Pemuda Hebat Seperti Dewa

Pemuda Hebat Seperti Dewa
Permintaan Dari Lisa Putri Kosasih


__ADS_3

Malam itu di kampung Situ Babakan. Tepat nya di salah satu rumah panggung dengan di hadapan sebuah masjid Jami Al ikhlas... Masih terlihat terang dan ricik dengan suara orang orang yang mengobrol dengan di iringi canda tawa.


Di dalam ruangan rumah milik Romlah... Tampak tersaji beberapa gelas berisi kopi dan cemilan di malam hari yang tak lain kesukaan para wanita tua yaitu martabak kacang sedang di nikmati oleh yang hadir di ruangan malam itu.


Lisa Putri Kosasih... Sudah hampir dua jam Ia menunggu kedatangan dari pemuda hebat seperti dewa itu, entah apa tujuan nya datang bertamu malam malam itu... Malahan dia meminta ijin kepada Nenek Romlah dan Lisnawati untuk menunggu kepulangan Muhammad Awan Pratama.


Kini di hadapan Lisa sudah duduk seorang pemuda yang di tunggu tunggu nya, dan hanya terpaut tiga tahun usia nya. Dulu waktu masih satu sekolah dasar Lisa yang selalu berusaha menyelami hati bocah kelas tiga SD tersebut. Jelas Lisa mengetahui kehidupan Awan dari kecil karna mereka berdua satu sekolah dasar.


Anak ketiga pasangan suami istri Hilman dan Lisnawati itu sungguh sangat berbeda dari Kakak kakak nya atau pun adik adiknya... anak ke tiga yang di beri nama langsung oleh Kakek nya itu, jelas berbeda dari anak anak seusia nya. Tampak terlihat dalam perjalanan hidupnya, selalu ada yang mengawal secara ghaib di mana pun anak itu melangkah para pengawal ghaib nya selalu menemani nya.


"Muhammad Awan Pratama.. Sebelum nya saya meminta maaf karena telah mengganggu waktu istrahat anda malam ini... Tetapi bukan maksud Teteh tidak sopan bertamu malam malam ini. Tapi ada satu sesuatu yang sangat penting untuk Teteh utarakan kepada mu." Terang Lisa memulai percakapan yang lebih serius.


"Silahkan Teh Lisa. Aku akan mendengarkan.!! " Pinta Awan sama hal nya dia memasang wajah yang begitu serius dengan mata tajam menatap kearah gadis cantik tersebut.


Kini Lisnawati, Dena dan Romlah serta Kang Ujang.. Sama hal nya menatap kearah gadis cantik putra dari Engkos Kosasih itu... semua hati mereka bertanya tanya hal apa yang akan di sampaikan oleh gadis tersebut hingga menunggu kedatangan pemuda tersebut.


Seandainya Lisa meminta mencabut laporan tentang kedua orang tua nya di tangkap oleh kepolisian.. Maka saya sebagai menantu dari Lisnawati.. Orang pertama yang menentang nya untuk tidak di kabulkan.!

__ADS_1


Sama hal nya juga dengan Ujang anak pertama Lisnawati.. Seandainya putra dari Engkos Kosasih dan Titin Kharisma itu meminta mencabut laporan Orang Tua nya maka Ia akan berontak sekaligus melarang adik dan Ibu nya mencabut laporan itu.


"Begini A Awan... Sebelum nya saya pribadi meminta maaf atas ulah kedua Orang Tua ku yang berniat membunuh mu dan ingin menguasai sawah milik nenek mu." Kata Lisa... Sejenak Ia terdiam wajahnya tertunduk tampak dari kedua mata nya mengalir butiran air mata ke pipinya.


"Aku tidak akan meminta kepada mu tentang proses hukum di kepolisian akibat perbuatan Ayah dan Ibu ku. Aku sebagai anak satu satunya ikhlas dan ridho bahkan sepantasnya kedua Orang Tua ku di hukum sesuai perbuatannya.. Tapi aku hanya meminta untuk di pertemukan dengan seorang wanita yang telah di bunuh suaminya dan hidupnya telah di rusak oleh Ayah ku dan anak buahnya." Lirih Lisa dengan suara yang begitu serak akibat menahan tangis nya agar tidak bersuara.


Suasana haru pun di malam itu di ruangan tengah rumah Romlah terasa.. Rasa iba dan kasihan di setiap orang yang mendengarnya permintaan maaf yang notabene dirinya tidak tahu menahu tentang perbuatan dari kedua Orang Tua nya..


Pigur seorang ayah maupun seorang ibu yang di sangka nya baik kepada semua orang, sungguh jauh berbeda dengan bukti dan kenyataan nya.... Walaupun dirinya sempat mendengar selentingan para para tetangga membicarakan sosok kedua Orang Tua nya yang menghalalkan segala cara agar segala sesuatu nya dapat tercapai..


Tapi rasa berburuk sangka kepada Orang Tua nya iya buang begitu saja, Ia lebih percaya kepada ayah dan ibu nya ketimbang para tetangga nya.. Tetapi sekarang apa yang di bicarakan oleh para tetangga nya adalah kenyataan yang sebenarnya.


"A Awan... Aku ingin meminta maaf langsung kepada Teh Lara dan Ibu nya... Sebelum kata permintaan maaf dari teh Lara atau pun dari Ibu nya terucap.. Hati ini belum bisa tenang." Jawab Lisa.!


Baiklah... Akan saya kontek esok pagi... Kalau saat ini saya telepon takutnya mereka sudah tidur." Jawab Awan..


"Terima Kasih banyak, A Awan.. Terima Kasih." Kata Lisa seraya menyeka air matanya yang mengalir.

__ADS_1


"Sama...... Teh Lisa! Sudah jangan menangis lagi. Cantiknya nanti hilang hehehehe." Kata Awan terkekeh..


Gadis itu tersenyum manis... Ketika pemuda yang menjadi target Orang Tua nya untuk di bunuh itu bercanda!


#####################


Malam semakin larut bintang bintang berkelipan di atas langit tampak bulan berbentuk sabit tampak terlihat indah dan sedap di pandang mata.


Seorang lelaki berusia 33 tahun sedang merenung seorang diri di tempat yang asing bagi dirinya.. Bedul di bawa oleh Sulastri bersama bedil dan dua puluh lainya dari sebuah perkampungan yang jauh dari hiruk pikuk perkotaan...


Tujuan utamanya ikut bersama istri dari seorang preman yang sangat kejam dan dingin itu, tak lain atas perintah dari Ayah nya Sulastri untuk membantu membalaskan dendam kematian suaminya dan menjalankan bisnis haram dari Haikal yang bergelut di bidang penjualan para gadis ke kota kota besar untuk di tempatkan di tempat tempat klub-klub malam.


Sudah tiga hari tiga malam Sulastri tidak dalam pengawalan Bedul atau pun Bedil... Sulastri sibuk dengan dunia nya dan terlena dengan iming iming yang di berikan oleh Bob Hidayat.. Hal itu membuat hati Bedul sangat kepanasan terbakar api cemburu.. Walaupun bagaimana pun pesona Sulastri mampu membuat hati Bedul bergetar walaupun keaadaan nya sedang hamil muda..


Walau harus jujur dalam hati... Kesediaan Bedul ikut dalam misi balas dendam nya Sulastri atas kematian suaminya, Ia mengharapkan sedikit balas Budi seandainya dendam itu terselesaikan, Ia bisa mendapatkan setidak nya separo hari Sulastri dan bersedia mengurus anak yang ada dalam kandungan nya itu menjadi anak nya Bedul.


Tapi harapan tidak sesuai dengan kenyataan.. Ketika sampai di kota kecil ini dan langsung mengadakan rapat dengan para petinggi... Sulastri sudah terpesona oleh wajah tampan Bob Hidayat... Sehingga malam itu hati Bedul gundah gulana.

__ADS_1


Bersambung.


__ADS_2