
Kak.......... Awan Terima Kasih banyak atas semua kasih sayang mu selama ini telah kakak berikan kepada Nabil dan Bunda Azzahra. Semoga kita ketemu di kehidupan yang kedua.." Kata Nabil matanya terpejam air mata nya menetes dan Moch Rojak pun langsung melayangkan pisau belati nya tepat ke arah perut Nabil..
"Tidak............. Nabil................" Teriak Awan dalam amarah yang meledak ledak...
"Blezzzzzzzzzzzzzzzzz...............................!! Tusukan itu tepat mengenai punggung seorang wanita. Tapi bukan Nabil Nur Fadillah yang terkena tusukan dari pisau yang di layangkan oleh Moch Rojak..
"Teh Lara............. Teh Lara.............. Mengapa ini. Hiks hiks...hiks............ Tidakkkkkkkkkkkkkk......." Isak tangis yang semakin kencang ketika Lara memeluk Nabil Nur Fadillah untuk menjadi pelindung nyawa nya.
"Adikku... Nabil Nur Fadillah sebaiknya kau lari.... Teteh masih sanggup menahan tusukan dari lelaki laknat ini.." Ucap Lara dalam menahan sakit yang amat amat sangat.
"Tidak........ Teh.......... Hiks........ Hiks...........!
"Buzzzzzzzzzzz................!
"Ahkkkkkkk......................" Ringis Lara pisau yang menancap di punggung nya di cabut oleh Moch Rojak. Seketika darah segar pun keluar dari punggung wanita beranak satu itu...
"Mati kau... Wanita Iblis..... Teriak Rojak. Lalu menghantam kan kedua kali nya pisau itu kearah punggung Siti Lara. Akan tetapi tiba tiba tak di sangka dari arah kiri dan kanan beterbangan sebuah pusaka Kujang Kembar milik Aden Haruman yang di arahkan oleh Iyus Saputra dan Asep Sunandar.
"Wuzzzzzzzzzzzzzzzzzzzz...................!
"Wuzzzzzzzzzzzzzzzzzzzz..................!
"Pletakk.....................
Dua Kujang Kembar mengarah kepada pisau belati yang di arahkan kepada punggung Siti Lara..
__ADS_1
"Bajingan..........!! Setan..........!! Ucap Moch Rojak sesaat pisau itu terlepas dari tangannya.
"Teh Lara................
"Teh Lara................ " Teriak Asep Sunandar dan Iyus Saputra bersamaan.
"Hai....... Anak si Wongso... Sang dukun sakti.... Sudah saat nya kau keluarkan kartu As nya.... Walau bagaimana pun yang terjadi malam ini menjadi tanggung jawab saya Muhammad Awan Pratama.." Kata Awan berteriak dan memberi perintah kepada Siti Lara..
Lara pun mendengar perintah dari majikan nya Tuan Muda Awan, dalam hati langsung membaca mantra pemanggil Sukma..............
"Adikku Nabil Nur Fadillah.... Segera lepaskan pelukan mu... Sudah saatnya manusia manusia iblis ini mati.." Ucap Siti Lara... Hal itu membuat Nabil melepaskan pelukannya dan hanya bisa pasrah.
Aroma mistik seketika menyengat menusuk hidung mereka yang ada dalam ruangan vila yang telah porak poranda akibat perkelahian malam itu... Siti Lara langsung menghilang dari pandangan Nabil Nur Fadillah dan muncul di belakang Moch Rojak. Dengan satu pukulan di tengkuk sudah cukup membuat Moch Rojak pingsan tak sadarkan diri.
"Jika ada yang mau aku bunuh, segera mendekat kesini atau aku yang akan datang membunuh kalian para manusia sampah.." Ucap Siti Lara, mengancam mereka pandangannya menatap kepada lelaki berusia 45 tahunan itu yang tak lain Abu Bakr.
Dengan sorot mata yang tajam Lara pun berjalan santai menuju sang adik dari perusahaan Abanoub.. Lima puluh meter sampai di lelaki itu tiba tiba, muncul sosok orang penting kepercayaan Abu Bakr.
Penampilan nya sangat mempesona mata yang memandang, rambut hitam lurus terurai sampai ke bahu, tatapan lembut yang mampu melumerkan hati yang beku, senyum hangat pemikat hati, sungguh gambaran sempurna bagi seorang lelaki. Membuat wanita wanita yang melihatnya akan terpesona penuh nafsu. Mungkin pesonanya mampu membangkitkan birahi terpendam di hati seorang Siti Lara.
Sesaat tubuh Lara yang telah di rasuki oleh lelembut Nyi Sekar Arum terpesona akan ketampanan lelaki yang muncul tiba tiba di hadapannya.. Dia menunjuk Siti Lara dan menyuruh nya semakin mendekat, seperti kerbau yang di cucuk hidungnya, Siti Lara yang dalam kondisi tubuhnya di kuasai Nyi Sekar Arum hanya bisa menurut tampa perlawanan. Sampai akhirnya Siti Lara mendekat dan entah berbisik apa..
Siti Lara pun langsung menggelosoh tak berdaya dan ambruk di lantai ruangan Vila mewah itu..
Awan dan Asep Sunandar serta Iyus Saputra yang melihat Siti Lara ambruk, walaupun sudah memanggil arwah Nyi Sekar Arum yang merasuki jiwa nya, segera beranjak dan langsung melompat kerah wanita beranak satu itu di ikuti oleh mereka berdua.
__ADS_1
"Asep dan kau Iyus Saputra segera selamatkan Siti Lara dan bawa langsung keluar bersama Nabil Nur Fadillah.." Titah Awan memberi perintah kepada dua anak buahnya.
"Baik... Tuan Muda........!
Tampa basa basi lagi Awan langsung melancarkan pukulan mematikan nya kearah perut lelaki tampan itu, namun Ia berhasil menghindar dan pukulan Awan hanya mengenai tatapan kosong saja.
Sambil mengendurkan rasa pegal di leher serta mengepalkan kedua jari jari tangan nya. Pemuda tampan yang menjadi orang kepercayaan Abu Bakr itu berkata kepada Awan. "Aku bosan melihat serangan lemah mu, bertarung lah lebih serius, atau kau mati untukku
Kata kata dari pemuda tampan itu membuat Muhammad Awan Pratama tertawa kegirangan, pukulan yang barusan di lancarkan secara tiba tiba, biasanya tepat mengenai lawannya, tetapi kali ini di hadapannya bukanlah seorang manusia yang awam dan mempunyai ilmu supranatural tingkat tinggi.
Muhammad Awan Pratama pun melirik keatas seakan meminta ijin untuk bertarung lebih serius dan menyelesaikan semua permasalahan malam ini.. Makhluk yang hanya bisa di lihat oleh Awan seorang diri pun mengangguk pelan mengiyakan kemauan dari Sang Pemuda Hebat Seperti Dewa itu.
Melihat hal itu Awan pun langsung menghentakkan dua kaki nya ke lantai seraya berkata.." Ku penuhi keinginanmu, menangislah dalam penyesalan hai Tuan tampan.
Tubuh Muhammad Awan Pratama perlahan melompat cepat tersapu angin malam dan muncul secara mendadak di hadapan Sora. Lelaki tampan itu membuat nya cukup terkejut melihat gerakan cepat Muhammad Awan Pratama yang langsung menyelengkat kaki nya membuat keseimbangan nya goyah akibat tidak siap menerima serangan. Saat tubuhnya masih berputar di udara Awan langsung memukul perut nya dengan telak menimbulkan gelombang besar yang membuat nya terpental jauh. Saat hampir mengenai dinding dalam ruangan Vila mewah itu, lelaki tampan itu langsung memutarkan badannya dan kedua kakinya ia selolorkan kepada dinding sembari berputar mengembalikan posisi berdirinya.
"Menarik.." Gumam nya sambil membersihkan baju bekas pukulan Muhammad Awan Pratama yang sebenarnya tidak meninggalkan bekas kotoran sedikit pun.
"Wahai sang Pemuda Hebat Seperti Dewa akan ku tunjukan sesuatu yang menarik..
Setelah mengatakan hal itu Sora menunjuk Muhammad Awan Pratama dan entah bagaimana membuatnya terpental jatuh ke belakang tanpa menerima serangan secara langsung, tentu saja membuat siapa pun yang melihatnya kebingungan dengan apa yang terjadi.
Sora lantas menghilang dan muncul di hadapan Awan yang tengah mencoba bangkit berdiri.
Bersambung.
__ADS_1