
Bob Hidayat bangkit dari kursi nya setelah semua yang menghadiri pertemuan singkat tadi keluar meninggalkan ruangan itu.
Kini di ruangan vila megah itu hanya ada orang orang dari Tuan Muda Firmansyah dan Bob Hidayat serta Sulastri... Sementara Holik Simatupang dan Dika serta Iwan sudah pergi untuk mencari selimut di malam itu bersama dengan Betmen dan kedua anak buah kepercayaan Sulastri yaitu bedil dan bedul.
"Pak Bob..... Saya bersama Jamil dan lain nya undur diri untuk beristirahat di Vila yang ada di kawasan taman bunga Nusantara." Kata Firmansyah bangkit beranjak dari tempat duduknya.!!
"Ohk.!! Begitu Tuan Muda.!! Baiklah aku tidak akan menggangu anda." Jawab Bob Hidayat dengan senyuman manis.
Firmansyah bangkit di ikuti oleh Jamil dan beberapa bodyguard nya melangkah keluar menuju mobil yang ada di halaman parkir.!!
"Bu Sulastri.!! Mari saya antar anda ke kamar untuk beristirahat." Kata Bob setelah mengantar Tuan Muda Firmansyah ke luar.!!
"Terima Kasih Pak Bob. Tapi saya belum mengantuk." Jawab wanita yang terlihat sedikit buncit di perut nya. Kemungkinan wanita itu sedang mengandung.
"Baiklah.!! Kalau begitu bagaimana bila kita mengobrol di teras atas sambil menikmati pemandangan di malam hari." Saran Bob Hidayat.
"Hmmmmmmmm.!! Itu lebih baik dari pada mata masih melek dan merenung sendirian." Kata Sulastri menerima ajakan dari lelaki berkulit putih dengan gaya rambut mirip pemain film pendekar rajawali.
Kini mereka berdua pun melangkah naik ke arah tangga menuju teras yang mengarah ke arah Gunung Gede Cianjur... Di Gunung itu terdapat satu kerajaan ghaib yang masih ada sangkut paut nya dengan Abah Aden Haruman.!!
Tak lama mereka berdua pun sampai di teras atas dan duduk hanya beralaskan karpet gulung yang sudah di tata oleh Bob Hidayat...
"Hmmmmm.!! Kaya nya ada yang kurang ini obrolan malam ini." Gumam Bob.
Lastri berkerut kening nya, setelah mendengar gumam nya seorang lelaki yang ikut bergabung dalam membalas dendam kematian suaminya yaitu bos' Haikal.!!
__ADS_1
"Kopi.!! Apakah Bu Sulastri ingin minum kopi atau Teh manis hangat.?" Tanya Bob.
"Kopi boleh juga Pak." Jawab Sulastri.!!
"Siap.!! Bob pergi ke bawah untuk membuat kopi. Sulastri berjalan kearah pagar dan memandangi kearah puncak Gunung Gede !!
Sulastri terpana menyaksikan pemandangan malam ini. Taman Wisata Cibodas hampir mirip dengan tempat Ia tinggal . Dari atas bukit ini, lampu rumah-rumah penduduk nampak seperti tebaran bintang kecil yang berpendar begitu rupa. Keheningan malam membuatnya seperti dapat mendengar suara desingan kumpulan kunang-kunang yang sedang bergerombol. Meskipun ia sendiri tak tahu seperti apa bentuk kunang-kunang dan bagaimana suaranya. Kunang-kunang adalah hewan yang kerap diceritakan Haikal, suami nya yang kini tak lagi bersamanya.
"Suamiku.. Sudah empat bulan kau pergi dari alam ini, meninggalkan diriku dan anak yang ku kandung hasil benih perkawinan kita berdua...!! Kini aku datang ke kota kelahiran mu bersama dua orang yang menjadi pengawal diriku, untuk membalas kematian oleh pemuda itu.!!
"Haikal...... Suamiku.!! Apakah aku sanggup menjalani hidup membesarkan anak yang masih dalam kandungan ini tanpa dirimu, di kota yang bukan tempat kelahiran ku. Bekas para anak buah mu masih setia kepada mu dan mereka bertekad untuk membalas dendam kematian dirimu." Sulastri terus berkecamuk dalam hatinya mengingat kebersamaan dengan Haikal, preman yang telah berjasa membalas dendam dukun santet yang berada di Gunung Rahong lima bulan yang lalu.
Tapi sial bagi diri nya. Lima orang kepercayaan kini mendekam di penjara mempertanggung jawabkan perbuatannya dengan berurusan dan membunuh salah satu Direktur perusahaan Future Nugraha Company Group. Haikal sendiri tumbang oleh Muhammad Awan Pratama di Vila yang ada di kaki bukit gunung batu.
"Bu Sulastri anda tidak usah cemas dan bingung dengan anak yang ada dalam kandungan mu itu. Bob Hidayat berjanji akan selalu ada di samping mu." Kata satu suara dari arah belakang. Sulastri pun tersentak kaget lalu membalikkan badannya dan tersenyum kearah lelaki dengan membawa dua gelas berisi kopi.!!
"Terima Kasih Pak." Lirih Sulastri langsung melangkah dan duduk di hadapan Bob.!!
"Di minum kopi nya untuk menghangatkan seluruh tubuh dalam cuaca yang begitu dingin ini." Kata Bob memulai percakapan nya.!!
Sulastri mengangguk tersenyum lalu mengambil gelas yang di suguhkan oleh Bob Hidayat.!!
"Seruput........... Ahk ......... Nikmat." Ucap Sulastri.!!
"Mantap.!! Ucap Bob.!! Wanita di hadapannya tersenyum.!!
__ADS_1
"Bu sekarang tinggal dimana.?" Apakah masih di bawah jembatan Cisokan!! Menempati bangunan milik mendiang suami mu.?" Tanya Bob.
"Tidak Pak. Bob.!! Saya ngontrak di kampung babakan Soka.! Kalau tempat mendiang suami ku. Di urus oleh bedil dan bedul." Jawab Sulastri.!!
"Hmmmmmmmmm''.!! Kenapa harus ngontrak." Gumam Bob.!! Begini saja Bu...Aku ada rumah di pusat kota kebetulan rumah itu tidak di tempati oleh ku. Bagaimana kalau Bu Sulastri tinggal di rumah ku saja." Pinta Bob tersenyum kearah wanita itu.
"Ahk tidak usah Pak Bob. Terima Kasih banyak.. Tapi aku tak mau merepotkan Anda." Tolak halus Sulastri.
Bob menggeser duduknya.! Ia meraih tangan Sulastri.! Jantung wanita itu berdetak kencang.!! Bu Sulastri walau bagaimana pun suami mu itu adalah sahabat saya.. Ijinkan aku tuk menjaga diri mu dan anak yang ada dalam kandungan mu." Kata Bob mengeluarkan kata kata rayuan nya.
Jujur dalam hati Bob... Ia tergoda dengan kemolekan tubuh istri Haikal itu. Mempunyai body layaknya gitar spanyol bila berjalan tampak pantat bergoyang menggugah selera birahi lelaki itu.
"Ehk.... Anu.... Iya...... Yaaa sudah kalau Pak Bob tidak keberatan dan merasa tidak merepotkan dengan kata lain ingin menebus kesalahan atas kematian suami ku yang tak bisa melindungi waktu itu. Aku akan menerima nya." Kata Sulastri terbata bata dan menunduk wajahnya karna memerah.
Hati Bob bersorak riang.... Wanita di hadapannya sudah terkena bujuk rayu nya..... Tinggal menunggu waktu untuk jatuh dalam pelukan nya......!! Sulastri sendiri hati nya begitu tentram dan sejuk, bila berdekatan dengan lelaki yang berkulit putih itu.!!
***********************************************
Satu unit motor Yamaha Jupiter MX. Melesat dari arah puncak membelah jalanan di malam hari itu menuju sebuah kota kecil dengan sejuta ke indahan....!!
Satu jam lebih Motor Jupiter MX yang di kendarai oleh pemuda berusia 19 tahun dan tak lama lagi menginjak usia 20 tahun kini sudah berhenti tepat di pinggir jalan yang tampak berjejer para pedagang cincau hijau dengan tanggungan di malam itu.
Pemuda itu pun langsung mengunci stang motor nya dan turun, lalu melangkah ke arah pedagang sekedar menunggu kedatangan seseorang sambil menikmati es cincau di pinggir jalan perbatasan antara kabupaten Cianjur dan Bandung Barat.
Bersambung.
__ADS_1