
"Brem..............!!
"Brem...............!!
"Ngeng.............!!
"Ngeng..............!!
"Suara Knalpot mobil dan motor di paut paut oleh para pengemudi yang telah memblokir paksa jalanan oleh para preman agar Mobil Toyota Yaris yang di kemudikan oleh dua sepasang muda mudi itu berhenti.
Dari dalam mobil saat ini berkeluaran orang orang dengan tampang sangar dan berbadan tegap berjalan menghampiri mobil yang di paksa berhenti.
Dua pemuda yang berada di dalam mobil tak ada rasa takut sedikitpun. Beda dengan gadis yang ada di samping Asep Sunandar. Ia berkeringat bercucuran wajah nya pucat badan nya menggigil.
Sementara jarak antara kendaraan itu dan orang orang Sutisna tiga ratus meter lagi." Nabil apakah sudah di kirim lokasi kepada Pak Arianto.?" Tanya Awan dengan tenang dan senyuman manis tak ada rasa takut sedikitpun.
"Su... Sud.... Sudah. Kak." Jawab Nabil bergetar bibir nya.!!
"Bagus...... Sayang.!! Nanti kamu dan Alicia ikuti, akting ku untuk mengulur waktu kedatangan Sutisna dan para pengawal bayangan ku." Titah Awan.
"Baik. Kak." Lirih Nabil.!!
"Asep. Apakah semuanya sudah kau hubungi. Karna di antara mereka berdua harus mati di tangan seseorang kalaupun tidak mati mereka berdua harus merasakan bagaimana rasa nya sakit hidupnya yang di hancurkan oleh mereka berdua.?" Tanya Awan dengan mata yang menatap kearah orang orang yang telah mengepung nya.
"Sudah Tuan Muda." Jawab Asep. Awan pun langsung tersenyum kecut.
Sekitar dua puluh orang berbadan tegap dan tatapan bengis diantaranya mengacungkan dan memukul dan memukul kaca mobil yang di kendarai oleh Awan dan yang lainnya.
Tanpa ampun mereka memukuli kaca mobil itu sehingga mobil itu kini sama sekali tidak terlihat seperti mobil mewah.
!"Keluar...!! Jika masih sayang dengan nyawa, silahkan keluar!" Kata mereka dengan wajah angker.
__ADS_1
Saat mendengarkan perintah kasar dari mereka. Awan segera keluar dari mobil sambil mengangkat tangannya pura pura menyerah.
Hal yang sama juga terjadi pada diri Asep dan Nabil serta Alicia. Saat ini Asep dan Awan yang sedang posisi mengangkat tangan telah di sergap dan di kandaskan kebagian badan mobil sehingga posisinya saat ini menelungkup.
Awan yang sudah terdesak kini sempat melirik kearah kearah jalan yang cukup jauh dan tersenyum sumbing ketika empat lelaki terlihat sedang mengendap ngendap dan bersiap siap menyerang, Awan pun mengedipkan matanya tanda memberi kode.
"Hai. Nak........ Perkenalkan aku malaikat pencabut nyawa kalian berdua. Apakah ada permintaan terakhir sebelum nyawa kalian aku cabut.?" Tanya lelaki yang berbadan kurus tapi tinggi nya hampir setengah pohon kelapa.
"Aduh.... Jadi kalian Izrail malaikat pencabut nyawa. Kenapa hanya kami berdua saja yang akan di cabut nyawa nya. Dua gadis cantik yang di samping kita berdua kok tidak di cabut." Jawab Awan. Hingga Alicia dan Nabil yang tadi ketakutannya dan keringat bercucuran seketika tersentak melotot kearah pemuda yang baru saja bersuara.
"Kok. Aku di bawa bawa sih Kak. Aku masih ingin hidup." Timpal Nabil.
"Hai..... Awan Tak lucu kali. Kalau mau mati ya mati saja tak harus aku dan Nabil di bawa bawa." Sahut Alicia.
"Kan kita sudah berjanji Nabil. Mau hidup semati. Iya kan.? Tanya Awan berdelik delik kening nya. Kamu juga Alicia kalau kekasih kamu mati. Ya kamu juga harus mati." Kata Awan lagi.
"Plak........!!
"Bugh.........!!
"Punya nyawa berapa biji kamu, berani berani nya mengganggu obrolan ku, dengan cara memukul paksa. Baru kali ini aku di pukul oleh orang. Ibu dan bapakku tidak berani memukul." Kata Awan meringis menahan sakit.
"Hahahaha. Berani berani nya kau berbicara kepada ku tentang sebuah nyawa. Sudah jelas jelas nyawaku berlipat lipat. Aku tanya sekali lagi. Kau mau dari arah mana ku cabut nyawa mu." Ancam Lelaki berbadan kurus yang memukul tadi.
"Hahahaha. Ampun........ Hahahaha........ Ampun beribu ribu Ampun. Yang akan ku cabut nyawa mu itu kalian semua." Teriak Awan dengan tawa yang menggema di sekitaran jalan malam itu.
"Sialan.......... Kau bener bener tak takut mati." Kata lelaki itu. Baiklah aku akan membunuhmu dan mengirim mayat mu kepada keluarga mu agar dia tahu kehebatan dari anak buah Rantai Bumi. Setelah kita kita membunuh mu. Aku akan mendapatkan uang yang besar dari keluarga bos Engkos Kosasih. Hahahaha........ Kata lelaki itu sambil tertawa terbahak bahak di ikuti oleh para preman yang ikut mengepung.!!
"Apa kau yakin dengan ucapan mu.?" Tanya Awan seraya membalikkan badannya dan langsung mengirimkan tendangan keras kearah lelaki yang berbadan kurus itu.
Mendapat tendangan yang tak terduga duga itu, membuat lelaki itu terkejut setengah mati. Tidak ada waktu lagi untuk menghindar hingga akhirnya tendangan Awan dengan mulus mendarat tepat di pinggul lelaki itu.
__ADS_1
"Kurang ajar kau sudah bosan hidup anak muda." Kata lelaki itu dengan wajah geram, lalu segera menyerang Awan dengan bat stik di tangannya.
Awan terkejut mendengar suara angin dari pukulan tersebut dan segera menunduk sehingga bat stik yang ada di tangan lelaki itu sekali lagi menghantam bagian mobil Toyota Yaris itu hingga penyok.
Lolos dari serangan pertama tidak membuat Awan bisa menarik napas lega. Ini karena seorang lelaki yang memegang Tonfa langsung memburunya dan mengirim beberapa kali pukulan kilat yang membuat yang membuat Awan harus pontang panting menghindar.
Asep Sunandar yang melihat majikannya terdesak dan Ia juga bingung karna harus melindungi dua gadis yang ada di belakang nya menangkis dan menahan serangan serangan dari pihak musuh, membuatnya di lema.
"Lindungi. Majikan mu.!! Sekilas suara terdengar di telinga pemuda itu, yang ia tahu suara itu dari ayahnya Abah Kusuma. Asep pun langsung mengirim tendangan yang tepat menghantam pergelangan tangan lelaki itu.
"Buuuugh................!
"Uh........ Bangsat..!! " Kata lelaki itu begitu tonfa itu terlepas dari pegangan tangan nya.
Sambil memaki panjang pendek, dia segera mengeluarkan belati dari pinggang nya dan bersiap siap menyerang Asep Sunandar.
Namun belum jauh dia melangkah.!
"Wuzzzzzzzzzzz.!!
"Blezzzz..............!!
Kilatan benda tajam pisau dapur dari arah kejauhan melayang tepat di paha lelaki yang sedang memegang belati.
"Ahkh.....................!
"Buugh.................!
Kini tampak lelaki yang memegang belati itu jatuh ke tanah dengan paha bernoda darah, dan meringis kesakitan.
Setan alas. Bangsat............ Kita telah di kepung." Kata lelaki yang terkena serangan tiba tiba dari arah tak terduga berteriak kepada Kobra dan anak buahnya yang yang mengililingi mobil Awan.
__ADS_1
Begitu ucapan itu keluar dari mulutnya, kini dari segala arah berkeluaran orang orang berpakaian hitam dan seperti air bah langsung menubruk mereka dengan membabi buta, membuat mereka kini seperti orang yang sedang tidur dalam mimpi indah untuk bangun.
Bersambung.