
Di salah satu jalan yang menemukan dua kabupaten tersebut tepatnya jalan labuan antara Cianjur dan Bandung Barat. Tak jauh dari jembatan penghubung dua kabupaten itu ada sebuah markas yang terlihat usang dan tanpa berpenghuni bila terlihat dari kejauhan. Akan tetapi siapa sangka di bawah itu ada sebuah kampung tempat bersarang nya para penyamun dan preman preman bayaran yang siap bila ada seseorang yang membayar nya.
"Lapor Bos.......! Sapa seorang yang baru tiba melaporkan kepada lelaki yang sedang duduk di kursi kebanggaan serta di temani dua gadis muda duduk di paha nya sedang bermesraan.
"Bagaimana hasil semalam tugas yang saya berikan kepada kalian.
"Satu mati dan satu lagi lolos bos. Tiba tiba ada Satria Baja Hitam datang menyelamatkan lelaki yang hampir mati.! Kata seorang yang menjadi bos malam itu.
"Bajingan...........! Dasar kau tidak berguna lembek loyo. " Sergah bos Besar itu.
"Maap kan saya bos, tetapi nyawa lelaki buruan kita tidak akan bertahan lama karna sudah pecah kepala nya." Kata Lelaki itu membela diri.
"Apakah kau tidak sedang bercanda agar aku tidak marah sama kalian hah. " Bentak nya.
"Bos bisa tanya sama Gundul pacul. Dia yang membabi buta menghajar lelaki tua itu.? Tanya nya.
"Baiklah untuk sementara saya percaya, kita tunggu dulu Informasi dari orang yang menyuruh kita." Jawab Bos Gangster itu.
"Bos, Besar........! Anu......! Badan pegal pegal. " Kata satu dari lima lelaki yang melapor.
"Masuk, saja ke kamar biasa. Ada lima barang baru tinggal kalian pilih satu persatu.....! Tapi jangan kau rusak dari belakang....! Karna mau gue kirim ke kota Besar.....! Titah Bos pembunuh bayaran itu.
"Siap Bos Besar anda memang selalu mengerti keinginan anak buah. " Kekeh salah satu dari mereka dan langsung menuju kamar yang sudah tersedia gadis gadis yang siap untuk melayani nya.
"Setelah mereka berlima masuk untuk sekedar bersenang senang bersama wanita yang akan di kirimkan ke pusat kota dan di tempatkan di tempat hiburan malam, Bos Besar Gangster tersebut lalu mengeluarkan ponsel untuk menelepon seorang lelaki untuk mengantarkan kesalah satu orang yang sangat sakti.
"Nada dering terdengar di telinga Bos Besar.
"Halo..........! Bos, Iman siap menerima perintah.
"Malam ini juga kau segera ke Markas Besar, jemput saya untuk pergi ke daerah Ujung genteng pesisir laut selatan.
"Baik Bos besar saat ini juga saya berangkat menuju Markas Besar, silahkan anda bersiap siap di sana.! Kata Iman.
__ADS_1
Hmmmm baru kali ini anak buah ku mengalami kegagalan, saya mau tahu siapa yang berani ikut campur dalam urusan ku kali ini. Ucap nya dalam hati setelah mengakhiri panggilan telepon itu.
************************
Pukul 13:00
Kantor Hansel Mandiri di salah satu ruangan Direktur sedang mengadakan rapat dadakan membahas tentang insiden yang masih belum di tetapkan oleh pihak kepolisian apakah murni itu sebuah kecelakaan atau pun rencana pembunuhan.
Sutarman selaku Direktur CV Hansel Mandiri bersama Haji Epen dan beberapa staf perusahaan tersebut sedang duduk di salah satu ruangan rapat.
"Pa Tarman apa yang harus kita lakukan, Apakah kita akan ikut menyelidiki tentang tragedi petinggi Future Nugraha Company yang saat ini direktur nya tidak di temukan? Tanya Haji Epen.
"Pak Haji Epen saya sudah memerintahkan kepada seseorang di kepolisian yang ikut andil dalam penyelidikan yang terjadi malam itu dan secepatnya akan memberitahu kan kepada kita. " Jawab Direktur itu.
"Menurut saya itu bukan kecelakaan tetapi ada perencanaan sebelumnya. Yang sedang saya pikirkan kenapa bisa Tuan Andri Setiawan bisa berada di hutan itu." Dika yang berkata di ruangan rapat itu.
"Apa yang dikatakan oleh Pak Dika sependapat dengan pemikiran saya." Timpal Iwan yang duduk di samping nya.
"Baiklah......! Kita hanya bisa menunggu kabar terbaru dari kepolisian dan mungkin lusa kita berangkat ke kantor Future Nugraha Company untuk sekedar mengucapkan turut berdukacita atas meninggal nya Tuan Andri Setiawan.! Kata Sutarman Direktur CV Hansel Mandiri.
Yang lainnya boleh keluar dari ruangan rapat ini. Kecuali Haji Epen karna ada yang saya bicarakan empat mata dengannya.
Setelah mereka keluar dari ruangan rapat itu, Kini Haji Epen bersama Sutarman mengobrol secara empat mata.
"Pak Haji Epen, Apakah mempunyai kecurigaan dalam insiden yang terjadi kepada pemilik perusahaan Future Nugraha Company dan Direktur keuangan Andri Setiawan? Tanya Sutarman.
"Saya tidak menuduh atau pun menerka nerka tapi Insting saya selalu tepat sasaran, saya mencurigai orang orang PT Bina Sakinah Group terlibat dalam insiden ini." Kata Haji Epen yakin.
"Berarti sepemikiran dengan saya Pak Haji." Sahut Sutarman Direktur CV Hansel Mandiri.
Apakah anda mencurigai seorang Manajer PT Bina Sakinah Group yang bernama Bob Hidayat.? Tanya Haji Epen.
"Betul.........! Sekali Pak Haji, Sebaiknya anda berhati hati. " Kata Sutarman mengingatkan bawahan nya.
__ADS_1
"Terima Kasih Pak saya juga berpikiran sama dengan anda.! Jawab nya.
****************************************
Di salah satu Vila mewah di kawasan Taman Bunga Nusantara di kota Cipanas.
Beberapa mobil mewah berjejer rapi di halaman vila tersebut dengan berbagai merek dan tipe berbeda.
Tidak lama berselang mobil Avanza Veloz pun masuk dan melaju dengan pelan untuk memarkir kan mobil tersebut.
Tak lama setelah mobil yang baru masuk itu berhenti tepat di samping mobil Toyota Alphard. Dari dalam mobil keluar lah dua lelaki yang berbeda usia berjalan menuju lobby pintu masuk villa.
Beberapa para penjaga pun seketika menyambut dengan riang dan tepukan tangan sesaat dua lelaki itu masuk atas berhasil nya membunuh Andri Setiawan dan Tedi Ferdiansyah.
Ketika mereka tiba langsung di sambut oleh Tuan Agus dan Anak nya Firmansyah dengan senyuman hangat dan langsung membawa nya untuk duduk bersama di ruangan vila tersebut.
Bincang bincang sejenak serta minuman berkelas di ruangan tersebut.
"Iwan mungkin perusahaan Future Nugraha Company akan segera di pimpin oleh anak nya yang bodoh itu sebentar lagi." Kata Agus di sela obrolan di mulai.
"Betul Tuan Besar, tapi kita masih ada satu penghalang lagi dalam perusahaan itu walaupun perusahaannya nanti di pimpin oleh anak nya Tedi Ferdiansyah." Kata Iwan menjawab pertanyaan dari Tuan Agus.
"Apakah Robi yang kau maksud? Tanya Agus.
"Betul Tuan Besar, " Jawab nya.
"Hahahaha." Itu sudah ada dalam otak dan siasat ku......! Kau tenang saja.! Kata Tuan Besar Agus.
"Baik'lah Tuan Besar saya ikut apa yang di perintahkan oleh anda." Jawab Iwan
"Bagus..........! Bagus........! Bagus.........! Lebih baik kita makan ." Ajak Agus kepada mereka berdua.
"Iwan kau sebaiknya jangan dulu kembali ke kantor Future Nugraha Company beberapa hari.......! Saya akan menyiapkan alibi hal yang sama anda ikut terseret dalam jurang dan di selamatkan oleh warga sekitar.! Kata Agus di sela acara makan itu.
__ADS_1
!!Warning!! Wajib like dan komen. Setelah baca. Karna like dan komen itu gratis. Bila suka dengan karya author tambahkan Favorit atau vote nya.
Bersambung