Pemuda Hebat Seperti Dewa

Pemuda Hebat Seperti Dewa
Ajian pemanggil Sukma


__ADS_3

Langkah kaki terdengar di area taman dimana Moch Jabar dan Lastri serta Ayumi sedang duduk sambil bercerita tentang sebuah kemenangan dan akan memprioritaskan mereka berdua dalam internal perusahaan di negara ini.


Ketua Singa Putih dan Sule sampai di hadapan mereka bertiga tetapi sepuluh bodyguard nya langsung menghadang..


"Minggir kalian... Aku ingin mengobrol dengan majikan kalian itu.." Kata Ketua singa putih sambil menunjuk lelaki yang asyik bercanda ria bersama dua wanita dan mengacuhkan dua lelaki yang datang itu.


"Kau tak pantas bicara dengan majikan kita.." Ucap satu dari sepuluh bodyguard itu..... Lalu melayangkan tinju nya kerah Kang Usep sang Ketua.


"Wuzzzzzzzzzzzzzzzzzz.......!


"Hepp................... Kang Usep menghindar dengan mundur ke belakang...!


"Bugh................


"Ahkkkkkkk............................!


Ketika Sang Ketua menghindar.. Lelaki di sampingnya Sule langsung melancarkan pukulan nya kearah perut yang melayangkan tinjunya.. Kerjasama itu sungguh keren dan hampir sama dengan Awan dan Excel ketika keluar dari lift restoran mewah itu.


Karna semua nya tak memberikan muka kepada kita.. Ayo semua maju dan habisi sepuluh bodyguard itu.." Teriak sang ketua Singa putih.


Setelah mendengar teriakan dengan kata perintah dari sang Ketua Organisasi Singa Putih.. Orang orang yang bersembunyi dalam gelap nya malam pun kini berlompatan dari arah yang tak di sangka sangka..


Jabar yang tadi nya merendahkan dan tak memperdulikan kedua orang yang ingin mengobrol dengan nya, kini hanya terpana dan terkejut setelah puluhan para pengawal Future Nugraha Company Group datang dari sisi mana saja dan langsung mengepung sepuluh bodyguard nya termasuk dirinya dan kedua wanita yang sedang duduk di samping Jabar.


"Semua nya habisi mereka.." Teriak Ketua.. Lalu apa yang terjadi mungkin pembaca pun sudah tahu apa yang terjadi selanjutnya..


"Kau yang bernama Jabar Kakak tiri dari Nona Muda Nabil Nur Fadillah kan.?" Tanya Usep.


"Yaa...... Siapakah anda..?" Tanya balik Jabar dengan exfresi wajah sulit di artikan.


Sementara Lastri dan Ayumi hanya bisa terdiam tak berkata apa pun, melihat kondisi orang orang yang memakai pakaian khusus para pengawal perusahaan terbesar di negara nya.


"Perkenalkan nama saya Usep Samudera, Ketua dari Organisasi yang di bentuk oleh Tuan Muda Awan.. Sekarang menyerah lah semua perbuatan mu sudah berada dalam genggaman orang orang kita.." Kata Usep memperkenalkan diri seraya mengancam.

__ADS_1


"Hahahahaha... Walaupun saya menyerah tetapi orang orang di sekitar anda dan majikan anda, mungkin sudah tak bernyawa.." Jawab Jabar optimis semua sesuai dengan perencanaan nya.


Sang ketua melangkahkan kaki nya berdiri tegak di hadapan Moch Jabar, seraya melayangkan tinju dan berkata lantang.." Anda terlalu sombong Tuan Jabar.


"Bughh..............................!! " Bugh.........................!!


"Ahkkkkkkk.....................!!


"Dua pukulan ini untuk mendidik dirimu, agar berlaku sopan di negri orang.." Ucap Usep..!


"Sialan kau Iblis tua..." Kata Jabar sambil menahan sakit yang amat di perut nya.!


"Plakk..............!!


"Plakk...............!!


"Plakk...............!!


"Plakk...............!!


"Kau benar benar tidak bisa di kasih ampun... Pengawal seret pemuda iblis ini dan bawa ke kantor polisi bersama sepuluh bodyguard nya.." Teriak Usep memberi perintah.


"Siap Ketua.." Jawab mereka serentak...!! Lalu menyeret Jabar dan para bodyguard menuju sebuah mobil yang sudah di siapkan dengan kawalan penuh extra ketat.


Jabar hanya tersenyum sinis..." Kita memang kalah di negara mu... Tetapi jangan berbangga karna telah menangkap ku... Mungkin Kakak dan Paman ku sudah membumi hanguskan pemuda yang menjadi majikan kalian di Vila mewah di bawah Gunung Gede-Pangrango.." Ucap Jabar.


"Banyak bacot.... Cepet seret pemuda iblis ini." Teriak Kang Usep...


Para pengawal Future Nugraha Company Group pun langsung membawa Moch Jabar beserta dua wanita yang menjadi kaki tangan sang dukun berusia dua belas tahun itu... Kang Usep dan Sule pun langsung bergegas menuju Mansion untuk membantu anak dari gurunya yang kemungkinan sedang kerepotan melawan empat dukun yang mempunyai kekuatan supranatural tingkat tinggi.


##


Lima menit berselang... Apa yang di khawatirkan oleh Usep Samudera bener.. Opan Haruman sedang kewalahan menghadapi dukun dukun dari perusahaan Duo Holding Company Group.

__ADS_1


"Hiattttttttttttt......................!!


Kang Usep dan Sule maju bersamaan langsung melancarkan pukulan kearah empat dukun itu, hanya dengan sekali tatapan oleh Nina Zatulini, kedua nya terpental jauh dan langsung mengenai tembok dinding kamar mewah itu.


"Arhk.........................." Ringis mereka berdua.!!


"Ketua... Gunakan ajian pemanggil Sukma.. Eyang Atas Angin.." Titah Opan Haruman yang sudah terkapar dan seluruh badan nya lemas akibat melawan Dukun Haiso yang mempunyai kekuatan ilusi.


Tidak di lama lama kan lagi, Kang Usep sebagai murid pertama Aden Haruman pun langsung bersila dengan di lindungi oleh Sule untuk mengeluarkan ajian pemanggil Sukma nya.....


Entah Sukma siapa yang akan Ketua Singa Putih itu datangkan... Seketika hembusan angin malam pun datang secara tiba tiba.. Dengan sebelumnya aroma mistik di kamar itu telah tersengat ke hidung mereka, di tambah sang Ketua memanggil Sukma seorang prajurit dari kerajaan yang sangat sakti di masa nya itu.


"Sule segera kau selamatkan Opan Haruman dan bacakan ilmu yang sudah di ajarkan oleh Abah Guru Aden Haruman.." Kata Usep bangkit dari bersila nya.


Sorot mata nya tajam memancarkan kilatan kilatan api di dalam mata yang menyala nyala.


"Siapa yang memberikan perintah untuk menyelamatkan anak muda itu hah.." Bentak Haiso lalu melompat kearah Sule.... Tapi dengan dukun berkulit hitam itu seketika terpental oleh tatapan mata Kang Usep.


"Braakkk......................!!


"Arkhhhhhhhhhh.........................!!


Lelaki paruh baya itu terpental keras hingga membentur tembok darah segar muncrat dari mulut nya dan seketika seluruh tubuh nya meregang tak lama kemudian langsung modar.


"Hai.......... Bocah kecil....... Aku yang telah melumpuhkan dan menghanguskan ilmu dari ayah mu yang bernama Enji Sutardi... Tapi bila kau mau mengetahui siapa yang telah membunuh ayah mu dan membakar jasad nya, adalah orang yang sekarang dalam lindungan pangeran Aden Haruman..." Kata Sule yang telah di rasuki oleh Eyang Atas Angin.


Nina Zatulini hanya menatap tajam kepada sang Ketua Organisasi Singa Putih itu.. Darah nya mendidih seluruh urat urat nya mengencang.. Di hadapan nya sosok lelaki setengah tua yang telah di rasuki oleh arwah yang selama ini cari untuk membalaskan dendam ayahnya...


Sedangkan dua dukun lagi yang berasal dari Thailand dan Mesir, tak bisa berkata apa-apa.. Terlebih lagi Dukun dari Negri Afrika sudah tewas dengan satu tatapan saja.. Mereka berdua menyadari lelaki di hadapannya itu, bukan lawan nya.


Nina Zatulini pun langsung menyerang dengan sangat lincah dan gesit melompat kesana kesini, untuk mengecoh sang Ketua Singa Putih itu.. Tepat ketika Nina Zatulini di atas kepala Kang Usep............


"Ajian Mutlak Kematian.!!

__ADS_1


Bersambung.


__ADS_2