Pemuda Hebat Seperti Dewa

Pemuda Hebat Seperti Dewa
Bob mengantar pulang Sulastri


__ADS_3

"Kang Syarif dan Kang Sutisna... Gotong Teh Lara dan bawa ke mobil. Yang lainnya segera bawa preman itu ke kantor kepolisian untuk di pertanggung jawabkan segala perbuatannya." Kata Awan memberi perintah.!!


"Siap Tuan Muda." Kata mereka serentak.!!


"Tuan Irsyad Maulana..." Terima Kasih banyak atas bantuannya. Saya Muhammad Awan Pratama yang janji bertemu dalam panggilan telepon waktu itu.. Tapi karna ada sedikit masalah membuat pertemuan ini menjadi terganggu." Terang Awan seraya mengulurkan tangannya.


"Sama sama Tuan Muda. Anda tidak usah sungkan begitu. Sudah saya katakan bahwa saya di perintahkan oleh Abah Aden Haruman untuk menjaga mu dan menjadi perisai keluarga mu." Jawab Irsyad menyambut baik uluran tangan pemuda tersebut.


"Baiklah kalau begitu kita akan membahasnya di rumah ku saja.! Saran Awan.!


"Siap Tuan Muda.!!


"Iyus.... Bagaimana posisi sandera dan Bu Dewi serta Nabil.?" Tanya Awan.


"Menjawab Anda Tuan Muda.... Posisi sandera saat ini sudah aman dan Nona Nabil serta Bu Direktur juga sudah aman... Untuk posisi tersangka Titin Kharisma sudah di amankan oleh para anggota kepolisian di kantor Polsek terdekat.!


"Bagus........... Ayo kita menemui mereka para sandera." Ajak Awan.!


"Baik.... Silahkan Tuan Muda.!


"Mari......... Tuan Muda.! Pinta Irsyad Maulana.. Lalu Awan pun berjalan terlebih dahulu menuju pinggir jalan melalui jalan setapak malam itu.


Dalam perjalanan Muhammad Awan Pratama menuturkan kepada Iyus dan Irsyad bahwa mobil nya terparkir di jalan yang mengarah ke jalan cihea.!!


"Mobil anda Tuan Muda... Sudah di bawa oleh Tuan Muda Excel dan beberapa pengawal nya, Kini mereka kemungkinan sudah menunggu di rumah yang ada di Leles Residance." Ucap Awan.!


"Hmmmmmmmm.! Tuan Muda Excel juga turun tangan." Gumam Awan.!!

__ADS_1


Bener sekali Tuan Muda... Di samping beberapa komando yang di arahkan oleh Sutisna.... Para anak buah Tuan Irsyad juga ikut dalam barisan perlawanan yang ada di rest area jembatan Citarum, yang tampak beberapa preman anak buah Engkos Kosasih yang sedang berjaga-jaga di area tersebut.!!


"Saya.... Sangat berterima kasih banyak kepada Tuan Irsyad..... Di kemudian hari bila ada sesuatu yang di minta saya akan membantu nya." Kata Awan kepada lelaki setengah tua yang berjalan di sampingnya.!!


"Tuan Muda Awan... Kita sebagai anak anakan dari Eyang Abah Aden Haruman sudah seharusnya saling membantu dan menolong kesusahan.. Bukan kah itu yang di ajarkan oleh beliau." Kata Irsyad Maulana..!!


"Iyaaa.... Bener sekali. Tuan.!! Lalu mereka pun kini sudah tiba di pinggir jalan yang sudah tampak sepi dari para pedagang cincau... Yang ada hanya beberapa anggota kepolisian dan anak buah Irsyad Maulana.!


Tampak senyuman manis terukir oleh lelaki paruh baya yang berdiri di samping mobil Pajero Sport ketika melihat pemuda itu turun dari jalan tebing menuju pinggir jalan raya provinsi..


Lelaki paruh baya itu pun menghampiri pemuda yang baru turun bersama Iyus Saputra dan seorang lelaki berusia 40 tahunan.....!!


"Tuan Besar." Sapa Awan. Lalu memeluk nya dengan erat.!!


"Anakku..... Aku yakin kau tidak kenapa napa dan berhasil menyelamatkan para sandera." Kata seorang lelaki yang di panggil Tuan Besar.!!


"Alhamdulillah.!! Selalu ada jalan untuk membantu dan menolong orang baik heheheheh." Kata Awan terkekeh.!


"Senang berjumpa kembali dengan Brigadir Jenderal Irsyad Maulana... Yang sangat berpengaruh di dalam negri ini atas penyelesaian kasus kasus internasional." Puji Tedi Ferdiansyah.


"Terima Kasih atas pujiannya Tuan Tedi Ferdiansyah. Pemilik perusahaan terbesar di negara ini.... Saya sangat kagum dengan pemuda ini, bisa bisa nya seorang Tuan Besar bisa berhubungan baik Tuan Muda Awan.... Saya ingin mengajak anda sekedar minum kopi awal mula pertemuan nya." Pinta Irsyad Maulana.!!


"Dengan senang hati Tuan Jendral Irsyad Maulana.! Kata Tedi Ferdiansyah mengajak baik minum kopi tersebut.!


"Baiklah kalau begitu bagaimana kalau saat ini kita kembali dulu. Untuk beristirahat.... Besok malam kita bertemu untuk minum kopi bersama Muhammad Awan Pratama." Kata Irsyad.!!


"Itu lebih baik...... Anakku Awan dan Iyus ayo. Aku akan mengantarmu pulang ke perumahan Leles Residance." Kata Tedi Ferdiansyah.!!

__ADS_1


#############################


Sementara di salah satu rumah yang ada di pinggiran kota kecil itu dengan rumah yang sederhana dan hanya ada tiga kamar tidur dan satu kamar mandi di dalam nya...... !


Setelah Usai nya pertemuan di Vila Cibodas dan sedikit berbasa-basi dengan di temani dua gelas berisi air kopi. Bob Hidayat pun mengajak istri dari almarhum Haikal menuju rumah nya yang baru di beli sekitar satu bulan itu dan hanya beberapa hari di tempati nya.


Dengan rayuan dan tampang yang begitu tampan postur tubuh yang terlihat atletis serta wajah mirip dengan aktor pemain film pendekar rajawali, Bob Hidayat dengan mudah nya menundukkan wanita yang sedang hamil itu jatuh dalam pelukannya..


Mungkin bagi Sulastri sendiri, kini Ia datang ke kampung almarhum suaminya yaitu Haikal, dengan satu tujuan yaitu membalaskan dendam kematian suaminya dan melanjutkan bisnis suaminya di bidang penyuplai gadis gadis cantik yang akan di kerjakan di Club Club malam kota besar di negara nya.


Sebagian anak buah Haikal berada dalam balik jeruji besi, akibat perkelahian di Vila yang ada di kaki bukit Gunung batu bersama Bob Hidayat untuk membantu Agus Ferdiansyah waktu itu.


Kabar meninggalnya Haikal itu dia dapatkan dari salah satu anak buahnya yang berhasil melarikan diri. Begitu juga dengan Bob Hidayat dan Betmen di benarkan bahwa Haikal mati oleh pemuda yang bernama Muhammad Awan Pratama.


Untuk sementara waktu hanya bisa mengandalkan lelaki yang menjadi kepercayaan dari Firmansyah, untuk membalas kan dendam kematian suaminya dan mengumpulkan koneksi koneksi orang orang yang sangat berpengaruh di kota kecil ini.


Janda mati yang sedang hamil itu, telah mengetahui bahwa Bob Hidayat menginginkan tubuh nya, tapi peduli syetan yang penting tujuan nya bisa terlaksana dan jujur bagi Sulastri juga menginginkan kehangatan dan asupan siraman siraman surgawi ke Goa milik nya.


Bagi dirinya sendiri hubungan badan itu sudah menjadi candu dan kebutuhan sehari hari, setelah beberapa bulan tidak Ia dapatkan dari suaminya karna telah meninggal.


"Pak Bob..... Nanti orang orang pada mencari anda." Kata Sulastri ketika mobil br-v masuk dalam halaman rumah nya.


"Tidak bakalan..... Mereka akan bersenang-senang sampai subuh bersama dua pengawal dari Bu Sulastri." Jawab Bob Hidayat.!


"Hmmmmmmmm...!! Terus Pak Bob setelah mengantarkan saya kesini anda mau kemana.?" Tanya Sulastri.!!


"Saya mau langsung pulang ke rumah yang ada di perumahan tak jauh dari sini." Kata Bob berpura pura. Ia berharap wanita itu mencegah nya.

__ADS_1


"Apakah Pak Bob tega dan kasihan meninggalkan saya sendirian di rumah ini." Kata Sulastri.!!


Bersambung.


__ADS_2