Pemuda Hebat Seperti Dewa

Pemuda Hebat Seperti Dewa
Suasana Malam Mereka berdua


__ADS_3

"Apakah pak Bob tega begitu saja... Meninggalkan seorang wanita hamil sendirian dengan kondisi yang sangat asing bagi diri nya." Kata Sulastri memelas dengan mata yang berkaca-kaca.


"Bukan begitu Bu Sulastri.... Aku tidak ingin ada kesalahpahaman di antara kita berdua bila aku menemani anda bermalam di rumah ku ini." Kata Bob dengan alasan yang di buatnya.


"Hmmmmmmmmmmm.!! Kan aku yang meminta untuk di temani, kenapa harus ada kesalahpahaman.?" Tanya Sulastri...


"Baiklah............ Ayo kita turun dan masuk ke dalam rumah." Ajak Bob Hidayat pasrah padahal dalam hati nya bersorak riang penuh kemenangan...! Sulastri tersenyum mengangguk tatapannya penuh dengan ke manjaan kepada lelaki yang bernama Bob Hidayat.


Layaknya sepasang suami-isteri. Bob Hidayat dan Sulastri pun melangkahkan masuk ke pintu utama rumah sederhana yang baru beberapa bulan Bob mem nya dengan perantara Betmen.


"Ceklek............. Pintu rumah pun terbuka......


"Silahkan Tuan putri." Kata Bob mempersilahkan masuk dengan perlakuan khususnya kepada wanita yang Ia bawa, hal itu membuat Sulastri memerah wajahnya kaya kepiting rebus. Ia melangkah masuk lalu duduk di kursi yang tersedia di ruangan itu.


*********


Bu Sulastri.... Kalau mau mandi dan mengganti pakaian. Ada di kamar... Tapi semua pakaian yang ada di lemari bekas mantan istri ku, melihat postur tubuh Bu Sulastri sama mantan istriku hampir sama." Terang Bob.


"Iya. Pak terimakasih sebelumnya.! Tidak apa apa dari pada baju ini di pakai lagi rasa nya kurang enak." Jawab Sulastri... Ia beranjak dari duduknya.!


"Aku mau ke supermarket dulu memberi beberapa snack dan mie instan." Kata Bob. Lalu melangkah menuju keluar setelah anggukan kepala dari wanita tersebut.


Tiga puluh menit kemudian... Bob Hidayat telah kembali dari supermarket nya dengan menenteng kantong plastik yang di dalam nya beberapa snack makanan. Sementara Sulastri sendiri sudah segar badannya dengan memakai baju daster milik mantan istri nya Bob Hidayat bernama Pipit..


"Cantik dan seksi......." Puji Bob Hidayat.!


"Terima Kasih." Jawab Sulastri singkat... Lalu Ia duduk di ruangan tengah beralaskan karpet sambil menonton televisi.


Mereka berdua sama sama kaku saat itu, hingga Sulastri duduk di lantai sementara Bob hanya diam mematung saja, ia berpikir dari mana dan harus bagaimana cara memulai obrolan untuk dapat mencairkan suasana canggung malam ini.

__ADS_1


"Aa kok diam saja di situ... Sini atuh duduk.!! Itu dalam plastik beli apa ya?" Tanya Sulastri manja.


"Ehk..... Anu..... Iya..... Ini makanan ringan untuk ngemil. Biasa nya kalau wanita hamil muda suka bawaan nya ngemil." Kata Bob penuh perhatian. Lalu melangkah menghampiri nya dan menyerah kan plastik tersebut.


Sulastri tersenyum jantung nya mendadak berdebar kencang.... Ketika Bob Hidayat menghampiri nya... Ia pun menerima plastik dari Bob Hidayat.... Untuk mencairkan suasana nya....... Sulastri melihat lihat dan mengeluarkan semua isi yang ada dalam plastik itu.


Wajahnya memerah keningnya berkerut.... Ketika Ia melihat salah satu bungkusan kecil dengan tulisan yang membuat jantung nya berdetak kencang...... "Serrr dalam goa sigotaka milik nya mengalir cairan surgawi serta berkedut kedut goa nya.....!!


"Apa ini. Aa.?" Tanya Sulastri... Walaupun Ia sudah tahu dan telah membaca tulisan yang ada dalam bungkusan itu.


"Hehehehe. Pengaman." Jawab Bob Hidayat garuk garuk kepalanya.!!


"Untuk apa.! Sulastri terus menyelisik Bob Hidayat walaupun Ia mengetahui keinginan lelaki tersebut.!


"Sial.....!! Batin Bob Hidayat tak bisa menjawabnya.!! Ia sangat malu dan merasa bersalah setelah niat nya di ketahui oleh wanita hamil itu.!!


"Tak usah pake ****** segala Aa.... Rasa nya sedikit berbeda bila memakai pengaman... Lagian aku kan lagi hamil." Bisik Sulastri.


"Aa mau kamana.?" Tanya Sulastri.


"Kunci pintu dulu sayang. Takut ada yang mengintip." Kata nya seraya mengedipkan mata sebelah kanan. Sulastri mengangguk dan tersenyum manja.


Setelah pintu di kunci dan tampak situasi aman dengan menengok dari balik tirai jendela rumahnya. Ia pun langsung menggendong Sulastri untuk bermain di dalam kamar yang kedap suara.


"Aku akan membawa mu terbang sampai ke Awang Awang." Bisik Bob seraya memangku wanita itu masuk kedalam kamar.!!


Sulastri langsung menyerbu leher putih lelaki yang membawanya pergi menuju kamar dengan membabi buta. Wanita yang terlihat kampungan dan polos itu, seketika berubah ganas dan liar di saat titik rangsangan nya tertembak oleh serangan lawan jenisnya...


Tanpa menunggu sampai kedalam kamar dan berbaring di atas kasur empuk.... Sulastri sudah menggelirya dalam setiap inchi demi inchi tubuh Bob Hidayat...

__ADS_1


Serangan yang di lancarkan oleh Sulastri mampu di imbangi oleh Bob Hidayat dalam pertempuran malam tersebut.


Tanpa di sadari mereka berdua, kini sepasang insan yang bernyawa itu, sudah berada dalam ranjang tanpa sehelai benangpun menutupi mereka berdua berkeluh kesah keringat bercucuran di antara mereka berdua mengarungi lautan kenikmatan di malam yang suasana begitu hening.


Dengan mengerahkan ilmu tenaga dalam tingkat dewa.. Bob pun langsung menusuk goa sigotaka itu dengan tongkat warisan yang berdiri tegak dan tampak berurat dalam tongkat tersebut.


"Bleszzzzzzzzz....................!! Ahkh............. Sakit....... Ringis Sulastri.........!!


Tongkat itu sangat besar dan panjang... Sungguh jauh berbeda dengan tongkat milik Haikal yang ukuran nya jauh dari Tongkat milik Bob Hidayat....!!


Bob pun mendiamkan terlebih dahulu, tongkat itu dalam goa sigotaka milik wanita bernama Sulastri..." Tahan sayang dari rasa sakit itu, nanti akan menjadi rasa nikmat yang menjalar keseluruh pori pori tubuh mu, hingga membawa mu ke langit yang ke tujuh." Kata Bob Hidayat.


Sulastri hanya mengangguk, wajah nya penuh dengan keringat sorot mata nya peluh dan kedua tangannya memegang erat seprai mengeluarkan dengan seluruh tenaganya menahan rasa sakit bercampur nikmat.


Sakit itu mulai menghilang dan berubah nikmat ketika tongkat Pusaka warisan leluhur Bob Hidayat mulai memecut dan memaju mundurkan nya..... Hingga suara khas perpaduan dua pusaka terdengar di telinga mereka berdua.


"Plokk.............!!


"Plokk..............!!


"Plokk..............!!


Gerakan Bob Hidayat semakin menggila malam itu ketika Sulastri mampu mengimbangi nya............ Tak lama kemudian setelah lima belas menit kemudian..... Lava panas yang ada dalam tongkat tersebut sudah tak mampu untuk di bendung lagi...................


"Ahkk.......................... Sulastri aku mencintaimu." Erang lelaki berusia tiga puluh delapan tahun itu bersama muntah nya lava panas membanjiri goa milik wanita yang sedang hamil muda tersebut.


Tak lama kemudian Bob Hidayat pun langsung mendorong wanita itu dengan lembut, dan beranjak pergi menuju kamar mandi untuk membersihkan badan nya yang berkeringat......


"Sayang...... Aku mau membersihkan badan.... Mau mandi bareng nggak.?" Tanya Bob Hidayat setelah pergabungan badan itu terlepas...!!

__ADS_1


"Duluan aja aa..... Aku masih lelah dan terasa masih nikmat." Jawab Sulastri tersenyum.


Bersambung.


__ADS_2