Pemuda Hebat Seperti Dewa

Pemuda Hebat Seperti Dewa
Ungkapan Hati Awan Kepada Nabil.


__ADS_3

"Kak.... Irma... Kak Kiara...... Kak Mira.........." Ucap Nabil tersenyum kepada mereka bertiga setelah pelukan itu terlepas dari sang pemuda yang menjadi sahabat masa kecil nya.


"Nona Muda Nabil.." Ucap mereka bertiga bersamaan membungkuk hormat kepada gadis yang memanggil nya Kakak.....


Nabil sontak langsung mencegah mereka bertiga untuk membungkuk hormat kepada nya.." Kakak... Kakak.... Jangan perlakukan Nabil seperti putri dari kerajaan.. Nabil tidak suka dan tidak mau... Bagiku Kak Irma dan Kak Kiara serta Kak Mira... Adalah orang yang harus Nabil hormati dan dapatkan pelukan.." Lirih Nabil dengan mata berkaca kaca.


Irma dan kedua sahabatnya Kiara dan Mira, terenyuh hatinya oleh perkataan dari gadis yang di bawa oleh sahabat nya itu... Walau bagaimana pun Ia dan kedua sahabat nya sudah mengetahui siapa Nabil Nur Fadillah adalah gadis dari putri almarhum Moch Ismail.. Orang terkaya di negara nya, apalah arti dari keluarga mereka bertiga bila di sejajarkan dengan nya.


"Apakah boleh Nabil memeluk kalian bertiga." Ucap nya lagi... mereka bertiga mengangguk dan tersenyum manis lalu meregangkan kedua tangannya... Nabil pun langsung memeluk nya.


Drama di malam itu sungguh membuat hati yang ada di ruangan itu terenyuh atas sikap dari Muhammad Awan Pratama ketiga sahabatnya.. Hal serupa pun menurun kepada Nabil yang statusnya di ruangan itu orang kelas tinggi, tetapi tidak mau di bedakan status nya.. Ia ingin seperti Nabil yang pertama kali nya bertemu dengan Awan.


Setelah selesai dengan drama pertemuan antara Awan dan ketiga sahabatnya dan ungkapan perasaan dari Nabil kepada Kiara dan Irma serta Mira.. Tak lupa juga perkenalan antara Lisa yang membawa kekasihnya kepada Nabil Nur Fadillah.


Lalu mereka pun langsung menyantap makan malam itu dengan sangat menyenangkan dengan sesekali Kiara dan Irma maupun Mira menceritakan tingkah konyol Muhammad Awan Pratama waktu bersamanya dari kecil sampai sekarang. Membuat semua mereka yang berada di tempat itu tertawa.

__ADS_1


Acara malam malam itu akhirnya selesai juga.. Waktu menunjukkan pukul 22:00 masih ada waktu sekitar satu jam lagi memulai perang besar itu.


Kini tampak wajah bahagia terpancar di wajah masing masing sahabat Awan.


Hal yang sama juga di rasakan oleh Lisa dan Sandi sepasang kekasih yang sedang di Landa asmara.


Bagi Sandi kekasih Lisa selama ini tidak pernah merasakan makan malam di restoran yang begitu mewah dengan kekasihnya.


Awan pun langsung memberi kode kepada Bu Dewi dan Pak Kohar untuk membawanya ke lantai paling atas.. Tujuan sang empu itu untuk mencairkan suasana dan lebih mengeratkan hubungan mereka, apa lagi bagi Excel dan Amel serta Kiara dan Fikri. Awan berinisiatif membawa mereka ke salah satu lantai paling atas dan segala sesuatunya sudah di persiapkan oleh bawahannya.


Suasana romantis itu lebih terasa ketika lampu di atas ruangan tanpa atap itu sengaja di buat temaram dengan angin sepoi-sepoi membuat suasana romantis saat itu bener bener tercipta secara alami.


Awan sendiri ketika itu memanggil pelayan dan membisikkan sesuatu untuk mengantarkan kamera DSLR nya keatas dan memberitahukan untuk Teh Lara agar segera naik lalu bergabung di tempat ini.


Setelah semua nya beres dan Siti Lara pun sudah datang. Lalu Awan pun berjalan mendekati Nabil yang berceloteh dengan wanita beranak satu itu yang baru tiba ke lantai atas. Awan langsung berlutut dan meraih tangan kiri gadis itu serta menyerahkan sebuah kotak kecil kepada Nabil.

__ADS_1


"Sudikah kau menjadi ratu di hati ku! menemani ku dalam suka mau pun duka, berada di samping ku menulis setiap lembaran sejarah kehidupan kita berdua sebagai pasangan yang serasi. Aku tahu bahwa aku tak pandai merangkai kata yang indah dan romantis. Namun aku berjanji akan menemani menjalani sisa hidup ini bersama mu." Kata Awan sambil terus menghapal apa saja kata kata yang akan di ucapkan agar lidah nya tidak keseleo. Karena itu bisa membuat suasana dan keadaan akan menjadi berantakan.


Jujur saja bagi Awan tidak pandai merangkai kata. Dia juga gagal romantis dan tidak terlalu peka terhadap wanita. Semua yang di lakukan ini dalam keaadaan mendadak tak di rencanakan terlebih dahulu sebelum belumnya.. Tadi nya ungkapan perasaan hati nya Ia akan ungkapan di kota Jakarta sekaligus menemui Nona Muda Tiara yang sudah janjian dengan dirinya. Akan tetapi harapan tidak sesuai dengan kenyataan bahwa Nona Muda Tiara memajukan pertemuan nya dengan alasan yang masuk akal.


"Kak... Awan.. Apakah kau dan benar benar akan serius mencintaiku. Aku hanya sekuntum bunga hutan yang tidak pernah di lirik oleh kumbang mana pun. Aku takut kau tidak benar benar mencintai ku, melainkan merasa terbebani atas ulah sikap Bunda ku yang ingin kau menjadi suamiku dan ketakutan dari ucapan Abah Aden Haruman guru mu." Kata Nabil dengan mata berkaca-kaca. Dia memang sangat mencintai Awan. Namun hal itu sengaja Ia tutup rapat rapat. Ini dia lakukan agar Awan menerimanya tidak dengan keadaan terpaksa.


"Nabil...... Entahlah rasa itu dan cintaku itu timbul ketika kamu dan aku serta Bunda pertama kalinya bertemu empat tahun lalu.. Walaupun waktu itu.. Aku hanya melihat mu dengan perasaan iba dan kasihan tentang perjalanan hidup mu dan Bunda Azzahra Masika Fatharani, tetapi seiring nya berjalan waktu rasa suka itu menjadi ingin memiliki kamu seutuhnya. Jika kau merasa ungkapan cinta ini hanya dorongan dari Bunda dan ketakutan dari guru ku maka kau salah besar." Kata Awan.


"Kak........... Kalimat Nabil terhenti Ia bingung untuk melanjutkan pikiran nya melayang bahwa pemuda yang selalu di pikirkan selama ini diam diam mencintai nya.. Berarti rasa cinta nya selama ini dia tidak bertepuk sebelah tangan.


"Nabil Nur Fadillah Ismail..... Aku akan menunjukkan sesuatu di dalam kamera ini.... Apakah ungkapan perasaan ku ini main main atau kah kamu menganggap hanya dorongan dari Bunda dan ketakutan dari Aden Haruman." Kata Awan. Lalu menunjukkan layar kamera DSLR nya kepada Nabil.


Begitu Nabil melihat ke arah layar kamera tersebut, dia sangat kaget karena di sana ada dirinya sedang memakai baju seragam sekolah SMP bersama dengan seorang perempuan berusia 36 tahun yang tak lain dia adalah Bu Dewi Ayunda.


"Nabil coba geser layar kamera nya ke sebelah kiri." Pinta Awan... Nabil pun langsung menggeser nya, Ia masih penasaran. Tampak di layar kamera itu ada sebuah video.

__ADS_1


"Coba kau hidupkan videonya dan kebenaran itu akan terjawab oleh mu hai...... Gadis yang aku cintai dan sayangi.." Kata Awan... Lalu Nabil pun mengangguk dengan mata yang berkaca-kaca.


Bersambung.


__ADS_2