Pemuda Hebat Seperti Dewa

Pemuda Hebat Seperti Dewa
Bantuan Datang


__ADS_3

Dalam langkah kaki semangat empat puluh lima Muhammad Awan Pratama dan orang orang yang setia dengannya.. Tadi nya ia akan melawan Duo Holding Company Group dengan secara sembunyi sembunyi.. Tetapi setelah di tinjau ulang dan di beberkan kepada gurunya... Maka Awan atas inisiatif dari sang guru untuk melawan langsung secara terbuka...


Bila di bandingkan kekuatan pihak musuh dengan SDM Anugrah Awan Sentosa dan Future Nugraha Company Group serta di tambah dua Organisasi Macan Tutul serta Singa Putih hampir selisih antara 70% Kekuatan Moch Rojak dan 30% Kekuatan Muhammad Awan Pratama. Akan tetapi siapa sangka dan duga bahwa Pemuda Hebat Seperti Dewa itu mempunyai kartu As yang akan melumpuhkan pertahanan Moch Rojak.. Kita patut di tunggu.


Sesampainya di pagar gerbang yang menjulang tinggi............!


"Breenggggg.................................!!


"Breenggggg................................!!


Pintu pagar yang terbuat dari besi itu di tendang oleh Awan dengan sangat keras sambil berteriak kencang hingga orang orang yang berjaga di area halaman Vila mewah itu berlarian mengepung Muhammad Awan Pratama dan kawan kawan.


"Rojak............................. Iblis keluar kau...." Teriak Awan dengan sorot mata yang sangat tajam seraya berjalan di ikuti oleh para anak buahnya.


"Bedebah.......... Setan alas........" Kata seorang wanita muda bermata sipit....


"Sia setan, sia iblis sia wanita laknat." Hina Awan dengan amarah yang memuncak. Hingga membuat wanita muda itu langsung marah setelah ucapan yang keluar dari Awan menghina dirinya.


"Dasar Iblis....................." Teriak nya langsung menyerang tiba tiba kearah Muhammad Awan Pratama..


"Wuzzzzzzzzzzzzzzzzzzzz......................


"Takkk.............................


"Bugh...............................!

__ADS_1


Pukulan yang di lancarkan oleh seorang wanita berwarga negara Jepang itu, seketika langsung di tangkis oleh Asep Sunandar yang berdiri di samping kanan majikannya... Tak tinggal diam Iyus Saputra pun langsung menendang bagian pinggang perut hingga wanita yang hendak memukul majikannya itu terpelanting mundur beberapa langkah......


"Ahhkk.................


"Setan alas...... Semua nya maju dan bunuh... Jangan biarkan mereka hidup.." Teriak Wanita Jepang itu setelah menahan rasa sakit dari tendangan yang di lancarkan oleh Iyus Saputra.


Tak ada rasa takut sedikitpun di hati Muhammad Awan Pratama dan kawan kawan.. Ketika seorang wanita itu berteriak memerintahkan untuk segera membunuhnya. Awan juga berteriak dengan suara yang sangat keras


"Semua nya masuk dan bunuh siapa saja yang ada di sini..." Kata Awan langsung telungkup ke tanah di ikuti oleh Nabil dan yang lainnya.


Amigo wanita berwarga negara Jepang itu.. Dan lima puluh orang berpakaian jas lengkap ala mirip pengawal khusus seketika tatapan mata mereka sejenak kearah pemuda yang berteriak dan menjatuhkan dirinya hingga telungkup.


"Hahahahaha............ Hahahahaha.............. Tawa lepas mengejek lawannya yang pemikiran mereka Awan dan yang lainnya menyerah..


Tetapi tiba tiba suara ratusan langkah kaki terdengar oleh para anak buah Moch Rojak terdengar dari pintu gerbang Vila mewah itu, layaknya seperti gelombang air laut menghantam karang...........


Siapa sangka dan duga oleh mereka yang sedang mengepung buruannya yang secara cuma cuma datang mengantarkan nyawanya kehadapan mereka, sudah di rencanakan begitu matang dan cantik, hingga orang orang dari Moch Rojak tersentak kaget tak percaya.


"Tembakkkkkkkkkkkkkk..." Teriak satu lelaki yang menjadi komandan pasukan elit itu.


"Dedd..... Dedd........ Dedd........ Dedd........ Dedd........!!


Tembakan beruntun pun di arahkan kepada puluhan pengawal khusus Moch Rojak... Hingga jerit pekik pun terdengar mencekam di area halaman itu... Sang empu bersama orang penting lainnya yang mendengar suara tembakan beruntun itu pun langsung bergegas ke luar untuk melihat apa yang sebenarnya terjadi.


Sedangkan di sisi kiri dan kanan Vila mewah itu juga sejenak berhenti ketika mendengar suara tembakan beruntun... Tetapi tidak bagi orang orang dari Tuan Robi dan Ketua Macan Tutul yang sebelum nya sudah di beritahu terlebih dahulu oleh Sang Tuan Muda.

__ADS_1


Nabil Nur Fadillah dan Asep Sunandar serta Iyus Saputra bersama Siti Lara, Excel dan enam Murid Mama Sepuh, hanya telungkup di atas tanah dan tubuh nya sesekali terhantam mayat mayat yang di tembak secara masal itu.


Dalam hati mereka semua penuh tanda tanya dan kebingungan.. " Siapakah mereka.?" Apakah Lawan atau Kawan.?" Tanda tanya besar.


Sudah di rasa suara tembakan itu terhenti dan para pengawal yang berjaga di barisan depan vila itu mati berjatuhan dan sebagian besar melarikan diri dalam lingkup area halaman vila mewah itu.... Awan pun berusaha bangkit di ikuti oleh yang lain nya termasuk Nabil Nur Fadillah.


"Apakah anda Muhammad Awan Pratama..?" Tanya komandan dalam pasukan elit yang di bawa nya beserta seorang ahli bela diri yang memegang tongkat bertanya.


Sang pemuda hebat seperti dewa yang masih menggenggam erat tangan kekasihnya dan kedua mata menatap keseluruh mayat mayat yang tergeletak tak berdaya, langsung menjawab pertanyaan dari seorang lelaki yang memakai baju ciri khas pasukan elit itu bertanya.


"Benar sekali Tuan... Saya Muhammad Awan Pratama dan di samping saya Nona Muda Nabil Nur Fadillah.." Jawab Awan.


"Alhamdulillah.. Akhir nya saya menemukan Nona muda dan anda Muhammad Awan Pratama serta lebih bersyukur lagi anda dan Nona Muda Nabil beserta yang lainnya selamat.. Perkenalkan nama saya Abdul Nazib pengawal khusus yang di tugaskan oleh perusahaan Ismail Group untuk melindungi dan keamanan Nona Muda Nabil beserta Nyonya Azzahra Masika Fatharani.." Kata lelaki itu memperkenalkan dirinya.


"Di samping saya ini perkenalkan namanya Xuhan. Dia adalah anggota khusus beladiri dari negri Tiongkok yang secara khusus di tugaskan sama seperti saya melindungi Tuan Muda Awan. Atas perintah dari Nona Muda Liem Tank Cie, sang Ahli waris perusahaan Tang Tang Group." Kata lagi Abdul Nazib memperkenalkan lelaki muda di samping nya itu.


"Salam hormat dari kita kepada Tuan Tuan dan terima kasih telah datang di waktu yang sangat tepat.." Ucap Awan membungkuk hormat di ikuti oleh Nabil dan Excel serta yang lainnya.


"Anda terlalu sungkan anak Muda.. Justru dari saya dan anggota keluarga Ismail group yang harusnya berterima kasih dan membungkuk hormat kepada anda Tuan Muda Awan.." Kata Abdul Nazib..


Sang empunya Moch Rojak yang melihat dari pintu keluar vila itu dan para pengawal nya sudah tergeletak di area halaman, kedua sorot matanya menatap tajam kepada lelaki yang berbincang bincang dengan buruannya, merasakan ketakutan yang amat dalam.


"Lapor komandan.. Sisi kiri sudah di lumpuhkan oleh orang orang dari perusahaan Future Nugraha Company Group, lalu sisi kanan nya di ketuai oleh orang yang memakai pakaian bergambar Macan Tutul pun sudah melumpuhkan barisan dari Mister Jack Komboy.." Kata anak buah Abdul Nazib melaporkan kondisinya..


"Bagus segera bersihkan dengan pihak penegak hukum di negara ini." Kata Abdul Nazib memberi perintah.

__ADS_1


"Menjalankan perintah dari anda komandan.." Kata pengawal Ismail group itu.. Lalu beranjak pergi.


Bersambung.


__ADS_2