Pemuda Hebat Seperti Dewa

Pemuda Hebat Seperti Dewa
Kiriman santet mengenai sasaran


__ADS_3

Seminggu setelah kematian Moch Ismail, di salah satu ruangan kantor pusat perusahaan ISMAIL GROUP, Moch Aidil sedang berbicara dengan Ahmad Asisten dari almarhum kakak nya itu.


"Ahmad saudara ku, Minggu depan kita jemput kepulangan istri dan anaknya Moch Ismail ke negara kita, dan kita langsung musyawarah kepada kedua anak dari Istri pertama nya Moch Ismail." Ucap Aidil.


"Apakah Tuan Aidil sudah mengetahui keberadaan Nyonya Besar Azzahra Masika Fatharani dan Nona Muda Nabil Nur Fadillah yang tadi nya bernama, Annisa Safiya Banafsha." Jawab Ahmad penasaran.


"Ahmad, Nyonya Besar mu, sekarang berada di negara Indonesia dan tinggal bersama sahabat ku di kota Jogja Tepat nya di pinggir kota." Ucap Aidil memberi tahu.


"Alhamdulillah..........! Ucap Ahmad bersyukur dengan ucapan sebaik baiknya ucapan.


"Tuan bagaimana dengan penolakan dan pemberontakan kedua anak dari almarhum Nyonya Aretha Nefertari Almira. yaitu Tuan Muda Moch Rojak dan Moch Jabar yang sekarang hanya akan mendapatkan 20 % warisan kekayaan dari almarhum Tuan Besar Moch Ismail.?" Tanya Ahmad.


"Saudara ku, itulah yang jadi beban pikiran ku saat ini, tapi keputusan yang sudah tertuang dalam tulisan surat wasiat itu tidak bisa di ubah begitu saja, kemungkinan bila kita sudah bertemu dengan Azzahra dan anaknya, kita akan membicarakan tentang surat wasiat itu dan meminta kebijaksanaan dari anak Azzahra Masika Fatharani untuk di bagi ratakan dengan kedua kakak' tirinya agar tidak terjadi permusuhan antar saudara." Kata Aidil dengan wajah tidak bersemangat.


Ahmad tersenyum dan mengangguk seraya berkata, Tuan Aidil saya yakin Nyonya Muda Nabil pasti akan bersedia merubah surat wasiat tersebut untuk di bagi rata dengan kakak kakak tirinya yang lahir dari istri pertama Ayah nya.


"Amiin mudah mudahan.........! Ucap Aidil lalu berkata lagi.


"Sebaik nya kau menyelidiki dan memata matai dua anak nya almarhum Aretha Nefertari Almira berikut saudara saudara nya, yang saya takutkan akibat penolakan itu mereka mempunyai niat terselubung.


"Baik Tuan Aidil, perintah dari anda akan saya laksanakan." Jawab Ahmad wibawa.


"Ingat, kau harus sembunyi Sembunyi dan titah kan kepada anak buah mu yang setia serta tidak bermuka dua." Pesan Aidil kepada Asisten kakak' nya itu.


"Siap Tuan, kalau begitu saya ijin undur diri untuk mempersiapkan segala sesuatu nya." Jawab Ahmad membungkuk hormat. Langsung di balas anggukan oleh Tuan Aidil.


************************************************


Malam itu di kampung Citalang tepatnya di kediaman Ustadz Jay teman sekaligus rekan kerja Bob Hidayat di PT Bina Sakinah Group.


Zaenudin yang baru saja datang dari kepergian setelah nomor ponsel yang di hubungi oleh Istri tidak aktip hanya untuk mengabari kan bahwa Bob Hidayat dan Holik Simatupang dini hari datang kerumah mencari Suaminya.


"Ayah kemarin kemana kok nomor ponselnya tidak aktip bunda telepon beberapa kali.?" Tanya Rika istri dari Zaenudin.


"Ayah kemarin pergi ke Jakarta, lupa bawa Cas ponsel, emang ada apa Bunda telepon ayah.?" Tanya Zaenudin, berbohong kepada istrinya.

__ADS_1


Mau ngapain istri gue nelepon biasanya juga dia cuek dan masa bodoh gue mau kemana juga." Ucap nya dalam hati.


"Kemarin malam pukul 02 dini hari, teman kerja ayah datang kesini nanyain kamu." Jawab Rika, membuat Zaenudin langsung menghampiri istrinya yang tadi nya mau langsung masuk ke kamar.


"Siapa yang datang dini hari kerumah.?" Tanya Zaenudin penasaran.


"Pak, Bob Hidayat sama Pak Holik Simatupang ayah." Jawab Rika......!


Hahahaha mungkin si Bob Hidayat lagi nyari istrinya yang gue ajak nginap di hotel malam itu,." Ucap Zaenudin tertawa bahagia dalam hatinya.


Ayah kenapa tersenyum emang ada apa?" Tanya Rika penasaran.


"Ehk..... Anu..... Nggak ada apa apa sayang." Jawab Zaenudin.


"Mungkin Bob Hidayat sama Holik Simatupang menanyakan kabar tentang proyek pembangunan mall yang belum terleasasi." Kata Zaenudin memberi alasan.


"Ohk begitu ayah...............!


"Sayang ayah istrahat dulu ya badan capek perlu di baringkan di tempat tidur." Ucap Zaenudin tidak mau melanjutkan perbincangan dengan istrinya itu.


Malam pun semakin larut Zaenudin yang tidur di dalam kamarnya berteriak kesakitan dengan meraung-raung seperti orang kerasukan, membuat istri dan anaknya panik dan ketakutan melihat kondisi suami atau pun ayah tidak seperti itu.


Pak Zaenudin merasakan seluruh badan nya merasakan sakit dan dia memuntahkan darah segar beberapa kali.


"Astaghfirullah....... Ayah kenapa ini." Seru Rika istrinya cemas melihat suaminya meraung Raung kesakitan.


Tak lama para tetangga berdatangan setelah mendengar suara orang yang sedang kesakitan dan langsung bergegas menuju kamar Zaenudin yang sedang memuntahkan darah segar.


"Astaga....... Bu Rika kenapa dengan suami nya.? Tanya salah satu tenaga nya.


"Entah lah Bu Sopian, saya juga heran dan panik tiba tiba suami ku merasakan sakit di seluruh badannya dan memuntahkan darah segar sudah ada lima kali nya." Terang Rika seraya membersihkan darah di badan suaminya.


"Bu Rika sebaiknya di bawa ke rumah sakit." Saran wanita lainnya yang masih tetangga nya.


"Bu Rika apakah ini wajar kok suami ibu tiba tiba sakit dan memuntahkan darah dalam sakit nya." Kata Bu Sopian curiga.

__ADS_1


"Mungkin suami ku kecapekan akhir akhir ini karna sering pulang malam." Protes Rika dan berpikir positif.


Terlihat Pak Zaenudin sudah lemas dan tidak bisa berkata apa apa lagi semua bagian tubuh merasakan rasa sangat sakit dan dia hanya bisa terbaring tidak berdaya di atas tempat tidur nya.


Tak lama kemudian anak nya yang paling besar membawa air minum, untuk di berikan dan di minum kan kepada ayahnya yang sedang terbaring lemah.


"Ayah di minum dulu air nya." Pinta Rika seraya menyerahkan gelas berisi air hangat kepada suaminya.


Lalu Zaenudin meminumnya tapi dia ter batuk dan memuntahkan darah segar lagi.! Rika yang melihat suaminya mengeluarkan darah segar kembali cemas.


"Bu Sopian....... Bu Sopian........ Tolong...... Seru Rika dengan wajah ketakutan.


"Astaga, Pak Zaenudin kenapa muntah darah lagi, sebaiknya kita bawa langsung ke rumah sakit." Saran Bu Sopian kepada Bu Rika.


Para tetangga Bu Rika panik setelah melihat Pak Zaenudin kembali meraung raung dan memuntahkan darah segar.


Tak lama setelah itu Bu Rika di bantu tetangga yang lainnya membopong suaminya masuk kedalam mobil dan segera membawa nya kerumah sakit.


*****


"Kriiiiing............. Kriiiiing............ Kriiiiing............!


"Halo....... Brow....... Loe dimana posisi sekarang.? Tanya Bob Hidayat.


"Gue sedang di rumah emang nya ada apa.? Tanya balik Betmen.


"Loe saat ini juga pergi ke rumah sakit, dan kabarkan kepada gue tentang kondisi Zaenudin yang tak lama lagi sampai di rumah sakit tersebut." Titah Bob.


"Memang siapa yang di bawa ke rumah sakit oleh Pak Zaenudin.?" Tanya Betmen penasaran.


"Zaenudin sendiri yang sakit.! Ingat loe jangan banyak tanya bahwa kau di suruh sama saya." Ancam Bob.


"Baiklah........ Gue ngeri kalau loe sudah main ancam ancam." Kata Betmen, lalu mematikan telepon masuk di malam itu.


Bersambung.

__ADS_1


__ADS_2