Pemuda Hebat Seperti Dewa

Pemuda Hebat Seperti Dewa
Lisnawati memaafkan mantan majikan nya


__ADS_3

"Bu Nuraeni Handayani menurut dokter sakit kenapa Pak Indra Lesmana? Tanya Lisnawati.


"Inilah yang menjadi saya bingung. Sewaktu di bawa ke rumah sakit kata dokter hanya sakit biasa layaknya penyakit orang yang berumur paling besok lusa juga pulang. Tetapi setelah tiga hari sakit nya merambat kaya busung lapar setelah di periksa melalui USG tapi dalam perutnya tidak ada apa apa. Tiap malam suami saya selalu menjerit jerit kesakitan seakan akan penyakit suami saya ada yang mengirim." Kata Nuraeni Handayani berhati hati bicara nya.


Bu Lisnawati saya keluarga bersama suami saya memohon maap atas ulah dari keluarga selama ini selalu merendahkan dan menghina keluarga Bu Lisnawati. Terutama kejadian sebulan itu." Kata lagi Nuraeni Handayani dengan bersimpuh di kaki mantan pembantu nya itu.


"Bu Nur......! Saya sudah memaapkan tentang kejadian itu dan sudah lupa. Akan tetapi kemarin Nak Hamdan datang ke rumah Nenek Romlah lalu menceritakan semua nya kepada saya secara detail serta malam sudah bicarakan kepada Muhammad Awan Pratama di suruh menjenguk dan sudah memaafkan dengan ikhlas serta ada titipan uang yang di berikan oleh Nak Hamdan suruh di kembalikan lagi kepada Pak Indra karna lebih membutuhkan dari pada anak saya." Kata Lisnawati menjelaskan kedatangan nya seraya merangkul Nuraeni Handayani dalam pelukan hangat.


"Terima Kasih..........! Lisnawati Terima Kasih Lisnawati.! Lirih. Nuraeni Handayani.


"Lisnawati........! Kalau masalah uang itu mohon untuk tidak mengembalikan lagi kepada saya itu murni uang Nak Awan! Lirih lagi Nuraeni Handayani.


"Baiklah......! Aku terima uang ini untuk di berikan kepada anak saya dan semoga suami ibu cepat sembuh dan sehat sedia kala.........! Amiin yaa robball allamiin. Tangannya mengusap seluruh wajah Lisnawati di barengi oleh Dena dan Nuraeni Handayani.


Setelah Lisnawati dan Nuraeni Handayani saling memaafkan satu sama lain dan Lisnawati pun meminta ijin untuk mengaji beberapa surat Alquran yang biasa di ajarkan oleh Kakek nya kepada orang sakit dan meminta pertolongan kepada sang pencipta agar di angkat secepatnya penyakit mantan majikan nya itu.


Istri dari Indra Lesmana sangat senang dan menyambut dengan senyuman bahagia setelah Lisnawati meminta ijin untuk mengaji Alquran. Karna tahu siapa diri Kakek nya itu seorang ulama yang di kagumi oleh para Kiayi karna kerendahan hatinya dan serta banyak yang meminta tolong kepada Kakek Lisnawati yaitu Mama Haji Jalaludin bin Haji Sidiq.


*


*


*


Kuning cahaya matahari pukul 16.00 sore dari arah barat menghangatkan suasana di rumah makan sederhana nasi liwet Ibu Sofiah.


"Nak Awan habis dari mana kelihatan kelaparan begitu? Tanya Pak Kohar penasaran melihat makan pemuda itu dengan lahap dan kelaparan.


"Habis jalan jalan bersama salah satu dari tiga gadis sahabatnya itu.! Ucap Awan acuh.


Sedangkan di samping Awan itu terasa bergemuruh hatinya saat pemuda itu mengatakan bahwa kelaparan karna habis jalan jalan bersama seorang gadis sahabat.

__ADS_1


Huh........sombong kak Awan baru juga jalan jalan sama gadis sahabat nya. coba jalan jalan nya sama aku tidak akan kelaparan yang ada kekenyangan luar dalam batin Amel kesal.


# # # #


Sebelum hadir nya senja sebelum tiba waktu sore dua insan berbeda jenis sedang berada di salah satu kamar milik pemuda tampan yang sedang berpelukan.


Hawa dingin dan segar dirasakan oleh gadis berambut sebahu setelah selesai mandi menambahkan kehangatan tubuh nya saat pemuda itu memeluk dengan pelukan kasih sayang. Sama hal yang di rasakan oleh pemuda itu mendapatkan pelukan hangat dari gadis yang masih rambut nya basah membuat gairah untuk mencium bibir nya semakin kuat.


"Apakah semacam begitu sayang yang ingin kau minta dariku? Tanya Awan mesra kepada gadis yang dia peluk di kamar mewah.


Gadis itu pun mengangguk dan membenamkan wajahnya di bidang dada milik pemuda tampan itu. Wajahnya seketika memerah jantung berdetak kencang dan napas tidak beraturan.


Kurang lebih lima belas menit lama nya Pemuda tampan dan Irma bermain panas di siang itu yang semakin panas dan bergelora. Seketika Awan menyudahi permainan nya.


"Irma.........! Sudah.......! Sudah........! Aku tidak mau sampai kelewatan serta aku tidak mau merusak kesucian mu.! Kata Awan dengan napas terengah engah.


Gadis itu menatap sayu lalu memeluk ku, dan berbisik ke telinga ku.....!


"Aku pun membalas dengan masih memeluk Irma...!


Irma mengerti sejenak merasakan pelukan hangat diantara kami berdua. Dan kami berdua pun menyudahi seraya memakai baju masing masing.


"Sayang ayo kita pulang." Ajak Awan seraya memeluk dari arah belakang yang sedang menyisir rambut nya.


Irma tersenyum dan mengangguk......! Makasih ya untuk hari ini.


"Sama sama sayang.....,! Ayo kita pulang. Ajak Awan seraya menggenggam tangan Irma berjalan menuju pintu keluar rumah mewah milik Muhammad Awan Pratama.


Setelah keluar dari dalam rumah. Lalu mengeluarkan sepeda motor Yamaha Jupiter MX dan mengunci pagar garasi rumah. Awan pun memberikan helm kepada gadis yang sesat nya bergairah.


Awan menaiki motor nya di ikuti oleh Irma dia memeluk ku dengan mesra. Aku pun menjalankan motor nya menuju arah kampung gadis cantik itu.

__ADS_1


Sampai tiba di salah satu pos penjagaan perumahan menengah di Cianjur, pemuda itu memberhentikan motor dan langsung turun berjalan menuju pos satpam.


"Irma tunggu sebentar aku mau ke pos satpam dulu. Kata Awan agar tidak usah turun.


"Iya.......! Sayang balas manja gadis yang sedang duduk di motor itu.


Awan hanya tersenyum dan melangkah masuk ke pos satpam tersebut.


"Pak, Salim......! Buat kopi.! Sapa Awan seraya membelikan dua lembar uang merah kepada lelaki yang sedang menonton tayangan televisi dunia dalam berita.


"Aduh....! Aden maap tidak melihat.! Saat melihat ekspresi wajah yang kaget.


Terima kasih Aden merepotkan he-he-he'' Ucap lelaki seraya menerima sambil cekikikan.


"Pak.....! Salim tolong jaga ya rumahku...! Pinta Awan.


"Siap gerak.....! sambil tangan di simpan dalam kening nya.


Setelah basa basi bersama satpam perumahan elit. pemuda itu berjalan keluar menuju motor yang di parkir kan di pinggir jalan seraya di ikuti oleh Pak Salim dari arah belakang.


Aku menaiki motor serta menghidupkan motor. Pak Salim berkedip kearah ku setelah Irma memeluk ku sangat erat dari arah belakang jok motor.


Tidak lama kemudian setelah menempuh perjalanan 20 menit lama nya menggunakan sepeda motor. Aku pun mulai memberhentikan motor di tempat tadi menyetop angkutan umum.


Irma......! Jangan sekarang ya di beritahu kan kepada Kiara dan Mira tentang obrolan tadi di alun alun...! Karna malam ini aku ada pekerjaan yang harus di selesaikan." Ucap nya.


"Siap......! Makasih ya untuk hari indah ini." Kata Irma dengan senyuman kebahagiaan.


"Ok."......! Sama Sama Irma.....! Aku duluan ya.'' Sahut Awan.


Irma mengangguk dan tersenyum kearah pemuda yang sudah menghidupkan mesin motor nya.

__ADS_1


Bersambung.


__ADS_2