Pemuda Hebat Seperti Dewa

Pemuda Hebat Seperti Dewa
Telepon Pagi Dari Nabil


__ADS_3

Langsung ke lokasi dimana sahabat ku tinggal." Perintah Moch Aidil kepada sang sopir ketika sudah berada di dalam mobil.


"Baik Tuan'." Jawab sang supir.


Mereka pun berangkat ketempat dimana sahabat nya Aidil dulu pernah belajar ilmu agama di Negara Kairo. Dengan itu Aidil menyuruh Azzahra dan anaknya untuk tinggal di kota Jogja tepatnya di pinggir kota yang bila di tempuh hanya memakan waktu satu jam dari bandara internasional Kulonprogo.


Sesampainya di salah satu rumah yang halamannya begitu luas, dua unit mobil mewah pun langsung masuk kearah halamannya rumah sahabatnya dan langsung berhenti tepat di samping mobil Kijang Innova.


Pemilik rumah yang sedang menikmati suasana di sore hari itu bersama sang istri, sekilas keningnya berkerut dan bertanya tanya dalam hati nya.


"Siapa mereka yang berada dalam mobil mewah yang berhenti tepat di halaman rumahnya." Ucap lelaki berusia 40 tahun dalam hati nya.


Aidil dan Ahmad segera turun dari mobil nya yang telah di buka oleh supirnya. Ia berjalan menuju lelaki yang sedang bersantai di Gazebo bersama istrinya dengan senyuman yang Ia berikan kearah lelaki itu.


Ja'far Shadiq........... Apakah kau lupa denganku. Hingga kau tidak menyambut kedatangan sahabat mu yang telah 15 tahun kita tidak bertemu." Ucap Aidil membungkuk hormat di ikuti oleh Ahmad dan para bodyguard nya.


"Kau............. Kau........... Aidil........... Apakah aku tidak salah........ Apakah kau benar benar Aidil......... Putra dari Tuan Moch Mohtar Abdullah Adik dari Moch Ismail pemilik perusahaan ISMAIL FUTURE terbesar di negara Kairo." Kaget Ja'far Shadiq hingga ia berdiri dan segera mencegah tamunya itu untuk membungkuk hormat kepadanya.


"Ia......... Sahabatku..........!! Seraya merentangkan kedua tangannya dan di balas oleh pelukan hangat Ja'far Shadiq sahabatnya yang sewaktu di Kairo menimba ilmu agama.


Isak tangis di antara kedua lelaki setengah baya itu di halaman rumah milik pemuka agama di daerahnya dengan di belakang rumah nya berjejer bangunan semi permanen yang banyak di tempati oleh anak anak yang menimba ilmu agama.


Setelah puas dengan pertemuan dan pelukan hangat di mereka berdua. Ja'far Shadiq pun langsung membawa sahabat nya bersama Ahmad Asisten Moch Ismail untuk masuk kedalam rumah nya dan mengobrol bersama serta memperkenalkan kepada istri dan anak anak nya.

__ADS_1


Singkat cerita setelah acara perkenalan Aidil dan Ahmad bersama istri dan anak anak nya Kiayi Ja'far Shadiq. Aidil pun langsung mengutarakan maksud dan tujuan datang berkunjung ke rumah sahabatnya itu, dan menjelaskan tentang semua kisah kakak' nya Moch Ismail bersama istrinya Azzahra Masika Fatharani. Sehingga menyuruh untuk menemui Ja'far sahabat nya yang ada di Kota Jogja.


KISAH MOCH ISMAIL DAN AZZAHRA MASIKA FATHARANI BERSAMA ANAKNYA SUDAH SAYA POST DI EPISODE SEBELUMNYA, BILA ADA YANG MASIH MENGATAKAN NOVEL INI TIDAK NYAMBUNG SEBAIKNYA BACA DARI AWAL.


"Aidil saya turut berdukacita atas meninggalnya Kakak kandung mu Moch Ismail dan ujian hidup dari Nyonya Azzahra Masika Fatharani. Tapi sayang sekali apa yang di jelaskan oleh mu. Menyuruh Nyonya Azzahra untuk datang ke tempat ini bersama anaknya tidak ada dan dalam kurun waktu lima tahun pun tidak ada yang datang atau pun untuk sekedar menimba ilmu kepada pondok pesantren yang sudah sepuluh tahun berjalan dengan nama yang telah kau sebutkan." Jawab Ja'far Shadiq dengan wajah yang lesu, harapan sahabatnya datang kesini untuk menjemput adik ipar dan keponakan nya sirna begitu saja.


"Ja'far apakah Azzahra mengganti namanya. Terakhir kakak' ku sebelum meninggal dia bermimpi bertemu dengan Istri nya, bahwa anaknya sudah berganti nama. Kalau tidak salah namanya Nabil Nur Fadillah. Apakah murid mu ada yang bernama Nabil Nur Fadillah.?" Tanya Aidil masih dengan harapan.


"Hmmmmmm. Ada dua orang yang bernama Nabil tapi kepanjangan bukan Nur Fadillah dan orang tuanya juga saya mengenali nya." Jawab Sahabat nya itu.


Aidil semakin lemas badannya. Ia harus mencari kemana anak dan istri kakak' Ipar nya itu. Harapan tidak sesuai dengan kenyataan. Tapi pantang buat dirinya untuk berputus asa dari semua ini dan Amanat yang di berikan oleh kakak' nya Moch Ismail sangat berat bila tidak di laksanakan.


Sementara Firmansyah yang di tugaskan oleh Tuan Safir kaki tangan dari anak Moch Ismail dari istri pertama nya juga mulai bergerak menyusuri pinggiran kota Jogja sampai ke pelosok daerah kota Jogja. Dengan di bantu beberapa para preman yang ia kenal dan finansial serta materi yang memadai. Kini Firmansyah sudah bergerak.


Dalam kurun seminggu tidak membuahkan hasil dalam pencarian Azzahra Masika Fatharani begitu juga dengan orang orang yang di suruh oleh Tuan Safir. Firmansyah dan beberapa anak buah yang berjumlah puluhan orang pun buntu tidak membuahkan hasil.


##############


Minggu Pagi hari di kota kecil Cianjur Jawa Barat.


Seorang pemuda yang baru saja beres dengan sarapan pagi nya sudah bersiap siap untuk pergi ke kantor perusahaan miliknya yang di kelola oleh seorang wanita setengah tua, yang dulu menjadi guru di sekolah nya.


Kedatangan pemuda itu sudah di tunggu oleh beberapa pegawai yang di tempatkan di beberapa kios yang ada di pasar maupun supermarket.

__ADS_1


Asep Sunandar bersama dua Pemuda kembar yang bernama Hendra dan Hendri sudah berada di kantor PT Anugrah Awan sentosa. Sementara Bu Dewi dan suaminya beserta Amelia anaknya sudah bersiap siap sama hal Advokad perusahan yaitu Arianto bersama keluarga nya sudah berada dalam mobil dan mulai melaju kearah dimana mereka semua menunggu nya.


**


"Kriiiiing''.............. " Drettt..........


"Kriiiiing''.............. " Dreet...........


Suara ponsel berdering dan bergetar yang berada di meja tamu itu terdengar oleh wanita setengah tua yang sedang menyapu di ruangan tersebut. Sementara pemilik ponsel tersebut sedang berada di luar untuk menghidupkan mesin mobil sebelum mobil Marcedez Benz e-class yang sudah di modifikasi dengan Ban ceper dan knalpot racing itu di pakai.


Wanita yang sedang menyapu langsung mengambilnya ponsel tersebut dan langsung memberikan kepada pemuda yang berada di luar yaitu majikannya.


"Nak.......... Awan ada teleponnya masuk dari tadi berbunyi terus." Ucap Bu Ida setelah sampai di hadapan pemuda itu yang sedang berdiri di samping mobil nya.


"Ohk........ Terima kasih Bu Ida..........." Ucap nya lalu mengambil ponselnya dan langsung melihat layar untuk mengetahui siapa yang menelepon di pagi hari itu.


Pemuda itu tersenyum dan langsung mengangkat telepon dari seseorang yang ada di sebrang sana.


"Halo...............!!


"Bil Maap baru di angkat telepon nya." Ucap Awan setelah layar panggilan telepon di geser kan dari bawah keatas.


Bersambung.

__ADS_1


__ADS_2