Pemuda Hebat Seperti Dewa

Pemuda Hebat Seperti Dewa
Orang Suruhan Kakak Kakak Tiri Nabil Sudah Bergerak


__ADS_3

Untuk sementara waktu kita tinggalkan terlebih dahulu, kebersamaan Muhammad Awan Pratama dengan keluarganya dan sahabatnya. Kita akan melanglang buana ke salah satu kota Jakarta tepatnya di Jakarta timur terdapat salah satu Mansion mewah yang di tempati oleh seorang Wanita Paruh Baya dan dua anaknya lelaki dan perempuan.


"Pukul 09:00 Siang itu. Tiga unit mobil mewah telah terparkir di halaman Mansion mewah itu. Seorang lelaki setengah baya keluar di ikuti oleh enam bodyguard melangkah memasuki Mansion mewah yang sudah di tunggu oleh seorang pemuda berusia 23 tahun di ruangan khusus.


Sesampai nya di ruangan khusus. Lelaki setengah tua itu pun langsung di sambut baik oleh pemuda itu dan pintu ruangan itu langsung di tutup.


"Tuan Safir. Silahkan duduk. Ada beberapa harus di sampaikan dalam pertemuan empat mata kali ini." Titah Pemuda.


"Terima Kasih Tuan Firmansyah." Jawab Safir kepada pemuda yang bernama Firmansyah tersebut.


Setelah mereka berdua duduk secara berhadapan. Lelaki setengah tua pun memulai percakapan nya dengan seorang pemuda yang menjadi media untuk mencari keberadaan anak dan istrinya Moch Ismail.


"Tuan Firmansyah. Bisakah kau jelaskan kiriman Poto dan video melalui via wasttap pada malam itu." Kata Safir di sela obrolan mereka berdua.


"Sebentar Tuan Safir sebelum saya menjelaskan Poto dan video itu. Apakah Tuan Safir sudah yakin bahwa gadis yang di bawa oleh pemuda itu adalah anak dari Tuan Moch Ismail.?" Tanya Firmansyah.


Seratus persen. Poto dan video anak itu sudah di berikan kepada Moch Rojak dan Moch Jabar bahwa. Gadis yang ada dalam Poto tersebut adalah anak dari Azzahra Masika Fatharani istri dari almarhum Tuan Besar Ismail." Jawab Safir.


"Hmmmmmmmm. Kalau begitu tugas yang di berikan oleh anda cukup beresiko buat saya dan anak buahnya." Kata Firmansyah menjilat.


"Tuan. Kenapa anda berkata begitu.,?" Tanya Safir penasaran.

__ADS_1


"Begini Tuan Safir. Bila gadis itu yang kita cari. Tidak akan semuda mendapatkan nya. Karna di belakang nya ada orang orang dari perusahaan Future Nugraha Company Group. Yang sangat terlatih dari segi bertarung. Belum lagi dukungan dan kerjasama dari Adik nya Moch Ismail dan Asisten." Kata Pemuda itu menjelaskan panjang lebar.


"Hmmmmmmmm. Gumam Safir seraya manggut manggut kepalanya. Anda tidak usah khawatir. Semua sudah di persiapkan oleh orang orang kita yang tak kalah hebat dari pihak Future Nugraha Company Group dan Moch Aidil dan Asisten nya Moch Ahmad." Jawab Safir.


"Tuan Safir. Tapi anda belum mengetahui kekuatan yang menjadi pelindung bagi gadis itu. Di belakangnya orang orang hebat Future Nugraha Company Group." Kata Firmansyah mengingatkan.


"Aku sudah mengetahui nya dan mempelajari tentang perusahaan Future Nugraha Company Group dan orang orang nya. Bahkan aku dan orang orang ku sudah mengetahui kekalahan ayahmu Agus Ferdiansyah yang akan membunuh Tuan Muda Excel dan Ibu nya. Firmansyah seketika tersentak kaget. Tadinya dalam hatinya mau memanfaatkan Tuan Safir dan orang orang nya untuk membalaskan dendam Ayah nya. Tapi setelah mengetahui semua ini. Harapan nya kecil.


"Tuan Firmansyah, sebaiknya memikirkan bagaimana cara nya agar mengetahui dimana gadis itu tinggal. Untuk urusan orang orang yang di belakang nya menjadi tanggung jawab saya. Bukan kah itu lebih baik. Anda mendapatkan komisi dari saya dan anda juga bisa membalaskan dendam kekalahan ayahmu. Dengan kekuatannya sebagian sudah di kikis oleh anak buah saya." Kata Safir dengan mata tajam menatap pemuda tersebut.


Pemuda yang bernama firman tak bisa berkutik atau pun mengeluarkan suaranya. Ia hanya tersenyum dan mengangguk tanda ucapan dari lelaki setengah tua itu menyetujuinya nya.


Obrolan mereka berdua pun lumayan alot mereka mengatur rencana rencana seandainya Firmansyah menemukan tempat tinggal gadis itu.


Sementara di waktu yang sama dan hari pun sama cuma hanya berbeda tempat saja. Di salah satu hotel termewah di kota Jakarta. Tampak seorang lelaki paruh baya sedang berdiskusi bersama kedua lelaki setengah tua.


Lelaki paruh baya yang masih terlihat gagah itu secara khusus mendatangi hotel mewah itu untuk bertemu dengan dua orang yang memegang kendali perusahaan Ismail Group.


Kedatangan pemilik perusahaan terbesar di negaranya. Karna ada kabar bahagia dan secara khusus untuk di bicarakan langsung dengan kedua warga negara asing yang baru menjalin hubungan kerjasama.


Tedi Ferdiansyah malam itu mendapatkan kabar dari pemuda yang telah beberapa kali membantu nya menyelesaikan permasalahan dan menolong dari maut. Bahwa dia telah menemukan orang yang sedang di cari oleh Moch Aidil dan Asisten nya yaitu Moch Ahmad.

__ADS_1


Pemuda itu mengabarkan tepat pada malam Minggu untuk bertemu di salah satu restoran mewah yang ada di jalan kawasan puncak. Mengapa tidak sekarang saja pemuda itu mempertemukan Azzahra Masika Fatharani serta Nabil Nur Fadillah kepada Moch Aidil dan Ahmad. Kenapa harus malam Minggu." Ucapnya Tedi malam itu ketika Awan menelepon.


Katanya pemuda itu sedang mempersiapkan hal hal yang kemungkinan tidak di inginkan." Tedi Ferdiansyah menjelaskan semuanya kepada Moch Aidil dan Asisten nya.


"Tuan Tedi Ferdiansyah. Kalau begitu kita juga tidak boleh hanya berdiam diri saja. Tidak sederhana mungkin, bahwa orang orang yang di suruh oleh kedua anak Moch Ismail yang dari istri pertamanya sudah mengetahuinya." Tebak Ahmad Asisten Moch Ismail.


"Betul. Apa yang di ucapkan oleh Ahmad. Tuan Tedi." Sahut Aidil.


"Tuan. Tuan. Aku juga mempunyai pemikiran sama dengan anda berdua. Tapi aku percaya dan yakin dengan pemuda itu. Dua kali saya di selamatkan oleh pemuda itu. Hingga terlepas dari kejahatan adik tiri saya sendiri." Kata Tedi Ferdiansyah


"Hmmmmm. Pantas pemuda itu sangat spesial oleh Tedi Ferdiansyah karna berkat pertolongan dan bantuan nya Tedi beserta keluarga dan perusahaan nya terselamatkan." Ucap batin Aidil.


"Jadi menurut Tuan Tedi kita harus bagaimana.?" Tak pantas kita hanya berdiam diri saja." Ucap Ahmad.


"Begini saja. Tuan Tuan. Dua hari sebelum bertemu dengan istri dan anaknya Moch Ismail. Kita menemui terlebih dahulu Muhammad Awan Pratama, untuk membicarakan pengamanan pengamanan yang kemungkinan terjadi hal hal yang tak di inginkan.?" Kata Tedi Ferdiansyah memberi saran.


"Aku setuju. Tuan." Ucap Aidil dan Ahmad pun mengangguk.!


"Kita berangkat ke kota pemuda itu secara terpisah tidak beriringan. Untuk menghindari kecurigaan dari seseorang mata mata anak dari adik tiri saya yang sudah terindentifikasi oleh Robi Asisten saya." Kata Tedi Ferdiansyah memberi arahan.


"Ikut apa kata Tuan Tedi pemilik perusahaan Future Nugraha Company Group." Kata mereka berdua tersenyum dan di ikuti oleh senyuman oleh Tedi di hotel mewah itu.

__ADS_1


Bersambung.


__ADS_2