Pemuda Hebat Seperti Dewa

Pemuda Hebat Seperti Dewa
Kilas Balik Pipit Bekerja Di kantor Anugrah Awan Sentosa


__ADS_3

Suasana sangat adem, santai, sejuk..jauh dari keramaian lalu lalang mobil di pagi hari yang tampak terlihat dari kios kecil yang sudah tersedia beberapa gorengan gorengan penunda hawa lapar di pagi hari yang sangat indah.


Dalam bakul tempat penyimpanan gorengan tersebut beberapa jenis makanan di pagi hari telah tersedia di kios tempat mencari sesuap nasi seorang wanita beranak satu itu.


Tampak di pagi buta itu beberapa ibu ibu dan bapak bapak maupun pemuda gadis gadis terkadang anak anak mengantri untuk sekedar membeli gorengan Gehu, Comhu, Bakwan dan Goreng Tempe di warung Azzahra Masika Fatharani.


Dengan di bantu seorang wanita berusia 35 tahun hari hari Azzahra kini bergairah dalam mencari sesuap nasi untuk mencukupi kebutuhan sehari hari nya.


Pagi itu pukul tujuh dagangan yang berupa gorengan gorengan yang menjadi teman nasi di sarapan di kampung yang ada di kabupaten Cianjur sudah ludes di serbu para pembeli.


"Alhamdulillah. Semua gorengan yang di jual sudah habis. Kita patut bersyukur dengan semua ini." Kata Azzahra kepada Pipit istri dari Bob Hidayat.


"Iya...... Alhamdulillah. Mbak....... Udah hampir seminggu ini tiap kita bikin gorengan selalu habis." Jawab Pipit seraya membersihkan baskom tempat adonan gorengan.


"Azzahra mengangguk tersenyum. Bagaimana dengan kerjaan mu. Apakah kau betah bekerja di kantor Anugrah Awan Sentosa.?" Tanya Ibu nya Nabil Nur Fadillah.


"Betah Mbak........!! Orang Orang nya pada ramah ramah. Tidak mempersulit aku.


Disaat mereka sedang asyik dengan obrolan di pagi hari seraya membereskan tempat adonan yang kotor. Seorang pemuda pun hadir dan duduk di depan warung yang sudah di sediakan oleh pemilik warung itu.


"Bunda. Kopi satu dong." Ucap Pemuda itu, kepada seorang wanita yang di panggil Bunda.


"Ehk...... Calon mantu idaman. Sudah rapi begini. Hmmmm. Wangi lagi." Jawab Azzahra. Lalu mengambil kopi luwak white kopi dan mulai menyeduh nya.


"Ahk...... Calon ibu mertua. Bisa aja kalau lagi memuji." Balas pemuda itu.


"Hehehehe. Senyuman manis di berikan oleh Azzahra.!! Bos Awan malam pulang jam berapa.?" Tanya Pipit yang baru saja berdiri sambil membawa wadah yang kotor.


"Kalau gak salah nyampe jam dua dini hari teh Pipit." Jawab Awan seraya menyambut gelas yang di berikan oleh Azzahra.

__ADS_1


"Hmmmmm. Kok aku gak mendengar kepulangan dari Bos Awan dan Nabil Nur Fadillah." Kata Pipit.


"Pantas gak kedengaran kepulangan mereka berdua. Orang kamu tidur nya kaya kebo. Pulas amat." Ledek Azzahra.


"Hehehehe.......... Iya Mbak...... Aku malam tidur pulas amat. Karna kecapean." Alasan Pipit.


"Emang Teh Pipit kemarin kemana.?" Bukan kah Mbak Pipit kerja libur.?" Tanya Awan.


"Kemarin Teteh. Pergi ke pagelaran. Menemui Orang tua Teteh. Bos Awan tahu sendiri pergi ke kampung Teteh jalan nya bagaimana." Kata wanita beranak dua itu.


"Iyaa..... Awan tahu jalan ke daerah itu. Bagaimana kabar Ibu dan bapak serta saudara Teteh.?" Tanya Awan.


"Alhamdulillah. Semua sehat wall Afiat...... Kata Pipit dengan mimik wajah bahagia.


"Apakah menerima kehadiran Teteh sekarang.?" Tanya Awan.


"Tadinya saudara tidak menerima kedatangan ku. Tapi sesudah di beritahu kan dan di perlihatkan seluruh kelakuan suami teteh Bob Hidayat. Akhirnya mereka semua mau menerima dan memaapkan Teteh. Asal bener bener bertobat.


"Iya....... Bos. Itu yang menjadi beban pikiran saya saat ini." Lirih Pipit.


#Plasbakon#


"Waktu itu malam hari pemuda itu yang sedang bersantai di halaman rumah yang ada di Leles Residance. Menerima pesan singkat dari Azzahra Masika Fatharani yang sedang berada di kediaman Bu Dewi.


Dalam pesan singkat itu. Azzahra Masika Fatharani meminta Nak Awan untuk bertemu di rumah Bu Dewi malam itu juga.


Karna posisi pemuda itu sedang bersantai tak ada kerjaan yang di lakukan. Maka pemuda itu menyanggupi permintaan dari Azzahra Masika Fatharani yang sedang berada di rumah Bu Dewi.


Tak lama kemudian. Awan pun sudah berada di rumah yang begitu megah dengan pagar berwarna hitam dan bangunan yang bergaya Eropa itu.

__ADS_1


Setelah mereka berkumpul di ruangan tamu yang saat itu hanya ada Azzahra Pipit dan Bu Dewi serta pemuda yang baru datang.


"Bunda Zahra....... Ada apa sehingga malam malam ingin bertemu dengan Awan. Nabil mana kok gak di ajak.?" Tanya Pemuda itu di mulai obrolan malam itu.


"Nak Awan sebelumnya.. Bunda mohon maap mengganggu waktu istrahat kamu. Tapi ada sesuatu yang minta pertolongan dari Nak Awan." Jawab Azzahra terdiam sebentar lalu melanjutkan lagi ucapannya.


"Nabil sedang menunggu warung. Sebelum nya sudah di beritahu terlebih dahulu mau kerumah Bu Dewi." Kata Azzahra.


"Tak usah meminta maaf Bun. Kebetulan Awan sedang santai.!! Emang Bunda butuh bantuan apa dari Awan.?" Tanya pemuda itu.


"Azzahra Masika Fatharani pun lalu menjelaskan semuanya. Sebelumnya sudah di jelaskan kepada Bu Dewi, tentang wanita yang di bawa olehnya. Wanita yang di kenalkan oleh Azzahra adalah istri dari Bob Hidayat. Dia kabur karna ada perselisihan dengan suaminya akibat terbongkar nya perselingkuhan dan meninggal nya Zaenudin yang menjadi selingkuhan Pipit oleh suaminya menggunakan jalur hitam yaitu di santet.


"Malam Itu Bu Dewi. Tidak bisa memberikan keputusan kepada wanita yang di bawa oleh Azzahra, karna rasa takut atas tindak tanduk Pipit dan suaminya. Maka menyarankan untuk agar Azzahra Masika Fatharani untuk menelepon majikannya yaitu Muhammad Awan Pratama.


Wanita beranak satu itu tersentak kaget, bahwa yang selama ini mengetahui bahwa pemuda itu adalah bekerja di kios Pak Kohar suaminya Bu Dewi. Seketika berubah 90 derajat Celcius. Justru Bu Dewi dan suaminya itu adalah anak buah dari Muhammad Awan Pratama, yang sudah dia anggap anaknya sendiri.


Setelah penjelasan yang di berikan oleh Ibu nya Nabil Nur Fadillah dengan detail dan rinci tentang wanita yang bernama Pipit itu. Dan tak lupa penuturan dan rasa menyesal serta benar benar akan bertobat dari istrinya Bob Hidayat. Pemuda itu pun memberi kesempatan untuk Pipit bekerja di kantor yang akan segera beroperasi.


"Baiklah......... Aku pegang ucapan dari Teh Pipit. Mudah mudahan kejadian yang menimpa di diri Teteh menjadikan pelajaran agar jalan kedepannya lebih baik." Jawab Awan dengan pertimbangan.


"Terima Kasih Bos....... Terima Kasih banyak." Ucap Pipit membungkuk hormat. Lalu buru buru di cegah oleh Pemuda itu.


"Bu Dewi....... Sementara tempatkan terlebih dahulu di supermarket. Setelah kantor Anugrah Awan Sentosa sudah beroperasi, baru di pindahkan untuk bekerja di bagian marketing pemasaran." Titah Awan.


"Siap bos." Jawab Bu Dewi tersenyum.


"Hmmmmmm. Hilangkan peradaban bila kita sedang mengobrol di rumah, kecuali di tempat pekerjaan." Kata Awan risih di panggil bos.


"Hehehehe. Anakku wajahnya jelek bila sedang jutek." Ledek Bu Dewi. Hingga Azzahra terkekeh cekikikan. Sementara Pipit hanya tersenyum.

__ADS_1


"Bersambung.


__ADS_2