Pemuda Hebat Seperti Dewa

Pemuda Hebat Seperti Dewa
Awan vs Harlev


__ADS_3

"Plak.......


"Plak........


Dua tamparan sangat keras tepat mengenai pipi pemuda itu, oleh Sulastri dengan sorot mata yang tajam dan kemarahan yang tertahan..


Tampak terlihat darah segar keluar dari sudut bibir pemuda tersebut.. Awan pun pasrah tak bisa melawannya, Ia hanya menyeka darah yang keluar dari sudut bibirnya dengan senyuman sinis, sehingga membuat salah satu preman di buatnya geram.


"Bugh..........!


"Bugh..........!


"Arhk........................ Erang suara Awan meringis menahan rasa sakit dan terasa mual di tubuhnya... salah satu preman yang ahli dalam ilmu beladiri melayangkan pukulannya ke arah perut Awan.


"Kak..... Awan........... Hiks...... Hiks...... Hiks..... " Lirih Nabil dalam dekapan Lara melihat pemuda yang di cintai nya itu dalam siksaan seorang wanita dan preman.


Sutisna dan Syarif..... Serta Lara hanya bisa menahan kemarahannya.. Ia sungguh tidak bisa berbuat apa apa... Hanya bisa menatap majikan dengan iba dan kasihan..


"Sialan........ Aku harus bagaimana yaa Allah.. " Batin Sutisna dan Syarif bergejolak.


Sulastri langsung mengeluarkan pisau belati yang sudah Ia persiapkan untuk menghabisi nyawa Muhammad Awan Pratama.. Bob Hidayat tersenyum nyawa pemuda itu sudah di ambang batas kematian..!


HENTIKAN. "Teriak Lara kepada wanita yang sedang memegang pisau belati dan akan di arahkan kepada majikannya. Nabil dan Sutisna serta Syarif terbelalak melihat wanita itu mengacungkan pisau belati dan mau di arahkan kepada Muhammad Awan Pratama yang sedang di pegangi oleh dua orang preman sangat kuat, hingga tidak berdaya sama sekali.


"Lepaskan majikan saya. Jika kamu normal hadapi aku. Bukan begini cara nya hanya mengandalkan suruhan dan para anak buah, kamu tidak lain adalah pecundang ngerti! " Ucap Lara dengan suara kerasnya. Dirinya pun bingung dengan posisi nya sendiri harus berbuat apa. Sedangkan anak dan ibu nya dalam genggaman Bob Hidayat.


Sutisna dan Syarif terus memutar otaknya, berusaha untuk mendapatkan ide agar bisa menyelamatkan majikan nya dan anak teh Lara.


"Sulastri......... Sekarang habisi pemuda itu.. Jangan dengarkan ocehan wanita itu." Titah Bob Hidayat tersenyum sinis.


"Hahhahahahaha... Itu pasti nya..." Kata Sulastri lalu mengarahkan pisau yang ia pegang ke perut Muhammad Awan Pratama.


"Wuzzzzzzzzzzzzzz!!

__ADS_1


"Pletakk....................!


Entah dari mana datang nya satu buah pisau menerjang pisau yang akan di tusukan kedalam perut yang menjadi target buruan Bob Hidayat dan para preman.


"Setan alas............. Ucap Sulastri dengan suara tertahan.. Ia celingukan kesana kesini untuk melihat siapa yang telah melemparkan pisau kearah pisau yang Ia pegang.


Sama halnya dengan para preman yang sedang berada di situ... Seluruh mata nya menatap kearah kilatan pisau yang terbang ke arah wanita yang bernama Sulastri.. Semua siaga satu sama lain.


"Bangsat......... Tunjukan dirimu hah.... Kalau kau tak berani menampakkan dirimu... Saya jamin bocah ini akan mati saat ini juga." Teriak Bob Hidayat kedua tangannya Ia tadahkan keatas untuk membuang anak teh Lara. Ia yakin dan sangat yakin bahwa yang telah menyerang Sulastri tiba tiba itu tak lain adalah para anak buah Awan.


"Wuzzzzzzzzzzzzzzzzzzzz!!


"Blezzzzzzzzzzzzzz..!!


Dari arah atas jalan tepatnya dalam semak belukar rerumputan lagi dan lagi pisau itu melesat tepat mengenai paha Bob Hidayat.


"Arhk......................." Ringis Bob Hidayat Ia refleks langsung melemparkan bocah berusia dua tahun itu dengan keras ke arah depan, karna rasa sakit akibat pisau itu menancap ke area paha nya.


"Habisi sampah sampah ini." Teriak pemuda itu yang tak lain Asep Sunandar.


Setelah itu dari arah rerimbunan pohon pohon besar pun berlompatan orang orang yang membawa senjata seperti arit, pacul, parang dan bedog serta balok kayu yang mungkin ia bawa dari rumah nya dan langsung menyerang para preman anak buah kang Dayat.


Seketika pertarungan itu pecah antara warga yang di bawa oleh Tarmin dan Asep Sunandar melawan para preman yang di bawa oleh Bob Hidayat dan para sahabatnya yaitu Holik Simatupang dan Dika serta Betmen.


Dalam berkecamuk perkelahian itu tampak Asep Sunandar dan Tarmin berusaha membawa anak Teh Lara dan Ibu beserta Nabil menjauh dari tempat tersebut.


Sementara Lara sendiri berusaha melepaskan ikatan tali yang sangat kuat untuk melepaskan Sutisna dan Syarif yang sejak tadi sudah di ikat oleh Dika dan Holik Simatupang.


"Bangsat Bob Hidayat dan wanita iblis itu jangan biarkan mereka lolos dan kabur malam ini." Teriak Awan memberi perintah seraya sedang bertarung menghadapi Holik Simatupang.


Pertarungan yang tak seimbang Awan dan Holik pun pecah dalam jalanan di kaki bukit gunung malam itu.


Awan seperti tampak seperti orang kesurupan memukul Holik Simatupang tanpa henti.

__ADS_1


Sudah tak terhitung lagi jumlah pukulan yang bersarang di tubuh Holik membuat pegawai PT Bina Sakinah Group itu jatuh terjerembab mencium lantai aspal.


"Bob Hidayat.... Tunggu setelah ini giliran mu." Teriak Awan sambil menginjak punggung Holik yang jatuh terlungkup dan menarik rambutnya dengan keras hingga........


"Braakkk......................" Seketika tangan Awan yang akan memutarkan kepala Holik Simatupang di tepis oleh preman yang katanya ahli dalam ilmu beladiri.. Nyawa Holik Simatupang pun terselamatkan.


"Bocah.... Kau lawan ku." Ucap lelaki dengan rambut di jambul dan berbadan besar.


Awan pun maju dua langkah dengan menginjak punggung Holik Simatupang yang sudah terkapar di jalan aspal menerima tantangan dari lelaki yang barusan menepis tangan nya.


"Kalau boleh tahu siapa nama anda Tuan.. Sebelum pertarungan ini di mulai." Pinta Awan.


"Dengan senang hati anak muda. Nama saya Harlev." Jawab lelaki itu.


"Baiklah terima kasih... Kalau begitu kita mulai." Kata Awan dengan memasang kuda kuda nya.. Ilmu silat yang di ajarkan oleh Pak Iim akan di peragakan malam ini.


Lelaki yang memperkenalkan dirinya bernama Harlev itu mulai melakukan kuda kuda nya dan mulut nya komat kamit entah mantra apa yang di baca nya.


Begitu juga dengan Muhammad Awan Pratama.. Ia juga sama seraya memasang kuda kuda juga membaca mantra yang di ajarkan oleh guru silatnya waktu kecil.


"Kulukum.................!


"Amanatan...............!


"Lillahu Allah............! Ucap Awan dalam hati membaca doa yang di ajarkan oleh guru nya dengan satu tarikan napas.


Serangan pun di mulai dari Harlev dengan mengirim tendangan kearah kepala yang langsung di tangkis oleh Awan dengan tangan kiri.


Kini gantian Awan yang merengsek ke depan mengirim satu pukulan yang langsung mengarah ke wajah lawan dan langsung di blokir Harlev dengan merapatkan kedua tangan di depan wajahnya.


Gagal dengan serangan pertama, Awan langsung mengirim pukulan Cross yang juga dengan mudah nya di hindari oleh lawan dengan miring ke samping.


Bersambung.

__ADS_1


__ADS_2