Pemuda Hebat Seperti Dewa

Pemuda Hebat Seperti Dewa
Mati Suri


__ADS_3

Tampak dua orang wanita yang tak jauh berbeda usia nya keluar dari mobil dan di sambut oleh, Pak Kohar, Pak Arianto dan Pak Ibrahim yang terlebih dahulu keluar dari mobil.


"Apakah di rumah sakit ini, Anakku Awan di bawa oleh Nabil dan Bu Dewi.?" Tanya wanita setengah tua itu dengan pertanyaan yang tenang, tapi siapa sangka dalam hati nya penuh dengan kesedihan dan ketakutan akan terjadi hal buruk kepada putra nya.


"Benar sekali Nyonya Besar. Sebelumnya Istri saya Dewi memberi tahu bahwa mereka membawa anak anda dan seorang wanita ke rumah sakit ini." Jawab Kohar.


"Hmmmm. Ayo kita masuk." Ajak Lisnawati tangannya tak lepas memegang erat wanita di sampingnya.


Begitu Lisnawati tiba bersama yang lainnya. Bu Dewi dan Nabil langsung menghampiri nya seraya memeluk erat kedua wanita itu dan mengatakan situasi nya saat ini.


"Dokter tidak mengijinkan kami untuk masuk, Bu Lisnawati dan Bu Zahra." Kata Dewi.


"Tidak apa apa Bu Dewi. Sebaiknya kita tunggu saja." Kata Lisnawati berusaha tegar dan tidak mengeluarkan Air Mata nya.


Cukup lama juga Nabil dan yang lainnya menunggu dengan gelisah. Ini terutama adalah Bu Lisnawati. Beliau begitu mendapatkan kabar dari Bu Dewi bahwa anaknya mendapatkan musibah langsung mengikuti rombongan Azzahra ke rumah sakit.


Bu Dewi dan Nabil yang sedari tadi mondar mandir seperti setrika butut menarik napas lega begitu melihat kearah pintu yang terbuka.


Tampak seorang dokter dan bersama beberapa staf keluar dari ruangan itu dan di sambut oleh Bu Dewi dengan pertanyaan.


"Dokter..... Bagaimana dengan keaadaan dua anak saya.?" Tanya Bu Dewi.


"Maap sebelumnya dengan siapa saya berbicara dan apa hubungan anda dengan dua pasien tersebut.?" Tanya Dokter tersebut.


"Nama saya adalah Dewi Ayunda dan kedua pasien itu adalah anak angkat saya. Oh..... Ya. Pak Ibu ini adalah Ibu kandung dari salah satu pasien yang berjenis kelamin laki laki." Kata Bu Dewi sambil menunjuk kearah Lisnawati.

__ADS_1


"Begini Bu Dewi. salah satu dari dua pasien saat ini tidak terjadi apa apa dan hanya kecapekan saja. Kemungkinan beberapa jam lagi akan siuman," Kata dokter berhenti sejenak lalu melanjutkan lagi.


"Untuk pasien satu lagi seorang pemuda.. Bisa kah kita mengobrol di ruangan saya." Ajak Dokter tersebut. Bu Dewi mengangguk, mereka kemudian berjalan menuju ruangan dokter di ikuti oleh Lisnawati dan Azzahra.


Setelah mereka tiba di ruangan dokter yang menangani dua pasien tersebut serta mereka sudah duduk di kursi yang telah di sediakan oleh para staf, dokter itu langsung berkata.


"Begini Bu Dewi dan Ibu ibu lainnya. Terlalu dini untuk di nyatakan bahwa pemuda itu telah meninggal menurut pandangan dan alat alat medis di rumah sakit ini. Secara medis, mati suri disebut sebagai Lazarus syndrome atau sindrom Lazarus.


sindrom Lazarus atau mati suri adalah kondisi langka, ketika seseorang yang tampaknya sudah mati menunjukkan tanda-tanda kehidupan lagi.


Kondisi tersebut biasanya beberapa menit setelah petugas kesehatan berhenti memberikan Cardiopulmonary resuscitation (CPR) atau tindakan pertolongan pertama pada orang yang mengalami henti napas karena sebab-sebab tertentu.


Pada kasus yang dialami Cassandra Scott, ia hidup lagi 15 menit setelah petugas kesehatan berhenti melakukan CPR dan menyatakan bahwa ia sudah meninggal dunia.


Fenomena mati suri baru tercatat pada 1982, ketika pertama kali dijelaskan dalam literatur medis. Sedangkan mati suri mulai disebut sebagai sindrom Lazarus pada tahun 1993.


"Apa penyebab nya sampai anak saya bisa di katakan mati suri oleh anda dokter.?" Tanya Bu Dewi.


Banyak orang berpikir bahwa kematian terjadi segera setelah jantung berhenti berdetak dan pernapasan berhenti. Kenyataannya, kematian adalah proses di mana semua organ tubuh yang diperlukan untuk hidup mengalami kegagalan.


Seseorang tidak benar-benar dianggap mati sampai fungsi semua organ tubuhnya, termasuk otak, berhenti secara permanen.


Secara medis, mati suri terjadi karena tenaga kesehatan menyatakan kematian terlalu cepat, biasanya segera setelah CPR dihentikan.


Setelah mengetahui tentang adanya sindrom Lazarus, para peneliti kini menyarankan kepada tenaga kesehatan untuk setidaknya menunggu 60 menit setelah CPR dihentikan sebelum mengumumkan kematian.

__ADS_1


Selama 60 menit tersebut, tenaga kesehatan dapat mengawasi tanda-tanda kehidupan dari orang tersebut, seperti napas, batuk, gerakan anggota tubuh, atau kembalinya denyut nadi. Maka dengan itu kita akan menunggu terlebih dahulu satu jam lamanya reaksi dari pasien apakah dia akan hidup lagi atau bener bener di nyatakan meninggal." Kata Dokter tersebut.


"Dokter Bagaimana cara agar organ organ tubuh yang ada di anak saya berpungsi kembali dan merespon satu sama lain." Kini Lisnawati yang bertanya.


"Begini Bu Lisnawati, biasanya bisikan bisikan dari keluarga dan para sahabat dan memori memori perjalanan hidup pemuda di katakan kepada telinga pasien untuk merangsang dan mengajak nya kembali kehidupan nyata. Ingat hal yang penting dari semua itu jangan lupa meminta pertolongan kepada sang maha tunggal, Dia yang bisa menolong nya dengan sebuah doa." Jawab dokter memberi arahan.


Terima Kasih dokter. Kami akan berusaha memberikan dorongan kuat kepada pasien agar bisa bangun dari mati suri nya." Kata Lisnawati dengan perasaan yang sangat pedih.


"Sama sama. Silahkan Bila ingin memulai terapi dengan cara membisikkan kenangan kenangan indah perjalanan pemuda itu secara bergantian. Bila perlu orang orang yang sangat berarti bagi pasien itu untuk di hadirkan agar pasien cepat sadar dari tidur nya." Saran dari dokter tersebut.


"Baik. Dok....... Terima Kasih banyak." Kata mereka serentak. Lalu bangkit dan keluar dari ruangan dokter berjalan menuju kearah dua pasien yang telah di pindahkan ke ruangan VIP kelas satu.


Setibanya di depan pintu ruangan VIP. Bu Dewi pun langsung menghampiri suaminya dan menjelaskan semua nya kepada mereka yang sedang berjaga-jaga di luar ruangan tersebut.


Nabil sendiri yang dari tadi tak ingin jauh dari pemuda itu dengan setia menunggu dan menemani Awan yang terbaring kaku di ranjang dengan alat alat medis yang tampak terlihat di seluruh tubuhnya.


"Kak..... Awan....... Ayo kita pulang. Bunda udah masak kesukaan mu.


"Kak. Awan Nabil berjanji tidak akan memukul kamu lagi bila Kak Awan suka menjahili ku.


"Kak. Ayo bangun. Kata nya Kakak mau menjadi perisai Nabil dan Bunda. Kenapa Kakak tidak mau bangun. Nabil berjanji akan membantu Bunda mencuci pakaian menunggu warung sambil berkirim pesan sama kakak.


Celotehan Nabil terdengar oleh Azzahra dan Lisnawati ketika masuk ke dalam ruangan itu tanpa di sadari oleh gadis itu yang sedang berkata kepada pemuda yang tak sadarkan diri.


Hati kedua wanita itu terenyuh sakit mendengar dan melihat pemuda itu tak merespon candaan dari gadis yang tengah mengelus ngelus rambutnya itu.

__ADS_1


Bersambung.


__ADS_2