Pemuda Hebat Seperti Dewa

Pemuda Hebat Seperti Dewa
Kepulangan Kosasih di cegat kuntilanak


__ADS_3

Halo........ Selamat malam dengan siapa saya berbicara di malam ini.?" Tanya satu lelaki di sebrang telepon yang menjawab panggilan telepon masuk.


"Tuan muda Excel mohon maap mengganggu waktu malam anda.! Saya istri dari almarhum Andri Setiawan." Jawab Erna di dalam telepon.


"Ahk....... Tidak apa apa mbak Erna.! Justru saya yang harusnya meminta maaf karna sampai saat ini belum pernah mengunjungi keluarga mbak, karna sedang gencar-gencarnya mencari keberadaan Ayah saya." Kata Excel berbohong.


"Mudah mudahan Tuan Besar secepatnya ketemu. Serta semuanya terungkap motiv dalang di balik musibah yang menimpa suami saya beserta Tuan Besar." Kata Erna.


"Amiin mbak semoga saja.! Ngomong Ngomong mbak ada keperluan apa sehingga menelepon malam ini kepada saya.?" Tanya Excel penasaran.


"Begini Tuan muda, semenjak mas Andri Setiawan meninggal, mbak kan tidak bekerja seandainya di kantor Future Nugraha Company sedang membutuhkan tenaga kerja khusus perempuan. Saya mau ikut melamar kerja." Kata Erna dengan sedikit malu.


"Ohk........ Tentang itu.!! Mbak tidak usah khawatir dan cemas, saya sudah diskusi kan bersama Bunda. Seandainya mbak sudah lahiran, akan menarik mbak untuk bekerja di perusahaan milik ayah saya." Jawab Excel dalam sambungan telepon.


"Terima Kasih banyak Tuan Muda Excel. Mbak bener bener bingung setelah kepergian mas Andri Setiawan suami mbak.'' Ucap Erna dengan suara sedikit serak mungkin ingin menangis.


"Sama sama mbak. Baiklah kalau sudah tidak ada yang di tanyakan lagi, saya akan akhiri panggilan telepon ini. Silahkan mbak beristirahat di sana." Kata Excel


"Iya Tuan Muda silahkan...... Seraya mematikan panggilan telepon bersama anak dari perusahaan Tedi Ferdiansyah.


"Alhamdulillah. Sekarang aku tenang dan tidak akan risau dan cemas lagi.........!!


"Mas Andri aku akan membesarkan buah hatiku, dan aku tidak akan mau menikah lagi. Kau adalah cinta pertama dan terakhir ku." Ucap Erna seraya mengelus ngelus perut yang tinggal menghitung hari akan keluar Anaknya.


Wanita berstatus Jahe itu kini merasa tenang dengan kehidupan ke depannya setelah menelepon dan mendengar langsung dari tuan muda Excel mau menerima nya bekerja di perusahaan Future Nugraha Company setelah lahir nya anak yang tak lama lagi.


*******************


Sementara di kediaman rumah yang hanya ada dua kamar itu, milik juragan batako yang di kontrak oleh Azzahra Masika Fatharani bersama anaknya yaitu Nabil Nur Fadillah sedang mengobrol dengan wanita yang di sangka hantu kuntilanak oleh anaknya.

__ADS_1


Setelah Pipit menjelaskan semua nya kepada Azzahra di obrolan malam itu, membuat ibu beranak satu itu merasa iba dan kasihan, akan tetapi bila dia menampung nya pasti akan terkena masalah dari pihak suaminya yang tidak akan tinggal diam dan akan terus menerus mencari Pipit sampai ketemu.


"Bu Pipit untuk sementara tinggal lah beberapa hari di sini sebelum saya mencarikan kerjaan untukmu." Ucap Azzahra kepada wanita itu.


"Terima Kasih banyak Bu Zahra atas kebaikan nya, tapi aku takut merepotkan Ibu, dan nanti bila suami saya tahu nanti ibu dan anaknya terkena imbas oleh masalah yang sedang di alami." Ucap nya khawatir.


"Bu Pipit aku juga punya pemikiran kesana tentang ucapan yang baru di katakan oleh mu. Tapi mudah mudahan Allah SWT melindungi dari kejahatan manusia." Ucap Azzahra merenung.


"Bunda bukankah Bu Dewi minta di carikan pembantu untuk di tempatkan di kantor yang akan di resmikan beberapa hari ini." Kata Nabil menyela obrolan mereka berdua.


Azzahra langsung menepuk kening oleh tangannya, karna tidak ingat dengan permintaan dari Bu Dewi pemilik tiga kios dan satu supermarket yang ada di kota kecil dan pasar kecamatan itu.


"Bener juga anakku Nabil Nur Fadillah. Bunda baru ingat, baiklah besok bunda akan menemui nya di pasar sekalian belanja." Kata Azzahra.


"Bu Pipit apakah bersedia bila bekerja menjadi OB di kantor.?" Tanya Azzahra takut nya dia tidak mau.


"Baiklah besok sore akan saya tanyakan langsung kepada Bu Dewi atau pun suaminya Pak Kohar di pasar induk. Mudah mudahan ada rejekinya buat Bu Pipit. Sebaiknya Bu Pipit dan Nabil anakku segera tidur karna malam semakin larut." Titah Azzahra.


"Baik' Bunda................ Pipit hanya mengangguk dan berjalan kearah kamar milik Nabil Nur Fadillah.


***********************


Malam semakin larut jam di dinding menunjukkan pukul tiga dini hari itu. Seorang laki laki berusia 40 tahun sedang berjalan dengan tergesa gesa menuju kampung Situ Babakan di jalan kaki nya itu.


Sesekali dia melirik ke arah kiri dan kanan di malam itu, beberapa pasang mata yang memerah sedang memperhatikan lelaki itu. Akan tetapi tidak ada rasa takut sedikitpun oleh dirinya, karna buat dirinya mahluk yang sedang memperhatikan nya, sudah tak asing lagi bagi dirinya. Kuntilanak, pocong genderuwo dan makhluk lainnya buat dirinya hanya seperti semut semut merah yang tidak harus di takutkan.


Ketika lelaki itu sampai di salah satu sungai yang kecil. Samar samar dia mendengar suara cekikikan perempuan yang terasa sangat jauh dan ada suara anak ayam yang sangat berisik.


"Hihihihihi....... ''Ciak ..... " Ciak....." Hihihihihi....!

__ADS_1


"Hmmmmm.'' Kaya nya kuntilanak datang menakuti ku." Gumam Engkos seraya berjalan melewati sungai itu.


"Engkos terkejut melihat kuntilanak yang nampak sedang duduk di dahan pohon besar dengan kaki terjuntai ke bawah dan rambut mengurai menghalangi jalan, wajah yang begitu pucat dan mengeluarkan belatung dari dalam kepala nya.


"Hihihihihi........ Hihihihihi...... Hihihihihi..... " Suara kuntilanak itu terdengar jelas kini di telinga Engkos Kosasih.


Kemudian tanpa sadar Kosasih pun berlari berlari sekuat tenaga tanpa melihat kebelakang. Sial bagi diri Engkos Kosasih di tengah jalan berlari nya dia di hadang oleh kuntilanak itu.


Kuntilanak itu tertawa memekakkan gendang telinga Kosasih dan membuatnya kesakitan seraya dalam hati ia berkata meminta pertolongan kepada gurunya yang berada di pesisir pantai selatan.


"*Mbah Wongso tolong aku sekarang juga aku di ganggu kuntilanak sialan muka jelek rambut acak acakan dan bau bangkai." Ucap Engkos Kosasih dalam hati meminta bantuan dukun sakti itu.


"Datang lah Mbah Wongso datang lah Mbah Wongso." Engkos memanggil manggil gurunya itu*.


Tak lama kemudian seberkas sinar berwarna merah menghantam tubuh kuntilanak itu di depan Engkos Kosasih hingga ia tumbang dan mengerang kesakitan.


"Arrrrrrrrrrrrrrhhhhhh.........!


"Suara teriakan kuntilanak itu lagi dan lagi memekakkan telinga Engkos Kosasih hingga ia menahan rasa kesakitan dalam telinga nya.


"Engkos sebaiknya kau segera pulang, biar mahluk kuntilanak ini urusanku." Ucap Mbah Wongso yang datang secara tiba tiba di belakang Engkos Kosasih.


"Engkos pun langsung berlari meninggalkan gurunya yang akan menghabisi kuntilanak sinting, dan gila dengan muka jelek dan kepala mengeluarkan belatung itu.


Setelah sepuluh menit dia berlari akhirnya tiba di kampung Situ Babakan, yaitu kampung dimana lelaki itu bertempat tinggal.


!!Warning!! Wajib like dan komen. Setelah baca. Karna like dan komen itu gratis. Bila suka dengan karya author tambahkan Favorit atau vote nya.


Bersambung.

__ADS_1


__ADS_2