
Pukul 19:00 Malam di Markas Besar Future Nugraha Company Group..........
Tepat di area parkir kantor besar Future Nugraha Company Group. Tampak puluhan mobil mewah sedang terparkir di sana dan dapat di pastikan bahwa hari ini akan di adakan pertemuan penting antara staf dari berbagai kantor cabang perusahaan itu di berbagai daerah.
Sementara itu. Dari mobil Pajero sports keluaran terbaru dan Lamborghini Sian. Tampak beberapa pengawal berbaris rapi lalu membuka pintu di dua mobil mewah tersebut. Dan kini tampak lah dua pria berbeda usia dan dua wanita yang sama berbeda usia nya turun dan berjalan menuju pintu masuk kantor besar itu.
Tidak sampai di situ saja. Dari arah samping hotel. Tampak rombongan mobil berupa rupa merek dan tipe sekitar sepuluh unit saling beriringan memasuki area depan kantor itu dan kini dari dalam berkeluaran lelaki dengan membawa masing masing tas koper di tangan mereka.
Dari mobil paling depan tampak empat pengawal dengan tubuh besar dan kekar berjalan tenang kearah sebuah mobil Toyota Alphard kemudian membuka kan pintu lalu membungkuk hormat mempersilahkan dua lelaki setengah baya untuk keluar dari dalam mobil tersebut.
Beberapa pengawal yang berdiri di depan pintu masuk kantor besar Future Nugraha Company Group itu tampak berlari membawakan payung lalu dengan hormat mempersilahkan dua lelaki warga negara asing itu untuk berjalan kearah pintu masuk.
Sepuluh menit berselang dari arah lotus hotel tampak satu mobil mewah Marcedez Benz e-class yang sudah di modifikasi dengan Ban ceper serta knalpot racing dengan di kawal lebih dari puluhan mobil mewah bergerak perlahan memasuki area depan kantor itu.
Setelah Mobil Mewah Marcedez Benz e-class berhenti tepat di samping mobil Toyota Alphard. Dari mobil paling belakang yang sudah berhenti dan terparkir di area kantor itu, tampak berlari kearah mobil mewah Marcedez Benz e-class tersebut untuk membuka kan pintu mobil seraya membungkuk hormat.
Begitu pintu mobil terbuka. Tampak sepasang muda mudi keluar melewati puluhan orang yang berbaris sambil membungkuk lalu berhenti tepat di tengah tengah barisan untuk menunggu rombongan para pegawai dan murid murid Aden Haruman dan anaknya.
Dua orang lelaki yang bersama dengan Tuan Besar Tedi Ferdiansyah dan istrinya serta Tuan Muda Excel da-n adiknya yang berdiri di pintu masuk kantor tersebut. Tampak tersenyum kearah dua sejoli yang sedang berdiri di tengah tengah barisan anak buah Tedi Ferdiansyah.
Dalam diri pemuda yang sedang memegang erat tangan gadis cantik yang terpaut satu tahun usia nya, tak ada rasa gugup atau pun terkejut dengan penyambutan yang di lakukan oleh Tuan Besar Tedi Ferdiansyah berbeda dengan Bu Dewi dan yang lainnya.
"Sampai mati dan hidup lagi pun aku tidak akan bisa seperti ini." Kata Asep dalam hati dan terkikik sendiri membayangkan kata kata hati nya barusan.
__ADS_1
"Jaga wibawa mu Asep. Jangan cengengesan seperti itu. Bersikaplah seperti Bos Awan." Kata Iyus berbisik.
"Aku tahu. Perhatikan langkah mu. Jangan sampai terpeleset kulit pisang dan jatuh. Bisa malu kita.
"Bodoh....... Mana ada di sini buang kulit pisang sembarangan." Kata Iyus Saputra memperkecil suaranya.
"Cepatlah kalian melangkah. Kita yang di belakang tertinggal jauh dari mereka yang berjalan di depan." Ucap Hendra dari arah belakang kepada mereka berdua yang jalan sambil mengobrol.
Tak berapa lama berselang. Kini mereka sudah sampai di depan pintu masuk kantor besar itu. Tampak Awan dan Nabil bersama dua pasangan setengah baya sedang berbincang bincang dengan Tuan Besar Tedi Ferdiansyah.
***
"Robi. Apakah yang lainnya sudah tiba.?" Tanya Tedi Ferdiansyah.
"Hmmmmmm. Bagus.! Sekarang aku akan masuk dan memulai pertemuan ini. Kau dan beberapa para pengawal perketat penjagaan." Kata lelaki yang di sebut Tuan Besar.
"Melaksanakan perintah." Kata Robi lalu mengomandoi barisan lelaki yang layaknya seperti tentara itu untuk membubarkan diri lalu mengisi tempat tempat yang mereka perkirakan bisa dengan mudah mengawasi keaadaan.
##################
Di teras rumahnya megah di kampung Situ Babakan. Tepatnya di kediaman pasangan suami-istri setengah baya terlihat lima orang lelaki berbadan tegap dan berwajah sangar sedang duduk santai di temani beberapa gelas berisi kopi dan beberapa bungkus rokok di hadapan mereka yang sedang duduk bersila.
Suasana malam yang begitu hening di malam itu. Tampak sangat leluasa buat mereka berlima untuk mengobrol dan membicarakan hal yang serius atas perintah dari bos nya yaitu Engkos Kosasih.
__ADS_1
Tak lama berselang, lelaki setengah tua pun keluar dari rumah megah itu dan bergabung dengan lima pria yang sudah menjadi anak buahnya itu.
"Rantai Bum. Ayo kita ngobrol di ruangan atas bawa kopi dan rokok nya." Ajak Lelaki yang baru keluar itu.
"Siap Bos...... Ayo kalian bawa kopi dan cemilan lainnya. Rantai Bumi berdiri di ikuti oleh mereka berempat dan berjalan mengekor Engkos Kosasih membawanya ke lantai atas rumah mewah itu.
Sesampainya di lantai atas Engkos Kosasih dan Rantai Bumi beserta empat anak buahnya langsung duduk di kursi yang menghadap kearah hamparan sawah yang sangat luas itu.
"Di dalam amplop coklat ini. Ada informasi korban yang akan kalian habisi. Aku tidak mau tahu bagaimana pun cara nya. Poto pemuda yang ada dalam amplop itu harus mati tanpa jejak." Titah Engkos Kosasih mengepalkan tangannya.
Lelaki yang menjadi ketua dari empat preman bayaran itu. Lalu membuka amplop yang di berikan oleh bos nya.
"Hmmmmmmm. Bos anak kecil target kami sekarang.?" Tanya Rantai Bumi.
"Iya........ Tapi jangan kalian anggap enteng. Walaupun bocah tengik tapi mempunyai koneksi yang sangat kuat." Kata Engkos mengingat kan nya.
"Dimana aku harus mencari pemuda ini bos.?" Tanya Rantai Bumi.
"Semua informasi aktivitas bocah tengik itu. Sudah ada dalam amplop coklat itu. Kalian semua tinggal mengaturnya. Ingat usahakan untuk mengeksekusi bocah tengik itu harus di malam hari dan mayatnya buang sejauh mungkin seperti mayat wanita laknat anak dari Mbah Wongso, yang suaminya telah kita bunuh." Kata Engkos Kosasih dengan tatapan mata yang menyala nyala.
"Siap Bos percayakan tugas mudah ini kepada saya. Bos Engkos cukup terima kabar baik dari saya." Jawab Rantai Bumi jumawa.
"Baik....... Aku percaya dengan kalian semua. Walau bagaimana pun tugas ini sangat mudah bagi kalian. Kata Engkos tersenyum licik.
__ADS_1
Bersambung.