Pemuda Hebat Seperti Dewa

Pemuda Hebat Seperti Dewa
Obrolan Malam mereka berdua


__ADS_3

Tampak suasana begitu sejuk dan hembusan angin sepoi-sepoi yang menerpa dedaunan di waktu sore itu terdengar jelas saling bersahutan dan bergesekan di antara dedaunan yang berada di halaman rumah Aden Haruman.


Dua lelaki dengan usia yang hampir sama baru saja tiba dan langsung duduk di tempat khusus kamar tempat Abah Aden Haruman bila sedang menerima tamu atau pun murid muridnya datang sekedar untuk menemani ngobrol.


Kang Usep dan Kang Sule.... Orang yang sangat begitu dekat dengan Aden Haruman tiga tahun ini, sebelum nya mereka berdua tahu siapa Aden Haruman itu, yang kerjanya hanya mabok main judi dan memegang terminal di beberapa daerah..


"Kalian berdua mau ngopi.?" Tanya lelaki pemilik rumah itu.


"Boleh Pak.... " Kata Kang Usep dan anggukan Sule.!


"Bu bikin kan kopi tiga..." Teriak Aden Haruman.


"Iya..." Balas istri nya..!


"Pak. Ada salam dari kuncen Gunung salak... Mbah Japra. Kata nya kapan silaturahmi kesini." Ujar Usep setelah guru nya itu duduk.


"WaallAikum Salam.. Ohk.. Begitu Sep.! Nanti lah saya datang kalau ada undangan dari Eyang Prabu, untuk berkumpul di Gunung Salak dengan para Karuhun lain nya." Jawab Haruman.


"Iya... Pak, Kata nya selain silaturahmi ada sesuatu yang mau di sampaikan oleh Kuncen Gunung Salak tersebut.. Entah apa yang akan di sampaikan, Kuncen itu tidak memberitahu kan kepada kita berdua." Kata Usep.


"Hmmmmmmm.! Mungkin urusan di alam Ghaib." Tebak Haruman bergumam.! Kang Usep dan Sule hanya manggut manggut saja.


Obrolan mereka bertiga semakin panjang apalagi setelah kopi hitam pait sudah di suguhkan oleh istri nya Pak Haruman... Singkat cerita Kang Usep dan Kang Sule pun mengutarakan maksud hati yang penuh dengan penasaran kepada gurunya yang baru ikut selama tiga tahun lamanya.


"Usep... dan kau Sule... Aku sudah tahu isi hati kalian berdua... Bila mau tahu siapa diriku dan wujud ku di alam ghaib, sebaiknya kalian berdua terlebih dahulu puasa mutih tiga hari tiga malam jangan putus, di setiap selesai sholat yang lima waktu amalan yang biasa kita pake di gunung untuk di baca minimal 113 kali... Tepat di malam terakhir puasa mutih kalian berdua.. Pejamkan mata lalu hati dan bibir mu secara bersamaan sebanyak 41 kali mengucapkan ke tiga dzikir yang di gabungkan.


1 ) Dzikir Jasad.


2 ) Dzikir Ruh atau Hati.

__ADS_1


3 ) Dzikir Nurani atau Sirr.


Kalimat tahlil. Lailahaillallah." Adalah Dzikir Jasad. "Hu Allah." Adalah Dzikir Ruh ( Hati ) Sedangkan Dzikir Sirr ( Nurani ) "Hu.


"Setelah selesai dengan ketiga dzikir itu di gabungkan maka semua yang ada di hati mu dan rasa penasaran kepada diriku akan terjawab waktu itu juga.. Tetapi perlu kalian berdua tahu dan harus di ingat, jangan sampai dalam hati mempunyai tujuan yang lain.


"Contoh nya begini.! Kang Usep di suruh istri pergi ke kota Cianjur untuk membeli Tauco.. Karna rasa nya yang begitu enak dan sedap bila di gabungkan dengan nasi.. Setelah tiba di pedagang Tauco... Kang Usep melihat mochi dan dalam pikirannya tertuju kepada mochi yang langsung bisa di makan di tempat itu juga.... Lalu Kang Usep pun membeli mochi dan tujuan niat pertama nya membeli Tauco di lupakan.. Lalu pulang ke rumah dengan membawa mochi sebagian sisa di makan itu juga hehehe.. Kira kira Istri dari Kang Usep marah nggak.?" Kata Aden Haruman menjelaskan dan bertanya.


"Wah..... Jelas marah atuh Pak.! Bisa bisa saya tidak di bolehkan masuk oleh istri ku dan tidur di luar." Sewot Kang Usep.


"Begitu juga dengan satu amalan yang di amalkan oleh kalian berdua, secara naluri ingin mengetahui siapa pemilik amalan tersebut, tapi ketika pas di amalkan dan di bacakan, lalu ketemu dengan pemiliknya dan meminta sesuatu yang keluar dari niat pertamanya." Terang Aden Haruman.


Mereka berdua manggut manggut mendengarkan penuturan dari Sang guru yang membimbing mereka berdua menuju ke jalan yang lebih baik...


#Back to the beginning#


"Alhamdulillah Umi Lilis... Alhamdulillah sudah sehat seperti sedia kala. Terima Kasih kopi nya Umi." Jawab Awan dengan senyuman manis di bibirnya.


"Sama... Sama.... Nak. Kalau begitu Umi tinggal ya.. Mau istirahat." Kata Istri Aden Haruman... Awan pun mengangguk dan wanita paruh baya tersebut pun beranjak menuju kamarnya untuk beristirahat kembali.


"Seruput...... Ahk.......... Nikmatnya.." Puji syukur Awan karna kenikmatan yang di rasakan di malam itu menyeruput kopi kesukaan nya.


Tak lama Abah Aden Haruman pun datang, Ia baru saja keluar dari kamar khusus nya dan langsung duduk di kursi tamu menemani pemuda yang sedang menyalakan geretan untuk menghisap rokok.


"Awan sengaja kesini.?" Tegur Aden Haruman.


"Sengaja. Abah.!! Tadi habis ketemuan sama anak nya perusahaan Tang Tang Group.. Langsung kesini." Jawab Awan... Lalu Ia bangkit dan mencium tangan Aden Haruman.


"Ohk..!! Ada apa gitu.?" Tanya Aden Haruman. Setelah duduk di kursinya.

__ADS_1


Awan pun langsung menjelaskan semuanya kepada Aden Haruman, tentang pertemuan dengan Liem Tank Cie mengenai ayah dan ibu nya yang mendadak sakit tak wajar... Sebelumnya Tuan Tang Tang sudah berpesan kepada Asisten nya untuk memberitahukan kepada pemuda yang baru beberapa bulan menjalin kerjasama di bidang penyuplai makanan dan Snack makanan ringan.


"Ohk begitu... Kapan kau mau menemui siapa itu namanya.?" Tanya Aden Haruman.


"Tuan Tang Tang.! Abah.!


"Hehehehe.! Nama nya kaya kentang." Kekeh Aden Haruman....


"Dasar Aki aki somplak. Hahahhahaah.! Tawa Awan lepas !


"Sialan Murid tak punya ahklak." Sahut Aden Haruman dengan wajah cemberut.!


"Hehehehe.! Lusa paling juga Abah datang ke rumah sakit menjenguk Tuan Tang Tang." Kata Awan.!


Aden Haruman sesaat terdiam sejenak mata nya menatap keatas, mata batinnya meneropong jauh ke daerah Jakarta mencari keberadaan Tuan Tang Tang yang kata pemuda itu sedang di rawat di rumah sakit.


"Jumat aja... Kamu menjenguk nya... Sebelum berangkat ke Jakarta, kamu kesini dulu untuk membawa air, untuk di minumkan kepada rekan bisnis mu Anak Jin Kuya." Titah Abah Aden Haruman.


"Ok siap. Abah.! Terus untuk urusan Bunda Azzahra dan Nabil bagaimana Abah.! Jujur untuk saat ini pergerakan dari pihak Bob Hidayat dan Tuan Firmansyah secara pemantauan mereka tidak bergerak sama sekali, seakan akan menghilangkan perburuannya kepada Azzahra dan anaknya." Kata Awan yang hampir tiga hari perasaan itu simpan dalam hati..


"Emang kamu tahu dari siapa... Mereka tidak memburu kedua wanita keturunan asing itu.?" Tanya Aden Haruman.!


"Iyus bersama Asep dan beberapa para pengawal Murid Mama Sepuh, Abah." Jawab Awan.!!


"Ohk.... Yang penting kamu jangan lengah saja..! Nanti malam esok akan coba di lihat dari mata batin." Kata Aden Haruman seraya memberi pesan.


"Siap Abah.!


Bersambung.

__ADS_1


__ADS_2