Pemuda Hebat Seperti Dewa

Pemuda Hebat Seperti Dewa
Sekilas Tentang Perjalanan Aden Haruman


__ADS_3

"Nomor yang anda tuju sedang berada di luar jangkauan." Kata operator telepon..!


"Sudah pukul 00:00 tapi anak ini belum pulang dan ponselnya juga tidak aktip kemana." Kata Hati wanita setengah tua menghawatirkan nya.


"Apakah dia menginap di rumah Azzahra." Batin Lisnawati bergejolak penuh tanda tanya.


"Tut............!!


"Tut............!!


"Tut............!!


"Assalamualaikum.! Besan ada apa menelepon larut malam ini.?" Tanya seorang wanita yang menjawab telepon nya.


"WaallAikum Salam.!! Bu Azzahra Maapkan saya.!! Cuma mau menanyakan apakah anakku nginap di rumah mu.?" Tanya seorang wanita yang di panggil besan itu.


"Ohk..... Anak mu.... Dia tidak nginap di sini.!! Tadi sih bilang nya kepada Nabil ada yang ingin bertemu anak dari rekan bisnis nya." Terang Azzahra Masika Fatharani.


"Saya khawatir ponselnya tidak aktip dan sudah larut begini belum pulang." Keluh wanita yang menelepon Azzahra.


"Besan..... Kau tidak usah menghawatirkan nya. Mungkin dia pulang ke rumahnya. Yang di perumahan itu. Apakah sudah di telepon kepada Bu Ida.?" Tanya Azzahra.


"Kalau di telepon sih belum Bu... Tapi sudah di kirim pesan singkat melalui wasttap.... Ceklis satu mungkin sudah tidur Bu Ida nya." Papar Lisnawati...!!


"Yaa.... Mungkin sudah tidur.... Yaa sudah biar aku tanya saja sama Kang Syarif... Atau yang lainnya, mereka semua kan yang menjadi pengawal bayangan Muhammad Awan Pratama." Kata Azzahra menenangkan calon besan nya itu.


"Ok." Bu Azzahra.... Terima kasih sebelumnya.!! Maap merepotkan Anda dan mengganggu waktu istrahat nya." Kata Lisnawati tak enak hati karna telah mengganggu waktu istrahat nya.


"Ahk....... Besan tidak usah sungkan, tidak merasa di repot kan.... Baiklah kalau begitu saya akhiri telepon. Nanti setelah saya nelepon Kang Syarif untuk menanyakan calon mantu idaman sedang berada di mana mana nya. Saya langsung memberitahukan kepada anda." Kata Azzahra meminta ijin.


"Iya.. Bu silahkan." Jawab Lisnawati singkat... Lalu mengakhiri panggilan telepon nya.


Lisnawati langsung bergegas ke kamar ibu nya..! Untuk sementara waktu dia tinggal di kampung Situ Babakan karna rumah nya sedang dalam renovasi. Sementara anak pertamanya tinggal bersama Hilman di kontrakan... Istri dan anak nya kang Ujang ikut tinggal di rumah Ibu Romlah, bersama kedua adik nya Muhammad Awan Pratama yang masih bungsu.!

__ADS_1


"Bu..... Bangun..... Awan belum pulang dan nomor HP nya juga tidak aktip." Ucap Lisnawati membangunkan wanita paruh Baya yang sedang tertidur bersama dua cucu nya itu.


"Hmmmmmmmmm''." Hoammmmmm.!! Romlah terbangun dan mengucek ngucek mata nya. Kesadaran nya belum seratus persen.


"Ada apa Lisnawati.?" Tandas Romlah.


"Awan belum pulang Bu." Jawab Lisnawati cemas.


"Sudah jangan cemas paling juga di rumah Bunda Azzahra." Kata Romlah.


"Tidak ada Bu....!! Lisna sebelum membangunkan Ibu sudah menelepon Azzahra." Jawab nya.!


Romlah pun bangkit dan turun dari kamar tidurnya." Ambilkan ibu Air minum Lis." Titah Romlah.


"Iyaa...! Lisnawati langsung beranjak menuju dapur untuk mengambil minum buat ibu nya.!! Romlah pun bangkit menuju ruangan keluarga rumah panggung itu.


Setelah itu. Lisnawati datang dengan membawa dua gelas berisi Air minum satu buat ibu nya satu buat dirinya.! "Anakmu itu paling juga kerumah gurunya yang ada di kawasan puncak Bogor... Hampir seminggu. Ia tahan oleh mu untuk pulang ke rumah ini." Kata Romlah..!


"Dreet................ "Dreet............. "Dreet...............!!


Tuh ponselmu bergetar mungkin dari anak mu." Kata Romlah merasakan ada getaran di dalam kamar nya.


"Iya. Bu... Aku lihat dulu.!!


"Assalamualaikum.! Besan.. Kata Kang Syarif.. Anak mu sedang berkunjung kerumah gurunya." Pesan dari Azzahra.


"WaallAikum Salam.! Terima Kasih info nya.. Aku tenang kalau begitu mah." Balas Lisnawati sambil tersenyum seorang diri.


"Lis... Ihk serem kau tersenyum di malam hari tanpa ada yang lucu." Kata Romlah sesaat melihat exfresi wajah anak nya yang sedang membaca pesan dari ponselnya.


"Ihk.... Ibu nakutin aja. Awan sedang berada di rumah gurunya Bu... Ini kabar dari Azzahra melalui pesan singkat barusan." Sahut Lisnawati.


"Syukur Alhamdulillah.!! Jadi sekarang kamu temenin ibu ngobrol... Tau sendiri kalau sudah terbangun di malam hari suka susah tidur lagi... Hehehehe." Kata Romlah terkekeh.

__ADS_1


##############


Sementara di kampung Citamiang yang terletak dalam kawasan puncak Bogor tepatnya di daerah tugu Utara kota Cisarua Indah.... Di salah satu bangunan yang tampak terlihat bangun pada jaman dahulu, dengan dinding yang masih terlihat bilik bilik kayu...


Seorang pemuda tampan yang sedang duduk di kursi tamu berhadapan dengan lelaki paruh baya, yang sangat di segani di kalangan paranormal tingkat atas serta para Kiayi Sepuh dan ulama ulama besar yang mengetahui sosok di belakang lelaki paruh baya itu sangat tunduk dan menghormati nya.


Kang Usep sebagai murid pertama yang sudah di bawa oleh Abah Aden Haruman ke alam ghaib pernah berkata dan melihat langsung secara kasat mata di saat dia bermeditasi.


#past stories#


Sore itu... Kang Usep dan Kang Sule yang habis selesai dari tempat ziarah yang di perintahkan oleh Abah Aden Haruman, tidak pulang langsung ke rumah nya, melainkan dia pulang ke rumah Abah Aden Haruman, karna ada sesuatu yang akan di tanyakan oleh mereka berdua.


Dalam perjalanan menuju gurunya.. Sule mengutarakan isi hati nya yang selama ini selalu mengganggu ingatan nya kepada Kang Usep.


"Kang.... Saya mah masih penasaran sama. Pak Haruman." Kata Sule.


"Penasaran dari segi apa nya.?" Jawab Usep.!!


"Begini Kang.! Kita kan baru tiga tahun ikut sama Pak Haruman. Tapi setelah saya perhatikan selama ini. Setiap langkah dan perbuatan nya... Berbeda dengan apa yang sudah di ajarkan oleh guru guru kita." Terang Sule.


"Bisa kau lebih jelas menerangkan nya Le." Pinta Kang Usep.


Kita tahu siapa Pak Haruman.. Mantan Preman. Kerjaan nya selain minum minuman keras dia juga jago dalam berjudi serta selalu pas sasaran bila selalu masang togel, tetapi orang orang berilmu dan para pejabat mencari nya dengan sebutan sebutan yang tak masuk akal.


Seperti seminggu yang lalu, seseorang yang memakai pakaian putih dan bersorban di tangannya tak lepas dari tasbih, dia mencari seorang Kiayi yang bernama Haruman..." Tebak Usep sesaat berhenti langkah kakinya..


"Betul sekali Kang...... Malah aku lihat sendiri habib bertemu dengan dirinya.... Malah habib yang biasa nya di cium tangan oleh kita kita, saya lihat sendiri dia mencium tangan Pak Haruman.'' Kata Sule....!!


"Hehehehe.! Sebaiknya kita percepat langkah kita dan langsung mengutarakan unek unek yang ada dalam hati kita masing masing kepada nya." Usul Kang Usep.!


"Siap.! Balas Sule singkat dan langsung berjalan kembali mereka berdua.


Bersambung.

__ADS_1


__ADS_2