
Kabar masuk rumah sakit nya Pemuda Hebat Seperti Dewa sampai di telinga, nya Tedi Ferdiansyah dan keluarganya. Bahkan bukan dari Tedi Ferdiansyah saja yang mengetahui Muhammad Awan Pratama masuk ke rumah sakit dan di nyatakan oleh beberapa perawat rumah sakit bahwa pemuda itu meninggal, sampai di telinga nya Engkos Kosasih dan Titin Kharisma serta para preman yang menjadi anak buahnya.
Kabar burung meninggal nya Awan di sebarkan oleh tetangga nya Lisnawati yaitu Mbak Ani yang tidak sengaja melihat penjemputan Lisnawati malam itu, karna jiwa kepo nya Mbak Ani level 1000 maka Ia dan kedua Orang Tua nya terus menerus mencari kabar penjemputan Lisnawati oleh mobil mobil mewah dini hari itu.
Adzan subuh telah berkumandang di kampung Situhiang, tua muda sampai tingkat anak anak berbondong bondong menuju Masjid Al ikhlas untuk melaksanakan satu kewajiban bagi setiap insan yang bernyawa. Ustadzah Hilal datang dan memimpikan Salat Subuh berjamaah di waktu subuh itu.
Tak biasanya di waktu subuh menuju datang sang mentari pagi itu, warga kampung Situhiang atau pun warga kampung situ Babakan yang masih punya kerabat dengan keluarga Lisnawati atau pun kenal dengan pemuda itu, berbondong bondong menuju sebuah rumah yang terlihat kumuh dengan dinding bilik yang telah usang.
Para warga kampung Situhiang dan situ Babakan serta kampung kampung lain' datang hanya satu tujuan yaitu menengok dan membuktikan kebenaran nya bahwa anaknya Lisnawati telah meninggal atau hanya kabar burung saja.
Sekelas Ustadz Hilal dan sesepuh kampung Pak Lukman setelah selesai menjalankan solat subuh berjamaah langsung keluar berjalan menuju rumah Lisnawati untuk menanyakan apakah anaknya yang bernama Muhammad Awan Pratama telah meninggal atau kah hanya kabar hoak saja yang ia terima.
"Tok...... Tok...... Assalamualaikum. Punten........! Ucap seorang lelaki setengah tua dari luar pintu rumah Lisnawati.
"WaallAikum Salam. Mangga." Jawab Seorang lelaki dari dalam rumah reot tersebut.
"Ceklek................!!
"Kreat..............!!
Seorang lelaki tampak terkejut setelah pintu rumah di buka terlihat sekumpulan warga kampung Situhiang dan ada juga warga kampung Situ Babakan memenuhi halaman rumah milik istrinya.
"Pak ustadz Hilal. Pak Lukman dan para warga lainnya ada apa ya.?" Tanya Lelaki yang membukakan pintu nya dengan penuh keheranan dan penasaran.
"Mohon Maapkan kami semua Pak Hilman mengganggu waktu pagi hari ini. Maksud kedatangan kami semua hanya ingin menanyakan kabar kebenaran nya, apakah bener anakku telah meninggal.?" Tanya Ustadz Hilal.
Hilman hanya tersenyum dan geleng geleng kepala nya, mereka yang melihat dengan tatapan yang begitu penasaran dan menunggu jawaban dari seorang lelaki yang mempunyai istri dua itu.
Tiba tiba dari arah belakang Hilman satu suara muncul dengan nada yang sedikit tinggi.
"Siapa yang mengabarkan kabar hoak bahwa cucuku telah meninggal.! Seketika muncul wanita paruh baya dengan pakaian masih memakai Mukena dan tangan memegang sebuah tasbih tanda wanita itu baru selesai salat subuh.
__ADS_1
"Bu......... Romlah.!!
"Bu......... Romlah.!!
Kata mereka serentak terdengar pelan dan mimik wajah keheranan setelah satu suara yang keluar dari mulut wanita paruh baya itu.
"Perlu Bapak Bapak dan Ibu Ibu tahu. Bahwa Cucuku belum meninggal dunia. Ia hanya masuk rumah sakit saja, akibat para preman yang mau membunuhnya atas ketidaksukaan dan rasa Iri hati dengki dan dendam seseorang kepada keluarga saya." Kata Romlah dengan bibir yang bergetar.
"Bu Romlah. Mohon maafkan kami semua. Tapi kabar itu tersebar sangat cepat di para warga kampung ini, malah kampung Situ Babakan dan kampung kampung lain' juga mengetahui, jadi maksud tujuan kami datang kesini hanya ingin membuktikan kebenaran nya saja." Pak Lukman menjawab pertanyaan dari Neneknya Awan.
"Hmmmmmm. Semua nya hanya kabar burung saja. Berita Cucuku meninggal hanya hoak dan rasa tak suka seseorang kepada keluarga ku. Sebaiknya para warga pulang saja." Usir halus wanita paruh baya itu.
"Bila kalian tak percaya silahkan telepon anak saya yang berada di rumah sakit." Kata Romlah lagi.
Tampak beberapa warga mulai meninggalkan halaman rumah Lisnawati setelah wanita paruh baya itu menjelaskan keadaan Cucu nya. Sementara Pak Lukman dan Ustadz Hilal masuk dengan menyelinap kerumah Lisnawati atas kode yang di berikan Pak Hilman.
Bu Romlah langsung menjelaskan kepada ustadz Hilal dan Pak Lukman kondisi Cucu nya yang mengalami koma dan sampai saat ini Lisnawati bersama orang orang terdekat nya sedang berusaha membisik kan ke telinga pasien memori memori perjalanan nya.
######################
Mentari Pagi tampak telah bersinar menyinari seluruh belahan Bumi ini. Rumah megah bergaya Eropa berjejer di salah satu kota dengan penduduk yang sangat padat.
Sepasang suami istri paruh baya dan seorang pemuda yang begitu tampan gagah dan atletis keluar dari pintu keluar rumah mewah itu dengan seorang gadis cantik dengan rambut terurai berjalan di belakang nya.
"Ayah. Apakah kita akan satu mobil.?" Tanya pemuda itu.
"Terserah kalian saja Nak.! Jawab Lelaki yang di panggil ayah itu.
"Friska. Bagaimana.? Tanya pemuda itu.!!
"Satu mobil aja Kak. Jarang jarang kita satu mobil kayak dulu waktu kita masih kecil." Kata Friska tersenyum.
__ADS_1
"Yaaa.!! Udah kita berangkat sekarang.! Hati Ayah cemas dan khawatir." Pinta Lelaki paruh baya itu.
"Ayo. Ayah dan Bunda. Biar Excel yang akan menyetir." Kata pemuda itu lalu berjalan menuju mobil yang sudah di persiapkan oleh para pengawal.
"Tanpa ada pengawalan ketat dari para anak buah.?" Tanya Friska ketika Ia membukakan pintu mobil nya.
"Ada. Nanti Robi dari kejauhan bersama beberapa pengawal lainnya membuntuti dari arah belakang." Jawab Tedi Ferdiansyah. Lalu masuk kedalam mobil bersama Agitha Istri nya.
Satu Unit Mobil Mewah Pajero Sport, bergerak keluar dari Mansion Mewah pemilik perusahaan Future Nugraha Company Group, perlahan lahan mobil tersebut mulai mempercepat laju kendaraan membelah jalanan di pagi hari itu menuju jalan utama yang akan membawanya ke sebuah kota kecil di ujung timur tersebut.
"Target Sudah meninggalkan lokasi Mansion, segera bergerak dan pantau dari kejauhan." Kata seorang menggunakan interkom memberikan kabar kepada teman temannya.
"Di terima.!!
"Di terima..!
"Lihat dulu pergerakan nya apakah ada yang mengawal atau tidak." Jawab seorang teman di tempat yang berbeda.!!
"Baik..!!
"Baik..!!
"Ada satu mobil yang di kenal pengemudi nya adalah Robi Asisten dari target. Lapor..... Lapor.... Dari sisi barat memberi laporan.
"Laporan di terima. Terus pantau.... Terus pantau.....!
"Siap........!!
"Siap........!!
"Yang lainya.!! Bersiap siap.... Untuk bergerak secara perlahan. Aku akan mengabarkan terlebih dahulu kepada bos besar." Kata Seorang dari interkom memberi perintah.
__ADS_1
Bersambung.