Pemuda Hebat Seperti Dewa

Pemuda Hebat Seperti Dewa
Dendam kesumat Bob Hidayat


__ADS_3

Seorang lelaki berperawakan putih tinggi rambut di belah dua milik bintang film Asia yang menjadi pemain serial pendekar rajawali itu turun dari mobil nya lalu melangkahkan kakinya menuju pintu masuk Kafe Cahaya yang sudah di tunggu oleh rekan kerja di kantor PT Bina Sakinah Group.


"Silahkan duduk Pak Bob Hidayat." Ucap lelaki setengah baya itu dengan senyuman licik mempersilahkan.


"Tidak usah sok baik, Ustadz Jay, sekarang mau mu apa hah." Jawab Bob dengan nada tinggi dan langsung duduk di kursi.


"Sabar.......... Sabar........... Tidak usah emosi begitu, saya hanya ingin mengajak anda untuk berdiskusi, bukan untuk berkelahi." Kata Lelaki itu dengan senyuman jahat.


"Kita langsung sama inti nya saja Zaenudin." Pinta Bob yang sudah tidak tenang hati dan pikiran nya.


"Hahahaha." Aku suka dengan sipat mu yang selalu terburu buru." Ucap Jay alias Zaenuddin.


Bajingan banyak bacot ini orang, tunggu akan ku kirim kau neraka, " Geram Bob dalam hati.


"Begini Pak Bob Hidayat, saya akan merahasiakan semua tentang kejahatan mu dan saya jamin, kau akan aman serta tidak akan tercium oleh siapapun juga, tapi dengan satu syarat." Ucap Jay dengan senyuman kemenangan.


"Syarat apa yang kau inginkan dari ku." Jawab Bob menahan amarahnya.


"Aku ingin tidur dengan istri mu yang cantik dan menggairahkan." Pinta Zaenudin dengan senyuman kebahagiaan.


"Bajingan.............. Bedebah kau.......... Jay." Geram Bob mata nya menatap kearah lelaki yang ada di hadapannya.


"Hahahaha........... Bila kau tidak mau....... Esok hari kau siap siap di buru sama pihak kepolisian..........! Ancam Jay........!


"Bener bener licik......... dasar bajingan kau.....! Aku akan membunuh mu......! Emosi Bob kini meledak ledak tapi dia masih bisa menahan diri nya.


"Pikirkan baik baik....... saya tunggu sampai jam dua belas malam ini, kalau masih belum memberi keputusan, jangan salahkan saya kejam." Kata Jay lalu beranjak keluar meninggalkan Bob Hidayat di dalam kafe seorang diri.


"Setan kau Jay akan gue bunuh bagaimana cara nya, bila perlu aku bersekutu dengan iblis sekalipun, membayar penghinaan ini." Geram seorang Bob Hidayat.


Saat itu Bob Hidayat bener bener buntu dengan pikiran nya, bila dia mempertahankan istrinya, dirinya akan masuk ke penjara, tetapi bila dia memberi kan istrinya kepada Zaenuddin harga dirinya terasa di injak injak.

__ADS_1


Tiba tiba seseorang duduk dan langsung memberikan sebuah kertas lengkap dengan tulisan nya, seraya berkata temui Mbah Sardjito di Jawa Tengah tepatnya di desa kaligiri, permintaan mu akan terlaksana." Ucap seorang lelaki yang baru duduk dan langsung pergi lagi.


#Plasinbackon#


Setelah itu saya menyetujui permintaan dari Zaenudin karna semua bukti kejahatan yang saya lakukan atas perintah dari Tuan Agus Ferdiansyah, dia mengetahui semuanya." Ucap Bob menjelaskan semua nya kepada Holik Simatupang saat malam itu.


Holik benar benar kaget dan syok setelah mendengar penjelasan dari lelaki yang kini duduk bersama nya, dia tidak menyangka Bob akan senekat itu, menuruti permintaan dari adik tirinya pemilik perusahaan Future Nugraha Company. Mungkin itu karma atas ulah perbuatan nya sendiri.


"Bob walaupun gue tahu posisi loe bener bener salah, tapi gue mendukung tentang rencana loe menyantet Ustadz Jay itu, demi harga diri seorang lelaki." Kata Holik memberi kekuatan kepada Bob.


"Terima Kasih brother, gue tidak akan sampai melupakan kebaikan loe sampai nyawa ini lepas dari jasad gue." Kata Bob Hidayat dengan wajah berkaca kaca.


Mereka berdua pun hingga sampai terlelap karna rasa capek akibat perjalanan jauh nya menuju Dukun sakti di daerah Jawa Tengah itu.


*********************************************


Sementara di salah satu kawasan puncak tepatnya di rumah Abah Aden Haruman, Pemuda tengil dan ceplas-ceplos itu sedang mengobrol bersama seorang lelaki paruh baya yang gigi nya tinggal separuh lagi.


"Awan........ anakku....... berhati-hatilah kedepan nya perjalanan mu banyak Lika liku yang akan kau lalui,... Pesan Abah Aden Haruman.


"Semuanya, dari pekerjaan, dan dari segi keluarga juga akan terkena imbas nya dari seorang yang tidak suka terhadap keluarga mu. Terutama dari segi orang orang yang tidak ada ikatan darah denganmu akan terkena imbas nya oleh sipat rasa cemburu kepada dirimu." Abah memberi tahukan tentang perjalanan ke depannya.


"Terus Awan harus bagaimana, Abah cara menghadapi nya.? Tanya pemuda itu.


"Awan besok pergilah ke salah satu Gunung yang ada di barat kota kecil, di situ ada anak anakkan Abah, yang bernama Kusuma, dia menjadi kuncen di gunung lembah persegi nama gunung itu. Bilang saja di suruh sama Abah." Titah Abah Aden Haruman.


"Tujuan Awan pergi ke gunung itu untuk apa? Tanya Awan.


"Seperti biasanya, kau bersilaturahmi dengan para punggawa punggawa Karuhun yang ada di gunung itu, dengan membaca doa dan mengirimkan surat alfatihah. Di gunung itu ada empat puluh dua karuhun, dari semuanya tiga karuhun, beraliran hitam, yang tiga puluh sembilan lagi beraliran putih. Pemimpin dari empat puluh dua karuhun itu bernama punggawa nya Eyang barabak putih." Aden Haruman berkata.


"Syarat apa saja yang harus saya bawa dalam perjalanan menuju lembah persegi itu.?" Tanya Awan.

__ADS_1


"Hmmmmm." Anak Jin Kuya banyak bertanya." Gumam Aden Haruman.


"Aduh iye aki aki Ompong kan, Awan tidak tahu.! Balas Gumam Aden Haruman yang terdengar oleh telinga Awan walaupun suaranya pelan.


"Hai....... Anak Jin Kuya, loe tidak usah bawa apa apa." Bilang saja kata Abah yang menyuruh." Kesal Aden Haruman.


"Hahahaha." Hahahaha." Siap siap siap. Perintah dari Abah ompong akan saya laksanakan." Jawab Awan cekikikan.


"Huh....... Anak somplak ngatain gue ompong, durhaka loe pada Abah mu." Ucap Abah gaul.


"Anjir........ Abah........ Sejak kapan bicara'nya jadi loe dan gue, emang habis makan roti ya." Ledek Awan.


Hahahaha............. Mereka berdua tertawa terbahak bahak di suasana malam yang begitu dingin itu.


"Abah....... Awan mau tidur di sini esok pagi baru berangkat nya, karna tak kuat sudah mengantuk." Ucap Awan.


"Yaa....... Sudah kamu tidur di kamar biasa, Abah mau memantau dulu orang orang yang meminta bantuan bersama pasukan ghaib." Ucap Abah Aden Haruman tersenyum.


"Seperti biasa Abah ada yang menghangatkan tidur Awan, ya minimal anak buahnya Dewi Lanjar penguasa laut selatan." Kekeh Awan seraya pergi menuju kamar tamu nya.


"Dasar Anak Jin Kuya.........! Di temenin pocong tahu rasa loe." Teriak Aden Haruman.


"Ogah...... Mit amit jangan sampai...... Ucap Awan nonghol dalam pintu kamarnya.


"Yaaa sudah tidur nanti Nyai Sekar Arum Abah suruh datang menemani tidur mah." Titah Aden Haruman, lalu dia melangkah ke kamar khusus nya.


"Terima Kasih Abah ompong." Balas Awan seraya menutup pintu kamar nya dan langsung membaringkan tubuhnya ke tempat tidur malam itu.


"Aden Haruman sedang terpokus di kamarnya langsung dengan khusyu dia melepaskan Sukma nya dan terbang.....


Wuszzzz............

__ADS_1


!!Warning!! Wajib like dan komen. Setelah baca. Karna like dan komen itu gratis. Bila suka dengan karya author tambahkan Favorit atau vote nya.


Bersambung.


__ADS_2