Pemuda Hebat Seperti Dewa

Pemuda Hebat Seperti Dewa
Tang Tang Dor Terkena Kiriman Santet


__ADS_3

Sebenarnya ada hal apa sehingga kau datang malam malam seorang diri... Mana Bedil dan anakku Sulastri.?" Tanya Lelaki paruh baya itu yang tak lain ayahnya Sulastri yang kini sudah berada dalam genggaman Muhammad Awan Pratama.


Lelaki yang baru datang dari kota kecil itu, menarik napasnya dalam dalam lalu tak lama Ia hentakan dengan keras sebelum menjelaskan maksud tujuan datang menemui guru nya.


"Begini Abah.................................... Bedul menjelaskan tentang Sulastri yang sudah terpikat dan tergoda oleh Bob Hidayat sehingga melupakan tujuannya datang ke kota kecil tersebut selain menjalankan bisnis dari suaminya dan membalaskan dendam kematian Haikal. Hingga atas dorongan dari Bedil dan kedua anak buahnya Haikal yaitu Gundul pacul cul dan Odeng untuk segera datang menemui gurunya.


Bedul pun memberikan keterangan tentang anak guru nya itu yang melenceng dari niat pertamanya datang ke sebuah kota yang jauh dari tempat kelahirannya itu, dengan beberapa kata yang di buat buat oleh Bedul agar gurunya itu murka dan menaruh kebencian terhadap Bob Hidayat yang sudah berani berani nya merayu dan menggoda Sulastri yang sudah menjadi target Bedul selaku orang yang di percayakan oleh ayahnya.


Lelaki paruh baya itu tampak terlihat dari wajahnya menandakan exfresi yang sangat murka, sorot mata nya menyala nyala dan seluruh tubuh nya bergetar menahan puncak dari segala emosi yang terbendung setelah mendengarkan penuturan dari murid nya itu.


"Bangsat.... Manusia hina.! "Manusia laknat...! "Umpatan dari lelaki paruh baya itu kepada Bob Hidayat.


"Dul..... Aku sudah tahu Bob Hidayat adalah orang licik... Kau bantu aku mempersiapkan sesajen untuk mengirim santet kepada lelaki laknat itu." Kata Lelaki paruh baya dengan suara bergetar.. Hal itu membuat hati Bedul penuh kemenangan.!


"Siap Bah! Kapan ritualnya akan di mulai.?" Tanya Bedul dengan hati yang tak bisa di sembunyikan ada perasaan bahagia dan senang malam itu.


"Tunggu tiga malam dari malam ini. Kamu besok sebaiknya pergi ke kota untuk membeli bahan bahan nya seperti dupa dan kemenyan serta minyak mistik hitam." Titah Guru nya itu.


"Asssiaaap Abah." Bedul bersemangat!


Dua lelaki berbeda usia tersebut dan status yang berbeda antara murid dan guru itu belum mengetahui bahwa orang yang sedang di bicarakan ole kedua nya sudah babak belur di hajar oleh Tarmin dan Lara dan seandainya mereka berdua tahu bahwa Sulastri masuk ke dalam rumah sakit... Pasti akan sangat marah besar dan langsung pergi ke kota dimana Sulastri itu berada.


########################

__ADS_1


Malam pukul 23:10 Setelah selesai menelepon dengan anak didiknya yaitu Muhammad Awan Pratama tentang masalah Bob Hidayat yang sudah kalah telak dan dalam genggaman pemuda itu, Aden Haruman pun langsung bergegas masuk ke dalam kamar menunggu beberapa orang yang akan datang dengan wujud Sukma.


Tepat ketika Aden Haruman masuk kedalam kamar khusus nya.. Tampak ketiga sosok Sukma yang ia kenal sudah hadir dan mengucapkan salam..


"Assalamualaikum Warahmatullahi Wa Barakatuh." Kata ketiga Sukma itu bersamaan.


"WaallAikum Salam Warohmatuullahi Wabarakatuh." Jawab Aden Haruman lalu duduk bersila.


"Mangku Bumi dan Kusuma serta kau Juned... Sekarang ilmu kalian sudah pada sakti ya hehehehe, tidak terdeteksi oleh ku kedatangan nya." Kata Aden Haruman dengan candaan di sertai senyuman yang menggelitik.


"Hahahaha... Eyang Prabu bisa aja." Jawab Kiayi Mangku Bumi yang bergelar Mama sepuh.


"Ampun Beribu Ampun... Di bandingkan dengan Eyang prabu ilmu hamba apalah, bagaikan kapas yang terkena air." Jawab Juned Ayah nya Tarmin dan di angguki oleh Kusuma kuncen Gunung lembah pasagi yang tak lain anak nya ikut dalam barisan pemuda hebat seperti dewa.


"Sudah...... Sudah.... Bosan lah dengan perkataan dari kalian bertiga... Sekarang kita berangkat menuju sebuah rumah sakit di mana mereka berdua sedang terbaring." Ajak Aden Haruman..


Lalu mereka berempat pun langsung melesat terbang di keheningan malam dengan meraga Sukma menuju sebuah kota di Jakarta tempat Tuan Tang Tang Dor di rawat.


Setelah sampai di lokasi dan masuk menuju ruangan rawat inap, tampak terlihat seorang lelaki setengah tua yang terbaring tak berdaya dengan di tubuhnya di sekeliling nya terpancar aura hitam yang akan membawanya ke dalam kematian.


"Hmmmmmmmmm''.!! Dia terkena santet yang amat dahsyat." Gumam Aden Haruman.


"Betul sahabat ku.. Santet yang masuk ke dalam tubuhnya tampak kiriman dari seorang Dukun yang cukup sakti mandraguna." Timpal Mangku Bumi.

__ADS_1


Sedangkan Abah Juned hanya memandangi tubuh lelaki yang sedang terbaring di ranjang rumah sakit itu tampak sudah tak asing lagi dengan santet itu, apa yang di katakan oleh Aden Haruman dan Kiayi Mangku Bumi bener bahwa orang yang mengirim santet itu berilmu tinggi.


"Juned kau tahu siapa yang mengirim santet yang maha dahsyat itu.?" Tanya Aden Haruman.


"Menjawab pertanyaan anda Eyang Prabu...


"Guna Guna yang mengenai lelaki tersebut, hampir persis seperti ilmu yang saya punya dan kalau tidak salah dukun yang mengirim santet tersebut tak lain adalah guru saya dan gurun nya Wongso.


"Tebakan kau benar Juned... Guru ente yang mengirim guna guna kepada rekan bisnis cucuku Muhammad Awan Pratama...." Jawab Aden Haruman.


"Jadi kita harus bagaimana.?" Tanya Kusuma yang sedari tadi diam dan hanya menyimak saja.


"Yaa.... Sekarang kita kembali dulu.... Biarkan cucu saya untuk menjenguk terlebih dahulu, setelah itu dia akan menelpon ku dan baru kita akan membantu nya dengan satu syarat yang akan di minta oleh Muhammad Awan Pratama kepada anaknya yang begitu sombong dan angkuh.." Terang Aden Haruman kepada mereka bertiga.


"Hahahaha..... Hahahaha....... Saya sudah tahu apa yang ada dalam otak mu sahabat ku." Kata Mangku Bumi dengan tawa yang lepas dan menggema.


"Cuih...... Dasar kau Mangku Bumi... Apakah kau juga tidak membutuhkan.?" Tanya Aden Haruman..


"Jelaslah saya butuh....... Bukan saya seorang tapi Kusuma dan Juned pun butuh di dunia nyata yang nama nya uang." Jawab Mangku Bumi..


"Yaa itu maksud ku... Aku ingin kalian bertiga membangun sebuah padepokan yang penghuninya khusus orang orang jalanan serta para pengemis dan aku juga akan membicarakan tentang pembangunan itu kepada Muhammad Awan Pratama... Maka dengan ini aku akan menekan cucuku kepada anaknya Tang Tang Dor, berani membayar berapa seandainya kedua Orang Tua nya sembuh." Kata Aden Haruman menjelaskan nya.


"Kita bertiga ikut aja apa yang Eyang Prabu rencana kan." Jawab Kusuma dan Mangku Bumi serta Juned.

__ADS_1


"Bagus....... Ayo kita pulang dan kembali ke raga kalian masing masing.. Besok Cucuku dengan di temani Asep Sunandar dan Siti Lara akan berangkat ke Jakarta, tetapi sebelumnya Ia akan singgah dulu ke rumah saya.'' Ajak Aden Haruman dan ketiga nya mengangguk.


Bersambung.


__ADS_2