tubuh istrinya yang masih terikat.


Perut Pipit luka akibat cambukan cambukan ikat pinggang dan meninggalkan bekas luka serta darah yang mengering. Paha dan kaki Pipit pun penuh dengan memar. Sedangkan kini mulut nya di simpan oleh celana milik nya.


Tuhan tolong aku, Aku memohon ampun dan bertaubat.


Pipit terus menerus memohon ampun dan bertaubat dalam hatinya. Air matanya menetes, menahan semua luka yang telah di perbuat oleh suaminya. Terlebih di bagian sensitif, entah apa yang di masukan suaminya hingga rasa sakit itu tak hilang.


"Uhm....... Sayang ku kau sudah bangun.?" Tanya Bob seraya meraba wajah istrinya.


"Mengapa kau menangis.?" Seakan lupa dengan perbuatannya. Bob Hidayat seperti seorang yang tidak punya rasa bersalah.


Pipit menatap wajah suaminya.! Bodoh. Pipit tak bisa menjawab karena mulutnya tersumpal kain celana.


"Ohk iya aku tahu. Kau rindu selingkuhan mu bukan.? Sabar dia sudah menjadi bangkai dan sekarang sedang di siksa oleh dua malaikat penjaga kubur.!! Aku heran dengan dirimu kenapa kau mau di setubuhi oleh lelaki yang usia nya lebih tua dari suami mu.? Menjijikkan!!


Perkataan dari Bob Hidayat suaminya membuat air mata Pipit semakin mengalir deras. Lebih baik kau bunuh saja saya saat ini.

__ADS_1


"Kriiiiing....................!


"Kriiiiing....................!


"Kriiiiing....................!


Ponsel milik Bob Hidayat berbunyi memekakkan telinga mereka berdua. Bob melangkah lalu mengangkat nya.


"Halo Bu ada apa ya?"


"Bob Hidayat, cepat kesini ayah tak sadarkan diri di kamar mandi. Ibu barusan pergi ke kamar Ayah dia pingsan dalam keadaan bugil dan bekas luka di kepalanya, mungkin dia terjatuh." Kata Ibu kandung nya Bob Hidayat.


"Apa...........! Baik aku kesana sekarang.!!


Bob Hidayat menutup telepon itu dengan kasar. Bergegas memakai pakaian nya dan keluar kamar. Pintu di tutup dengan kencang. Pipit masih tak berdaya di ranjang berharap keajaiban datang.


**********************************************


Sementara sore itu di kampung situ Babakan tepatnya di rumah kediaman Hajah Markonah sedang kedatangan tamu yang bernama Bu Dewi dengan Bu Lisnawati dan Nenek Romlah di dampingi oleh kuasa hukum yang di bawa oleh Bu Dewi atas perintah dari Muhammad Awan Pratama.


Ketakutan kini di rasakan oleh Hajah Markonah dan suaminya serta kedua anaknya, tidak menyangka bahwa Lisnawati bener bener menepati janji nya bahwa akan membawa seseorang yang mengerti tentang hukum dan tampak kini keluarga mereka tidak akan bisa mengganggu nya lagi.


"Silahkan anda tanda tangan di atas materai dan seandainya kalian mengusik sawah yang sudah sah menjadi milik Muhammad Awan Pratama yaitu anak dari pasangan suami istri Hilman dan Lisnawati tidak boleh di ganggu gugat lagi, seandainya di kemudian hari kalian yang tertuang dalam surat perjanjian ini berani mengusik maka tak segan segan saya akan memenjarakan kalian semua atas tuduhan mencuri harta milik orang." Ancam pengacara yang di bawa oleh Bu Dewi.


!!Warning!! Wajib like dan komen. Setelah baca. Karna like dan komen itu gratis. Bila suka dengan karya author tambahkan Favorit atau vote nya.

__ADS_1


Bersambung.


__ADS_2