Pemuda Hebat Seperti Dewa

Pemuda Hebat Seperti Dewa
Informasi tambahan dari Irsyad Maulana


__ADS_3

"Terima Kasih atas informasi dari anda Nona Tiara.! Tapi saya ingin bertanya kepada anda dan sampaikan kepada ibu anda, seandainya ini semua berkaitan dengan Firmansyah, apakah anda dan ibu anda akan membenci saya atau pun kedepannya akan membalas dendam bila suatu saat akan terjadi sesuatu terhadap Kakak mu.?" Tanya Awan telak langsung sama inti nya..


"Mohon maafkan saya Awan, saya sendiri tidak bisa menjawab pertanyaan dari anda, kalau bisa dan seandainya bisa bila kakak saya sudah dalam keadaan tak berdaya untuk di lepaskan begitu saja." Kata Tiara suaranya sedikit tertahan dan serak dalam berkata.


"Hahahahaha.. Nona Tiara.... Aku hanya bercanda, jangan kan berhadapan dengan Tuan Muda Firmansyah, sebelum aku bertemu dengannya mungkin nyawaku sudah melayang oleh orang orang dari perusahaan Holding Company Group. Karna musuh ku kali ini bukan isapan jempol." Kata Awan berbicara apa adanya seraya tertawa terbahak bahak, membuat pengunjung Kafe menoleh kearah dirinya.


"Kenapa Kak Awan saat ini tidak mempunyai kepercayaan diri yang sangat tinggi, tidak seperti di saat menjadi perisai Future Nugraha Company Group." Batin dan pikiran hati Nabil bergejolak.


"Apakah Awan saat ini melihatkan ketakutan nya kepada ku.. Atau kah hanya menguji kesetiaan ku saja." Ucap hati Tiara kening nya berkerut.


"Nona Tiara dan Nabil, aku tahu gejolak hati kalian berdua, tak usah mengumpat atau pun berpikiran yang macam macam terhadapku.. Bila harus jujur kepada kalian berdua saat ini... Lawanku kali ini benar benar di luar nalar dan sangat kejam serta sadis untuk di hadapinya.. Dari lahiriah dan batiniah pihak lawan sudah menguasainya." Terang Awan..


"Bila Nona Muda Tiara dan Nabil percaya kepada saya yang hanya mempunyai kekuatan dan finansial sebesar 5 % melawan kekuatan 100 %, sungguh sangat dangkal pemikiran kalian berdua." Sambung Awan..


Mereka berdua tersentak kaget saat mendengarkan penuturan dari pemuda itu, menceritakan ketakutan nya saat ini.


"Kak....... " Lirih Nabil... Tapi Awan mencegahnya untuk tidak berkata ketika Nabil ingin berbicara.


"Aku sudah tahu apa yang akan di bicarakan oleh mu Nabil." Kata Awan jari telunjuk nya ia simpan dalam bibir gadis cantik itu.


"Uhk.... Sejenak aku terkecoh dengan gaya bicara mu sang Pemuda Hebat Seperti Dewa.. Walaupun anda saat ini melihatkan dan membicarakan tentang kerapuhan dan ketidakberdayaan mu terhadap ku, tapi hati dan pikiran ku sepenuhnya percaya kepada anda Muhammad Awan Pratama." Kata Tiara yakin dengan pemuda di hadapannya.


"Hehehehe... Terima Kasih atas kepercayaan dari anda Nona Tiara.. Saya akan menjaga semua kepercayaan mu dan menepati janji tentang ucapan yang tadi kamu minta." Jawab Awan sejenak terkekeh lalu serius dengan ucapan nya.

__ADS_1


Obrolan berlangsung serius di Kafe Mutiara itu, tiba tiba ponsel pemuda itu berdering tanda panggilan masuk.. Awan pun langsung mengangkat telepon nya setelah meminta ijin kepada Tiara dan Nabil.


"Kriiiiing''................................


"Kriiiiing''..............................


"Halo....." Jawab Awan mengangkat telepon.


"Tuan Muda.... Semua informasi dari rapat pihak perusahaan Holding Company Group sudah saya kirimkan melalui ponsel, komplit dengan video dan orang orang yang akan memburu Nona Nabil Nur Fadillah dan Azzahra Masika Fatharani." Terang seorang lelaki dari sebrang telepon.


"Terima Kasih Pak Irsyad Maulana. Atas informasi nya yang anda berikan." Kata Awan dalam sambungan telepon.


"Anda terlalu sungkan Tuan Muda, itu sudah menjadi tugas saya dan para anggota padepokan.. Tuan Muda kapan kita akan bergerak, untuk mengikis sedikit demi sedikit kekuatan lawan.?" Tanya Irsyad Maulana. Ketua dari organisasi Macan Tutul.


"Baik.. Tuan Muda.. Kalau begitu saya akhiri panggilan telepon.. Silahkan anda sibuk dengan aktivitas di sana dan berhati hati." Kata Irsyad mengingatkan.


"Siap Pak.. Terima Kasih banyak." Jawab Awan, lalu menyudahi obrolan di telepon itu.


"Mohon maapkan saya Nona Tiara, obrolan kita terganggu oleh panggilan telepon." Kata Awan menyimpan ponselnya di atas meja, tampak terlihat beberapa pesan masuk di aplikasi wasttap itu.


"Tidak apa apa Awan! santai aja." Balas Tiara.


"Nona bolehkah saya meminta satu permintaan dari anda, itu juga bila anda benar benar percaya kepada saya dan orang orangku.?" Tanya Awan.

__ADS_1


"Silahkan Awan, ucapkan, bila aku mampu pasti akan mengabulkan permintaan mu." Jawab Awan.


"Saya ingin anda mendekati Tuan Jamil dan Tuan Safir, bagaimana cara nya di antara mereka berdua bisa berselisih, saya percaya dengan kecantikan dan pesona mu mereka berdua akan bertekuk lutut di hadapan mu." Kata Awan dengan seringai licik.


"Baiklah... Hal yang mudah bagiku untuk mengabulkan permintaan itu.. Tetapi setelah aku berhasil mendekati mereka berdua, apa yang harus aku lakukan.?" Tanya Tiara.


"Hehehehe. Hehehehe.. Anda tinggal ikuti saja permainan dari saya dan rencana selanjutnya yang akan saya lakukan kepada mereka berdua, yang dua dua nya adalah kaki tangan Firmansyah dan perusahaan Holding Company." Kata Awan terkekeh.


"Aku sungguh tak percaya bahwa anda itu lebih licik dari pada kakak ku dan ayahku.. Tapi aku suka dengan gaya anda menghadapi lawan yang bila perang terbuka akan kalah telak." Puji Tiara dengan senyuman manis, membuat pemuda itu ikut tersenyum.


"Awan di lawan atuh hahahhaha." Tawa Awan dengan kesombongan nya itu.


"Baiklah semua rencana dan informasi serta permintaan sudah di setujui oleh anda dan sudah sepakat di antara kita yang duduk di sini tidak ada dusta di antara kita.. Kalau begitu saya bersama Nona Nabil Nur Fadillah undur diri dan pamit untuk beristirahat." Kata Awan bangkit dari duduknya dan mengulurkan tangannya.


Tiara pun langsung bangkit dan tersenyum." Mudah mudahan apa yang kita rencanakan dan semua informasi yang ku berikan bisa menyelesaikan semua permasalahan yang sekarang anda hadapi." Jawab Tiara menyambut uluran tangan pemuda itu.


"Amin Amin Amin.... Yaa robball Allamiin." Ucap Awan setelah jabat tangan itu terlepas, begitu juga dengan Nabil langsung mengulurkan tangannya dan berjabat tangan dengan Nona Tiara.


Mereka berdua langsung melangkah kaki nya menuju pintu keluar Kafe Mutiara, bersamaan.. Asep Sunandar dan Siti Lara pun beranjak pergi dari meja nya Ia pun keluar kafe dan berjalan terus keluar dari area parkir menunggu nya di sana.


"Tin... Tin... Tanda klakson mobil Marcedez Benz C-Class yang di kemudikan oleh Awan mengakhiri pertemuan dengan Nona Muda Tiara yang ikut mengantarkan sambil ke area parkir Kafe Mutiara.


Mobil yang di kemudikan oleh Awan dengan di samping jok nya Nabil Nur Fadillah pun keluar dari area Kafe tersebut dan tampak Siti Lara dan Asep Sunandar sudah menunggu nya di bahu jalan utama.

__ADS_1


Bersambung.


__ADS_2