Pemuda Hebat Seperti Dewa

Pemuda Hebat Seperti Dewa
Kilas Balik


__ADS_3

#Back to back#


Sebelum Muhammad Awan Pratama tumbang di bawa ke rumah sakit malam itu............!!


Di sebuah klub malam di kota Cipanas, tiga orang pria yang satu di antara nya mempunyai kedudukan tinggi di antara dua lain nya.


Pria berotot dan berbadan besar serta wajah terlihat bengis dan tanda di sebelah pipi kirinya goresan benda tajam kini sedang menikmati irama musik bersama dengan seorang pemandu lagu di Club itu dan di hadapannya sebuah meja bundar tertera beberapa botol minuman dan gelas gelas besar.


Sementara dua pria lagi sedang berjoged ria sambil tangan memegang uang receh dua ribuan yang akan di sawerkan kepada penyanyi lagu dangdut di malam itu.


Tak lama setelah lagu usai. Kedua pria itu langsung duduk bersama dengan ketua nya sambil meneguk minuman keras yang berada di meja tersebut.


"Ketua. Kobra mengirim lokasi kepada ku, baru aja." Kata Anak buah yang ikut duduk bersama nya.


"Hmmmmm. Kau balas satu jam lagi kita akan meluncur dan ikut membantai malam ini." Titah lelaki yang di panggil ketua itu.


"Baik ketua.!!


********


Sementara di pusat kota tepat nya di kediaman Pak Arianto, setelah mendapatkan kabar telepon dari ponsel Asep Sunandar dalam obrolan malam itu, bahwa Awan sedang di ikuti oleh para preman yang akan memburu nya atas perintah dari Engkos Kosasih.


Pak Arianto langsung menghubungi sahabatnya yang bertugas di kepolisian.


"Selamat malam sahabat ku, ada apa kau menelepon malam malam ini.?" Tanya seorang lelaki dari sebrang telepon.


"Subadra. Sory mengganggu waktu malam kamu. Tapi aku butuh bantuan dan beberapa anak buah mu dari kepolisian." Kata Arianto meminta.


"Bantuan Seperti apa yang di minta dari saya. Arianto.?" Tanya Lelaki yang di panggil Subadra.


Arianto pun langsung menjelaskan semua nya, tentang majikannya yang saat ini sedang berusaha mengukur waktu dan akan menjebak para preman yang di titah oleh Engkos Kosasih di jalan menuju arah Cikalong.


"Baiklah. Aku mengerti. Kau Arianto segera bersiap siap aku tunggu bersama beberapa anak buah ku di jalan perapatan yang mengarah ke arah Loji." Pinta Subadra.

__ADS_1


"Ok.!! Siap.!! Lalu mematikan ponselnya. Setelah panggilan telepon berakhir bersama brigadir polisi Subadra. Arianto pun langsung menghubungi Direktur perusahaan Anugrah Awan Sentosa untuk memberitahukan kabar genting majikannya.


Nada dering pun terdengar merdu di telinga Pak Arianto. Tak lama kemudian suara khas ibu beranak dua pun terdengar.


"Halo. Pak Arianto.!!


"Bu Dewi. Ada kabar genting. Bos muda sedang di buru oleh para preman yang di suruh oleh Engkos Kosasih. Saat ini Bos muda sedang mengukur waktu di jalan Benying yang menuju arah Cikalong kulon." Kuasa hukum perusahaan itu menjelaskan semuanya.


"Saya. Mengerti.!! Saat ini juga saya akan berangkat.!! Kita bertemu di tempat yang tadi Pak Arianto katakan." Kata Bu Dewi dari sebrang telepon.!


"Siap Bu.!! Kata Arianto lalu menutup panggilan telepon nya, Ia langsung bergegas dan meminta ijin kepada istri dan anaknya.


******


Satu jam telah berlalu, Satu unit mobil Xenia meluncur dari Club malam yang tak jauh dari Serlock yang di kirim oleh Kobra anak buahnya.


Rantai Bumi bersama kedua anak buahnya kini sudah tak jauh dari lokasi yang di kirim oleh Kobra, tetapi Kobra dan Cungkring bersama belasan anak buah nya sudah tidak ada di lokasi yang dekat dengan restoran berbintang lima itu.


"Baik.!! Ketua.!! Jawab Kadir.


Setelah Kadir mengirim sms via wasttap kepada Kobra atau pun Cungkring, Tak lama kemudian balasan pun di terima, Kadir pun langsung membuka ponselnya dan tampak senyum sumringah terlihat di bibir lelaki itu.


"Ketua hanya butuh satu jam dari sini menuju lokasi mereka." Kata Kadir.!!


"Sip. Ayo....... Berangkat.!! Ucap Rantai Bumi.!!


"Ok." Ketua.! Mobil pun bergerak meninggalkan lokasi yang di kirim oleh Kobra yang ada di depan restoran berbintang lima itu.


***


Sementara di parapatan jalan Loji, beberapa Motor cross dan satu mobil polisi serta dua mobil Honda, kini mulai bergerak lagi ketika Mobil Honda Brio RS tiba yang di kemudikan oleh seorang pemuda cukup tampan dan berwibawa dengan di samping nya seorang perempuan berusia 40 tahun yang tak lain adalah Bu Dewi.


Iring iringan Motor cross dan mobil kepolisian membelah jalanan di malam Minggu itu, menggunakan jalan yang berbeda dengan jalan yang di lalui oleh Rantai Bumi.

__ADS_1


Di dalam Mobil Honda br-v Pak Arianto yang meminta sahabat nya brigadir Subadra untuk duduk dalam mobilnya karna ada sesuatu yang harus di bahas nya.


"Brow. Subadra saya meminta kamu untuk mengusut tuntas kejahatan dari para preman yang sedang memburu majikan saya.'' Pinta Arianto pandangan nya menatap kearah jalan.


"Apakah loe tahu dalang di balik preman preman yang memburu majikan mu.?" Tanya Subadra.


"Yaa.... Aku tahu.!! Malahan Korban yang suaminya di bunuh oleh Engkos Kosasih sekarang bekerja dengan majikan saya." Kata Arianto.!!


"Berarti dalang di balik para preman ini adalah yang bernama Engkos Kosasih.?" Tebak Subadra.


"Betul sekali brow.! Tebakan loe." Kata Arianto.!!


"Baiklah......... Masalah ini sudah menjadi urusanku dan anggota kepolisian. Loe tenang saja, saat ini kita pokus terlebih dahulu untuk menyelamatkan majikan loe dan orang orangnya." Kata Subadra bersikap santai.


"Mudah mudahan tidak terjadi apa apa pada bos Muda dan Nona Nabil." Arianto berharap.!!


*********


Bu Ida pembantu rumah yang ada di perumahan Elit Leles Residance mendapatkan kabar dari Asep Sunandar atas perintah dari Muhammad Awan Pratama majikannya untuk memberitahu kan kepada seorang wanita yang tinggal bersama Bu Ida malam itu.


Lara yang mendapatkan kabar dari Bu Ida, seketika darahnya mengalir dan sorot mata nya menyala, tak lama Tarmin dan beberapa Murid dari Mama sepuh pun datang untuk menjemput wanita beranak satu yang suaminya mati di bunuh oleh Kobra dan Cungkring atas perintah dari Engkos Kosasih.


"Lara...... Ayo kita berangkat. Tuan Muda sedang dalam bahaya." Kata Tarmin memberi kabar.!!


"Baik. Aa Tarmin. Ini juga sudah dapat kabar dari Asep Sunandar melalui ponsel Bu Ida." Jawab Lara.!!


"Iya........!! Bu Ida kita berangkat dulu. Doa kan mudah mudahan kita bersama yang lainnya keburu datang sebelum musuh menghadang Tuan Muda." Kata Tarmin meminta Ijin seraya mencium tangan wanita setengah tua itu.


"Hati hati Nak. Ibu minta selamat kan anak Ibu ya." Pinta Bu Ida.!!


"Insyaallah. Pasti Bu.!! Kata mereka berdua secara bersamaan.!! Lalu keluar menuju rumah mewah itu yang telah di tunggu oleh tujuh orang murid Mama Sepuh.


Bersambung.

__ADS_1


__ADS_2