Pemuda Hebat Seperti Dewa

Pemuda Hebat Seperti Dewa
Kilas Balik Part 2


__ADS_3

Lima unit motor matic keluar dari perumahan Elit Leles Residance membelah jalanan di malam hari, menuju jalan labuan Cianjur. Lokasi yang di kirim oleh Sutisna kepada Akang Lima memudahkan mereka segera sampai pada dimana majikannya sedang dalam pemantauan pihak musuh.


Tarmin sendiri pokus pada kemudi motor nya yang membonceng seorang wanita, yang mempunyai api dendam dalam dirinya.


Jarak tempuh mereka saling beriringan dengan kecepatan 100 km perjam, tampak terlihat seperti pengemudi yang kerasukan setan.


Tak lama kemudian hanya butuh waktu empat puluh menit, ke lima motor matic pun sudah berada di jalan Benying, tampak oleh mereka terlihat di di depan jalan ada sebuah mobil Xenia berjalan cukup lambat.


Sementara dalam mobil Xenia, sang supir melihat dari kaca spion, merasa terheran dan keanehan, lalu berkata kepada Ketua.


"Ketua.! Di belakang ada lima motor, apakah para preman yang di bawa oleh Kobra atau bukan.?" Tanya supir itu.


Lelaki, yang di sebut oleh anak buah nya yang sedang memegang kemudi pun lalu menoleh ke arah kaca spion samping kiri.


"Hmmmmmmmm. Sepertinya bukan.!! Sahut Rantai Bumi.!!


"Tin.........!!


"Tin.........!!


Klakson motor pun terdengar oleh pengemudi mobil Xenia, tanda meminta untuk menyalip.


"Biarkan saja lewat kita tidak ada urusan dengan mereka." Titah Rantai Bumi.! Supir itu mengangguk..!!


Ketika motor yang terakhir yang di kemudikan oleh Tarmin menyalip mobil Xenia. Kadir yang sedang memperhatikan motor motor matic itu mendahului mobil yang Ia tumpangi, seketika tersentak kaget ketika motor yang paling akhir dengan membonceng seorang wanita yang tak asing bagi dirinya.


"Hmmmmmmm. Apakah mungkin wanita itu." Gumam Kadir penasaran. Gumam Kadir terdengar oleh Rantai Bumi dan temannya yang sedang memegang kemudi.

__ADS_1


"Dir.......... Wanita siapa maksud mu.?" Tanya Rantai Bumi.!


"Iya Kadir Maksud mu wanita siapa.?" Tanya Sueb.! Yang sedang memperhatikan jalanan.


"Lara........... Ketua Anak nya dukun santet yang telah kita perkosa rame rame." Kata Kadir.


"Ahk....... Ngaco loe.........!! Mana mungkin. Bukan kah sudah kita buang di hutan yang ada di pelosok kota ini, dan lagi wanita itu sudah kelihatan tak bernyawa ketika di turunkan dalam mobil." Jawab Rantai Bumi. Ia kaget dengan apa yang di katakan oleh Kadir.


"Betul.... Dir.....! Apa yang di katakan oleh Ketua.!! Mungkin Kadir masih terngiang ngiang dengan apem milik anak dukun sesat yang sangat legit dan ada empot ayam nya. Hahahaha........!!" Tawa lepas Sueb meledek Kadir.


"Hahahaha...............!! Hahahahaha......... " Rantai Bumi pun ikut dalam tawa itu, ketika Sueb meledek Kadir yang duduk di belakang mereka berdua. Ketua preman yang di bayar oleh Engkos Kosasih untuk membantai suaminya Lara, tak bisa di pungkiri oleh Rantai Bumi sendiri, permainan ranjang dari wanita beranak itu masih dalam ingatan lelaki berbadan tegap dan wajah yang mempunyai goresan di pipi sebelah kirinya.


************


................................ .... .. Malam itu pukul 19:00 Lara ( 21 ) Seorang wanita kampung dengan pakaian tidur ala wanita kampung umum nya, dengan daster sampai ke lutut, duduk dengan tangan terikat kebelakang dan mulut tertutup lakban.


Di salah satu Bukit hutan yang jauh dari pemukiman warga, ada beberapa bangunan kayu dengan di dalam nya tak ada kamar atau dapur sama sekali, Bangunan bangunan itu milik seorang lelaki yang paling kaya di kampung Situhiang.


Sudah dua bulan bangunan kayu, yang biasa orang kampung menyebut dengan sebutan kandang ayam, tidak berproduksi, atas perintah dari majikannya, setelah membunuh menantu dukun santet yang bernama Wongso itu usai, istrinya Siti Lara bawa ke tempat kandang ayam yang tak jauh dari pusat kecamatan tepatnya di bukit Cibeber.


Engkos Kosasih sendiri akan memainkan aktingnya dengan berpura pura tidak mengetahui bahwa pembunuhan dan penculikan yang di lakukan oleh para preman yang dia bayar tidak ada kaitannya. Dirinya akan kembali dan menemui mereka, setelah pemakaman suaminya Lara selesai.


Sementara di luar bangunan yang mirip dengan bangunan kantor. Lima lelaki yang pakaian dan tangan berlumuran darah sedang asyik nya bercanda ria tanpa mau membersihkan terlebih dahulu noda darah yang menempel di mereka.


Ketua dari mereka berempat dari tadi termenung bagaimana caranya, agar Ia bisa mencicipi terlebih dahulu tubuh wanita itu, sebelum di garap oleh bos nya yaitu Engkos Kosasih.


"Ketua. Apa tidak sebaiknya kita mandi terlebih dahulu. Kata Bos Engkos Kosasih kita akan ke kota esok sore.?" Tanya Kobra memulai percakapan setelah wanita itu terikat tali dan mulut tertutup lakban serta wajah memakai penutup kepala.

__ADS_1


"Itu masih lama....... Bagaimana cara nya hari ini. Aku ingin mabok." Kata Lelaki yang di sebut Ketua itu berbicara sekena nya.


"Hmmmmmm. Ketua, di sini mana ada minuman minuman keras. Setidak nya kita kita harus ke pusat kota baru ada. Perjalanan dari sini membutuhkan waktu setidaknya tiga jam kurang lebih." Keluh Cungkring yang mendadak kaget dengan permintaan dari Ketua nya itu.


"Ahk..........!! Saya gak mau tahu........... Pokoknya malam ini aku ingin mabok.." Rantai Bumi mempunyai siasat untuk dirinya agar ke empat anak buahnya untuk sementara pergi.!!


"Hahahaha..........!! Tawa lepas Cungkring.!! Ia mengetahui keiinginan dari Ketua nya.


"Baiklah Ketua. Kita kita mengerti. Saya bersama Kadir dan Sueb akan ke kota membeli minuman. Ketua sama Kobra tunggu di sini." Kata Cungkring berkedip sebelah mata nya. Hal itu membuat Rantai Bumi dan Kobra mengacungkan jempolnya.


"Mantap.................!! Kalian sungguh anak buah ku yang paling bisa di andalkan." Puji Rantai Bumi.


"Hehehehe. Mereka bertiga pun langsung bangkit dan bergegas pergi menuju mobil yang terparkir tak jauh dari bangunan tersebut.


"Selamat bersenang-senang Ketua dan Kau Kobra wakil Ketua... Hehehehe." Kekeh Kadir. Masuk dalam mobil nya.!!


"Kalian juga....... Tapi ingat Usahakan sebelum waktu pagi harus balik lagi kesini.!! Titah Rantai Bumi.


"Siap.......... Ketua, Itu bisa di atur." Timpal Cungkring.! Rantai Bumi tersenyum mengangguk.!!


Setelah itu, mobil pun bergerak melaju meninggalkan Kobra dan Rantai Bumi. Mereka berdua pun langsung masuk menemui wanita yang berada di dalam bangunan itu, dalam keaadaan memprihatinkan karena terikat dan mulut tertutup lakban.


"Ketua. Sebaiknya anda membersihkan badan terlebih dahulu. Aku akan memberikan obat perangsang dosis tinggi agar tidak ada penolakan dari wanita tersebut." Kata Kobra.


"Ok.! Siap, jangan sampai mengecewakan." Titah Rantai Bumi.


"Anda tidak usah khawatir.!! Tapi setelah Ketua puas, baru giliran saya." Kata Kobra dengan seringai licik.

__ADS_1


"Siap........ Beres.!! Rantai Bumi lalu melangkah menuju kamar mandi.!!


Bersambung.


__ADS_2