Pemuda Hebat Seperti Dewa

Pemuda Hebat Seperti Dewa
Penjelasan Irma kepada dua sahabatnya


__ADS_3

Siang Itu pukul 01 siang hari di kampung yang begitu sejuk nan indah dengan hamparan sawah membentang luas dan pohon pohon pisang serta pohon lainnya menambahkan suasana kampung itu terasa adem dan damai.


Disalah satu rumah mewah bertingkat rumah kampung dengan halaman yang begitu luas, tepatnya di salah satu kamar yang ber-AC kan kipas angin.


Tiga sosok gadis berusia 17 tahun dan bersekolah di salah satu SMA favorit di kota kecil tersebut.


Irma, Kau hutang penjelasan kepada kami berdua tentang jalan jalan bersama Muhammad Awan Pratama yang sampai saat ini dia belum kembali ke rumah nya.? Tanya Mira yang sedang telungkup di kasur milik orang yang di tanya.


Irma pun bangkit dari tidur nya dan di ikuti oleh mereka berdua untuk duduk di lantai bawah kamar tersebut.


"Sebaiknya kita duduk dan mengobrol di lantai karna obrolan kita akan panjang. " Ajak Irma kepada mereka berdua.


Irma mulai membuka suara nya sesaat setelah kedua sahabatnya itu duduk beremok di lantai kamar itu.


Andai waktu bisa di putar kembali, Aku lebih baik akan menolak rencana jalan jalan bersama pemuda yang bernama Awan yaitu sahabat kita. " Lirih Irma dalam sesi memulai obrolan tersebut.


"Irma Apa maksud mu berbicara begitu? Tanya Kiara.


Iya........! Irma coba kau jelaskan kepada kami berdua perkataan yang barusan." Sahut Mira penasaran dan kaget.


Gadis itu menatap kepada kedua sahabat nya itu, sekilas tatapan beralih kearah langit langit kamar milik nya.


Muhammad Awan Pratama, Pemuda yang terlahir dari rahim Lisnawati tepat malam Jumat Kliwon tanggal satu syuro, Pemuda miskin yang mempunya kecerdasan dan kepintaran serta IQ di atas rata rata tingkat Profesor yang di akui dunia itu.


"Awan sudah mengetahui semua nya tentang rencana kita, Dia di jadikan taruhan oleh kita bertiga. Irma menjelaskan semua nya itu dari awal dan akhir kepada mereka bertiga.


"Mereka berdua seketika wajah nya pias menandakan ketakutan dalam diri mereka masing masing.

__ADS_1


"Irma......! Loe jangan bercanda dan menakuti kita berdua dong ahk, Tak asik. " Kata Mira dengan wajah pias muka pucat, sama hal yang di rasakan oleh Kiara keringat pun kini bercucuran di antara mereka berdua di tambah siang yang begitu panas.


"Sumpah gue bicara apa ada nya dan tidak ada yang di sembunyikan atau di tambahkan dalam penjelasan tadi tentang Awan sudah mengetahui rencana gila kita. " Irma berkata untuk meyakinkan kepada dua sahabatnya itu.


"Terus setelah mengetahui Awan tentang dia di jadikan taruhan sama kita berdua bagaimana tanggapan nya kepada loe dan kita berdua? Tanya Kiara sesekali mengusap keringat di wajah nya itu.


"Kiara, Aku waktu itu tidak berani menatap wajah nya, Dia sangat marah, Benci, Kecewa, Sampai tega sahabat yang selama ini. Yang ia percaya dan menjadikan tempat berlindung bagi dirinya. Kok bisa bisa nya melakukan hal yang di luar nalar. Jadi aku bagi kalian bertiga adalah barang yang bisa di jadikan taruhan atau di perjual belikan. " Jawaban Awan kepada Irma. Membuat mereka berdua semakin bergetar dan ketakutan.


"Aduh.........! Irma.......! dan Mira.......! Jantung ku mau meloncat hati ketakutan dan pikiran kacau. ! Ucap Kiara bibir bergetar.


"Bukan loe aja Kiara..........! Gue juga merasakan apa yang kau rasakan. " Sahut nya Mira.


Irma......! Jadi harus bagaimana sekarang duh......! Aku takut. " Kata Kiara dia berdiri pikiran kacau kaki jingkrak jingkrak. Membuat Irma menahan tawa dalam hati nya melihat ketakutan dalam diri sahabat nya itu.


"Irma...........! Cepat atuh kita harus bagaimana. " Kini Mira ikut ikutan kaya Kiara mondar mandir tidak jelas.


"Sarwan meminta gue untuk memberitahu kan kepada kalian berdua esok pagi nya karna dia ada urusan bersama Bu Dewi. Makanya kenapa gue malam tidak menjawab pertanyaan dari kalian berdua. " Kata Irma lagi.


"Apakah Awan mau memaafkan kita bertiga Irma bila kita meminta maap dan mengakui kesalahan serta tidak akan mengulangi untuk kedua kali nya? Tanya Mira antuasias bertanya setelah Irma menjelaskan apa yang di ucapkan oleh pemuda tampan itu.


"Gue yakin Awan pasti memaapkan kita bertiga.! Irma berkata dengan jumawa. Membuat Kiara dan Mira tersenyum kecut.


"Kenapa loe bisa yakin bahwa Awan akan memaapkan kita bertiga.? Tanya Kiara.


Mira menjawab pertanyaan dari Kiara dan mungkin Mira juga bertanya begitu.


"Kalian berdua tahu kan kenapa kita bertiga bisa sampai jatuh hati kepada pemuda yang segi umur nya berbeda dengan kita kita? Apakah karna pemuda itu tampan? Tanya Irma kepada mereka berdua.

__ADS_1


"Kiara dan Mira menggeleng kan kepala nya.!


"Seandainya Awan anak orang kaya apakah kita akan jatuh hati? Tanya lagi Irma


"Mereka berdua masih menggeleng dan bergeming diam tampa menjawab.!


"Lalu apa? Jawab Kiara dan Mira.! Dengan nada tinggi Irma berkata.


"Kiara menjawab pertanyaan dari mu Irma!


Karna sipat yang rendah hati serta tidak pendendam suka berbagi dan menolong kepada sesama yang membutuhkan. Walaupun kehidupan dia sendiri dan keluarga nya banyak kekurangan. Akan tetapi jiwa sosial nya itu sangat tinggi. Dia mampu membedakan mana bersama kita dan mana bersama orang yang lebih tua. Kedewasaan membuat aku kagum dan jatuh hati kepada seorang pemuda berusia di bawah ku.


Aku pun sama hal apa yang di katakan oleh Kiara. Yang membuat aku jatuh hati kepada Muhammad Awan Pratama, dia bisa menempatkan bila seseorang menghina mencaci maki dia tidak membalasnya. Tetapi bila kalau sudah Ibu dan keluarga nya dia hina, Awan langsung beranjak untuk membalas dengan kecerdasan bukan dengan amarah nya. " Tutur Mira


Irma Permatasari tersenyum mendengar ungkapan hati dari mereka berdua dan yang bisa membuat pribadi dan kedua sahabat nya jatuh hati kepada pemuda yang bernama Awan adalah kedewasaan......!


"Kita semua tahu Awan itu usia nya di bawah kita dua tahun tapi umur bukan lah jawaban dari segi kedewasaan. " Kata Irma.


"Mending kita ke warung Bu Jubaedah kita beli seblak level 10 sekalian kita melewati rumah Bu Lisnawati mudah mudahan Awan ada di rumah nya. " Ajak Irma.


"Ok." Lest' Go'.....! Jawab Kiara


"Kemon..... " Go' Lest' Sahut Mira


!!Warning!! Wajib like dan komen. Setelah baca. Karna like dan komen itu gratis. Bila suka dengan karya author tambahkan Favorit atau vote nya.


Bersambung.

__ADS_1


__ADS_2