
Setelah mendapat komando dari Bu Dewi, tiga sahabat Muhammad Awan Pratama dan sepasang sepasang kekasih pun langsung bergerak melangkah menuju mobil masing masing.. Sedangkan Lisa dan Sandi yang memakai motor Satria Fu pun beranjak dari kursi panjang yang terpampang di warung kios Azzahra Masika Fatharani.
"Neng Lisa... Nak Sandi.. Sebaiknya ikut sama mobil Ibu, motornya biar di masukin saja ke dalam rumah Bu Zahra." Ajak Bu Dewi.
Lisa pun menatap kekasihnya yang berbeda satu tahun usia nya, anggukan dari Sandi, menandakan tawaran dari Direktur perusahaan Anugrah Awan Sentosa tanda setuju.
"Terima Kasih Bu Guru.. Apakah tidak merepotkan." Kata Lisa, Ia memanggil Bu Dewi dengan sebutan guru itu, walau bagaimana pun pernah menjadi wali kelasnya.
"Tidak sama sekali Neng Lisa.. Sekalian ada yang mau Ibu bahas, tentang rumah dan kontrakan yang mau di jual oleh Neng Lisa." Kata Bu Dewi dengan senyuman manis.
"Baiklah... Bu Guru kalau begitu mah.. Ikut apa kata Bu Guru Dewi.." Jawab Lisa..
"Itu lebih baik Neng Lisa... Nak Sandi masukin aja motor nya ke teras rumah Bu Zahra.." Titah Bu Dewi... Sandi pun langsung mengangguk dan mendorong motornya ke belakang warung Azzahra Masika Fatharani.
"Ngomong ngomong... Kok tidak melihat Bunda Zahra ya.. Bun.." Sahut Amel yang sudah berada di dalam mobil mewah milik Excel.
Bu Dewi pun langsung menoleh ke arah anaknya yang berada di dalam mobil.. " Kan Bunda Nabil untuk sementara waktu tinggal di rumah Nenek Romlah.." Kata Bu Dewi.
"Ohk..... Amel tidak tahu Bun.!
"Udah satu Minggu kalau gak salah Mel..... Kan di suruh sama adik mu Muhammad Awan Pratama, untuk sementara waktu tutup dulu warungnya dan pokus pada rencana kepulangan ke negara mesir." Terang Bu Dewi ibu nya menjelaskan.
"Ohk........ Amel berkata singkat dan langsung mengangguk...
"Ayo kita berangkat.... Neng Lisa sama ibu duduk di belakang... Nak Sandi di depan sama suami Ibu duduk nya." Titah Bu Dewi... Lalu melangkah menuju mobil setelah anggukan dari mereka berdua.
__ADS_1
Tiga mobil berbagai tipe dan merk itu pun langsung bergerak secara pelan menuju jalan utama labuan Cianjur.. Tanpa di sadari oleh mereka beberapa pasang mata yang sedari tadi di perhatikan dari mulai datangnya Lisa dan Sandi hingga Excel menjemput anak Bu Dewi.
Komar selaku pimpinan yang di perintahkan oleh ketua preman pasar induk pun mulai bergerak membuntuti perjalan ketiga mobil itu menuju salah satu restoran termewah di kota Cipanas milik dari perusahaan Anugrah Awan Sentosa.
Di dalam mobil Honda Brio RS yang di kemudikan oleh Pak Kohar.. Yang mungkin membutuhkan perjalanan kurang lebih 40 menitan itu, Bu Dewi pun langsung menanyakan perihal permasalahan anak dari Engkos Kosasih yang akan menjual rumah serta kontrakan nya itu.
"Neng Lisa.... Emang mau di lepas berapa rumah serta kontrakan dan beberapa lahan yang kosong.?" Tanya Bu Dewi memulai obrolan nya.
"Semuanya Bu, mau nya sih satu miliar, tapi masih bisa nego kok." Jawab Lisa... ada secercah harapan menjalani kehidupan nya setelah ayah dan ibu nya masuk penjara akibat perbuatannya.
"Hmmmmmmm.. Berapa ya kira kira harga pas nya.?" Tanya Bu Dewi..
"Begini saja Bu...... Saya memberi harga pas nya 950 juta.. Untuk surat surat dan balik nama, biayanya menjadi tanggung jawab saya." Kata Lisa dengan keputusan akhir tentang harta milik Kedua Orang Tua nya untuk di jual dan di bayarkan hutang.
"Baiklah kalau begitu mah deal ya Neng Lisa... Esok atau lusa ada Advokad perusahan Anugrah Awan Sentosa datang kerumah mu untuk menyiapkan uang nya." Kata Bu Dewi..
"Tidak apa apa Neng... Dan tak usah malu, yang lalu biarlah berlalu, lagian yang berbuat jahat bukan kamu tapi Kedua Orang Tua mu.. Justru Ibu sangat salut pada mu... Kamu tidak menaruh dendam kepada kita tentang Kedua Orang Tua mu di penjara oleh pihak majikan Ibu." Ujar Bu Dewi.
"Neng Lisa.... Kedepannya setelah urusan masalah hutang piutang Orang Tua mu kepada rentenir, apa yang akan Neng Lisa lakukan? Dan akan tinggal dimana.?" Tanya Bu Dewi.
"Tadinya mau melanjutkan kuliah di kota Jakarta. Tetapi harapan tidak sesuai kenyataan. Bu Guru juga mengetahui harapan Lisa sampai tidak melanjutkan kuliah itu... Mungkin kedepannya untuk sementara waktu mencari kontrakan rumah dan melamar kerja di pabrik atau pun di pasar untuk sekedar bertahan hidup." Terang Lisa.
"Sungguh tragis hidup mu Neng... Kamu adalah orang yang paling kaya di kampung Situhiang, kini hidup mu sangat memprihatinkan akibat ulah salah jalan nya kedua Orang Tua mu." Ucap Bu Dewi dalam hati.
"Yang sabar yaa Neng..... Insyaallah pasti ada jalan dari kehidupan mu yang sulit... Allah menyukai orang orang yang sabar." Kata Bu Dewi memberi nasehat..
__ADS_1
"Terima Kasih Banyak Bu nasehatnya.!! Ucap Lisa... Lalu wajah nya Ia menoleh kearah kaca mobil, Bu Dewi mengetahui bahwa anak didiknya waktu sekolah SD itu menahan agar air mata nya tidak mau terlihat oleh nya.
###
Tak lama kemudian empat puluh menit berselang, ketiga mobil itu tiba di restoran mewah yang baru beroperasi beberapa hari saja, tampak di sana sudah ada Nona Muda Friska dan Siti Lara menyambut kedatangan nya.
Ketiga mobil yang baru masuk kedalam restoran itu pun langsung berhenti dan semua nya turun dari mobil masing masing....
Bu Dewi turun terlebih dahulu bersama dengan suaminya dan di ikuti oleh Excel yang keluar dari mobil mewah bersama seorang putri cantik di malam itu. Friska tersenyum melihat kearah pemuda yang usia di atasnya membawa seorang gadis putri dari Bu Dewi.
"Akhirnya Kakak ku, sudah mulai membuka pintu hatinya." Ucap Friska dalam hati, jelas tampak terlihat bahagia.
"Nona Muda Friska... Anakku Siti Lara......" Ucap Bu Dewi menyapa dan tersenyum.
"Bu Dewi... Itu.... Hehehehe.." Kata Friska menunjuk menggunakan kode kepada Kakak nya yang berjalan dengan anak Bu Dewi.
"Biarkan mereka berdua mengenal satu sama lain Nona Muda Friska.." Ucap Bu Dewi pelan, Friska pun mengerti dan mengangguk.
Excel dan Amel yang menyadari tentang dirinya menjadi pusat perhatian oleh sang Adik, hanya tersenyum kecut..!
"Apakah Tuan Muda Awan dan Nona Nabil belum datang.?" Tanya Bu Dewi, celingukan kesana kesini dan tampak tidak terlihat mobil nya juga.
"Menjawab anda Nyonya Besar!!
"Tuan Muda Awan dan Nona Nabil sedang berada di perjalanan.. Sebelumnya memberikan kabar sore itu bahwa mereka berdua singgah dulu di rumah nya Aden Haruman." Kini Lara yang bersuara.
__ADS_1
Bersambung.