Pemuda Hebat Seperti Dewa

Pemuda Hebat Seperti Dewa
Iwan dan Supit Bergabung dalam membuntuti Excel


__ADS_3

"Hmmmmmmmm. Si kunyuk Iyus baru sampai pantas telepon dia tidak di angkat ternyata dia sedang mengendarai motor seorang diri." Gumam Awan dalam mobil, terdengar oleh Arianto.


"Siapa Nak Awan.?" Tanya Arianto.


"Tuh Ontohod Iyus Saputra. Teman ku yang tinggal di belakang pasar Cisarua Bogor." Tunjuk Awan ke luar mengarah kepada pengemudi motor Beat cw.


"Ohk........!


"Ayo. Pak kita samperin. Kasihan celingukan mencari saya mungkin." Ajak Awan.


"Mari Nak.......! Seraya keluar dari mobil secara bersamaan.


"Iyus........ Tegur Awan dari arah samping pintu mobil.


"Ehk....... Bos Awan, tadinya saya mau telepon." Jawab Iyus setelah menoleh dan melihat siapa yang menegurnya itu.


"Ayo.......!! Kita duduk di kursi yang ada di pojok." Tunjuk Awan kearah kursi yang di sediakan oleh pihak supermarket tersebut.


Iyus mengangguk dan berjalan kearah kursi di pojok bersama dengan Awan dan Pak Arianto.


Setelah mereka bertiga duduk di kursi tersebut. Bu Dewi pun datang dan langsung menghampiri nya karna melihat majikannya Pak Arianto sedang duduk bersama seorang pemuda yang belum ia kenal.


"Bu Dewi. Pak Arianto. Perkenalkan ini nama nya Iyus Saputra Ia tinggal di kota Cisarua Bogor. Ucap Awan.


"Salam Hormat. Bu Dewi dan Pak Arianto. Saya Iyus Saputra." Ucap Iyus seraya membungkuk hormat.


"Tidak usah membungkuk Nak Iyus. Salam kenal kembali dari kami berdua." Jawab Bu Dewi dengan senyuman manis dan anggukan kepala oleh Arianto.


Tak lama kemudian Asep Sunandar pun datang bersama Tukang Ojeg di pasar induk dan berhenti tepat di hadapan mereka berempat.


"Tuh Asep datang Bu." Kata Awan tersenyum kearah pemuda itu.


"Iya........ Nak." Jawab Bu Dewi seraya menghampiri Tukang Ojeg yang sudah dia kenal.

__ADS_1


"Pak Sueb terima kasih banyak dah nganterin Nak Asep." Ucap Bu Dewi.


"Sama sama bos. Apakah Bu Dewi mau ikut langsung ke pasar.?" Tanya Pak Sueb Tukang ojeg itu.


"Ohk......!! Tidak Pak nunggu di jemput sama anak." Ucap Dewi kepada Pak Sueb yang biasa mangkal di pasar induk.


"Ohk. Yaa... Sudah kalau begitu saya undur diri untuk kembali ke pangkalan Ojeg yang ada di kota Kecil." Ijin Pak Sueb seraya menghidupkan mesin motornya.


"Silahkan Pak." Ucap Bu Dewi seraya tersenyum.


Setelah Basa basi dengan Tukang Ojeg itu Bu Dewi pun langsung mengajak mereka semua untuk pergi ke restoran yang tepat di hadapan supermarket itu.


Tak lama setelah itu, mereka berlima pun kini sudah berada di restoran sederhana yang ada di jalan Cipatat Bandung Barat.


"Bu Dewi dan yang lainnya silahkan pesan makanan terlebih dahulu. Saya mau nelepon seseorang." Kata Harsya seraya bergegas menuju halaman restoran itu.


"Halo........! Tuan muda sudah sampai mana.?" Tanya Awan dari sambungan telepon.


"Adikku.......! Saya sudah sampai Tapal kuda cugenang, tetapi ada beberapa mobil yang membuntuti dari arah belakang kemungkinan mobil mobil itu sengaja mengincar perjalanan saya bersama Friska." Kata Excel memberi tahukan.


"Jadi Saya dan Friska harus bagaimana.?" Tanya Excel bingung dan Cemas.


"Tuan Muda harus tenang dan rileks usahakan mereka yang membuntuti Tuan muda jangan sampai mengetahui bahwa anda sudah curiga dan mengetahui kalau sedang di buntuti." Kata Awan.


"Iya..... Terus.! Pinta Excel.


"Nanti setelah sampai di lokasi jalan raya Ciranjang menuju Bandung. Saya akan mengirim Serlock lokasi, akan saya jebak bersama orang orang yang sudah saya persiapkan dengan di bantu beberapa pihak kepolisian." Kata Awan menjelaskan.


"Siap Awan........!! Kalau begitu saya sudahi telepon masuk nya. Nanti saya kabari kalau sudah di jalan yang tadi kau sebutkan.'' Kata Excel.


"Silahkan Tuan Muda. Seraya mengakhiri panggilan telepon itu.


Awan langsung kembali menuju meja restoran dan bergabung bersama mereka, tak lama hidangan pun datang langsung mereka pun menyantap makanan di siang hari itu.

__ADS_1


##############


Lampu merah perapatan yang mengarah empat penghubung menuju jalan utama tepatnya di jalan menuju proyek pembangunan perumahan yang di kerjakan oleh CV Hansel Mandiri anak dari perusahaan PT Bina Sakinah Group. Iwan mantan pegawai di perusahaan Future Nugraha Company Group bersama beberapa pengawal sedang menyambut kedatangan anak dari Tuan Tedi Ferdiansyah yang sudah lama hilang.


Kabar yang dia dapat melalui pesan singkat dari Supit sahabatnya yang membuntuti dari arah mobil belakang Excel mereka baru saja sampai di jalan Cipanas Cianjur tepatnya di tapal kuda Cugenang.


"Iwan kurang lebih 35 lima menit lagi buruan kita berbelok kearah jalan menuju proyek." Pesan singkat di terima oleh Iwan dari aplikasi wasttap yang di kirim oleh Supit.


"Siap Brow....... Gue dan 10 orang anak buah sudah standby di perapatan lampu merah kita akan segera bergabung dan langsung mengeksekusi semut kecil itu." Kata Iwan membalas pesan singkat Supit.


"Hahahahah. Apakah situasi di Lokasi proyek memadai dengan situasi saat ini. Ngaco kamu mah." Kata Supit.


"Untuk saat ini hanya ada beberapa pegawai bangunan yang ada di lokasi proyek, tidak terlihat ada nya orang orang dari CV Hansel Mandiri atau pun PT Bina Sakinah Group." Kata Iwan mengabarkan.


Supit yang mendapatkan pesan dari Iwan tentang situasi di lokasi proyek, mengabarkan hanya ada para pegawai bangunan saja, alisnya berdelik dan kening berkerut.


"Apakah Anak dari Tedi Ferdiansyah tidak memberi tahu kepada pihak kontraktor tentang rencana untuk meninjau dan melihat lokasi proyek itu." Gumam Supit, mengacuhkan pesan dari Iwan sejenak. Lalu mulai membalas lagi.


"Iwan apakah kau tidak merasa Aneh saat ini. Kenapa di lokasi proyek tidak ada orang orang dari pihak kontraktor. Apakah orang orang CV Hansel Mandiri atau PT Bina Sakinah Group tidak mengetahui kedatangan dari Excel Ferdiansyah.?" Tanya Supit.


"Tujuan anak dari pemilik perusahaan Future Nugraha Company Group tidak memberi tahu posisi pihak kontraktor, itu rencana dari Excel karna ingin mengetahui seberapa jauh pekerjaan yang di berikan oleh pihak perusahaan kepada pihak kontraktor, tanpa mereka ketahui, apakah ada kecurangan dalam menjalankan pekerjaan. Saya mantan pegawai Future Nugraha Company Group tau sedikit demi sedikit tentang di dalam perusahaan tersebut." Kata Iwan menjelaskan dalam pesan singkat.


Tidak lama kemudian mobil Lamborghini Sian pun berhenti tepat di perapatan lampu merah, dan Supit segera mengirim pesan kepada Iwan, mengabarkan bahwa Excel tidak menuju ke jalan Pramuka yang mengarah ke Lokasi proyek.


"Brow..........!! Cepet bergabung, semut merah melaju kearah Bandung." Pesan singkat Supit.


"Waduh..........!! Baik mungkin dia akan makan siang." Balas Iwan. Lalu melajukan mobilnya bergabung bersama Supit yang tepat di belakang mobil Lamborghini Sian.


****** Tuan Robi kenapa Tuan Muda Excel tidak berbelok mobil nya, dan menuju arah jalan raya Bandung.?" Tanya Supir itu kepada Asisten Tuan Besar.


"Hmmmmmmmmm''. Kita ikuti saja Pak Supir." Balas Robi.


!!Warning!! Wajib like dan komen. Setelah baca. Karna like dan komen itu gratis. Bila suka dengan karya author tambahkan Favorit atau vote nya.

__ADS_1


Bersambung.


"Baik Tuan.........!!


__ADS_2