Pemuda Hebat Seperti Dewa

Pemuda Hebat Seperti Dewa
Obrolan Receh Para pembeli


__ADS_3

Satu unit motor Zupiter MX melesat dari arah puncak menuju kota Cianjur dengan kecepatan 60 km perjam. Hanya butuh satu jam kini motor tersebut tiba di salah satu pusat kota kecil daerah dengan terkenal ciri khas nya kota tauco.


Setelah sampai di pusat kota motor pun dia masukan kesalah satu restoran sederhana yang berada di jalan raya dengan nuansa gedung gedung tingkat dua yang pemiliknya raya rata orang Tionghoa.


Motor pun melaju pelan dan langsung berhenti di parkiran motor yang tersedia di restoran sederhana dengan menu makanan yang bermacam-macam.


Priiiiit..........! Tukang parkir di saat motor Zupiter MX sudah berhenti dan parkir.


Pemuda tampan dengan sedikit tengil itu berjalan memasuki pintu masuk restoran dan langsung memesan karna perut sudah bernyanyi dari tadi siang.


"Tidak lama kemudian pesanan makanan pun telah tersaji oleh pelayanan restoran tersebut dengan senyuman manis dan menggoda.


"Silahkan selamat menikmati.! Kata pelayan itu dengan senyuman manis, membuat hati pemuda itu bergemuruh.


"Terima Kasih Mbak. Ucapku pelan. Dan pelayan itu membalas dengan anggukan dan senyuman.


********************************


"Sementara di salah satu pasar kecamatan seorang wanita berusia 40 tahun sedang membereskan barang barang yang baru tiba dengan di bantu beberapa Para pegawai nya buah nya.


Kios yang baru saja dia kelola tiga hari membuahkan hasil yang sangat positif dalam tiga hari tersebut kios nya hampir tiap hari selalu ramai di kunjungi pembeli yang notabene nya di jual kembali di warung warung di kampung.


Disaat wanita itu sedang membereskan barang barang yang baru tiba suara ponsel pun berdering di laci meja tempat penyimpanan uang kios tersebut. Dengan semangat 45 wanita itu segera mengambil telepon tersebut dan wajahnya begitu ceria setelah nomor penelepon tertera di layar ponsel nya itu.


"Assalamualaikum." Anakku. Kata Bu Dewi menjawab telepon masuk nya.


"WaallAikum Salam." Bunda ku yang paling cantik, aku sudah ada di cianjur.'' Kekeh pemuda di sebrang telepon.


"Alhamdulillah." Nak sekarang di Cianjur nya dimana.? Tanya Bu Dewi.


"Sedang di jalan Siti Jenab, sedang makan di restoran yang biasa kita makan." Jawab nya.


"Ohk......!Yaa sudah ibu kesana atau bagaimana? Tanya Bu Dewi.


"Jangan Bu biar , aku yang kesana, Ibu tinggal serlock aja tempat nya. " Pinta pemuda yang sedang menelepon itu.

__ADS_1


"Baiklah ibu sekarang juga mengirim lokasi lewat wasttap.! Lalu mengakhiri panggilan telepon itu.


Tidak lama kemudian, seorang pemuda bernama Awan pun tiba di ujung utara kota Cianjur tepat nya di salah satu pasar tradisional yang menghadap ke hamparan sawah yang begitu luas, kata nya baru satu tahun pasar ini di buka, yang tadi nya pasar itu berada di depan jalan utama penghubung Sukabumi dan Cianjur.


Setelah sampai di lokasi serlock, langsung melajukan motor untuk masuk di halaman tingkat dua pasar kecamatan. Awan pun langsung berjalan menuju pintu masuk pasar tersebut, setelah terlebih dahulu motor di parkir kan di tempat dimana motor motor lainnya terparkir.


**************************************


Sudah hampir satu Minggu sejak kecelakaan yang menimpa suaminya di hutan jati atas orang orang yang tidak suka atau pun musuh dalam bisnis nya itu.


Atas usul dari seorang anak dan untuk keamanan serta alat alat medis yang sangat canggih Tedi Ferdiansyah kini di rawat di Mount Elizabeth Novena Hospital adalah rumah sakit di Singapura yang memiliki 6 pusat keunggulan, yang didukung dengan lebih dari 250 dokter spesialis senior dan 300 bed rawat inap.


"Di sebuah ruangan VIP seorang wanita tengah memegangi tangan suaminya sembari menatap matanya, namun mau bagaimana lagi, dia harus bersabar walaupun sudah terlihat sembuh tapi dokter belum membolehkan dia pulang.


Jam menunjukkan pukul 7 pagi. Dokter Liem bersama dengan beberapa dokter spesialis lainnya datang memeriksa keadaan Tedi.


Dokter telah selesai dengan pemeriksaan pasien.


"Bagaimana Dok?" Tanya Agista.


"Terima Kasih Dok.! Atas penjelasannya." Kata Istri Pasien.


Mereka kemudian pamit untuk memeriksa pasien lainnya.


Tak lama pintu ruangan terbuka dan tampak Excel masuk kedalam ruangan dengan membawa makanan bungkus, dibelakang nya tampak Robi membawa koper pakaian ganti untuk Istri majikannya.


"Sayang bawa apa itu, kok terlihat makanan? Kenapa repot repot Bunda kan bisa makan di kantin.? Tanya Agista Ibu kandung nya.


"Excel gak repot kok Bun, Kasihan Bunda tiap hari makannya itu aja di kantin." Ucap Excel sembari membuka bungkusan makanan dan menyiapkan makanan yang di bawa.


"Robi kamu sudah sarapan belum? Tanya Agista majikan nya.


"Sudah nyonya bareng Tuan Muda Excel." Jawab Robi.


"Bunda ayah kapan bisa pulang? Tanya Excel.

__ADS_1


"Kata dokter nunggu Ronsen dalam tubuh nya mudah mudahan besok atau lusa sudah di bolehkan pulang." Jawabnya.


"Amiin mudah mudahan ayah cepat pulang yaa Bunda, kita bisa kumpul lagi." Ucap Excel. di Amin kan oleh Bunda dan Asisten Robi.


***********************


Seorang pemuda yang tidak menyangka bahwa usia nya masih cukup belia berjalan melewati beberapa para pedagang di lantai bawah gedung bertingkat dua itu.


Tidak lama setelah melewati pedagang telur, pemuda itu sampai di salah satu kios yang cukup ramai pembeli nya dan lumayan luas dari kios kios lainnya.


Kang, Bu Dewi nya ada, tegur pemuda itu kepada lelaki yang sedang menata barang dagangan nya itu.


Ada.... di dalam masuk saja." sahut lelaki berusia 23 tahun tanpa menoleh.


Tanpa mau berkata lagi Awan pun masuk melewati lelaki yang sedang membereskan dagangannya serta beberapa pembeli yang sedang mengambil barang barang untuk di jual kembali di warung warung tempat mereka berjualan.


"Wah....... Bu Dewi lumayan sibuk nie," sapa Awan kepada seorang wanita yang sedang jongkok memegang kalkulator menghitung belanjaan dan tanpak sedikit capek.


Mendengar teguran dari seorang pemuda yang suara nya tidak asing tersebut, seketika menoleh keatas dan langsung tersenyum, seraya berkata manja.


"Hmmmm......! Anakku bantuin sini jangan diam saja......


"Siap Bunda ku yang paling cantik, membuat para pembeli yang rata rata kebanyakan ibu ibu itu tersenyum manis.


"Bu Dewi, itu anaknya, sudah punya pacar belum. " Goda satu pembeli wanita yang sedang berjalan membawa beberapa Snack dan di simpan di depan Bu Dewi untuk di hitung.!


"Bu Dewi anak nya ganteng," Timpal satu suara dari pembeli lainnya.


"Bu Dewi, mau nggak anak nya nikah sama Janda..! Sahut wanita muda dari luar kios dengan nada sedikit keras.


Awan dan Bu Dewi hanya tersenyum cekikikan tanpa membalas obrolan dan perkataan dari para pembelinya itu, Karna sudah tak asing bagi mereka berdua yang terjun dalam satu bidang perdagangan di kalangan masyarakat.


!!Warning!! Wajib like dan komen. Setelah baca. Karna like dan komen itu gratis. Bila suka dengan karya author tambahkan Favorit atau vote nya.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2