Pemuda Hebat Seperti Dewa

Pemuda Hebat Seperti Dewa
Tragedi di Sungai Sindur Gunung Kanyang


__ADS_3

Dear reaaders.....!


Tak perlu lah di ceritakan tentang Haikal membantai dan membunuh dukun sakti bernama Enji Sutardji itu, setelah niat dan rayuan seorang wanita muda bernama Sulastri. Karena ini terlalu sadis dan ngeri bila author tanamkan dalam novel ini. Takutnya ada yang terinspirasi dan author tak sanggup sama dosa jariah nya. Hahahaha ijinkan author tertawa dan melanjutkan karya receh ini.


Lanjutkan..............!


Setelah selesai dengan niatnya. Haikal pun langsung keluar dengan memikul mayat yang sudah tidak bernyawa itu dan langsung berjalan kearah Sulastri.


"Sulastri kita bawa kemanapun mayat lelaki busuk ini? Tanya Haikal yang berdiri di depannya dengan mayat yang ia panggul dengan mulut penuh dengan noda darah yang baru ia minum darah dukun itu.


"Pak Haikal mayat itu harus kita bakar agar dukun itu tidak bisa menyatu lagi dengan jasad nya biarkan Roh atau arwah nya melayang layang di antara bumi dan langit." Titah Sulastri memberi perintah.


"Baiklah kalau begitu kita segera turun dari gunung itu dan kita akan membakar mayat ini setelah sedikit jauh dari tempat ini." Jawab Haikal sambil berjalan untuk turun secara pelan pelan karna jalanan yang begitu terjal


Akhirnya sakit hatiku telah terbalaskan dengan mati nya dukun cabul itu, mungkin konsekuensinya dan dosa yang akan saya tanggung ke depannya, sudah siap dan ikhlas. Ucap Sulastri dalam hati.


Pagi pun telah datang di Bumi Pertiwi itu, dua manusia yang sudah selesai dengan rencana dan tujuannya sudah tercapai oleh mereka berdua.


Tepat di salah satu sungai yang tidak jauh dari Curug Sindur, tepat nya menurut cerita orang orang zaman dahulu, sungai itu biasa di jadikan tempat mandi nya para dayang dayang kerajaan dahulu.


Sulastri dan Haikal kini sedang membersihkan seluruh badan nya untuk menghilangkan bekas bekas noda darah yang menempel di dalam baju mereka berdua.


"Pak Haikal kamu kesitu dulu, aku mau membuka seluruh pakaian ku.! Pinta Sulastri.


"Apakah kau tidak mau memberikan rasa lelah setelah membunuh dukun itu." Jawab Pak Haikal sambil memberikan kedipan kepada wanita muda itu, sehingga wajahnya memerah semu.


"Hmmmm." Dasar otak mesum........! Cibir Sulastri.


"Hahahaha." Baiklah baiklah..........! Tapi ucapan belum selesai.....!


Sulastri melemparkan sesuatu kearah Haikal sehingga lelaki itu berlari dengan ketawa yang terbahak bahak.


"Byur............. Wanita itu melemparkan diri nya masuk kedalam air sungai di pagi hari itu. Satu persatu ia membuka seluruh pakaian yang melekat dalam tubuh mulus dan putih itu, kini wanita itu telanjang bulat tanpa ada sehelai benang pun menutupi kemolekan tubuh wanita berusia 25 tahun tersebut.

__ADS_1


Dengan tangannya ia menggosok gosok noda darah yang melekat dalam tubuh nya, dan sesekali menenggelamkan dirinya untuk membersihkan kotoran yang menempel dari tubuh wanita muda itu.


"Ahk............! Erang nya sesaat dia sedang membersihkan tubuh nya, terasa ada tangan yang menyentuh dalam daerah sensitif milik nya.


Wanita bernama Sulastri semakin menggelinjang di dalam air sungai menahan rasa yang tak pernah Ia dapat sama sekali dalam seumur hidup nya, Berbeda rasa sakit saat itu ketika dia di perkosa oleh dukun cabul tersebut.


Disaat kenikmatan itu mulai menusuk dalam area terlarang, tiba tiba teriakan seorang lelaki dari kejauhan menyadarkan wanita itu dari mabuk asmara seorang lelaki berkepala monyet itu.


"Lastri.....................! Di belakang mu ada siluman monyet sedang menggerayangi tubuh mu." Teriak lelaki itu sambil melompat menyeburkan diri nya.


Seketika wanita itu langsung menoleh dan langsung berteriak histeris dalam pagi itu, setelah melihat sosok kepala monyet tapi badan setengah manusia yang begitu hitam kulit nya seperti Arang yang di pakai untuk membakar sate Maranggi.


"Si..... Sili..... Siluman..................... Jelek, Tolong..... Pak.....! Tolong........! Pak Haikal......! Hiks.....! Hiks......! Dalam jerit tangis seraya berteriak meminta tolong dalam tubuh telanjang nya itu.


Ketika Haikal menceburkan dirinya seraya dengan satu kaki di lipat dan satu nya di tendang kan kepada siluman monyet itu, akan tetapi.............


"Wuzzzzz..................!


Siluman monyet seketika menghilang begitu saja dan sial nya......!


Tendangan Haikal mengarah kepada wajah wanita yang sedang mandi di air sungai itu.


"Wadaw....................!


"Byur...................!


Wanita itu terpental terkena tendangan yang keras oleh Pak Haikal......!


"Maap...........! Lastri aku tak sengaja." Kata nya langsung menarik tangan wanita itu dan memapah untuk naik ke daratan.


***********************************************


Kita kembali lagi setelah seminggu Muhammad Awan Pratama tidak pulang ke kampung nya, dan saat dia kembali ke kota dimana pemuda itu di lahirkan langsung menemui Guru Dewi pembimbing, untuk meminta membawakan ART untuk di rumah yang baru lima bulan ia beli.

__ADS_1


Sore belum bisa di katakan karna waktu masih pukul satengah tiga jadi masih bisa di sebut waktu siang hari.


Motor Jupiter MX melesat dari arah jalan raya Sukabumi membelah jalanan di siang hari menuju perumahan Elit di kota kecil dengan sejuta kenangan, Leles Residance di pinggir kota kecil itu.


Tak lama kemudian setelah menempuh perjalanan kurang lebih 40 menit lama nya, motor Jupiter MX itu pun masuk kedalam gerbang perumahan Elit tersebut, dan berhenti tepat di salah satu pos penjagaan.


"Assalamualaikum." Pak Salim.! Tegur pemuda yang baru turun dari motor nya.


"WaallAikum salam." Ehk, Aden kemana saja baru kelihatan? Tanya Pak Salim.


"Biasa Pak lagi banyak urusan akhir akhir ini." Jawab pemuda itu.


"Mantap, pokoknya.!! Seraya acungi jempol kearah pemuda itu. Membuat pemuda itu tersenyum manis.


"Pak Salim nanti ada ART di rumahku bersama dengan anak anaknya kalau boleh saya meminta tolong.! Ucap pemuda itu.


"Silahkan Aden bantuan seperti apa yang diminta dari saya, insyaallah Bapak akan membantu.! Jawab Pak Salim satpam perumahan itu.


"Begini Pak, nanti ART yang akan bekerja di rumahku itu membawa anak anak nya, kalau bisa tolong daptarkan anak pembantu itu untuk bersekolah di sekolah terdekat sini." Pinta Awan menjelaskan kepada Satpam perumahan.


"Siap, itu bisa di atur Aden. Kapan ART itu mulai bekerja di rumah milik Aden Awan? Tanya lelaki yang di panggil Salim itu.


"Kemungkinan tak lama lagi dia datang di bawa oleh anak Bu Dewi guru pembimbing saya." Jawab pemuda itu.


"Siap gerak perintah dari bos Aden Awan, akan saya laksanakan." Dengan tangan di simpan dalam kening persis seorang tentara hormat kepada atasannya.


"Terima Kasih Pak sebelumnya kalau begitu saya undur diri mau kerumah terlebih dahulu." Ijin Awan.


"Silahkan Aden.! Balas singkat dari Pak Salim.


Muhammad Awan Pratama pun lalu meninggalkan pos satpam tersebut dan menaiki motor yang di parkir depan pos penjagaan itu.


!!Warning!! Wajib like dan komen. Setelah baca. Karna like dan komen itu gratis. Bila suka dengan karya author tambahkan Favorit atau vote nya.

__ADS_1


Bersambu


__ADS_2