Pemuda Hebat Seperti Dewa

Pemuda Hebat Seperti Dewa
Jamil dan Kang Dayat Mengatur Rencana


__ADS_3

"Hmmmmmmmm.... Kalau begitu kita masuk terlebih dahulu dan menunggu di dalam." Titah Bu Dewi.


"Neng Lisa dan Aa Sandi bersama Mira dan Kiara serta Irma.. Ayo kita masuk." Ajak Bu Dewi..!


"Siap Bu.... " Jawab mereka serentak seraya mengangguk dan langsung berjalan mengikuti Bu Dewi yang sudah melangkah terlebih dahulu.


#############


Masih di lokasi yang sama dan hanya beberapa ratus meter dari restoran mewah berkelas internasional itu, tampak sebuah Vila mewah yang biasa di sewakan oleh pemiliknya.... Di dalam ruangan vila mewah itu, tampak beberapa pemuda dengan tato di tangannya dan hiasan anting anting di telinganya masing masing pemuda itu.


Alunan musik dangdut dan beberapa botol minuman keras tersedia di atas meja ruangan tengah itu, menambah nikmatnya suasana malam mingguan buat mereka yang berasal dari kota gudeg Jogjakarta.


Tiga puluh menit berlalu, dari arah luar pintu gerbang vila itu, beberapa unit mobil dan puluhan motor pun masuk lalu berhenti hingga memenuhi halaman vila tersebut.


Ikhsan salah satu yang sedang mengawasi posisi orang orang yang baru tiba di restoran mewah itu, segera berlari dan turun dari lantai atas menyambut bosnya yang baru tiba bersama para anak buahnya itu.


"Hei............ Matikan musik nya dan langsung keluar... Bos Jamil dan Ketua preman Kang Dayat sudah tiba.. Ayo kita keluar." Teriak Ikhsan Ia berlari dan berhenti tepat di atas tangga untuk menghentikan aktivitas para preman yang di bawa membuntuti anak dari pemilik perusahaan Future Nugraha Company Group.


Para pemuda yang sebagian oleng atas menenggak minuman keras itu lalu buru buru berlari keluar untuk menyambut bos Jamil orang kepercayaan dari Firmansyah bos Besar mereka.


"Selamat datang Bos Jamil... Bos Dayat.." Ucap serentak para preman yang baru keluar dari ruangan vila dengan sempoyongan..!


Jamil dan Ketua preman yang mempunyai wilayah pasar induk dan pasar pasar lain di tempat kelahiran Muhammad Awan Pratama yang kini menjadi targetnya.. Geleng geleng kepala melihat para preman yang di siapkan untuk menangkap Nona Muda Friska.. Ketika melihat mereka sudah mabuk sebelum tugas itu di selesaikan.


"Mister Brown............" Ucap Jamil menoleh lalu mengedipkan mata sebelah kirinya...


"Dengan senang hati Tuan Jamil.." Jawab Brown mengerti arti kode dari anak buah Firmansyah itu.. Lalu Ia mengacungkan ke lima jarinya untuk meregangkan otot otot anak buahnya.

__ADS_1


Komando dari Gangster yang di takuti di negaranya, ke lima anak buahnya itu langsung maju beberapa langkah dan ke lima nya mulai menyerang beberapa para preman yang di datang dari kota Jogja itu oleh Jamil.


"Bugh..............


"Adawww...............


"Braakkk..............


"Ahkh.................


Suara rintihan kesakitan dari belasan preman setelah di hajar habis habisan oleh anak buah Mister Brown.. Gangster yang di datangkan oleh Tuan Muda Rojak dari negara kangguru itu.


"Prok........ Prok.......... Prok...........!


"Ini hukuman bagi orang yang semena mena dan tidak mengikuti aturan dari bos Firmansyah." Kata Jamil seringai licik di bibir nya.


"Ikhsan....... Didik anak buah mu lalu persiapkan untuk segera bersiap siap untuk malam ini sesuai rencana yang sudah di persiapkan." Titah Jamil.. Ia melangkah masuk kedalam Vila itu di ikuti oleh Mister Brown dan Kang Dayat serta para anak buahnya.


Sesampainya di ruangan tengah ketiga orang yang di andalkan oleh Tuan Muda Firmansyah pun langsung mengatur rencana nya..


"Mister Brown. Anda bersama ke lima bawahan mu, segera berangkat menuju restoran tempat target kita berada." Titah Jamil..


"Dengan senang hati Tuan Jamil." Jawab Brown lalu beranjak bersama ke lima anak buah nya.


"Tuan Jamil ijin bertanya." Ujar Dayat sang Ketua preman.. Ia bangkit setelah ke-lima orang asing dan ketua nya pergi dari ruangan itu.


"Silahkan.." Jawab Jamil..

__ADS_1


"Kenapa ke enam bule itu di beri perintah untuk masuk ke restoran tempat target kita kita.?" Tanya Dayat penasaran.


Jamil langsung berdiri dari duduknya dan tersenyum kearah Kang Dayat..... Ia melangkah berjalan memutari meja di ruangan itu dan langsung menjawab pertanyaan dari Sang Ketua preman.


"Karna ke enam bule itu belum di ketahui oleh orang orang dari sang pemuda hebat seperti dewa itu, mereka akan menyangka bahwa Mister Brown dan anak buahnya adalah turis yang akan makan di restoran tersebut." Terang Jamil seringai licik di bibirnya.


"Hmmmmmmmm.... Kenapa aku sebagai pemimpin tidak mempunyai pemikiran sampai kesana..." Gumam Dayat.


"Hehehehe...... Kang Dayat sebaiknya anda segera atur para anak buah mu untuk segera menyebar di area restoran itu.... Ingat ketika salah satu ketiga sahabat target kita lengah langsung eksekusi dan bawa kesini.. Untuk di jadikan umpan mendatangkan buruan kita. Nona Nabil atau pun Nyonya Azzahra Masika Fatharani." Kata Jamil memberi perintah.


"Menerima perintah Tuan Jamil... Saat ini beberapa anak buah sudah berada di area restoran dan ada tiga orang yang menyusup sebagai tukang parkir di area restoran mewah itu." Terang Kang Dayat.


"Mantap....... Apakah ada informasi dari mereka kepada anda, tentang para pengawal Muhammad Awan Pratama.?" Tanya Jamil.


"Komar dan Kandar telah memberikan informasi kepada saya, posisi di restoran baru ada, Nona Muda Friska, Siti Lara, Bu Dewi bersama suami dan anaknya serta sang Ahli waris perusahaan terbesar di negara kita.. Tak lupa ketiga gadis cantik yang menjadi target kita juga sudah hadir." Kata Dayat memberikan informasi dari kedua anak buahnya.


"Tetapi Tuan Jamil ada sepasang kekasih yang turun dari mobil Bu Dewi... Mereka berdua sama halnya di undang oleh anak muda yang menjadi perisai Nona Nabil Nur Fadillah." Sambung Dayat.


"Berarti sang pemberi undangan belum datang bersama para pengawal nya..." Tebak Jamil.


"Betul Tuan... Kemungkinan Awan dan Nabil akan tiba pukul 21:00 Bersama para pengawal yang ahli dalam segala bidang." Insting dari Kang Dayat..


"Menarik untuk kita tunggu Kang Dayat... Ayo kita ke lantai atas dan melihat kedatangan target kita.." Ajak Jamil.. Kang Dayat pun langsung mengangguk.


Jamil pun langsung berjalan terlebih dahulu..." Kang Dayat para anak buah mu untuk bersiaga di tempat dan saling berhubungan satu sama lain.. Ketika suara perang dari ku terucap maka langsung bergerak.." Ucap Jamil.


"Siap Tuan Jamil... Kang Dayat pun langsung memberi perintah kepada para anak buahnya yang Ia bawa.

__ADS_1


Bersambung.


__ADS_2