Pemuda Hebat Seperti Dewa

Pemuda Hebat Seperti Dewa
Seringai licik Firmansyah


__ADS_3

Dari posisi kursi yang ada dalam barisan tengah, berdiri seorang lelaki berpostur tubuh tinggi dan berotot serta memakai topi Koboy melambaikan tangan kearah Firmansyah.


"Mister Jack Komboy silahkan bila anda ada sesuatu yang akan di katakan." Kata Firmansyah setelah melihat lambaian tangan nya.


"Terima Kasih Tuan Muda Firmansyah.. Saya di sini sekalian mewakili Tuan Tanaka dari Jepang dan para anak buahnya serta Mister Brown dari Australia, hanya ingin bertanya dan memastikan kepada Tuan rumah di negara ini, apakah kita semua yang di beri tugas oleh perusahaan Holding Company Group sudah mengatur sedemikian rupa orang orang dan tempat tempat untuk meloloskan dan menuai hasil semaksimal mungkin.?" Tanya Mister Jack Komboy salah satu Mafia terkejam di negaranya.


"Menjawab anda Mister Jack Komboy.!


"Anda tidak usah khawatir tentang semua itu, tempat tempat strategis dan pemandu pemandu untuk meloloskan rencana membunuh target sudah di persiapkan oleh pihak tim saya, anda anda semua tinggal mengeksekusi saja, lalu setelah tugas selesai tim anda semua akan kembali melalui jalur laut, agar kecurigaan dari pihak kepolisian tidak mengarah kepada kalian semua." Terang Firmansyah.


"Perlu Tuan Muda Jabar dan Tuan Muda Rojak tahu, sebelum rapat besar di gelar kali ini.. Asisten perusahaan Holding Company Group yaitu Tuan Safir sudah mengadakan rapat kecil di kota Jakarta dengan menugaskan beberapa para preman di kota tempat buruan kita tinggal untuk menangkap nya.. Maka dengan kedatangan para Mafia serta gangster dan Yakuza yang di undang oleh Tuan Muda Rojak. Tugas ini akan semakin mudah dan saya yakin orang yang menjadi perisai Nabil Nur Fadillah dan Azzahra Masika Fatharani akan menyesal karna ikut campur dan mengusik kita kira." Kata Firmansyah dengan seringai licik di mulut nya.


Jabar dan Rojak bertepuk tangan lalu di ikuti oleh mereka yang hadir dalam rapat besar itu, memuji kecerdasan dari anak Agus Ferdiansyah yang mempunyai akal licik di usia muda.. Para petinggi perusahaan dan jajaran stafnya meyakini bahwa mereka akan berhasil dengan rencana yang sudah di rencanakan matang matang.


"Harap tenang....... Harap tenang........!


"Apakah masih ada yang ingin kalian yang hadir disini untuk di tanyakan sebelum menutup rapat Akbar malam ini.?" Tanya Firmansyah kepada para undangan.


"Tuan Muda Firmansyah." Kata seorang wanita anggun bermata sipit dengan wajah kulit yang sangat halus dan putih melambaikan tangannya.

__ADS_1


"Iya Nona Amigo. Apakah ada yang akan di tanyakan kepada saya." Jawab Firmansyah..


"Tentu Tuan Muda Firmansyah.. Bila tidak ada yang di tanyakan, aku tak akan mengangkat tangan ini." Kata wanita bernama Amigo itu.


"Hehehehe... Silahkan apa yang ingin anda tanyakan Nona Amigo." Kata Firmansyah.


"Begini Tuan Muda Firmansyah.. Sebelumnya saya telah menerima informasi tentang target kita kita yaitu Nona Nabil Nur Fadillah dan Azzahra Masika Fatharani dari orang orang Holding Company Group dengan memberikan biodata dan kehidupan mereka berdua di usir dari Mansion Tuan Besar Moch Ismail yang tak lain suami dari Azzahra Masika Fatharani.. Menurut informasi tersebut kedua buruan itu bisa sampai ke negara ini atas bantuan dari Moch Aidil yang tak lain adik kandung nya Moch Ismail, apakah Tuan Muda Pemilik perusahaan Holding Company Group melupakan sosok dari mereka, bahwa rencana ini akan berhasil.. Saya sebagai kaki tangan Tuan Tanaka mohon bimbingannya untuk dua orang yang kemungkinan sudah bertemu dengan Nona Nabil Nur Fadillah atau pun dengan Ibu nya." Kata Amigo meminta penjelasan karna dalam rapat besar ini kedua orang dari perusahaan Ismail Group tidak di sentuh sama sekali.


Firmansyah dan beberapa jajaran staf perusahaan Holding Company Group seketika terkejut dengan pertanyaan yang di lontarkan oleh seorang wanita yang berkebangsaan Jepang itu, beda dengan Jabar dan Rojak serta Abu Bakr, dia hanya santai saja dengan pertanyaan itu.


"Biar aku yang menjawab tentang pertanyaan dari Nona Amigo yang terhormat." Kata satu suara datang tiba tiba dengan tangan memegang mic dan berjalan kedepan menuju kursi Firmansyah. .


Semua orang yang ada dalam ruangan rapat itu saling bisik dan membisik satu sama lain... Jelas para Ketua Gangster dan Mafia serta Yakuza mengetahui sosok lelaki tersebut.. Dia adalah orang dari perusahaan ISMAIL GROUP.


"Tuan Muda Jabar, Tuan Muda Rojak dan Tuan Besar Abu Bakr mohon maafkan saya datang terlambat." Ucap lelaki yang baru datang seraya membungkuk hormat kepada mereka petinggi perusahaan Holding Company Group.


"Tidak apa apa saudara ku Moch Ishaq, kamu bertiga memaklumi keterlambatan anda datang dalam rapat besar ini... Silahkan kau jawab pertanyaan dari Nona Amigo tentang dua orang pemegang sementara perusahaan milik Moch Ismail." Kata Abu Bakr.


"Terima Kasih Tuan Abu Bakr.!!

__ADS_1


"Baiklah, untuk, Aidil dan Asisten Moch Ismail untuk saat ini sudah berada dalam genggaman saya bersama orang orang dari Holding Company Group.. Nona Amigo dan kalian semua jangan khawati dan cemas tentang mereka berdua karna mau menyelamatkan Nabil Nur Fadillah dan Azzahra Masika Fatharani bagaimana, sedangkan mereka berdua sudah tertangkap dan sekarang di sekap di salah satu gudang di negara ini, dan tidak ada seorang pun yang mengetahuinya hanya saya dan Tuan Jabar, Rojak serta Tuan Abu Bakr yang mengetahui keberadaan nya." Terang Ishaq Advokad di perusahaan ISMAIL GROUP.


Nona Amigo dan yang lain nya tersentak kaget dengan keterangan dari lelaki yang baru datang secara tiba tiba itu, ada yang percaya dengan ucapan dan ada pula yang tidak percaya. Berbeda dengan pemikiran dari Firmansyah.


"Hmmmmmmmm.!! Bener bener misi ini akan berjalan lancar dan saya tidak salah mengikuti pemilik perusahaan Holding Company Group untuk kehidupan yang lebih baik." Batin Firmansyah bergejolak dengan seringai licik di bibirnya.


"Apakah Nona Amigo percaya dengan ucapan saya, yang notabene adalah orang kepercayaan dari Moch Aidil dan Moch Ahmad.?" Tanya Ishaq.


"Menjawab Anda Tuan Ishaq.. Saya bersama Tim dan Ketua Yakuza percaya dan lebih tenang, bila dua orang andalan dari pihak lawan sudah berada dalam genggaman para petinggi perusahaan." Kata Amigo.


"Bagus...... Bagus.... Bagus..... Apakah yang lainnya sama dengan Nona Amigo, atau kah ucapan saya hanya bualan saja.?" Tanya Ishaq.


"Sepenuhnya percaya." Jawab mereka serentak menggemalah di ruangan Vila mewah itu sesaat, lalu selang beberapa menit Firmansyah pun langsung menutup rapat malam itu.


Tuan Firmansyah segera tutup rapat ini dan langsung bergerak menuju kota kecil untuk mulai melaksanakan tugas yang telah di rencanakan oleh anda dan para undangan yang telah di bayar oleh junjungan kita pemilik perusahaan Holding Company Group." Kata Ishaq memberi perintah dan menutup acara rapat Akbar ini.


"Siap Tuan.!!


Bersambung.

__ADS_1


__ADS_2