Pemuda Hebat Seperti Dewa

Pemuda Hebat Seperti Dewa
Pertarungan Sengit Di Gunung Slamet


__ADS_3

"BERHENTI. Kau teriak teriak aku datang memenuhi tantangan mu." Tegur Wongso dari arah belakang Aden Haruman.


Lelaki paruh baya itu lalu membalikkan badan nya dan melihat seorang lelaki seumuran dengan membawa beberapa mahkluk ghaib setengah ular dengan di kepala dan wajah yang menyerupai manusia dan bagian tubuhnya yang bawah berupa ular berdiri di samping Mbah Wongso.


Cuih...... Siluman lemah kau bawa Wongso. Sekalian bawa penguasa ghaib untuk datang berhadapan dengan saya." Pinta Aden Haruman jumawa.


"Bajingan Kau lelaki busuk berani berani nya kau merendahkan saya. Baiklah akan ku panggil penguasa alam ghaib di sini." Kata makhluk setengah ular itu.


"Panggil Ayo...... Saya tidak takut sama sekali dengan makhluk seperti kalian yang hanya bisa menyesatkan manusia kejalan pintas dan mendua kan sang pencipta." Teriak Aden Haruman. Membuat siluman ular itu geram.


"Setan Alas kau..... Lelaki busuk jangan kau mentang mentang kau turunan dari Ki Aden Haruman penguasa Gunung Haruman. Tapi raja ku tidak akan takut menghadapi nya. Apalagi kau masih ingusan dan ilmu mu masih belum mumpuni." Kata siluman ular dengan seringai licik nya.


"Hahahahah..............! Kau bisa buktikan sendiri bagaimana aku akan memusnahkan raja mu itu.


"Tuan kau hadapi terlebih dahulu lelaki busuk ini. Aku akan pergi menemui Baginda Raja untuk menyampaikan tantangan dari Cucu Ki Aden Haruman.


"Baik..............!! Seraya mengangguk kepada siluman ular itu.


"Wuzzzzzzz.......... Wongso pun mulai menyerang Abah Aden Haruman dengan terbang menghampiri nya.


Ketika serangan yang di lancarkan oleh Wongso mengarah kepada Abah Aden Haruman. Tiba tiba dari arah langit.


"Jrashhh.!!


Seberkas sinar berwarna merah menghantam tubuh Dukun santet hingga Ia tumbang dan mengerang kesakitan di depan Abah Aden Haruman.


"Aaaaarrrrgghhh.!!

__ADS_1


"Suara teriakan nya. Bener bener membuat suasana malam di daerah Gunung Slamet mencekam karna tiba tiba petir terdengar di kampung yang tidak jauh dari bukit gunung tanpa ada hujan turun di malam itu.


Seorang punggawa perang di alam ghaib yaitu Eyang Atas Angin datang membantu dan berdiri tepat di samping Abah Aden Haruman. Sosok itu yang dulu membantu Pendeta Haka dari negri Mesir untuk menyelamatkan nyawa pasien nya yang bernama Moch Ismail dari cengkeraman Dukun sakti yang bernama Abah Enji Sutardji.


"Pangeran Aden Haruman. Ijinkan aku binasakan mahluk laknat yang bersekutu dengan iblis ini. Agar dia tidak menyesatkan bangsa manusia lagi." Pinta Eyang Atas Angin kepada Aden Haruman.


"Silahkan Eyang. Apakah kakek buyut ku datang ke Gunung ini.?" Tanya Aden Haruman.


"Pangeran...... Haruman. Kakek Buyut mu sedang ada pertemuan dengan Dewi Lanjar dan Syekh Maghribi dan Eyang santri beserta Karuhun Karuhun lainnya di puncak gunung Cikuray. Saya sendiri yang di tugaskan untuk membantu anda pangeran." Kata Eyang Atas Angin memberi tahukan dengan tersenyum manis.


"Ohk....... Begitu. Baiklah kalau begitu sekarang juga musnahkan manusia laknat itu." Titah Aden Haruman penuh amarah.


"Sendiko Pangeran........!!


Aden Haruman langsung sedikit menjauh dari tempat itu. Eyang Atas Angin langsung menyerang dukun sesat itu tampa ampun. Dukun sesat bernama Wongso itu menatap kearah Aden Haruman dengan tatapan sendu. Hingga Aden Haruman merasa iba dan kasihan.


"Cuih.......... Kalau sudah mau mati memelas, membuatku merasa kasihan.


Abah Aden Haruman pun langsung beranjak dari tempat yang tadi menonton punggawa kakek buyut nya menghajar dengan sangat ganas dukun santet itu, menghampiri seorang lelaki gagah dan tampan rupawan, yang telah berani menghentikan Eyang Atas Angin membinasakan manusia sesat itu.


"Ohk.... Ternyata kau adalah penguasa alam Ghaib, ternyata kau cukup tampan dan rupawan. Tapi sayang beribu sayang mataku tidak akan tertipu oleh mu. Kau adalah mahluk yang sangat buruk rupa." Ledek Aden Haruman menghina Lelaki yang baru datang itu.


"Dasar manusia busuk berani berani nya kau menghina dan mengatakan ku bahwa buruk rupa." Bentak Lelaki itu sehingga mata nya menyala.


"Jrashhh.!!


Sebuah kilatan cahaya berwarna kuning menyerang dan mengarah kepada Abah Aden Haruman. Dengan Sigap Eyang Atas Angin pun langsung menghadang api tersebut, hingga Aden Haruman pun tidak terkena semburan api yang di arahkan kepada turunan dari Ki Aden Haruman.

__ADS_1


Abah Aden Haruman yang mengetahui bahwa raja siluman ular itu menyerang dengan tiba tiba, lalu dia dengan keaadaan berdiri mulut berkomat Kamit membaca mantra serta tangan kanan di julurkan kedepan........!!


"Blush...................!!


"Pecut Amalasuri kini telah hadir di tangan Aden Haruman, untuk menghabisi siluman siluman' ular sekaligus raja ular yang telah berubah menjadi setengah ular dan setengah manusia.


"Hai lelaki buruk rupa dan kalian siluman siluman lemah apakah kau mengetahui benda yang sedang saya pegang. Apakah kalian semua yang ada di alam ini melupakan tragedi tahun 1998 di alam manusia, bagaimana aku menghabisi siluman siluman' seperti kalian." Bentak Aden Haruman. Membuat Raja ular dan pengawal nya pun ketakutan dengan pusaka yang di pegang oleh Aden Haruman.


Pusaka yang di pegang oleh Aden Haruman pun langsung dia pecutkan kepada raja siluman ular dengan membaca mantra mantra yang ia ajarkan oleh Kakek buyut nya.


"Blushhhhhh.!!


Sebuah Kilatan yang keluar dari pecutan pusaka pecut Amalasuri berhasil menghempaskan tubuh raja siluman ular hingga terlempar dua ratus meter ke belakang.


""Braakkk.!!.........!!


Darah segar dan mengeluarkan asap dalam kepala raja siluman ular itu. Beberapa para pengawal dan dukun Wongso pun berlari kearahnya dan membantu berdiri.


"Akan ku bunuh kalian berdua. Terutama kau Lelaki peyot, beraninya kau menyerang ku." Ucap Raja Siluman Ular yang kini terlihat mengerikan.


Beberapa para pengawal raja itu mulai menyerang Abah Aden Haruman dan Eyang Atas Angin. Kali ini bola bola api yang ia gunakan untuk menyerang mereka berdua.


"Pertempuran mereka berdua melawan penguasa Ghaib dan para pengawal nya pun berlangsung sengit. Kilatan kilatan serta bola bola api yang di arahkan oleh para pengawal penguasa Ghaib itu dengan sangat mudah di patahkan oleh Aden Haruman dan Eyang Atas Angin.


"Hanya segitu kemampuan mu hah." Ucap Atas Angin Angkuh.


Par pengawal siluman ular terpental kesekian kalinya. Sementara Wongso sudah terkapar dan tidak berdaya beberapa kali mendapatkan pukulan telak oleh punggawa Ki Aden Haruman itu. Kini dia tidak lama lagi akan mati dan tak akan kembali lagi ke dalam jasadnya sama seperti Dukun sakti yang bernama Abah Enji Sutardji waktu itu.

__ADS_1


!!Warning!! Wajib like dan komen. Setelah baca. Karna like dan komen itu gratis. Bila suka dengan karya author tambahkan Favorit atau vote nya.


Bersambung.


__ADS_2