Pemuda Hebat Seperti Dewa

Pemuda Hebat Seperti Dewa
Cerita Sakit Nya Indra Lesmana


__ADS_3

Malam itu di saat seorang pemuda sedang asyik dengan canda tawa bersama Abah Aden Haruman di kawasan puncak tepatnya di kampung Citamiang Puncak.


Di desa Kertayasa tepatnya di salah satu kampung dimana Awan di lahirkan tepatnya malam Jumat tanggal satu syuro.


Lisnawati sedang berada di kediaman mantan majikannya yang di beritahu oleh Hamdan anak Nuraeni Handayani bahwa ayahnya sudah sembuh dan di perbolehkan pulang sesaat setelah Ibu kandung Muhammad Awan Pratama beres mengaji dan pulang bersama menantu nya itu.


"Tok......! "Tok...... !" Tok.......! " Seorang pemuda di atas usia Awan dengan tergesa-gesa mengetuk pintu lupa dengan mengucapkan salam kepada rumah yang ia ketuk.


"Tak selang beberapa detik suara ketukan itu. Kini pintu terbuka oleh seorang wanita berusia 45 tahun tersebut.


"Nak Hamdan ada apa datang ke gubuk reot ini? Tanya Lisnawati setelah membuka pintu dan terlihat seorang pemuda yang ia kenal.


"Bu.....! Maap mengganggu waktu malam ini...! Hamdan di suruh sama Ibu dan Ayah untuk segera datang kerumah nya. Karna Ayah sudah di perbolehkan pulang dari pihak rumah sakit.....! Hamdan memberi tahukan amanat dari kedua Orang Tua nya.


"Alhamdulillah.'' Ibu sangat senang mendengar nya. Insyaallah nanti ibu datang karna sekarang menunggu anak anak pulang mengaji dari Ustadzah Marhamah.! Lisnawati Berkata.


"Terima Kasih Bu Lisnawati. Sekeluarga menunggu kedatangan nya dan Ijin pamit untuk memberi tahukan kepada kedua Orang Tua nya.! Kata Hamdan dengan sopan dan ramah.


Silahkan Nak Hamdan." Jawab Bu Lisnawati singkat seraya tersenyum.


"Hamdan mengangguk lalu memutar tubuhnya dan berjalan meninggalkan halaman rumah milik mantan pembantu itu.


Satu jam berlalu tepat pukul 20:00 Indri dan Rina anak kecil Lisnawati pun tiba. Mereka berdua baru pulang dari mengaji di madrasah ibtidaiyah.


"Rina dan Indri segera ganti baju kita akan pergi ke kontrakan Mbak Dena dan Kalian berdua tunggu di sana. Bunda mau kerumah Pak Indra.! Kata Lisnawati kepada kedua anaknya setelah tiba dan mencium tangan Bunda.


Mereka berdua berlalu ke kamar nya tanpa membalas perkataan mereka dari Bunda.

__ADS_1


*


*


*


Sementara masih di kampung yang sama berbeda rumah dengan rumah kecil dan kumuh serta terlihat kusam milik Lisnawati dan rumah yang mewah dengan halaman yang begitu luas dan dalam rumah yang begitu indah dan cantik karna banyak nya barang barang antik.


Di kediaman rumah pasangan paruh baya Indra Lesmana dan Nuraeni Handayani sedang ramai di kunjungi tetangga mereka berdua tersiar kabar bahwa lelaki kaya nomor dua di kampung itu sudah tiga Minggu di rawat di rumah sakit kini sudah sembuh.


Ustadz hilal bersama Pak Lukman selaku sesepuh di kampung itu serta keluarga ketiga sahabat Awan pun tampak di kediaman milik pasangan paruh baya tersebut.


Seorang lelaki berusia lima puluh tahun itu sedang duduk di kursi ruangan keluarga bersama beberapa lelaki seumuran sedang mendengarkan cerita dari Indra Lesmana yang tiga minggu berada di rumah sakit.


"Pak Indra Lesmana tersiar kabar bahwa penyakit dari anda itu sangat aneh membuat kami bersama warga lainnya penasaran? Tanya salah satu warga yang sedang duduk di ruangan keluarga milik nya.


#Plasback#


"Setelah 10 hari Indra Lesmana di rawat di RSUD kota kecil setiap malam selalu menjerit jerit menahan sakit yang amat dahsyat seluruh tubuh nya terasa di tusuk tusuk jarum kecil yang sangat runcing.


Dimalam hari sang dokter selalu memberikan dan menyuntikkan obat tidur tapi itu tidak berpengaruh kepada pasien nya karna rasa sakit yang teramat dahsyat.


Tepat di hari ke 19 entah mengapa malam itu saya begitu lelap dalam tidur dan mimpi masuk di salah satu bangunan yang sangat megah.


Indra Lesmana terbengong melihat kemegahan bangunan tersebut dengan hiasan hiasan intan permata dalam dinding tersebut.


Tidak Selang beberapa kemudian bangunan yang terlihat megah itu berubah menjadi sebuah gua yang menyeramkan. seketika lelaki bernama Indra Lesmana pun menggigil saat di dinding gua tampak ular ular beracun menempel di sisi kanan dan kiri dinding gua tersebut. Sedangkan di hadapanku mahluk seukuran raksasa dengan taring di mulut serta mata yang menyala. Mahluk itu seperti genderuwo.

__ADS_1


Makhluk raksasa itu berkata dengan suara yang menggelegar tampak memekakkan telinga ku.


"Hai......! Anak manusia kau sudah menjadi tumbal oleh seseorang yang telah bersekutu denganku demi tujuan harta yang berlimpah.


Saat itu aku merasakan ketakutan. Lutut bergetar seluruh tubuh menggigil mulut tak bisa berkata seakan akan terkunci.


Disaat mahluk raksasa kata orang orang genderuwo mau menerkam tiba tiba dia terpental oleh seseorang lelaki tua berbaju Koko putih ikat kepala warna hitam dan di tangannya memegang tasbih seraya membaca ayat ayat Alqur'an yang sangat sejuk menusuk kalbu.


"Genderuwo itu langsung bangkit dan berkata lantang kepada seorang pria paruh baya itu.


"Hai.......! Sesama mahkluk gaib jangan kau campuri urusan ku kepada lelaki yang sudah di tumbal kan oleh manusia yang meminta pemujaan kepada ku.'' Ucap genderuwo dengan mata menyala dan tangan memukul mukul dada bidangnya.


"Maapkan saya Tuan genderuwo. Lelaki sombong dan angkuh ini masih ada urusan kepada Cucuku. Seandainya lelaki bau tanah ini tidak meminta maap kepada Cucuku dan anaknya. Aku tidak akan ikut campur urusan anda dengan seseorang yang memuja dirimu.'' Kata lelaki berpakaian seperti ulama besar itu.


"Baiklah saya kasih waktu dua hari.! Jawab genderuwo seraya menendang Indra Lesmana dan tersadar saat itu dalam mimpi panjangnya.


"Begitulah Para warga cerita nya. Dan saya pun menceritakan kepada istri untuk segera meminta maap kepada seseorang yang pernah saya caci maki dan hina serendah mungkin. Di saat siang nya menghina wanita yang telah bekerja lama sekali di keluarga ku. Malam nya tiba Anak yang ibu nya saya hina datang untuk membereskan masalah, Akan tetapi sipat sombong yang ada di dalam diriku mengalahkan rasa bersalah ku. Hingga aku dan pemuda itu saling beradu mulut.


Indra Lesmana menjelaskan panjang lebar dengan air mata mengalir membasahi wajah serta langsung duduk di lantai dengan muka tertunduk.


Semua tetangga yang ada di ruangan itu terlihat iba dan kasihan tetapi ada sebagian merasa tidak percaya dengan penuturan yang di ucapkan oleh Indra Lesmana.


Tiba tiba di saat lelaki yang duduk di lantai sambil air mata mengalir di saksikan oleh para tetangga yang hadir sekedar menjenguk. Dari pintu masuk dua orang wanita berbeda usia berjalan menghampiri ruangan keluarga milik mantan majikannya.


!!! Warning sudah baca wajib like dan komen bos. bila yang punya vote jangan lupa berbagi.


Bersambung.

__ADS_1


__ADS_2