
"Maksud adikku. Aku tak mengerti, dan bener bener tak paham dengan perkataan yang barusan kamu katakan.?' Tanya lagi Rojak.
"Kakak. Ku yang terhormat Moch Rojak Ismail dan untuk Paman Abu Bakr serta Paman Safir. Aku bersama puluhan orang orang yang super handal dan ahli dalam bidang penyusupan. Waktu lima tahun ke belakang. Aku menugaskan seseorang untuk membuntuti perjalanan dari Bunda Azzahra Masika Fatharani dan anaknya ke negara ini." Kata Jabar berhenti sejenak sebelum melanjutkan perkataan nya lagi.
Semua yang hadir baik Kakak nya, maupun orang orang penting perusahaan Duo Holding Company serta Firmansyah kaget bukan main mendengar Tuan Muda Jabar sudah merencanakan jauh jauh hari.
"Adikku. Moch Jabar coba kau ceritakan biar kakak dan yang lainnya bisa mencerna ucapan mu." Pinta Rojak.
"Azzahra dan Nabil itu pas waktu datang ke negara ini tidak mempunyai uang sepeserpun, karna semua uang dan bekal dari Aidil sudah di curi oleh pengemudi taksi saat keluar dari bandara internasional Soekarno-Hatta.
Menurut informasi yang di dapat oleh beberapa anak buah ku waktu itu. Azzahra Masika Fatharani dan anaknya telah di bius dan di bawa oleh seorang pengemudi taksi ke daerah Vila sekitaran kawasan Cipanas dan akan di perkosa ibu dan anak itu lalu di bunuh. Tahu tahu sekarang informasi dari anak buah Firmansyah bahwa Azzahra dan Nabil di temukan, dan hidupnya tidak kesusahan. Saya berpikir dan bertanya tanya dalam hati. Dari pada kita menghabisi mereka berdua, apakah tidak sebaiknya kita menangkap orang yang telah membantu mereka berdua selama ini." Kata Jabar memberikan saran masukan dalam pertemuan ini.
"Paman Abu Bakr dan Kak Rojak. Kalian semua yang ada di sini. Aku lebih memilih otak dari pada otot. Aku lebih memilih menghabisi secara lemas dari pada secara keras." Kata Jabar lagi seringai licik dalam bibirnya.
"Jad.... Jadi...... Tuan Muda Jabar sudah mengetahui kelemahan dari Nyonya Azzahra dan anaknya.?" Tanya Firmansyah terbata bata.
"Secara bayangan. Aku mengetahui. Tapi secara kasat mata, aku belum pernah melihatnya." Jawab Jabar membuat mereka yang hadir bingung.!
__ADS_1
"Adikku. Jangan lah kamu bertele tele, bikin kepala kakak mu ini pusing. Cepat jelaskan intinya. Rencana apa yang akan kamu lakukan." Titah Rojak kesal dengan adiknya, dari dulu hanya teori saja yang di bicarakan bukan prakteknya.
"Hehehehe. Maapkan adikmu ini Kak.! Begini Kak dan yang lainnya. Orang yang paling berharga di antara Azzahra dan Nabil itu, adalah pemuda yang bersama Nabil yang bernama Muhammad Awan Pratama. Sedangkan pemuda itu sangat spesial di hati keluarga Tedi Ferdiansyah pemilik perusahaan Future Nugraha Company Group. Kenapa kita harus jauh jauh mencari dan menemukan keberadaan Azzahra Masika Fatharani dan Nabil Nur Fadillah. Sementara umpan untuk mereka berdua ada di depan mata." Kata Jabar menjelaskan.
"Menarik! Bisa di rincikan ucapan mu. Keponakan ku.! Kata Abu Bakr.
"Maksudku. Begini. Apakah tidak sebaiknya kita menangkap keluarga Tedi Ferdiansyah yang sudah jelas jelas kita semua mengetahui pertahanan dan kelemahan dari pemilik perusahaan terbesar di negara ini dan kita langsung meminta tebusan untuk menghadirkan pemuda itu bersama Azzahra dan Nabil Nur Fadillah. Saya yakin mereka saling berkaitan satu sama lain." Kata Jabar tersenyum Jumawa.
"Hmmmmmmm. Masuk akal.!!
"Bukan kah anak buah kita yang tersebar di belahan dunia adalah orang orang yang ahli dalam segala bidang. Apalagi bila di satukan dengan para preman yang sudah setia kepada Tuan Firmansyah, akan semakin kuat dalam pertahanan dan penyerangan dari segala arah. Belum di tambah lagi orang orang bayangan hitam dari negara Jepang dengan kemampuan yang tidak bisa di anggap remeh." Kata Jabar menjelaskan kekuatan yang di punya oleh nya.
Rojak, manggut manggut kepalanya, Ia sedang berpikir rencana yang di berikan oleh adiknya cukup brilian, jari tangan nya mengetuk ngetuk meja di hadapannya. Ia menatap kearah Abu Bakr dan Safir, anggukan yang di berikan oleh mereka berdua tanda setuju dengan ide dan masukan dari Jabar.
"Baiklah. Kakak akan ikuti rencana dari kamu. Adikku. Akan tetapi bila gagal rencana kedua mau tidak mau menjadi harapan terakhir." Kata Rojak seringai licik.
"Hehehe. Ok. Kak. Kalau begitu segera atur untuk memisahkan antara para pengawal Tedi Ferdiansyah dengan majikannya. Itu menjadi tanggung jawab Paman Safir. Usahakan secepat mungkin, sebelum Azzahra dan Nabil kembali ke negaranya dan menerima serta menandatangani pengalihan perusahaan ISMAIL GROUP kepada adik tiriku." Perintah dari Moch Jabar kepada Asisten perusahaan Duo Holding Company Group.
__ADS_1
"Siap Tuan Muda. Dengan senang hati.," Ucap Safir membungkuk hormat.
Paman Abu Bakr. Segera beritahu kan orang orang bayangan kita yang ada di negara sakura, untuk datang ke negara ini dan perintahkan untuk memantau pergerakan dari Aidil dan Ahmad yang sedang mengurus surat surat keberangkatan Azzahra dan Nabil Nur Fadillah, yang menjadi duri penghalang untuk mendapatkan apa yang harusnya menjadi milik kita.!
"Siap Keponakan ku. Anda tenang saja. Itu urusan mudah bagi Paman." Ucap Abu Bakr dengan senyuman manis.
Pertemuan yang cukup alot dan terbilang bertele tele di antara para petinggi perusahaan Duo Holding Company Group dan beberapa para mediator pencari informasi yang di komandoi oleh Firmansyah akhirnya selesai juga.
Dua opsi yang akan mereka jalankan dalam pertemuan itu. Di antaranya menargetkan keluarga pemilik perusahaan terbesar di negara nya yaitu Future Nugraha Company Group.
Sementara opsi lainnya, Jabar akan mendatangkan orang orang bayangan yang sudah terlatih dalam seni beladiri dan perkelahian untuk memantau pergerakan Aidil dan Ahmad Asisten almarhum Moch Ismail.
"Benar Benar di luar dugaan. Kenapa pihak musuh bisa berubah memburu Tedi Ferdiansyah dan memantau pergerakan Aidil serta Ahmad, yang tadinya sebelum pertemuan itu, mereka akan memburu Muhammad Awan Pratama beserta Nabil Nur Fadillah serta Ibu nya.
# Back to back # Hari Jumat Sore.
Sebelum pertemuan mewah antar petinggi perusahaan Duo Holding Company di saat pemuda yang sudah berjanji akan menjadi perisai Bunda Azzahra dan Nabil. Ia mendapatkan sebuah informasi yang sangat penting dari anak buah Tuan Robi yang di sedang mengawasi pergerakan Firmansyah mencari keberadaan istri dan anaknya Moch Ismail.
__ADS_1
Seorang pemuda tampan nan rupawan keluar dari Mobil Mewah Marcedez Benz e-class, Ia berjalan setelah basa basi terlebih dahulu bersama pemilik rumah yang biasa Ia menyimpan kendaraan dan sekedar membeli beberapa makanan serta rokok kesukaan abah nya Aden Haruman.
Bersambung