
Tak ada rasa capek atau pun kelelahan di jiwa seorang pemuda tampan berusia 16 tahun tepat tanggal satu syuro itu...... Hanya baru dua jam Ia tertidur dirinya sudah terbangun ketika suara panggilan adzan subuh berkumandang di perumahan elit Leles Residance....
Sementara yang lainnya seperti Asep Sunandar, Iyus Saputra dan beberapa wanita setengah tua masih terlelap dalam tidur di waktu menjelang pagi itu... Akibat tenaga dan Air mata' nya terkuras habis memikirkan keselamatan anak anaknya yang terpelosok dalam diri ketidaksukaan seseorang terhadap Awan sehingga orang orang terdekat nya menjadi target incaran Engkos Kosasih dkk.
Kini satu masalah sudah usai dan selesai di tuntas kedalam akar akar nya, oleh pihak berwajib dengan di bantu oleh Brigadir Jenderal Irsyad Maulana yang secara khusus di datangkan oleh Aden Haruman untuk menyelesaikan dan menjadi perisai dari Muhammad Awan Pratama.
Pemuda itu terbangun dan langsung berjalan menuju pintu kamar mandi untuk membersihkan seluruh badannya lalu setelah itu. Ia beranjak pergi menuju masjid untuk melaksanakan ibadah solat subuh berjamaah...!!
Udara sejuk nan dingin ketika ia usai keluar dari masjid setelah melaksanakan kewajiban nya sebagai umat yang taat akan agama, Ia tarik napasnya dalam dalam menghirup udara di pagi yang tampak masih terlihat gelap sang langit itu.
"Bos Awan." Tegur seorang lelaki paruh baya dengan memakai pakaian Koko dan sarung menempel di pinggang nya.
"Ehk.! Pak Salim." Jawab pemuda yang di panggil bos itu.!!
"Bos sedang apa .?" Tanya lelaki paruh baya tersebut.!!
Pemuda itu tersenyum.... Tatapan mata nya menuju sebuah langit yang masih gelap." Menikmati keindahan dan kesejukan di pagi hari dengan menyambut sang mentari yang akan tiba dalam beberapa menit lagi." Kata Pemuda tersebut.!!
"Hehehehe.!! Si bos bisa aja kata kata nya.!! Kata lelaki paruh baya bernama Salim itu.! Awan hanya tersenyum manis.
"Pak Salim.... Ayo kerumah ku... Kita ngopi bareng.! Ajak Awan.... Lalu ia mulai melangkah dan memasukan sandalnya kedua dampal kakinya.!!
"Siap bos...!! Kalau urusan kopi itu nomor satu." Jawab Salim bersemangat.!!
Dua pria yang berbeda usia dan berbeda kasta itu pun berjalan beriringan menuju salah satu rumah yang lumayan besar dari rumah lainnya.!!
Sesampainya di rumah yang paling ujung di perumahan Leles Residance itu... Awan pun mempersilahkan masuk kepada lelaki paruh baya yang menjadi petugas keamanan di komplek perumahan yang di tempati oleh Awan dan lainnya.!!
"Pak Salim. Kopi Hitam.. Susu atau moca.?" Tanya Awan.!
__ADS_1
"Hitam boleh bos tapi jangan di kucek." Jawab Salim. Lalu duduk di ruangan tamu.!!
"Siap. Beres.! Kata Awan seraya mengacungkan jempol nya dan langsung berjalan menuju dapur.!!
Tampak ketika melewati ruangan tengah, terlihat beberapa wanita setengah tua sudah terbangun di antaranya Bunda Azzahra dan ibu kandung pemuda tersebut.!!
"Sayang... Anakku di depan tepatnya di ruangan tamu itu siapa.?" Tanya Lisnawati.
"Pak Salim Bunda..... Penjaga di depan komplek... Biasa Awan ajak ngopi." Jawab pemuda dengan memakai kopiah warna hitam.
"Ohk..... Biar Bunda aza yang bikin kopi nya.! Anakku ganti aja baju dan sarung nya.!!
"Ahk...... Tak usah Bun.!! Tolak Awan halus....." Sudah.... Sudah..... Biar Bunda yang bikin nya." Kata Lisnawati memaksa.!!
"Yaa...... Udah.!! Hehehehe." Kata Awan terkekeh.!!
#################
Tampak dalam ruangan tamu telah berada Bunda Azzahra dan Ibu kandungnya yang sedang menikmati kopi di pagi hari itu bercanda dan mengobrol tentang pemuda tersebut.... Lisnawati menelisik kepada Pak Salim tentang anaknya yang tinggal di komplek perumahan ini.
"Hmmmmmmmm.! Bisa bisa nya dua wanita hebat ini mencuri kenikmatan di pagi hari ini dengan segelas kopi dan sepiring goreng pisang." Kata Awan tiba tiba datang dan duduk di samping Pak Salim.!!
Mereka bertiga tersenyum......." Bunda hanya ingin tahu kamu sudah berapa lama tinggal di sini...... Setahu Bunda baru beberapa bulan saja, tetapi setelah di tanya kepada Pak Salim..... Kamu tuh sudah hampir dua tahun tinggal di sini........ Tega menyembunyikan semua ini kepada Bunda dan Bunda Azzahra." Kata Lisnawati dengan bibir cemberut seketika langsung melahap pisang goreng... Hal itu membuat Awan geleng-geleng kepala nya.!
"Hehehehe.... Maap Bunda.!! Kata Awan terkekeh.!!
"Huh...... Anak ini paling juga dari dulu Jawaban nya maap." Timpal Lisnawati...... "Betul besan apa yang di katakan oleh anda.... Hanya jawaban maap saja tanpa ada penjelasan apapun darinya." Azzahra ikut berkomentar.!!
"Tanpa Awan jelaskan juga... Bunda dan Bunda Azzahra sudah tahu kok." Bela Awan...!!
__ADS_1
"Iyaa. Sih.!! Tapi........ Tahu nya dari orang lain.'' Protes Lisnawati.......!!
"Bunda jelek deh kalau lagi cemberut." Goda Awan..!
"Aish.......... Ini karna mu." Bela Azzahra memenangkan Lisnawati.!
"Hehehehe........ Am sorry para bidadari bidadari ku." Goda Awan, dalam obrolan receh di pagi hari itu, penuh dengan canda ria...!!
"Pak Salim bagaimana keaadaan istri nya, apakah masih sering Jumat rematik nya.?" Tanya Awan.... Melihat lelaki paruh baya itu hanya tersenyum melihat obrolan antara pemuda itu dengan dua wanita yang berhadapan dengannya.!!
"Yaa seperti biasa bos. Penyakit tua.!! Kadang kadang kumat bila habis obat.... Tapi bila obat nya ada Alhamdulillah.'' Ucap Pak Salim.!
"Sudah di coba di periksa ke dokter atau rumah sakit.? Tanya Awan.!!
"Hehehehe.... Hehehehe..... Belum pernah bos.... Biasa terbentur biayaya." Jawab Pak Salim berterus terang dengan perasaan yang malu malu.
Awan menyadari ekonomi Pak Salim yang terbilang sulit dengan jumlah anak yang lumayan banyak dan ada empat anak yang masih tergolong belia....
"Yaa...... Udah nanti sore Pak Salim bawa istri berobat ke dokter atau klinik yang tak jauh dari perumahan ini..... Masalah biayanya tak usah di pikirkan." Kata Awan tersenyum.
"Ahkh....... Bos.... Tak usah merepotkan.......! Ucap Salim tak enak dengan Awan.... Terlalu baik baik dirinya semenjak lelaki paruh baya itu menjadi satpam di komplek perumahan Elit di kota kecil tersebut.
"Hmmmmmmm. Pak Salim tahu sendiri aku tidak suka penolakan." Tegas Awan......" Hingga lelaki paruh baya itu tak bisa berkata lagi dan hanya mengangguk saja...
Tak terasa obrolan mereka berempat sudah hampir satu jam lamanya.... Sang matahari pun sudah tampak menyinari Bumi Pertiwi di pagi hari itu.... Iyus dan Asep sudah selesai dengan mandi dan sarapan di pagi hari itu pun sudah tersedia oleh Bu Ida di meja makan.
"Nak Awan.. Sarapan usah siap." Kata Bu Ida...!!
"Siap.! Bu.......!! "Pak Salim ayo kita sarapan dulu sebelum pulang ke rumah." Ajak Awan.!
__ADS_1
BERSAMBUNG.