Pemuda Hebat Seperti Dewa

Pemuda Hebat Seperti Dewa
Permintaan Tuan Muda Jabar


__ADS_3

"Apakah selir itu sudah di beritahu tentang kedatangan saya.?" Tanya Jabar.


"Menjawab Anda Tuan Muda!


"Nona Lastri sudah menunggu kedatangan anda bersama Nona Ayumi selir dari negara Jepang.


"Bagus... Ayo kita temui sekarang juga agar tidak membuang waktu berharga kita." Ajak Jabar sang Tuan Muda dari perusahaan Holding Company Group.


"Mari silahkan Tuan Muda Jabar." Kata pengawal tersebut... Jabar pun mengangguk lalu mereka pun berjalan masuk ke arah salah satu rumah megah di kampung itu.


Selang beberapa menit kemudian... Dua wanita muda nan cantik yang satu mirip pemain film panas di negara nya dan satu lagi mirip bintang artis terkenal yang mempunyai kulit putih dan wajah opal serta rambu yang terurai panjang berdiri menyambut kedatangan anak kedua dari majikannya yang di jadikan budak pelampiasan napsu birahi satu tahun yang lalu.


"Selamat datang Tuan Muda Jabar sang ahli waris perusahaan Ismail Group." Ucap salah satu wanita yang menyambut kedatangan nya seraya membungkuk hormat.


Jabar tersenyum.. Lalu berkata.." Terima Kasih Nona Lastri dan Nona Ayumi... Lama tak jumpa.. Anda berdua semakin cantik dan mempesona sampai saat ini." Puji Jabar..


"Tuan Muda dari dulu pandai memuji.. Mari kita masuk ke rumah kecil saya." Pinta wanita yang di puji itu dengan senyuman manis.


"Mari silahkan Nona Lastri.. " Jawab Jabar.. Lalu mereka pun langsung berjalan menuju ke ruangan tamu.


"Tuan Muda.. Mohon maap kan saya.. Karna ruangan tamu ini tak semegah ruangan tamu yang ada di kediaman anda." Ucap wanita itu berbasa basi setelah tamu agung itu duduk di kursi sopa.

__ADS_1


"Sungguh aku takjub di buat nya oleh kerendahan hati Nona Lastri... Pantas saja ayahku sangat memprioritaskan Nona Lastri dan Nona Ayumi dari puluhan selir yang ada." Terang Jabar lalu mengeluarkan sebungkus rokok dari celana nya.


"Bolehkah saya merokok di ruangan ini Nona." Tanya Jabar kepada wanita pemilik rumah itu.


"Silahkan Tuan Muda.. Bebas! Saya juga bersama Ayumi merokok." Ucap Lastri..


"Iya.. Tuan Muda.. Kita berdua tidak munafik kalau masalah rokok mah....Apalagi batang rokok nya yang besar dan berwarna hitam.. Hihihihi.." Sahut Ayumi cekikikan...


"Wow... Amazing... Sontak Jabar tersentak kaget.. Setelah mendengar candaan dari mantan selir ayah nya itu.. Ia mengetahui obrolannya mengarah kepada masalah tidur.


Mungkin bagi mereka berdua sudah tak asing dan lugas dalam berbicara masalah barang dirinya dan lawan jenisnya.. Tetapi bagi Jabar usia yang telah menginjak 23 tahun belum pernah sekalipun terjun dalam kesenangan dunia dari para wanita tersebut..


Jabar dan Rojak... sedari kecil sudah di didik oleh Kakek nya.. Tuan Besar Abanoub dan Paman nya Abu Bakr dalam perusahaan, sehingga Ia lupa atau pun tidak tahu sama sekali dengan nikmatnya seorang wanita di atas kamar tidur.


"Tuan Muda silahkan di cicipi dan di minum kopi nya." Kata Lastri..


"Terima Kasih...." Lalu mengambil gelas berisi kopi dan meminumnya....


"Ahkh........... Nikmat! Ucap jabar setelah menyeruput kopi yang di suguhkan oleh pembantunya Lastri.


Setelah cukup lama berbincang bincang seputar tentang kehidupan dua wanita yang telah menjadi selir dari Moch Ismail waktu itu, ketika Lastri memutuskan untuk kabur dari istana Moch Ismail karna tak kuat menanggung beban siksaan seksual..

__ADS_1


Atas bantuan dari Ayumi sahabat nya yang sama menjadi selir dan bekingan orang orang Abanoub.. Lastri pun bisa kembali ke negaranya dengan satu syarat bila suatu saat di minta tolong oleh kedua anaknya Moch Ismail dari pihak istri pertamanya yang sudah meninggal harus bersedia.


"Nona Lastri dan Nona Ayumi. Mungkin anda berdua sudah mengetahui kedatangan saya bersama kakak dan orang orang dari Holding Company Group ke negara ini, karna ada sesuatu masalah yang harus di bereskan, dan permasalahan ini membutuhkan bantuan dari anda Nona Lastri." Kata Jabar memulai inti tujuannya menemui mereka berdua.


"Tuan Muda silahkan utarakan. Kaki berdua ingin langsung mendengarkan langsung dari bibir Tuan Muda." Pinta Lastri dan di anggukan oleh Ayumi.


"Begini Nona Lastri.. Kedatangan kami ke negara ini, tujuan nya hanya ingin melenyapkan anak dari Azzahra Masika Fatharani istri kedua ayah saya. Kenapa saya menemui anda, karna saya sudah mengetahui bahwa kematian Moch Ismail akibat sihir yang di kirimkan oleh anda melalui bantuan orang sakti di negara anda." Terang Jabar... Hal itu tidak membuat kaget wanita yang sedang duduk di samping Ayumi.


"Hehehehe! Tuan Muda Jabar. Kenapa anda bisa yakin bahwa kematian Ayah mu itu di sebabkan oleh saya dengan sihir.....?" Tanya Lastri.


"Hahahaha....... Hahahaha....... Nona... Nona.... Saya dan Rojak. Serta orang orang penting dari Holding Company Group sudah mengetahui semuanya tentang kematian Moch Ismail waktu itu. Semua mengarah kepada sihir setelah di selidiki oleh orang orang sakti yang mempunyai supranatural tingkat tinggi mengarah kepada anda serta karna rasa sakit hati dan dendam yang membara di jiwa dan pikiran mu.." Tawa menggema Jabar sang Tuan Muda dalam obrolan siang itu.


"Baiklah... Saya mengakui semua perkataan yang terlontar dari anda.. Jadi sekarang apa keinginan dari anda Tuan Muda." Kata Lastri tak lagi menyembunyikan tentang perbuatan waktu itu meminta tolong kepada Dukun sakti yang ada di gunung Kanyang untuk mengirimkan santet kepada majikannya sang penjahat kelamin yang ada di negara Mesir.


Jabar sesaat tersenyum penuh kemenangan. Apa yang di rencanakan waktu itu, ketika wanita di hadapannya itu datang bersama selir yang lain meminta untuk bisa keluar dari neraka yang di buat oleh Moch Ismail.. Jabar dan Paman nya Abu Bakr bersedia membantu Lastri dengan satu syarat bila suatu saat nanti orang orang dari Holding Company Group meminta bantuan di negara tempat Lastri tinggal meminta bantuan dan pertolongan harus bersedia walaupun bagaimana cara nya permintaan itu sulit.


Jabar sudah bisa memprediksi tentang perjalanan kehidupan Ibu tirinya dan adik tirinya yang telah rencana ke satu berhasil dengan mempitnah Azzahra Masika Fatharani berselingkuh dengan bawahannya hingga ia di usir oleh Moch Ismail suaminya dan tak di terima oleh Kedua Orang Tua kandungnya karna rasa malu yang teramat dalam.


"Aku ingin kalian membantuku untuk melenyapkan kedua orang ini. Secara halus dan tanpa jejak." Pinta Jabar dengan wajah tersenyum licik.


"Baiklah aku bersedia.... Tapi Dukun yang pertama waktu mengirim sihir kepada ayah anda sudah tidak ada di gunung Kanyang. Tetapi Tuan Muda jangan khawatir dan cemas Ilmu kesaktian nya turun kepada bocah kecil berusia 11 tahun yang bernama Nina Zatulini.. Pewaris kesaktian sang dukun santet di gunung Kanyang.

__ADS_1


Bersambung.


__ADS_2