
Malam semakin larut jam di pergelangan menunjukkan pukul 22:00 satu jam lamanya obrolan mereka di ruangan kantor besar Future Nugraha Company Group.
"Anakku. Muhammad Awan Pratama. Apakah tidak sebaiknya kalian menginap saja di Mansion ku." Kata Tedi Ferdiansyah.
"Mohon Maapkan hamba Tuan Besar. Seandainya esok kita berdua tidak sedang sekolah. Pasti tawaran dari Tuan Besar dan obrolan bersama Tuan Aidil dan Tuan Ahmad, mungkin akan berlanjut lama dan tak akan sesingkat ini." Ucap Awan memberi alasan.
"A.... Ap..... Apa...... Anak muda. Kalian berdua masih bersekolah.?" Tanya Ahmad kaget dan terbata bata.
"Betul Tuan Ahmad kita berdua baru kelas sepuluh." Jawab Awan dengan senyuman.
"Sungguh kita berdua tidak menyangka. Saya pribadi mengira anda adalah mahasiswa yang sedang berkuliah. Tetapi masih kelas sepuluh. Berarti usia anda baru enam belas tahun.
"Bener bener pemuda hebat seperti dewa di usia yang masih belasan tahun sudah mempunyai koneksi yang begitu hebat, dan beberapa anak buah yang bisa di andalkan. Pantas saja pemuda itu sangat spesial di hati Tuan Tedi Ferdiansyah dan keluarganya." Ucap Aidil dalam hati.
"Anak muda! Bolehkah saya bersama Ahmad, mengunjungi kediaman anda lain waktu. Sambil melanjutkan obrolan yang belum sepenuhnya selesai.?" Tanya Aidil.
Pemuda itu tersenyum. Mata nya menatap kearah Aidil dengan sorot menelisik. Lalu Ia pun berpindah kearah Tedi Ferdiansyah dan Excel yang sudah di anggap Kakak angkatnya. Senyuman yang di berikan oleh mereka berdua untuk memberikan jawaban kepada CEO perusahaan ISMAIL GROUP.
"Dengan senang hati Tuan Aidil. Aku akan menyambut nya. Silahkan Tuan Aidil datang kediaman ku di kota kecil Jawa Barat dengan di antar oleh Tuan Muda maupun Tuan Besar." Ucap Ramah pemuda itu seraya tersenyum.
"Terima kasih banyak.!! Pasti....... Itu pasti....... kita berdua akan mengunjungi kalian berdua dengan di antar dari Tuan Tedi maupun Tuan Muda Excel." Kata Aidil.
__ADS_1
"Baiklah....... Tuan saya tunggu kedatangan Tuan Tuan di kota kecil kami. Karna waktu semakin malam saya dan Akila. Mohon untuk undur diri." Awan berkata lalu membungkuk hormat kepada mereka berempat di ikuti oleh Nabil Nur Fadillah.
Sementara di ruangan sebelah, Bu Dewi dan keluarganya bersama yang lainnya sudah selesai tiga puluh menit yang lalu. Mereka menunggu keluarnya pemuda yang menjadi bos nya.
Pintu ruangan khusus terbuka senyum terukir di berikan oleh Bu Dewi dan yang lainnya. Kedipan mata dari pemuda yang keluar dari ruangan khusus itu seraya menggenggam tangan Nabil Nur Fadillah, memberikan kode untuk diam dan tidak bertanya itu ini kepada dirinya dan gadis itu.
Karna mereka mengetahui gadis itu bukan namanya Akila. Tapi Nabil Nur Fadillah, seseorang yang di cari oleh kedua warga negara asing tersebut.
Sesampai dua sejoli itu sudah berada di dekat Bu Dewi dan yang lainnya serta memberikan kode berupa pelukan sambil membisikkan sesuatu kepada Bu Dewi tentang gadis yang di bawa oleh Awan anaknya dari Azzahra Masika Fatharani. Tak lama setelah itu empat lelaki yang mempunyai jabatan tertinggi di dua perusahaan pun keluar dari ruangan khusus dan menghampiri mereka semuanya.
"Robi........ Apakah semuanya sudah di atur sedemikian rupa.?" Tanya Tedi Ferdiansyah setelah berdiri di hadapan Asisten nya.
Untuk yang lainnya. Mereka sudah bersedia masuk dalam anggota Singa Putih.
"Bagus........ Aku mengandalkan mu Robi. Untuk Pak Usep dan Pak Boim. Saya berharap anda dan yang lainnya menerima tawaran dari kita kita." Kata Tedi Ferdiansyah penuh harap.
"Siap Tuan Tedi Ferdiansyah. Anda tunggu kabar dari kami semua yang akan mengabarkan lewat Muhammad Awan Pratama setelah diskusi dengan istri dan guru kami." Kata Usep tersenyum dan mata lalu mengarah kepada Awan.
"Baik Pak Usep. Kalau begitu saya tidak akan bertanya lagi. Kita semua akan menunggu kabar baik dari anakku Muhammad Awan Pratama.
Setelah bincang bincang sebentar di ruangan kantor yang tadi di pakai pertemuan besar itu. Pemuda bernama Awan dan yang di bawa nya langsung pamit dan berjalan kearah keluar kantor menuju area parkir dimana mobil mereka terparkir.
__ADS_1
Satu persatu mobil meninggalkan gedung yang menjulang tinggi di malam itu. Mereka secara terpisah tidak beriringan menuju rumah nya masing masing atas perintah dari pemuda itu, untuk menghilangkan kecurigaan pihak musuh yang masih mengintai mereka. Walaupun bagaimana pun Awan berpikiran luas ke depan nya. Tidak sederhana mungkin bahwa anak dari Agus Ferdiansyah akan membalas dendam atas masuk Ayah nya kedalam jeruji besi.
Tak lama setelah mobil yang terakhir sudah pergi meninggalkan area parkir kantor itu. Awan bersama Nabil mulai melangkah menuju mobil mewah Marcedez Benz e-class. Mereka berdua melangkah menuju mobil yang terparkir di samping mobil mewah Lamborghini Sian dengan di ikuti oleh orang orang penting di antaranya. Tuan Besar Tuan Muda dan Aidil serta Ahmad. Sementara Robi dan beberapa pengawal nya sudah keluar dan menjadi pengawal bayangan untuk mereka berdua menuju kepulangan yang ada di kota kecil Jawa Barat.
Apa yang ada dalam pikiran Awan. Tepat sekali beberapa anak buah Firmansyah yang di susupkan ke pertemuan itu membuahkan hasil dan hanya ada satu yang menjadi target Firmansyah yaitu gadis yang di bawa oleh Muhammad Awan Pratama.
Jamil yang di susupkan oleh Firmansyah adalah pegawai resmi di perusahaan Future Nugraha Company Group. Ia berkhianat dan membelot masuk ke jajaran Firmansyah karna terjerat hutang yang cukup besar. Atas informasi dan Poto yang di berikan Jamil melalui pesan singkat wasttap kepada majikannya Firmansyah. Lalu Firmansyah pun meneruskan Poto dan informasi tersebut kepada Tuan Safir.
Singkat cerita Tuan Safir setelah menerima kirim Poto dan informasi dari Tuan Firmansyah lalu menelepon dan memberikan jawaban serta target buruan bahwa dua orang itu adalah pemegang sementara perusahaan milik ayah nya Tuan Rojak dan Tuan Jabar. Kemungkinan terbesar gadis yang sedang bersama dengan seorang pemuda itu, adalah anak dari Azzahra Masika Fatharani.
"Dret............ "Dret............ " Dret.............!
Ponsel Firmansyah bergetar tanda pesan masuk. Lalu ia menggeser kunci ponselnya dan membuka pesan itu serta membacanya.!!
Bos. Mobil yang terakhir sudah bergerak. Apakah ada perintah untuk mengikuti nya. Pesan dari Jamil sudah di baca oleh Firmansyah.
Biarkan saja. Tunggu mereka lengah, kalau bergerak sekarang sama dengan bunuh diri, karna orang orang dari Tedi Ferdiansyah akan mengawal kedua pasangan muda mudi itu. Pesan balasan dari Firmansyah.
"Baik bos.!!
Bersambung.
__ADS_1