Pemuda Hebat Seperti Dewa

Pemuda Hebat Seperti Dewa
Iwan Isdet di tangan Asisten Tuan Besar Tedi Ferdiansyah


__ADS_3

BERHENTI SEMUANYA.


"Teriak seorang pemuda yang tiba tiba muncul dari dalam mobil dan dua pemuda lainnya keluar dari semak belukar berjalan menghampiri pemuda yang berteriak itu.


Supit dan Iwan beserta para anak buah yang siap menghabisi Excel dan Friska saat itu lalu menatap ke arah suara yang berteriak tersebut.


Sejenak Iwan dan Supit menyipitkan matanya memperhatikan ke arah ketiga pemuda yang kini mulai berjalan kearah mereka.


"Kau....... Bukan kah kau pemuda yang pernah aku temui di hotel berbintang tiga di daerah Cipanas itu." Kata Iwan dengan sedikit kaget.


"Hahahaha... Ingatan Tuan masih peka. Kita bertemu lagi. Dua pria busuk yang yang tega melukai Tuan nya setelah kenyang." Kata Awan dengan tatapan sinis.


"Puih..... Hentikan omong kosong anak muda." Teriak Iwan sambil menyemburkan ludahnya.


"Hahahaha. Mengapa Tuan.! Apakah aku salah Tuan? Kata Awan dengan tertawa mengejek.


"Kau tidak apa apa anak Muda tentang kami berdua. Kau hanya anak bau kencur, mau ikut campur urusan kami berdua, sama halnya kau mengantarkan nyawa mu kepada kami. hahahaha." Jawab Iwan dengan galak tawa bersama.


Benar benar tidak punya malu kalian berdua.! Apakah urat malunya sudah di gadaikan kepada rentenir untuk membeli Baso.?" Tanya Awan dengan nada menghina.


"Malu katamu.! Apa yang harus aku malu kan.!! Jangan kan Baso. Cilok sama Cireng juga Sudah saya beli hasil menggadaikan Urat malu ku." Jawab Iwan membalas Sambungan kata dari pemuda itu.


"Tuan Muda Excel dan Nona Muda Friska. Membesarkan Anjing anjing sampah seperti mereka berdua. Setelah besar menggigit' Tuan nya. Harusnya di kasih kepada kandang singa. Betul nggak.?" Tanya Awan kepada mereka berdua mata dan senyuman mengarah kepada Iwan dan Supit.


"Diam Kau Anak busuk.! Atau aku......!!


"Atau aku apa hah.?" Ayo katakan padaku atau aku apa?" Tanya Awan seraya mengepalkan tangannya.


"Anak muda...... Anak muda...... Kau berani melawanku. Sama juga dengan mencari penyakit." Kata Iwan berang.


"Yaa..... Kalau ada penyakit.... Ya kita obati, apa susahnya Tuan.! Kata Awan dengan nada mengejek.


"Banyak bacot, kau akan ku habisi sekarang juga.! Hajar mereka bertiga.! Titah Iwan kepada anak buahnya.


Enam belas orang pun langsung menghampiri tiga pemuda dengan membawa bat stik di tangan mereka masing masing...........!!


"Seraaaaaaaang................! Ucap satu suara dari enam belas pengawal yang di bawa oleh Iwan dan Supit berlari kearah tiga pemuda itu.


Awan, Iyus dan Asep Sunandar sudah memasang kuda kuda, dalam hati mereka bertiga bisa bisa babak belur hahahahaha. Tak apalah kalau belum di coba.


Hiaaaaaaat."


"Tak...!

__ADS_1


"Dis....!


Brak..."


Mereka bertiga hanya menghindar saja tanpa membalas serangan serangan yang di lancarkan oleh para lelaki berbadan tegap dan muka bengis.


Karna serangannya yang terus menerus membuat ketiga pemuda itu pun tersudut. Tiba tiba segerombolan pria berdasi dan memakai baju preman ikut membantu ke tiga pemuda tersebut yang telah terpojok.


"Tuan Robi............. Selamatkan Tuan Muda dan Nona Muda." Teriak Awan sesaat menghindari pukulan dari pihak musuh.


"Siap Anak muda. " Ucap Robi lalu berlari kearah Supit dan Iwan.


"Tuan Muda Nona Muda. Dua anjing ini serahkan kepada saya." Tegur Robi datang menghampiri nya.


"Baik Kak........ Robi.!! Ucap mereka berdua serentak.


"Hahahahaha." Badut Tuan Tedi Ferdiansyah akhirnya datang juga." Kata Iwan jeunk nada mengejek.


"Jangan banyak bacot, hari ini kalian berdua akan mampus di tangan ku." Ucap Robi seraya mengepal kuat kuat tangan nya.


"Maju lah....... Ayo maju...... Tuan Robi yang terhormat." Kata Iwan sambil membuka bajunya dan kini hanya memakai kaos singlet saja.


"Silahkan duduk Tuan muda Nona muda. Aku akan memberikan tontonan gratis buat kalian berdua.! Kata Robi mempersilahkan duduk kepada kedua anak Tuan Besar.


"Hahahahaha. Jangan mimpi kalian berdua bisa duduk menonton pertarungan antara Iwan dan Robi. Kau melupakan ku." Kata Supit mata nya mengarah ke arah Excel dan Friska.


"Bugh.............!!


"Bangsat kau........ Bocah busuk." Geram Supit.


"Tuan Muda, Nona Muda. Silahkan duduk tidak ada yang melarang sekarang." Kekeh Harsya dengan senyuman.


"Setan......... Berani beraninya kau menyerang dari belakang, Cuih bener bener pengecut. Ayo sekarang kita bertarung." Kata Supit dengan kemurahan yang memuncak.


"Ayo. Siapa takut." Jawab Awan menerima tantangan dari Supit.


"Hiaat....................!


"Taak....... Wuzzzzzzz. Trakk.......... Buhk.........!


Awan hanya menangkis saja, tampa berniat membalas balik serangan dari pihak musuh. Karna serangannya yang terus menerus menyerang membuat Awan pun kini tersudut...!


Setelah melihat lelaki itu terus menerus menyerang mengakibatkan kelelahan dan dari segi paktor Usia yang begitu jauh dengan pemuda yang menjadi lawannya.

__ADS_1


Awan pun langsung menyerang balik kearah pihak musuh dengan kecepatan pukulan nya sulit untuk di tahan oleh Supit.


"Bugh....!


"Ahk.....!


Satu pukulan tepat mendarat ke arah perut lelaki Itu seraya mengeluarkan suara kesakitan.


"Hiaaaat".......!


"Bugh......!


Adawwwww".....! j


Jerit lelaki Itu terkena pukulan dan tendangan pemuda untuk kedua kali nya. Hingga kini dari mulut nya keluar darah segar.


Tidak mau di lama lama lagi dan tidak di beri kesempatan kepada Supit untuk berdiri. Awan pun langsung menyepak. Dengan sepakan yang membabi buta" lelaki setengah tua mantan supir Tuan Besar pun kini terlentang di atas aspal dengan darah keluar dari setiap lubang tubuh nya.


******* Sementara pertarungan antara Robi dan Iwan sedikit alot dan liat di antara mereka berdua. Sama sama menjual beli serangan dari pihak Robi dan Iwan.


Hingga kesempatan itu datang dan berpihak kepada Asisten Tuan Besar, ketika Muhammad Awan Pratama secara membabi buta menghajar habis habisan sahabat nya yaitu Supit. Pikiran Iwan dan pertahanan pun sedikit terbuka, Hingga kesempatan itu tidak di sia sia kan oleh Robi.


"Bugh............!!


"Bugh.............!!


"Bugh, Bugh, Bugh,


Pukulan yang bertubi tubi oleh Robi melalui tangan dan dengkul kaki milik Asisten itu. Membuat Iwan Mengeluarkan darah secara muncrat dari mulut nya. Dan seketika Langsung Ia berjongkok di hadapannya.


"Ucapkan selamat tinggal untuk dunia ini." Bisik Robi kearah telinga Iwan.


"Kraakkkkkkk...........!!


Robi pun langsung memutarkan kepala milik Iwan hingga terdengar suara Leher patah di susul dengan tubuh Iwan yang berkelojotan meregang nyawa.


Setelah itu Robi langsung berlari kearah para anjing anjing Agus Ferdiansyah yang sedang berkelahi dengan dua pemuda dan anak buah nya dan mulai mengamuk menghajar siapa saja anak buah Iwan dan Supit yang berada di dekatnya.


ROBI BERHENTI DAN SUDAH. Teriak suara lelaki paruh baya dari kejauhan.


Seketika Robi pun berhenti dan membalikkan badannya untuk melihat siapa yang menyuruh nya berhenti.


Awan dan Excel bersama Friska pun menghampiri teriakan suara yang ia kenal.!

__ADS_1


!!Warning!! Wajib like dan komen. Setelah baca. Karna like dan komen itu gratis. Bila suka dengan karya author tambahkan Favorit atau vote nya.


Bersambung.


__ADS_2