
Lara menjelaskan semuanya tentang ia orang mana, anak siapa dan sampai bertemu serta di tolong oleh Tarmin. Entah anak dan ibunya apakah masih hidup atau sudah mati, kalau suaminya sudah jelas jelas mati karna Engkos Kosasih sewaktu telah puas menggagahinya malam itu ia melihatkan sebuah video dengan wajah suaminya yang sedang di kuburkan, dengan ancaman bila dia tidak mau melayani di atas tempat tidur maka anak dan ibunya akan di bunuh saat itu juga.
"Prihatin sekali Nak hidup mu. Karna kau adalah putri dari Wongso. Teman seperguruan. Abah akan membantu mu membalaskan dendam mu. Dengan satu syarat." Kata lelaki sepantaran ayahnya.
"Syarat apa pun juga akan Lara tempuh. Asal tujuan ku tercapai." Kata Wanita itu dengan api dendam yang membara di dalam tubuh nya.
"Pantas kau anak si Wongso, tanpa di pikir pikir dulu kau sudah memutuskan. Syarat nya kau harus bertapa di puncak gunung halu, selama tiga hari tiga malam. Pusatkan seluruh bayangan dan pikiran mu di saat kau sedang melakukan Tapa Geni. Apakah kau sanggup.?" Abah yakin kau akan sanggup. Karna darah mu mengalir darah kakak' seperguruan ilmu hitam." Kata Abah. Ayahnya Tarmin.
"Baiklah. Abah. Aku sanggup.!! Lara menjawab dengan yakin.
"Bagus.........! Esok malam kau sudah mulai bertapa. Sebaiknya kalian berdua pulang terlebih dahulu. Abah dan Umi akan mempersiapkan segala sesuatunya." Titah lelaki paruh baya itu.
"Siap Abah. Sebelum nya berterima kasih banyak, atas bantuan dari Abah dan Umi serta Aa Tarmin. Aku Siti Lara tidak akan melupakan kebaikan kalian bertiga.'' Ucapnya lalu membungkuk hormat.
***
Hari pun telah berganti dan sore pun telah tiba di kampung kaki bukit gunung halu. Seorang pemuda dengan telaten menyiapkan perbekalan selama tiga hari tiga malam akan menemani nya di puncak gunung halu, ketika wanita itu sedang di beri tugas oleh Ayah untuk bertapa.
"Teteh. Ayo kita berangkat. Aa udah siap semua nya." Ajak Tarmin.
__ADS_1
"Iya. Aa." Balas Lara wanita itu.
Tampak mereka berdua terlihat oleh para warga yang sejak dari kemarin sore seperti pasangan kekasih, tapi mereka tak mau berkomentar sama sekali, karna tahu siapa kedua Orang Tua nya, tidak bisa di singgung begitu saja.
Lara mengetahui bahwa, Tarmin sangat menyukai dirinya, bukan sekedar ingin membantu membalaskan dendam nya saja, tapi dari gelagat dan perhatian kepada dirinya menandakan bahwa pemuda itu mempunyai rasa terhadap nya. Masa bodoh. Umpat Lara dalam hati, untuk sekarang pokus kepada tujuannya yaitu membalaskan dendam kepada Engkos Kosasih dan para preman bayaran itu.
Satu jam lamanya mereka berdua berjalan kaki dengan naik keatas puncak gunung halu, dan telah di tunggu oleh sepasang suami istri paruh baya. Yaitu ayah dan ibunya Tarmin.
"Senja belum bisa di katakan datang, karna langit belum sepenuh gelap masih terlihat kekuningan. Masih terlalu dini untuk di mulai bertapa. Nak Lara akan mulai bertapa tepat pukul 22:00 seorang diri, Tarmin akan memantau dari kejauhan." Ucap Abah menjelaskan kepada wanita yang datang bersama seorang pemuda itu.
"Baik, Abah. Lara akan mengingat nya, dan melaksanakan sesuai arahan yang di berikan oleh Abah maupun Umi." Jawab Wanita yang sudah menyandang janda mati itu.
"Nak Lara dengarkan baik baik, Abah hanya berbicara satu kali, mudah mudahan Nak Lara bisa langsung mengerti cara cara ritual yang akan di jalani dalam Tapa Geni ini.
"Ayo ke sini." Ajak Abah. Lara pun mengangguk dan berjalan mengikuti lelaki paruh baya itu.
Lihatlah gambar lingkaran dengan pentagram yang sudah di buat oleh Umi istri Abah. Simbol yang kuat ini ada pada sebagian besar ritual ilmu hitam. Simbol ini digambar menggunakan batang dari pohon hazel. Lokasi strategis yang akan membuat mantra Nak Lara berfungsi paling baik. Mengapa Abah menyuruh mu untuk bertapa di gunung halu ini, karna Roh akan lebih sulit mendatangi lokasi yang dipenuhi banyak orang, jadi pilihan lokasi di Gunung Halu adalah pilihan strategis untuk melakukan ritual bertapa Geni.
Melangkahlah masuk ke dalam lingkaran kekuatan. Setelah berada di dalam, pusatkan konsentrasi dan energi Nak Lara. Nak Lara akan membutuhkan seluruh energi di dalam diri nya untuk menyelesaikan mantra nya. Ingat jangan sampai perhatian Nak Lara teralihkan.
__ADS_1
Anakku Siti Lara di dalam kertas ini ada tulisan untuk kau lafalkan kata kata kekuatan yang berkaitan dengan mantra yang kamu inginkan. Setiap mantra memiliki kata-kata kekuatan yang berbeda yang dilafalkan untuk meraih hasil yang di inginkan. Jika kamu akan membangkitkan iblis atau roh, Anda harus mengetahui nama aslinya agar mantra tersebut berhasil. Di dalam ini kertas sudah Abah tulis nama iblis atau sekutu lainnya.
Bersiaplah untuk hasilnya. Jika mantra kamu berhasil, akibat yang Anda inginkan akan berjalan. Bersiaplah untuk hal ini, dan bersiaplah untuk malapetaka yang mungkin akan datang. Jika Anda memanggil binatang atau roh iblis, perlakukanlah dengan hormat. Makhluk-makhluk ini tidak punya kepatuhan pada pemanggil mereka.
"Ingat Nak semua tergantung dengan kemampuan mu sendiri. Abah dan Umi hanya mengarahkan saja. Mudah mudahan tujuan Nak Lara berhasil dan bisa membalaskan dendam kematian suami mu. Nak Lara tidak usah berkecil hati, Ayahmu Mbah Wongso akan menemani mu dalam Ritual yang akan kau jalani." Ucap Abah Ayah nya Tarmin menjelaskan panjang lebar tata cara di mulai nya Tapa Geni malam ini.
"Terima Kasih banyak atas bimbingan yang telah Abah berikan kepada Lara ini. Bila Ayah ku akan hadir dan menemani Tapa Geni ini, Lara semakin tenang dan yakin akan berhasil dengan semua ini." Ucap Wanita itu.
"Lelaki paruh baya itu mengangguk. Lalu mulai berkata lagi. Pasti Mbah Wongso akan datang, karna malam Abah sedang bersemedi di saung dan memanggil ayahmu yang melayang tapi tak bisa terlihat oleh orang orang awam. Abah sudah meminta nya untuk menjadi pelindung dalam ritual yang akan di jalani oleh mu Nak. Mbah Wongso pun bersedia." Kata Abah Juned namanya.
Senyum mengembang terlihat di bibir Lara.!!
"Nak. Lara sebaiknya menghafal dulu mantra nya dan nama nama roh atau iblis yang akan di panggil olehnya dalam Ritual nanti malam di dalam sahung itu." Tunjuk Abah Juned kearah sahung berukuran kecil itu.
"Siap Abah. Terima Kasih banyak sebelumnya. Kalau begitu Lara akan menghafalkan mantra dulu di saung itu." Jawab Wanita bernama Lara tersenyum.
"Silahkan. Anakku. Kata Abah mengangguk.
"Lara pun mengangguk tersenyum dan kaki nya mulai melangkah menuju sahung itu seorang diri.
__ADS_1
Sementara Abah dan Umi beserta Tarmin menunggu di sahung satu lagi dengan cemilan ubi rebus dan singkong bakar.
Bersambung.