Pemuda Hebat Seperti Dewa

Pemuda Hebat Seperti Dewa
Kepulangan Awan Pratama ke rumah Ibu kandungnya


__ADS_3

Malam semakin larut pemuda itu berjalan keluar dari pintu kontrakan menuju mobil yang terparkir di depan kios warung Azzahra.


Hari hari nya Ia lalui dengan penuh permasalahan yang menguras tenaga dan pikirannya. Walaupun permasalahan yang ia hadapi bukan permasalahan dirinya, tapi karna mungkin takdir membawanya kedalam perjalanan seperti itu mau tak mau ia harus menjalaninya dengan ikhlas dan sabar.


Setelah selesai dengan urusan Nenek nya, dan di tambah urusan dengan Tedi Ferdiansyah sekarang timbul lagi permasalahan Bunda Azzahra Masika Fatharani dan putra nya, apakah setelah selesai dengan urusan mereka berdua tidak ada lagi permasalahan lainnya." Batin Awan bergejolak.


Sesampainya di dalam mobil ia lalu menoleh kearah pintu kontrakan wanita beranak satu itu, tersenyum manis kepada tiga wanita yang sedang menatap kearah nya. Lambaian tangan dan anggukan kepala menandakan bahwa pemuda itu akan segera melajukan mobilnya.


Sepuluh menit berlalu Muhammad Awan Pratama sudah memasuki kampung Situhiang dan melajukan mobil sangat pelan menuju rumah yang ada di tengah tengah kampung tersebut.


Sudah hampir dua Minggu lebih ia meninggalkan rumah nya dan tidak bertemu dengan Ibu dan ayahnya serta adik adik nya itu.


Terakhir Ibu nya menelepon waktu Awan dan Nabil sedang berangkat menuju pertemuan undangan dari Tedi Ferdiansyah di kota Jakarta.


Suasana malam itu sungguh sangat hening, tepat sampai di pos ronda beberapa warga yang sedang ngeronda sambil main kartu Remi, Awan pun menyapa di antaranya ustadz Hilal dan Pak Indra Lesmana serta ketua pemuda kampung Situhiang juga ada di pos ronda tersebut.


Setelah sedikit berbincang bincang dengan mereka dan meminta ijin untuk pamit karna sudah lelah ingin beristirahat Awan langsung melajukan mobil mewah Marcedez Benz dan tak lama berhenti tepat di depan pohon pisang yang masih kosong lahannya di samping rumah Mbak Ani tetangga nya itu.


Awan langsung keluar dari mobilnya dan melangkah menuju pintu masuk rumah yang terbilang kumuh, Ia berhenti sesaat memandang seluruh bangunan rumah milik Ibu kandung nya itu.


Sudah saatnya aku. Mengangkat derajat keluargaku dengan memberikan pasilitas kehidupan yang lebih baik." Gumam Awan lalu mulai melangkah menuju pintu masuk.


"Tok......... "Tok........... "Tok.............


"Assalamualaikum.............!!


"Tok.........." Tok.............." Tok.............

__ADS_1


"Assalamualaikum...... Bunda....... Awan pulang." Ucap pemuda itu setelah mengetuk pintu beberapa kali.


"WaallAikum. Salam, Sebentar.! Jawab seorang wanita muda dari dalam rumah.!!


"Ceklek............!!


"Kreak..............!!


"Pintu pun terbuka. Tampak seorang wanita berusia 22 tahun dengan memakai baju daster tidur dan mata sedikit sayu membukakan pintu nya.


"Teh maap. Mengganggu waktu istrahat Teh Dena." Ucap Awan.


"Tidak apa apa. Teteh senang kamu sudah pulang.! Bunda sedang di kamar mandi sedang membasuh muka. Nenek juga ada menginap di sini." Kata Wanita itu menyuruh masuk.


"Terima Kasih. Kakak Ipar yang cantik." Kekeh Awan langsung menyerobot masuk menuju ruangan tengah.


########


Siti Lara, wanita beranak satu yang suaminya di bunuh oleh para preman bayaran yang di balik semuanya adalah Engkos Kosasih. Lelaki berdarah dingin dengan sangat keji dan kejam telah menghancurkan kehidupannya, lahir dan batin. Seminggu ia di jadikan pelampiasan birahinya sesudah puas lalu di buang di salah satu hutan yang jauh dari perkotaan.


Dengan tekad yang bulat dan pikiran yang sudah matang Lara, akan membalas dendam sakit hati ini dan penghinaan serta semua apa yang telah dilakukan kepada dirinya dan suami serta anak dan ibunya.


#Plaskbacon#


Siang itu wanita yang di sangka gila oleh penduduk warga di kaki bukit gunung halu, serta di pukuli oleh beberapa warga, Lara pun di tolong oleh seorang pemuda yang mempunyai kekuatan ayahnya seorang dukun.


"Teh Lara........ Ayo ikut. Aku akan membawamu kepada ayahku yang ada di puncak gunung halu. Aku akan membantumu membalaskan dendam para lelaki yang telah merusak kehidupan mu." Kata Tarmin geram dengan cerita kehidupan wanita yang Ia tolong.

__ADS_1


"Terima Kasih banyak Aa Tarmin. " Jawab Lara lalu Ia beranjak berjalan mengikuti pemuda yang hanya beda beberapa tahun usia nya.


Mereka berdua pun langsung menuju puncak gunung halu dan menemui kedua orang tua nya pemuda itu, tadinya Tarmin berniat untuk menunggu kepulangan Abah dan Umi nya di waktu senja, tetapi setelah mendengar cerita dari Lara sosok wanita yang cantik dan anggun bila seluruh tubuhnya sudah di bersihkan dengan Air mandi.


Sesampainya di salah satu sahung di tengah tengah menuju puncak gunung halu, tampak terlihat sepasang suami istri paruh baya sedang menyantap makanan siang di bukit gunung halu itu.


"Itu kedua Orang Tuaku. Teh.'' Ucap Tarmin seraya tangannya menunjuk kearah sahung terlihat jelas sepasang suami istri paruh baya di mata Lara.


"Tiap hari. Aa, Abah sama Umi suka ke hutan mencari kayu bakar.?" Tanya Lara di sela langkahnya mengikuti pemuda yang di panggil Aa itu.


"Kalau tiap hari sih tidak.! Bila persediaan kayu bakar saja habis, kadang kadang Abah dan Umi suka bermalam di sahung atau di puncak gunung halu." Jawab Tarmin kini tangannya mengulurkan kepada Lara untuk bergandengan karna jalanan nya cukup terjal dan licin.


**


"Bocah sebleng. Bocah tengik, Siapa yang di bawa oleh Tarmin.?" Tanya Lelaki paruh baya kepada istrinya yang sedang membereskan barang tempat mereka makan.


"Oalah...... Abah...... Bocah syetan itu membawa perempuan cantik." Jawab Umi setelah dua sepasang muda mudi terlihat berjalan kearah nya.


"Kayanya ada yang tak beres dalam kehidupan wanita yang di bawa oleh Tarmin." Kata Abah dengan pandangan mata batinnya.


"Kita akan tahu sebentar lagi." Timpal Umi lalu tersenyum kearah dua muda mudi yang hampir dekat kepada mereka berdua.


"Umi. Abah. Sapa Tarmin. Seraya senyuman manis di berikan kepada Kedua Orang Tua nya.


"Tarmin anak siapa yang kau bawa.?" Tanya Abah mengacuhkan sapaan anak satu satu nya itu. "Iya. Anakku Itu siapa?" Cantik persis seperti kakak kandung mu yang sedang berada di luar negri menjadi TKW. Timpal wanita paruh baya yang biasa di sebut Umi.


"Umi dan Abah, perkenalkan wanita yang Tarmin bawa bernama. Siti Lara." Ucap Tarmin, Lara sendiri di perkenalkan kepada kedua Orang Tua pemuda itu langsung mencium tangan sepasang suami istri paruh baya tersebut.

__ADS_1


"Sini Nak Lara. Ceritakan semuanya kepada Abah. Walaupun Abah sudah mengetahui semuanya tentang derita kehidupan mu. Tapi Abah mau mendengarkan langsung yang keluar dari mulutmu." Pinta Abah Ayah nya Tarmin.


Bersambung.


__ADS_2